Sumilir angin berhembus dengan baik, mentari telah tenggelam di ufuk barat. Ternyata hari sudah mulai malam, Belle duduk ditempatnya. Dia merasa hawa aneh semakin mendekatinya sementara itu rasa takutnya kian memuncak.
Suara auman serigala terdengar semakin berisik, jika dulu dia baik-baik saja mendengar itu karena tinggal di mansion namun beda untuk saat ini dia berada di dalam hutan.
"Untuk apa kamu menangis? Kamu kira serigala tidak akan memakan mu saat kamu menangis?"
Suara seorang wanita terdengar sangat jelas di telinga Belle. Samar-samar dibawah cahaya bulan Belle melihat kibaran gaun yang indah.
"Anda siapa?"
Walaupun nampak takut Belle sempat bertanya kepada orang itu namun tidak ada jawaban. Disisi lain orang-orang yang dikerahkan Eiser sudah mengepung seluruh kota, mereka juga menyusuri pinggiran hutan tempat Belle berada.
"Sebentar lagi orang - orang akan sampai ke tempat ini."
Belle tidak tau harus berkata apa, dia ingin sekali pergi jauh meninggalkan Eiser. Entah kenapa dia begitu takut bertemu laki-laki itu sekarang.
"Siapa mereka? Mengapa mereka mengejar mu dan mengapa kamu lari?"
"Mereka akan membunuhku," tutur Belle dengan tangan yang gemetar.
Karena penjelasan yang memakan waktu, suara langkah kaki manusia serasa mendekat ke tempat itu.
"Aku harus pergi. Kamu ikut denganku atau tidak,"
"Aku ikut,"
Belle menjawab dengan cepat. Tanpa menunggu Belle berdiri wanita itu meraih tangan Belle kemudian membawanya berlari secepat mungkin, rasanya seperti terbang mereka berlari tanpa menggoyangkan daun dan pepohonan.
Belle hanya diam begitu saja, di dunia yang sudah hampir modern seperti ini masih ada juga ilmu-ilmu ninja bayangan seperti itu, terbang tanpa perlu membuat daun dan pepohonan bergerak sungguh tidak masuk di akal.
Tak terasa perjalanan itu sangat melelahkan, Belle mengikuti orang itu masuk kedalam sebuah gua yang di luarnya tumbuh, tumbuhan yang menutup rapat pintu gua dan anehnya bahkan rumput itu tidak kusut saat mereka masuk kedalam.
Wanita yang membawa Belle duduk di sebuah kursi batu mengangkat sebuah seruling dan meniupnya. Dan akhirnya banyak rubah masuk ke dalam tempat itu.
Belle gemetar ketakutan mungkin saat ini dia berfikir bahwa dia adalah mangsa untuk rubah-rubah yang sedang berjalan mendekati kursi batu itu.
"Tugas kalian adalah mengawasi wanita itu sampai melahirkan,"
Belle hanya terdiam, melahirkan siapa yang melahirkan namun siluman di depannya sangat bisa membaca pikiran Belle.
"Kamu tidak tau kalau kamu hamil? Padahal aku bisa melihat wanita hamil darah keturunan kami dari jarak 1000 mil,"
Belle yang tidak tau apa-apa hanya menggigit bibirnya, dia hamil? Hah, anak dari Eiser Gallbaro orang yang membentaknya di ruang kerja.
Namun apa yang dibilang wanita ini, keturunan kami? Siapa yang keturunan mereka? Anaknya atau dirinya.
Seakan-akan bisa membaca pikiran Belle, wanita itu menghela nafas kemudian turun dari kursi.
Saat berjalan tiba-tiba dia memiliki sembilan ekor dibelakang tubuhnya.
"Kamu jin atau iblis?" tanya Belle dengan tubuh yang gemetar ketakutan.
"Kami adalah ras Gumiho, siluman rubah ekor sembilan,"
Ras Gumiho? Bukankah siluman itu sudah berakhir sejak raja yang sekarang menguasai tahta kerajaan saat ini, namun di depan mata Belle dia melihat sendiri bagaiman seorang wanita berubah menjadi seekor rubah ber-ekor sembilan.
