Gawat!

"Ellie!!"

"Ellie!!"

Anna mencoba mengejar taksi yang dikendarai oleh sahabatnya namun tentu saja usahanya sia-sia, siapa yang dapat mengejar laju kendaraan roda empat yang di gas full? Kecuali Anna mengendarai mobil atau minimal sepeda motor.

"Sial! Aku lengah! Aku harus menelpon Ellie sebelum dia dibawa pergi entah kemana," ucapnya.

Anna mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi nomor Ellie, panggilan pertama tidak diangkat begitupun panggilan berikutnya.

"Ayo dong, El. Angkat teleponmu!"

Anna baru teringat bahwa Ellie mengatakan kalau sahabatnya itu akan mengaktifkan mode silent, pantas saja dia tidak bisa menjangkau Ellie.

"Aargh!"

Anna melayangkan tinju di udara, raut wajahnya tegang. Hal-hal buruk terbayang dibenaknya, dia tidak ingin sesuatu yang buruk menimpa Ellie.

"Aku harus menghubungi Sersan Arthur."

Kali ini Anna mencoba menghubungi satu-satunya polisi yang ada dipihaknya, namun tiga kali panggilannya tidak tersambung juga.

"Apa Sersan Arthur tengah bertugas? Apa yang harus ku lakukan?"

Disaat Anna kebingungan, nama Rey tertera di layar ponselnya.

"Halo Rey! Rey, kamu di mana? Aku butuh bantuanmu, Rey," ucap Anna sesaat setelah dia menjawab telepon Rey.

"Woah! Tenangin diri Ann, ada apa?"

"Rey, Anna dalam bahaya. Dia menaiki taksi yang supirnya itu pembunuh berantai. Tolong aku Rey, aku nggak mau terjadi apa-apa dengan Ellie."

"Apa kamu sudah lapor polisi, Ann?"

"Kita nggak bisa lapor sekarang, pasti makan waktu lama. Tolong aku, Rey."

Rey tidak tega mendengar suara memelas Anna, baru kali ini dia mendengar Anna sefrustasi itu.

"Baiklah, kamu ingat nomor plat taksi itu?" tanya Rey.

"Iya, aku ingat."

Anna kemudian menyebutkan nomor plat taksi yang dibawa oleh Lucas. Setelah selesai, Anna mengucapkan terima kasih pada sahabatnya dan memutuskan telepon mereka.

"Aku tidak bisa lapor polisi, percuma. Aku tidak punya bukti yang kuat, yang ada malah nanti aku diusir lagi," ucap Anna.

Anna memperhatikan sekelilingnya, daerahnya sekarang itu tidaklah begitu jauh dari rumah Ellie. Kalau tidak salah ada jalan pintas menuju rumah Ellie, jalan yang sangat jarang dilalui orang. Meski Anna tidak yakin apakah dia aman jika mengambil jalan tersebut, tapi dia tidak punya pilihan lain.

Dia berlari menuju jalan pintas menuju rumah Ellie, dulu Anna tidak sengaja menemukan rute itu saat dia tersesat.

"Ku mohon Tuhan, lindungi Ellie."

Anna terus berlari tanpa mempedulikan godaan para lelaki yang dia temui. Sementara Anna yang tengah khawatir setengah mati, Ellie duduk dengan nyaman di kursi belakang tanpa tahu apa yang terjadi.

"Sudah lama bukan kita baru ketemu lagi." Suara Lucas cukup mengejutkan Ellie, sejak tadi keduanya diam tanpa ada yang memulai pembicaraan.

"Maaf, apa kita pernah ketemu sebelumnya?" tanya Ellie bingung.

"Kamu sudah lupa aku? Aku Lucas, Lucas Connors, tetangga temanmu," ucap lelaki itu.

"Lu--Cas? Oh! Ya ampun, aku nggak nyangka bisa ketemu kamu disini!"

"Iya, aku juga nggak nyangka. Kalau boleh aku tahu kamu dari mana?" tanya Lucas, lelaki itu melirik Ellie dari kaca dasboard.

