Bab 6.

Suasana menjadi cukup hening bahkan belalang pun sepertinya enggan untuk bersuara. Ketegangan terjadi di halaman Kastil Carlisle itu, baik itu Arcia atau Xian tidak ada yang bersuara. Begitu juga dengan Hidden yang tidak bergeming dari tempatnya. Keringat nya mengalir seperti air sungai di musim penghujan. Ia tidak tau apa yang harus dia lakukan. Salah berbicara sedikit saja keluarganya akan lenyap begitu saja.

Sambil sesekali menyeka keringat yang membanjiri wajahnya dengan sebuah sapu tangan, Hidden mulai membuka suara karena ditempat itu dialah sang kepala keluarga,

"Bagaimana tuan?,"

"Singkatnya aku ingin kamu memberikan putri mu kepadaku,"

Suasana semakin tegang, Cia meremas lengan ibunya dengan sangat keras. Di sisi lain dia jug ingin memiliki suami sehebat Eiser Gallbaro. Namun di sisi lain dia juga tidak ingin mati konyol di tangan orang itu. Eiser Gallbaro sangat dikenal dengan kejamannya yang tidak ada tandingan di kerajaan, di usia 20 tahun dia sudah terbiasa membasmi monster. Dan di usia 25 tahun dia sudah menduduki posisi komandan pasukan kerajaan. Bukankah itu hebat? Tak hayal lebih dari setengah dari pasukan Carlisle adalah milik Gallbaro.

"Aku ingin, Belinda Carlisle. Kamu mau memberikan dia kepadaku kan?"

"Tapi tuan, anak kedua saya lebih cerdas daripada Belle. Kenapa tidak memilih dia?"

Pertanyaan itu ter-lontar dari mulut Hidden, pria tua itu ingin melindungi Belle karena Belle adalah satu satunya pewaris sah yang ada di kediaman mereka. Jika Belle pergi, mau bersikap bagaimanapun Arcia tidak akan bisa menjadi pewaris karena dia adalah anak haram atau anak tiri Hidden Carlisle.

"Hidden, menurutmu anak pungut mu itu pantas untukku?! Sepertinya aku perlu mengirimkan cermin besar ke kediamanmu. Supaya, kamu bisa berkaca dengan baik!”

Suara lantang Eiser terdengar hingga ke telinga orang-orang  yang ada di ruangan itu, entah itu pelayan atau orang-orang yang mengantar Eiser datang ke tempat itu. Suasana menjadi begitu tegang, dari sana orang-orang yang selalu memihak Cia tau bahwa tidak peduli di beri sampul sebagus apa darah rendahan akan tetap menjadi darah rendahan. Ingat burung gereja tidak boleh bermimpi menjadi phoenix.

Sementara itu Belle yang ketakutan melihat tatapan ibu dan adik tirinya bersembunyi di balik punggung kekar Eiser. Keberanian yang tadi ada dalam dirinya langsung lenyap seketika, dia hanya bisa bersembunyi. Apakah yang dia lakukan ini sudah benar?

“Jangan takut, tidak ada yang bisa menyentuhmu selama kamu berada di samping Eiser Gallbaro. Jangankan hanya anak dan selir rendahan ayahmu. Keluarga Kaisar saja tidak ada yang berani menyentuh sehelai rambutmu! ”

Belle tidak berkata apa-apa dia hanya menarik sedikit baju Eiser agar pria itu menoleh kepadanya. Dia takut jika ketegangan itu terus berlanjut semuanya akan menjadi lebih runyam. Apalagi hal yang ingin dia pertahankan adalah keluarga Carlisle.

"Tuan bisakah kita pergi? Aku tidak ingin berlama-lama dengan mereka. Aku tidak mau makan sisa roti kering atau nasi yang sudah setengah basi, aku tidak ingin lagi menjadi petugas pembersih cerobong asap."

Belle menarik pakaian yang dikenakan Eiser sambil mengucapkan kata-kata itu. Badannya mulai menggigil karena rasa trauma yang mendalam akan keluarga itu. Ia takut jika akan dikirim kembali ke keluarga itu. Bagaimanapun setidaknya Eiser Gallbaro memberinya makanan dan pakaian yang layak.

Namun entah kenapa tiba-tiba matanya mulai buram, dia tidak bisa melihat dengan jelas apa yang ada di depannya hingga kepalanya membentur punggung Eiser. Ia sempat memegangi kepalanya.

"Tu-an," panggil Belle sebelum gadis itu benar-benar kehilangan kesadaran.

"Rain, kemudikan kereta kita, pergi ke rumah sakit terdekat," perintah Eiser. Eiser menggendong tubuh mungil Belle, sebelum meninggalkan ruangan itu dia menoleh ke belakang menatap Hidden yang masih berada di tempatnya.

"Ingat, jangan sampai kamu dan keluargamu menyentuhnya!"

Kata yang terucap terdengar seperti peringatan namun sebenarnya itu adalah ancaman yang berarti jika ada yang menyentuh Belle, Eiser tidak akan segan melenyapkan keluarga tersebut. Sepenting apa Belle untuk Eiser, entahlah tidak akan ada yang tau. Namun setidaknya Carlisle selamat, Eiser tidak menarik balik pasukannya yang artinya keluarga itu tetap berada di keagungannya.

Setelah Kereta Kudal yang dikemudikan Rain lenyap dari pandangan mata, mereka bisa menghela nafas lega. Benar-benar melelahkan.