Namun konon katanya Gumiho adalah rubah yang memiliki kekuatan luar biasa, Belle tidak perlu bertanya lagi bagaimana dia melihat wanita sepesial itu membawanya menjauhi kelompok orang orang dengan sangat gampang sudah menjawab pertanyaan itu.
"Kamu tidak bertanya kenapa kamu kubawa kesini? Dan mengapa aku bisa tau kamu keturunan Gumiho?"
"Kamu siapa? Kenapa aku harus percaya padamu,"
Mendengar perkataan itu wanita itu duduk di sebuah bongkahan batu sambil menatap langit-langit yang dipenuhi lumut.
"Kalau kamu mau tau aku akan bercerita,"
Setelah berucap seperti itu, dia menghela nafas beberapa kali dan mengambil nafas panjang seakan-akan yang dia katakan adalah hal-hal yang sangat mengguncang kehidupannya.
"Namaku Laluna, mungkin kamu pernah mendengar nama itu dari cerita ibumu. Aku dan Dewi tumbuh bersama sejak kecil, kami diajari oleh guru yang sama. Namun saat itu kami harus bertapa untuk bisa berwujud manusia. Setelah kami berhasil berubah menjadi manusia bencana itu datang, orang-orang yang tidak tahu diri itu merusak lembah Gumiho dan memusnahkan klan kami. Namun saat itu karena kami berwujud manusia mereka tidak membunuh kami karena menganggap kami aku dan ibumu adalah wanita dari klan manusia,"
Setelah mengatakan itu Gumiho bernama Laluna itu menundukkan kepala sambil menangis, air matanya tak terbendung.
"Namun ibuku bukan bernama Dewi,"
Laluna menatap Belle dengan seksama kemudian menghapus air matanya dan tersenyum, "Ibumu bernama Kalina, dia adalah Dewi di klan kami,"
Entah Belle harus percaya atau tidak, ibunya benar bernama Kalina namun dia tidak pernah melihat ibunya berubah menjadi Rubah ekor sembilan selama hidupnya.
"Kamu bertanya kenapa ibumu tidak penah berubah menjadi Gumiho kan? Akan aku jelaskan. Dewi memotong salah satu ekornya yang membuat kesehatan nya memburuk, dia melakukan itu demi kamu. Agar tidak ada yang tahu kamu ras campuran. Namun sesama Gumiho aku bisa mencium ras kami pada dirimu, terutama bayi dalam rahimmu,"
Belle masih tidak percaya bagaimana mungkin hal itu terjadi, ibunya adalah siluman dan ayahnya adalah manusia.
Yang paling dia tau benar sekali apa yang dibilang oleh Laluna ibunya meninggal karena sakit, sangat mengecewakan ibunya meninggal gara-gara dirinya.
"Belle, aku membawamu kemari bukan tanpa alasan."
"Lantas alasannya apa?"
"Kamu harus merebut kembali harta keluarga Carlisle, karena itu milik ibumu dan milik ras Gumiho. Bukan milik ayahmu. Kamu menderita selama ini,"
Selama ini Belle yang tidak tau apa-apa menganggap harta itu milik ayahnya karena ibunya hanyalah orang biasa. Namun siapa sangka ternyata ibunya yang datang membawa harta sebanyak itu hingga keluarga Carlisle menjadi seorang bangsawan ibu kota hanya karena hartanya.
Memang benar rubah adalah salah satu hewan yang memiliki indra penciuman yang tajam. Namun apakah benar saat ini tidak ada yang tau jika ras yang sudah dibilang punah itu muncul kembali dan dialah pemeran utamanya.
Belle masih kurang percaya namun saat ini dia tidak bisa percaya pada siapapun selain Laluna ini. Dia harus bangkit demi masa depan dirinya dan anak yang ada di perutnya.
"Apakah benar aku hamil?" tanya Belle sambil meraba perutnya yang kerempeng.
"Benar jika kamu kurang percaya aku bisa membawamu ke desa untuk menemui tabib atau dokter meyakinkan dirimu, namun Belle. Saat ini kamu tidak bisa mempelajari ilmu pedang atau bertarung, jadi kamu harus belajar tentang obat-obatan dan racun terlebih dahulu,"
Sejenak Belle berfikir kemudian dia mengangguk setuju, jika dia memang haru mati tidak ada salahnya mati di tempat yang tidak bisa dijangkau Eiser itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 34 Episodes
Comments