Teriakan Belle terhenti, dia melihat seekor ular masuk ke halaman tersebut. Ular yang cukup besar untuk di lihat di alam bebas seperti itu.
Tiang-tiang beton yang kokoh menjadi penyangga utama bangunan itu, arsitektur kuno namun elegan dengan tampilan patung naga yang meliuk-liuk di gerbang utama kediaman Gallbaro itu. Kemegahan yang tidak ada tandingannya, dengan warna dominasi abu-abu dan putih di setiap tempat yang ada disana. Dan Ular itu begitu saja keluar masuk dikediaman dengan sangat mudah.
"Kenapa?"
Pertanyaan itu muncul di mulut manusia yang di depannya nampak dengan jelas se ekor ular berjenis king cobra merayap dengan bebas di depan mereka. .
"Ular,"
Dengan gemetar Belle membuka mulutnya, tangannya menunjuk se ekor king cobra yang tengah berdiri itu. Sial nya Eiser bahkan tidak menyadari jika manusia biasa pasti akan ketakutan melihat hewan melata sepanjang itu.
Namun entah mengapa ular itu nampak ketakutan dan akhirnya bergegas melarikan diri, "Ahh.. mungkin karena ada Eiser disana!" Tidak benar, ular itu tidak akan lari jika hanya ada Eiser didekat mereka. Karena mereka adalah teman.
Tanpa pikir panjang Eiser menyuruh salah satu penjaga untuk membawa ular tersebut pergi. Penjaga itu langsung menangkap ular bagaikan itu hanyalah cacing yang tidak berbisa.
"Tuan, apakah tidak apa-apa memegangnya seperti itu?"
Rasa takut dan khawatir menjelma menjadi satu saat Belle menyaksikan penjaga itu mengangkat ular tersebut tanpa alat pengaman ataupun sejenisnya.
Eiser menatap wajah Belle yang khawatir, takut sekaligus penasaran itu sebelum membuka mulutnya sendiri, "Tidak apa-apa, ular-ular itu mengenali pin yang mereka pakai,"
Benar-benar diluar nalar keluarga Gallbaro ini, dia bahkan bisa menjinakkan raja ular hanya dengan sebuah pin. Ada berapa banyak lagi rahasia yang mereka miliki, sungguh tidak masuk di akal.
"Ular-ular ini di pelihara khusus untuk menjaga kediaman ini,"
Bagaimana bisa seseorang memelihara ular dan membiarkannya berkeliaran. Bagaimana jika seseorang lupa membawa pin penangkal tersebut, bukankah mereka akan menjadi target mangsa ular tersebut.
Belle memijit keningnya walaupun tidak pusing, dia merasakan ke gilaan dari orang yang sedang membantunya membuka pintu tersebut.
Kereta kuda melaju dengan kecepatan sempurna, tidak ada sopir yang mengemudikan mobil tersebut tidak ada juga orang yang mengawal Eiser keluar dari kediaman Gallbaro.
Sosok Rain yang mengemudi dengan tubuh kurusnya, Sementara Eiser Gallbaro duduk di kereta kuda yang sama dengan Belle. Sosoknya yang tengah fokus tersebut membuat degup jantung Belle tak terkendali. Belle juga mengingat kejadian semalam yang membuat wajahnya memerah akhirnya Dia berusaha memalingkan muka dari pria tampan didepannya itu.
"Kau bisa menatapku sepuasnya, Belle!" tutur Eiser dengan pesonanya sendiri hal itu tentu saja membuat Belle malu. Bahkan siapapun pasti malu,
"Anda sungguh tidak tau malu,"
Umpatan yang keluar dari mulut Belle justru membuat Eiser tampak tersenyum, wanita yang baru saja dia kenal berapa saat lalu tersebut benar-benar membuat dunianya berubah begitu saja.
Kereta kuda yang mereka tumpangi telah sampai di kediaman Carlisle, mengetahui mobil dengan tanda khusus datang bahkan pengawal dan penjaga kediaman Carlisle tidak berani untuk menghalangi.
"Ibu siapa diluar kenapa bisa tidak dicegah masuk?"
Seorang gadis yang jauh lebih muda datang menghampiri ibunya. Gadis itu tidak lain adalah Arcia Carlisle, adik tiri dari Belinda Carlisle. Dulu sebelum ibunya masuk ke kediaman Carlisle dia tidak memiliki marga karena anak diluar nikah bahkan keluarga ibunya enggan untuk memberinya marga.
Namun saat ini Arcia atau Cia, tumbuh menjadi seorang gadis yang angkuh karena tumbuh di keluarga Carlisle yang sangat terkenal akan kekayaan dan kejayaannya.
Sebagai nona kedua Carlisle dia mendapatkan semua yang dia inginkan melebihi nona besar Carlisle.
Xian Carlisle atau yang selalu dipanggil nyonya Carlisle sebenarnya adalah orang luar yang tidak ada hubungannya dengan keluarga Carlisle. Namun karena posisi nyonya sudah kosong dan dia masuk ke dalam kediaman Carlisle sebagai istri dari ayah Belle maka dia dipanggil nyonya oleh semua orang.