"Oh, ada acara dengan fakultas. Aku dan Anna baru pulang dari sana, aku aneh banget ya?" tanya Ellie, agak malu dia saat Lucas mencuri pandang padanya.

"Nggak kok, terakhir kali kita ketemu rambutmu disanggul. Tapi sekarang kamu jauh lebih cantik dengan rambut tergerai," jawab Lucas dengan senyumnya yang menjadi salah satu daya tarik lelaki itu.

"Be--begitu ya? Terima kasih, Lucas." Wajah Ellie merona, tentu saja siapapun akan seperti Ellie jika mendapat pujian dari lelaki setampan Lucas.

"Sama-sama."

Samar-samar lagu Boy In Love BTS terdengar dari speaker taksi.

"Loh, kamu juga suka BTS? Aku nggak nyangka," ucap Ellie yang memang fans dari Boyband asal Korea Selatan tersebut.

"Iya, aku suka dengan lagu-lagu mereka."

"Berarti kita Army dong, tapi kalau aku perhatikan wajahmu mirip orang Korea Selatan ya, Luc," kata Ellie.

"Hm, begitulah. Ayahku dari sana."

"Oh pantas. Kamu tahu, Anna juga bukan asli sini. Dia berasal dari Indonesia."

"Anna ya? Dia memang gadis yang cukup menarik," sahut Lucas.

"Iya, 'kan? Dia itu sangat pintar makanya dapat beasiswa kuliah disini."

Ellie terus menceritakan tentang Anna, seolah dia dan Lucas sudah kenal lama percakapan mereka mengalir dengan lancar.

"Lucas, tolong turunkan aku disini saja," pinta Ellie ketika dia sadar sudah sampai di sekitar rumahnya.

"Kamu yakin? Biar aku turunkan kamu di depan rumahmu, El."

"Emh, nggak apa-apa disini saja."

Ellie masih ingat nasihat Anna yang memintanya agar jangan memberitahu dimana dia tinggal, jadi jika Ellie naik taksi pasti akan turun di sekitar rumahnya.

"Baiklah. By the way, bolehkah aku minta nomor HP mu? Aku ingin lebih mengenalmu, El."

"Eh? Nomor ku?" Ellie cukup terperanjat saat mendengar permintaan Lucas.

"Iya, bolehkah?" tanya Lucas penuh harap.

"Gimana ya, Luc. Anna berpesan agar aku tidak memberi nomor sembarangan," ucap Ellie.

"Anna?Hahaha... baiklah, aku mengerti. Semoga suatu saat kita bisa bertemu dan aku punya kesempatan untuk jadi orang yang dekat denganmu," ujar Lucas sebelum dia menyalakan taksinya dan meninggalkan area perumahan tersebut.

"Padahal Lucas sebaik dan seramah itu, kenapa Anna bisa begitu curiga padanya?" gumam Ellie.

Ellie mengambil ponselnya dan begitu kagetnya gadis itu saat melihat ada tiga puluh panggilan tidak terjawab dari Anna.

"Mampus aku!"

Ellie menelpon balik sahabatnya dan benar saja sahabatnya itu mengamuk.

"Kamu dimana El?" seru Anna dari seberang telepon.

"Eh? Aku ada di rumah, ini baru mau masuk. Ada apa Ann?"

"Lucas Connors tidak melakukan hal buruk denganmu 'kan?" tanya Anna dengan nada suara panik.

"Nggak kok, ada apa?"

"Syukurlah! Aku takut terjadi apa-apa dengan kamu," ucap Anna.

"Kamu terlalu takut Ann, aku baik-baik saja."

"Boleh aku mampir dulu El? Sepertinya kaki ku tergores waktu lari tadi aku jatuh," pinta Anna, dia tidak mau melanjutkan pembahasan yang tidak ada akhirnya.

"OMG! Iya mampirlah, biar lukamu diobati dulu, Ann. Hati-hati dong, kamu terlalu mengkhawatirkan orang lain tapi ceroboh dengan dirimu sendiri," omel Ellie.

