Bab 11.

Setahun telah berlalu, bayi dalam kandungan Belle juga sudah mulai tengkurap. Belle yang saat ini sudah mendalami ilmu obat-obatan dan racun cukup cekatan namun ada yang berbeda dari putra dan putri kembarnya. Putrinya terlahir sangat cantik tanpa kekurangan apapun, namun putranya sangat berbeda dia memiliki sembilan ekor dan telinga layaknya Gumiho.

Belle sendiri kini sedang berusaha untuk mencari obat buat putranya agar bisa menjadi manusia normal seutuhnya.

"Harusnya kamu tidak perlu panik Belle, Allison pasti akan berubah bentuk suatu saat nanti. Dia hanya perlu bertapa sampai beberapa saat kemudian, kamu jangan lupa aku dan ibumu berubah menjadi manusia melalui sebuah proses,"

"Tidak bisa bibi, Anisley dan Allison harus sekolah ketika mereka memasuki usianya. Hanya sampai usia lima tahun kita harus menemukan penawarnya,"

Setahun sudah berlalu di tempat itu, Belle memanggil Laluna bibi karena dialah satu satunya adik seperguruan ibunya yang masih hidup hingga saat ini.

Gumiho adalah makhluk spiritual yang bisa hidup hingga ribuan tahun, berbeda dengan manusia yang hanya bisa hidup puluhan atau ratusan tahun. Hal itu memicu rasa tidak suka manusia kepada ras spiritual yang bisa hidup lebih lama daripada mereka.

"Hah, memang benar. Manusia adalah makhluk yang tidak bisa mengimbangi dunia, mereka selalu merasa kurang dalam semua hal,"

"Bibi aku bukan bermaksud merendahkan kaum Gumiho, namun mereka yang terlahir sebagai manusia harus terus belajar agar tidak di rendahkan,"

"Aku tau maksudmu. Bukan tidak ada cara untuk mengubah penampilan Allison. Belle, kamu bisa mengubahnya menjadi manusia dengan darah ayahnya,"

Jantung Belle seakan berhenti berdetak mendengar ucapan Laluna itu. Dia yang sedang mengeringkan herbal itu sejenak berhenti dari pekerjaannya. Lembah Gumiho yang dia tinggalin saat ini bukan lembah yang angker, namun manusia biasa bisa tersesat di tempat itu jika tidak memiliki darah Gumiho. Tempat itu seperti labirin yang menyesatkan banyak orang, namun tempat itu juga mengenali tuannya dan selalu memudahkan kaum Gumiho untuk terus bersembunyi.

"Aku dengar dari orang-orang ada yang memasuki lembah Gumiho dan mati. Kamu yakin untuk tidak melihat? Mungkin saja dia adalah laki-laki ayah dari anak-anakmu,"

Belle menghadap Laluna yang tengah duduk di sebongkah batu tersebut kemudian berjalan mendekat.

"Bibi, pria itu bukan orang biasa. Dia tidak akan dengan. B0dohnya masuk kedalam lembah Gumiho seorang diri, jadi sudah pasti bukan dia,"

Laluna menepuk pundak Belle, "Kamu sangat mengenal laki-laki itu,"

Belle hanya tersenyum kemudian masuk ke dalam sebuah rumah, entah itu rumah atau gubuk rumah itu sangat kumuh dan hanya terbuat dari batang-batang kayu. Sangat berbeda dari Mansion Eiser Gallbaro ataupun keluarga Carlisle.

Belle menatap putra dan putrinya yang tengah tertidur pulas sambil terus berfikir, apakah cuma cara itu yang bisa menyelamatkan putranya dari kutukan Gumiho. Jika iya mungkin saja putranya dan dia akan dibunuh karena keturunan Gumiho atau lebih buruk nya seluruh lembah Gumiho akan di musnahkan seperti cerita dalam sejarah.

Sementara itu Eiser masih berada di dalam Mansion megah itu, kini dia telah menjadi seorang pejabat nomor satu dengan harapan lebih cepat menemukan Belle ketika dia memiliki kekuasaan yang lebih tinggi namun sayangnya sudah setahun bahkan jejak Belle saja tidak diketahui oleh mereka.