"Sudahlah mari kita lihat, siapa yang datang sampai tidak ada yang menghalangi,"
Nyonya Xian mengibaskan kipasnya, wanita itu berjalan meninggalkan kamarnya di ikuti oleh Cia di belakangnya.
"Oh ku kira siapa yang datang tanpa bicara. Ternyata gadis kotor yang sudah dimakan pria tua, upss... Maaf mulutku terlalu suka berterus terang. "
Cia yang berdiri di belakang ibunya berkata begitu saja. Wajahnya cukup imut namun tidak secantik Belle tentunya. Nyonya Xian juga hanya diam, orang yang dipanggil nyonya besar itu tidak melarang putrinya menghardik Belle.
"Jangan begitu Arcia...Untunglah kakakmu baik-baik saja dan bisa pulang!" Tutur Xian dengan senyuman yang penuh dengan ejekan.
Sementara Eiser dengan wajah dingin dan kaku diam dia sedang mengontrol emosi yang tengah melonjak naik, "Ku kira tikus mana yang berdecit. Ternyata tikus besar didepan mataku," lontar Eiser.
Menanggapi hal itu Cia sedikit murka, namun ketika dia melihat wajah tampan Eiser dia berkata-kata dengan sangat manis.
"Ternyata kamu kembali dengan laki-laki simpanan. Kamu cukup tampan, aku bisa memberinya uang untuk meninggalkanmu,"
Dengan sangat pede Cia mendekat hendak menyentuh wajah tampan Eiser. Ia mengulurkan tangan di pergelangan tangan itu di penuhi dengan gelang berhiaskan berlian, tidak seperti Belle yang tidak memiliki apa-apa.
"Jangan berani menyentuhnya, jika kamu menyentuhnya aku patahkan tanganmu," Entah bagaimana Belle merasa gusar ketika melihat Cia hendak menyentuh Eiser. Dia tidak pernah berkata kasar namun saat ini dia seperti diberi keberanian yang berlipat ganda.
"Kau sangat menyukai Gigolo ini Bell? Ups, maksudnya Kakak. Tapi semakin kamu suka semakin aku mengambilnya, termasuk ayah kan,"
Belle hanya meremas tangannya dengan erat, dia tau tidak mudah baginya untuk mengalahkan putri tiri kesayangan seperti Cia. Bagaimana jika Eiser benar-benar berpaling kepada Arcia, dia sudah tidak punya tempat lagi untuk berlindung.
Eiser masih bisa menahan dirinya selalu di kata gigolo ataupun sejenisnya. Karena dibalik semua itu ada Belle yang membelanya. ia hanya diam dan sedikit menarik garis bibirnya.
Namun sifat dingin dan kaku hanya bertahan sementara kesabaran Eiser setipis tisu jadi tidak mungkin bertahan lama dengan posisi nya saat ini. Dituduh gigolo dan lain sebagainya.
Tak lama kemudian ketegangan itu berangsur-angsur mereda ketika tuan Carlisle datang dengan tergopoh-gopoh, keringat dingin bercucuran.
"Ayah mengapa kamu pulang lebih awal hari ini. Lihat ayah, kakak kembali dengan gigolonya,"
Tanpa rasa malu, Cia mengubah raut wajahnya dia adalah seorang rubah betina. Sama seperti ibunya dia sangat pandai merayu pria.
"Tutup mulutmu Arcia!" pertama kalinya untuk sekian lama Tuan Carlisle membentak putri tirinya.
"Apa yang kau lakukan pada putriku?" tanya Xian dengan jelas.
"Tutup mulutmu, itu juga karena kamu terlalu memanjakannya,"
Apa yang terjadi dengan Hidden Carlisle, ayah dari Belle itu nampak seperti murka dan panik untuk saat ini. sementara Eiser hanya menarik sedikit sedikit ujung bibirnya.
"Tuan Eiser saya minta maaf atas kekacauan ini. Apa yang membuat anda datang kemari?"
Hidden Carlisle sangat pandai dalam menjilat orang lain, tentu saja dia harus bersikap baik dengan Eiser karena setengah dari pasukan mereka adalah orang-orang Eiser. Jika Eiser menarik kembali pasukan yang disediakan untuk keluarga Carlisle tentu saja sangat merugikan keluarganya.
"Hidden, apa yang akan kamu lakukan untuk anak dan istrimu yang sudah merendahkan aku. Atau perlu aku turun tangan sendiri,"
Kata-kata yang keluar dari mulut Eiser tanpa perasaan seketika itu juga Xian dan Cia berhenti berbisik-bisik dan arogan mereka terdiam tidak berani bersuara.
Pantas saja Ayahnya sangat marah, hal itu karena orang yang didepan mereka adalah orang yang tidak sebaiknya mereka ganggu.
"Tuan Eiser maaf," hanya itu kata-kata yang keluar dari mulut Hidden pria paruh baya itu sangat tertekan berada di depan Eiser.
"Untuk saat ini aku tidak akan mempersalahkannya, namun tidak untuk lain kali,"
Eiser yang terkenal dingin dan gampang membunuh manusia bagaimana bisa bersikap seperti manusia pada umumnya saat itu. Hal itu cukup aneh namun apa ada yang bisa bertanya dia kenapa? Tentunya tidak ada,
"Jadi aku kesini untuk,.."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 34 Episodes
Comments