"Mungkin nyonya sangat khawatir, tapi kita harus memberikan yang terbaik untuk mereka,"
Mendengar hal itu Belle menghela nafas, dia tidak bisa jauh dari kedua anaknya apalagi membiarkan mereka dalam bahaya. Namun jika terus di kekang apakah mereka tidak akan terpengaruh dengan dirinya yang selalu menyembunyikan diri. Sudahlah biarkan garis alur yang menentukannya.
_______
Sementara itu Eiser yang sudah pulih dengan kekuatan penuh mencoba mendirikan beberapa serikat dagang, mobil yang biasa dia kendarai sangat sulit untuk di dapatkan. Sebenarnya sangat mudah untuk mendapatkan benda itu dari luar negara namun izin dari kaisar benar benar sulit untuk di dapatkan.
"Apakah raja tua itu memang benar-benar ingin membuat Negara ini berada di daftar negara paling kuno?"
Menghancurkan apa saja yang ada di depannya memang kebiasaan Eiser, apalagi sejak Belle yang menghilang dia semakin tidak terkendali. Obat-obatan yang biasa dia gunakan dari Dr. Brown seakan-akan tidak ada gunanya lagi dia sama sekali tidak bisa mengendalikan dirinya.
Sementara Rain dia selalu saja membereskan kekacauan yang di buat oleh Eiser. Apakah Eiser itu paranoid? Atau Hiperaktif atau ADHD. Dia bahkan tidak bisa membedakan mana benar mana salah yang ada hanya amarah namun sayangnya dia benar-benar kompeten dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang pejabat kekaisaran nomor satu.
Eiser duduk di kursi naga, kursi yang terukir indah dengan bahan dasar kayu dan busa di bawahnya, tidak banyak ada kursi seperti itu karena kekaisaran ini masih tergolong miskin sehingga orang-orang hanya memiliki kursi kayu biasa sebagai tempat duduk mereka.
"Tuan sudah hampir enam tahun, sampai kapan tuan akan tenggelam dalam masa lalu. Jika nona Belinda belum mati mungkin saja sudah berkeluarga,"
dengan berani Rain mengatakan itu, walaupun konsekuensinya sangat besar namun dia tidak takut lebih baik berani daripada melihat orang terkasihnya tenggelam dalam kesedihan yang mendalam.
Eiser menatap Rain dengan penuh perasaan kecewa, dia mengerti maksud baik Rain namun dia tidak paham kenapa Rain mengatakan itu padahal dia tahu betul bagaimana perasaan Eiser kepada Belle.
“Apakah kamu sudah bosan bekerja denganku Rain? Jika iya ambil surat kontrakmu lalu bakar, dengan begitu kamu bisa bebas seperti yang kamu inginkan,”
Bagai di sambar petir di siang bolong, Rain yang merupakan orang kepercayaan Eiser tidak menyangka kata-kata kejam itu keluar dari mulut Eiser. Sekarang Rain paham bahwa Belle benar-benar tidak tergantikan dalam kehidupan Eiser.
"Kamu bisa marah kepada orang lain, namun kamu tidak bisa marah kepadanya Eiser."
Dokter Brown yang tengah menggosok-gosok kukunya dengan sebuah alat mulai berbicara, Padahal dari tadi dia hanya sibuk mempercantik tampilan jarinya. Jari yang dia gunakan untuk menolong sekian banyak nyawa itu harus selalu terlihat sempurna.
"Kalian benar-benar kompak, rasanya aku ingin menganugerahkan pernikahan untuk kalian berdua,"
mereka berdua saling menatap satu sama lain, Rain adalah seorang wanita yang selalu berpenampilan seperti pria demi bisa menjadi tangan kanan Eiser. Karena di negara ini wanita dilarang ikut mengurus urusan politik maupun bisnis. tentu saja rumah bordil menjadi pengecualian, maka dari itu Laluna memilih untuk menempatkan Belle usaha di rumah bordil hal itu akan membuatnya terhindar dari banyak masalah dan hanya cukup membayar pajak tahunan kepada pemerintah, selama itu tidak terhambat semuanya akan baik-baik saja.