Anna hanya meringis, dia tidak bisa membantah sahabatnya sebab apa yang dikatakan oleh Ellie memang benar.

"Ya sudah, aku telepon Rey dulu ya. Tadi aku minta tolong dia untuk ikut mencarimu," ujar Anna.

"Haish. Kamu ini sampe heboh ke Rey. Ya sudah buruan kabari sana."

Ellie tersenyum getir mengingat bagaimana tingkah sahabatnya, sekhawatir itu Anna padanya. Kadang Ellie berpikir seandainya Anna sudah kembali ke Indonesia apakah dia akan memiliki teman seperti Anna lagi.

Terpopuler

Comments

cool kid

cool kid

ceritanya seru banget kak. semangat ya kak 🥰

2023-11-20

1

lihat semua
Episodes
1 Tetangga Baru
2 Pertemuan Pertama
3 Sahabat
4 Sebuah Firasat
5 Jangan Sentuh Aku
6 Kisah Pilu
7 Pembunuhan
8 Mayat itu Hilang
9 Apa Benar Aku Salah Lihat?
10 Wanita itu!
11 Aku Tidak Bohong
12 Pesan dari Sersan Arthur
13 Lucas Connors
14 Strategi
15 Kekosongan
16 Dia Kembali
17 Gawat!
18 His Reason
19 Suara Anna itu Imut
20 Trust Issue
21 Dia Memang Berbahaya
22 Rayuan Lucas
23 Pendekatan
24 Kekhawatiran Anna
25 Strategi
26 Ketahuan
27 Pengejaran
28 Kelinci itu Pergi
29 Jejak Lucas
30 Dia Disini
31 Keraguan
32 Kebimbangan Hati
33 Keputusan yang Berbahaya
34 Masuk ke dalam Perangkap
35 Bau Bangkai
36 Run! Ellie, Run!
37 Tipu Daya Lucas
38 Membela Kekasih Hati
39 Kencan
40 Sentuhan Cinta Ellie
41 Berbincang
42 Keluarga Thomson
43 Aku Ingin Kalian Berdamai
44 Jangan Sentuh Barangku.
45 I Dare You
46 Wanita Baru
47 Berkenalan
48 Bukan Pembu-nuh Berantai?
49 Kenyataan Baru.
50 Senior Mencurigakan
51 Pemilik Akun Anonim
52 Viralkan Saja
53 Kamu Juga Wanita
54 Jangan Menutup Diri
55 Olah TKP
56 Gombalan Lucas
57 Laporan Palsu
58 Bukan Dia
59 Siapa Dia?
60 Rencana Ellie
61 Selingkuh
62 Dia Berbohong
63 Urus Saja Hidupmu.
64 Nasihat
65 Tertangkap
66 Sudut Pandang Rey
67 Kemarahan Lucas
68 Jangan, El.
69 Berbohong
70 Sahabat atau Cinta?
71 Jadilah Milikku, El.
72 Pelaku Tertangkap?
73 Pelaku Terungkap
74 Ellie Menjadi Sandera
75 Selamat Tinggal
76 Bagaimana Kamu Di Sini?
77 Sikap Aneh Lucas.
78 Penjelasan Lucas
79 Proses Interogasi
80 Membuntuti Sersan Arthur
81 Penyamaran
82 Berkenalan
83 Lucas di mata Anna.
84 Mengulik Informasi
85 Arthur Colvin
86 Kelinciku Direbut
87 Kesenangan Lucas
88 Tetangga Psikopat Kembali
89 Pepet Teros!
90 Ditemukannya Mayat Tanpa Identitas
91 Lucas Cemburu
92 Hilangnya Ponsel Anna
93 Siapa yang mengambil?
94 Penyerangan
95 Di mana keberadaanmu, Anna?
96 Ketemu!
97 Kenyataan Pahit
98 Kamu itu beda, Anna.
99 Ambisi Lucas
100 Jadilah Milikku, Anna.
101 Penjelasan Rey
102 Lucas Hilang
103 Kondisi Anna
104 Air Mata Rey
105 Anna Kembali
106 Perpisahan
107 Isi Hati Anna
108 Menyelinap.
109 You are mine!
110 Mahkota terenggut 21+
111 Kehancuran Anna 21+
112 Keputusasaan.
113 Kegilaan Lucas 21+
114 Anna yang malang.
115 Manusia tak berhati
116 Perasaan Aneh
117 Penggerebekan
118 Pertarungan
119 Aksi Anna
120 Anna tertembak
121 Kondisi Darurat
122 Anna Hamil
123 Impian Lucas
124 Ingatan yang hilang
125 Tipu daya Lucas
126 Trik Lucas
127 Keputusan Lucas
128 Rahasia itu terkuak
129 Memori itu kembali
130 Penyesalan
131 Usai
Episodes