"Ayah kenapa bukan aku saja yang bersama dengan tuan Eiser, dia memang terlihat kasar namun begitu sempurna," tutur Arcia sambil menggandeng tangan Hidden.

"Kamu harus sadar akan posisimu Arcia, tapi ini lebih baik bukan. Setidaknya kakakmu tidak akan menjadi beban bagi kamu dan ibumu," tutur Hidden dengan sempurna.

"Apa maksud ayah? Bukankah kakak selalu kami perlakukan dengan baik?,"

"Aku hanya buta sesaat bukan buta selamanya!"

Setelah mengatakan itu Hidden melepaskan tangan Cia dan bergegas kembali ke Balai pemerintahan, Namun apa yang orang tua itu katakan? Apakah dia sudah sadar akan perlakuan mereka selama ini kepada Belle. Namun jika sudah sadar mengapa membiarkan putri tiri dan istri muda nya menindas Belle.

Saat ini Belle tengah berada di pangkuan Eiser dalam keadaan tak sadarkan diri, sesekali Eiser mentahkan kepada Rain untuk mempercepat laju Kereta kudanya. Namun kondisi jalanan yang ramai sangat dan penuh lubang sangat berbahaya bagi kereta untuk berjalan terlalu cepat.

Dengan gusar Eiser memegang bahu Rain yang berada di balik kuda kereta itu, "Rain kelihatannya kemampuanmu sudah berkurang banyak, kita harus cepat sampai di rumah sakit!"

"Tuan, ini bukan waktunya test kecepatan. Kita harus membawa Nyonya ke rumah sakit dengan aman," ketus Rain.

Rain adalah tangan kanan yang sangat di percaya Eiser, dia bisa bergerak sesuai dengan instruksi atau kode khusus namun untuk situasi saat ini dia masih harus berpikir terbuka demi keselamatan bersama.

Eiser lupa, gadis yang ada di pangkuannya bukan dari dunia mereka, mereka yang terbiasa dengan darah dan kegelapan namun gadis itu sangat bersih. Dia berasal dari kalangan orang biasa yang tidak mungkin kuat dengan kejamnya kehidupannya.

"Baik lakukan sesuai kemauanmu,"

Dan untuk saat ini juga Eiser mendengarkan Rain, mungkin memang benar wanita adalah kelemahan bagi seorang laki-laki. Namun ini juga kali pertamanya Eiser terlihat begitu panik, laki-laki yang biasanya mampu membinasakan lawan tanpa berkedip kelihatan begitu gelisah.

Tidak lama kemudian mereka telah sampai ke rumah sakit terbaik, Eiser menggendong tubuh Belle masuk dan Dr. Brown yang melihat itu langsung memberikan pertolongan. Siapa yang berani mengabaikan orang itu, sedikit kesalahan saja nyawanya sudah bisa berada di dalam bahaya.

Saat dokter memberikan pertolongan tentu saja mereka harus menunggu di luar. Namun rumah sakit ini bukan rumah sakit besar di era moderen, walaupun sudah sangat bagus tapi ini masih rumah sakit di zaman kerajaan.

“Tuan ada panggilan dari istana,” bisik Rain di telinga Eiser.

Benar-benar kaisar yang konyol dia bahkan memanggil di saat seperti itu. Namun sepertinya kaisar tidak tau jika dia memanggil Eiser di saat yang tepat karena satu satunya yang Kaisar tau sudah pasti tentang Rain menjemput tuan Hidden secara pribadi.

"Rain kamu berjaga disini, jangan izinkan siapapun masuk. Termasuk ibu dan anak dari keluarga Carlisle tersebut,"

"Baik tuan,"

Tugas yang saat ini dia jalankan terlihat sepele yaitu menjaga orang sakit. Namun Belle yang berada di samping Eiser tentu memiliki banyak ancaman, jadi sangat betul jika Eiser menempatkan bawahannya yang sangat baik di tempat itu.

Matahari sudah sangat terik, Kuda melaju dengan cepat menuju ibukota kekaisaran, Sialnya jaman ini masih beribukota Kekaisaran bukan negara merdeka. Hanya ada surat kabar, tidak ada ponsel ataupun mobil seperti yang dimiliki negara lain.

Eiser memasuki aula dimana sang kaisar duduk bersanding dengan permaisuri, "Eiser aku sudah mendengar tentang utusanmu memanggil Hidden Carlisle secara khusus, aku tidak mengampuni pemberontak," tutur Kaisar.

"Hormat kepada sang matahari kekaisaran, benar aku memanggil tuan Hidden namun itu bukan berkaitan tentang pasukan seperti yang di ketahui,"

"Lantas untuk apa kamu memanggilnya?"

"Untuk putrinya yang mulia, oh tidak haruskah aku memanggilmu ayah."

"Aku ingin menikahi putrinya, Belinda Carlisle," tutur Eiser sembari berbalik pergi tanpa memberikan salam. Eiser memang benar anak dari kaisar dan juga putra mahkota yang sebenarnya, namun karena kekacauan yang ada di istana dia tidak bisa tinggal di tempat mewah itu. Permaisuri yang menduduki singgasana saat ini bukalah ibunya. Ibunya sudah meninggal sejak lama, dia hanyalah pengganti permaisuri.

"Shittt, bocah itu....."

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!