Wanita-wanita selalu berdatangan untuk naik ke ranjang Eiser, bahkan ada yang rela menjadi selir demi bisa dekat dengan pria idaman ibu kota tersebut. Namun sayangnya hati Eiser benar-benar seperti batu tidak ada gadis yang mampu untuk meluluhkan hatinya.

"Eiser ini sudah gadis ke 100 yang kamu tolak. Tidakkah sangat disayangkan gadis-gadis itu berlari keluar sambil menangis?"

Dokter Brown yang sudah menjabat menjadi dokter pribadi Eiser mendekati sahabat sekaligus atasannya itu. Sementara Rain kini bersikap selayaknya penjaga bayangan yang hanya muncul ketika di panggil.

"Apa perlu kau ku utus untuk menjadi teman Rain?"

Dokter Brown pucat pasi dia melambaikan kedua tangannya sambil berkata, "tidak-tidak, bela diriku tidak sehebat itu,"

"Dr. Brown, kamu mungkin bisa menipu orang. Namun kamu tidak bisa menipuku,"

Mendengar hal itu Dr. Brown hanya menggaruk kepalanya kemudian dia berlari mengejar Eiser yang tengah berjalan keluar dari ruangan itu.

"Kau sendiri yang membuatnya pergi," keluh Dr. Brown.

Eiser hanya terdiam tidak menjawab. Memang benar dia yang membuat Belle pergi bahkan dengan anak di rahimnya.

"Apakah anakku sudah lahir sekarang? Apakah dia laki-laki atau perempuan,"

"Pasti sudah, bayi hanya di kandungan ibu selama 9 bulan sepuluh hari. Mungkin saat ini sudah berusia kurang lebih tiga bulan,"

"Betapa menggemaskannya jika aku bisa bisa memeluk nya dalam pelukanku,"

Dr. Brown tidak lagi melanjutkan candanya dia tau bahwa hal itu bisa membuat Eiser makin terpuruk. Dari sorot mata Eiser dia bisa melihat kerinduan yang cukup mendalam untuk sosok tersebut.

Dengan sedikit kata-kata berusaha menghibur Eiser, namun nyatanya percuma Eiser tidak akan terlihat menyedihkan di depan orang lain. Hanya orang-orang terdekat yang bisa merasakan pikirannya.

"Rain keluar. Apakah kau percaya tuanmu sekarang sedang merindukan tuan putri lebih dari merindukanmu,"

Dr. Brown hanyalah dokter biasa namun dia menyadari jika rain tengah berdiri di dekatnya. Memang benar kita tidak bisa menilai orang dari sampulnya saja.

"Bagaiman dengan orang yang kita kirim ke lembah Gumiho?"

"Mereka tidak kembali lagi, sepertinya rumor itu benar. Lembah Gumiho benar-benar misterius, aku justru tidak berharap nona Belinda akan masuk ke hutan labirin tersebut,"

Rain mengatakan semua kepada Eiser, sementara Dr. Brown hanya mendengar dibelakang.

"Terus kirimkan orang aku tidak peduli berapa banyak orang mati selama bisa menemukan Belle,"

"Cinta membuatmu menjadi iblis Eiser. Mereka memiliki keluarga, apakah kau ingin mereka merasakan kehilangan sama seperti kau?"

"Lalu apa yang harus ku lakukan? Kau benar. Aku akan masuk kedalam hutan sendirian,"

Mendengar hal itu Dr. Brown dan Rain hanya menggeleng, mereka tidak punya hak untuk menentang dan saat ini yang bisa mereka lakukan hanyalah mengikuti Eiser jika pria itu benar-benar ingin memasuki labirin formasi yang ada di hutan Gumiho.

Sebenarnya lembah Gumiho adalah lembah yang ada di Tengah-tengah hutan lebat di pinggir kota, sangat jarang ada orang yang berani memasuki lembah itu.

Eiser sudah berkali-kali dipanggil ke istana untuk mendapatkan dekrit menikahi putri-putri bangsawan, namun dia selalu menolak dekrit kaisar. Kaisar tidak bisa menjatuhkan hukuman berat kepada Eiser karena dia adalah satu satunya putra yang tidak menginginkan tahta raja.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!