"Tidak untuk sekarang, setidaknya tidak sampai kamu menemukan orang yang bisa dipercaya selanjutnya. Kamu tau jika aku menikah Dengan Tn Brown artinya identitas ku terungkap, dan kamu tau kan apa yang harus terjadi selanjutnya,"
Rain mengatakan itu dengan tegas, selama ini dia hanya menurut dan menurut dengan semua pengaturan Eiser namun bagaimana bisa dia meninggalkan orang yang menolong nya di situasi yang sulit hanya untuk kebahagiaan mereka.
"Itu benar, namun aku juga tidak mengizinkan kamu menikahkan dia dengan orang lain selain aku. Hati-hati dengan ucapanmu Eiser, dinding memiliki telinga. Sepertinya aku harus membersihkan satu orang lagi dari kediaman ini," tutur Dr. Brown sambil melihat sekelebat bayangan yang terlihat menguping pembicaraan mereka.
"Mereka bahkan menempatkan mata-mata di kediaman Eiser Gallbaro. Siapa orang itu? pangeran yang ke berapa?!"
"Aku akan membereskannya,"
Setelah mengatakan itu Dr. Brown bergegas pergi, dia adalah seorang dokter yang menawan namun seperti yang di ceritakan dalam kisah sebelumnya dia adalah seorang ahli bela diri yang tidak bisa di sepelekan.
"Dia selalu menyapu bersih para pecundang!"
Rain mengikuti Dr Brown dari jauh, kedua orang itu saling bahu membahu untuk membantu Eiser mewujudkan kejayaannya. Karena terlalu banyak yang tidak suka dengan Eiser tentu saja banyak orang yang menempatkan mata-mata di sekitarnya, namun tidak ada yang lebih berani dari pangeran yang lain.
Anak selir adalah anak selir, itulah identitas lain yang di miliki oleh Eiser. Walaupun begitu karena identitas keluarga Gallabaro tidak ada yang berani untuk menjatuhkan atau membunuh Eiser secara langsung, mereka memilih menggunakan taktik seperti melawan monster atau melakukan pekerjaan berbahaya lainnya untuk membuatnya terluka. Namun demikian kebencian semakin menjadi karena Eiser selalu bisa menyelesaikan tugas dengan baik.
Kebencian mereka semakin di pupuk semakin mendalam, apalagi Eiser mendapat kenaikan pangkat karena telah membantu memusnahkan para Monster yang hampir menyerang ibukota kekaisaran. Para petinggi juga tidak ada yang berani menolak, karena Sang Kaisar menyuruh siapa pun yang tidak setuju untuk pergi berburu monster dan jika kembali dengan selamat maka mereka akan di naikkan ke
pangkat tertinggi sama dengan Eiser. Namun siapa yang berani, mereka hanya para pecundang yang berlindung di bawah nama keluarga mereka.
Tidak ada yang membenci Eiser melebihi para anak-anak raja atau para pangeran yang saat ini masih berlindung di bawah atap kerajaan, walau mereka bersaudara dengan ayah yang sama mereka tidak akan segan saling membunuh satu sama lain demi mendapatkan identitas putra mahkota.
Kaisar mengetahui hal itu hingga sampai saat ini dia tidak menetapkan siapapun sebagai putra mahkota.
"Benar-benar orang yang berani, dia bilang suruhan pangeran Bastian sebelum bunuh diri. Apakah kamu percaya Eiser?,"
Dr. Brown yang tiba-tiba datang sambil menyeka darah di wajahnya membuat Eiser membuyarkan lamunannya.
"Tentu saja tidak, jika Bastian melakukan itu orang itu pasti akan menutup mulut dengan baik. Lihat mereka berani mati sekali, pasti ada yang ingin mengadu domba aku dan Bastian. Rencana yang bagus membunuh dua burung dengan satu batu,"
"Aku sepertinya juga berfikir seperti itu, lantas siapa pelaku yang sebenarnya?....."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 34 Episodes
Comments