Updated 131 Episodes

1
Tetangga Baru
2
Pertemuan Pertama
3
Sahabat
4
Sebuah Firasat
5
Jangan Sentuh Aku
6
Kisah Pilu
7
Pembunuhan
8
Mayat itu Hilang
9
Apa Benar Aku Salah Lihat?
10
Wanita itu!
11
Aku Tidak Bohong
12
Pesan dari Sersan Arthur
13
Lucas Connors
14
Strategi
15
Kekosongan
16
Dia Kembali
17
Gawat!
18
His Reason
19
Suara Anna itu Imut
20
Trust Issue
21
Dia Memang Berbahaya
22
Rayuan Lucas
23
Pendekatan
24
Kekhawatiran Anna
25
Strategi
26
Ketahuan
27
Pengejaran
28
Kelinci itu Pergi
29
Jejak Lucas
30
Dia Disini
31
Keraguan
32
Kebimbangan Hati
33
Keputusan yang Berbahaya
34
Masuk ke dalam Perangkap
35
Bau Bangkai
36
Run! Ellie, Run!
37
Tipu Daya Lucas
38
Membela Kekasih Hati
39
Kencan
40
Sentuhan Cinta Ellie
41
Berbincang
42
Keluarga Thomson
43
Aku Ingin Kalian Berdamai
44
Jangan Sentuh Barangku.
45
I Dare You
46
Wanita Baru
47
Berkenalan
48
Bukan Pembu-nuh Berantai?
49
Kenyataan Baru.
50
Senior Mencurigakan
51
Pemilik Akun Anonim
52
Viralkan Saja
53
Kamu Juga Wanita
54
Jangan Menutup Diri
55
Olah TKP
56
Gombalan Lucas
57
Laporan Palsu
58
Bukan Dia
59
Siapa Dia?
60
Rencana Ellie
61
Selingkuh
62
Dia Berbohong
63
Urus Saja Hidupmu.
64
Nasihat
65
Tertangkap
66
Sudut Pandang Rey
67
Kemarahan Lucas
68
Jangan, El.
69
Berbohong
70
Sahabat atau Cinta?
71
Jadilah Milikku, El.
72
Pelaku Tertangkap?
73
Pelaku Terungkap
74
Ellie Menjadi Sandera
75
Selamat Tinggal
76
Bagaimana Kamu Di Sini?
77
Sikap Aneh Lucas.
78
Penjelasan Lucas
79
Proses Interogasi
80
Membuntuti Sersan Arthur
81
Penyamaran
82
Berkenalan
83
Lucas di mata Anna.
84
Mengulik Informasi
85
Arthur Colvin
86
Kelinciku Direbut
87
Kesenangan Lucas
88
Tetangga Psikopat Kembali
89
Pepet Teros!
90
Ditemukannya Mayat Tanpa Identitas
91
Lucas Cemburu
92
Hilangnya Ponsel Anna
93
Siapa yang mengambil?
94
Penyerangan
95
Di mana keberadaanmu, Anna?
96
Ketemu!
97
Kenyataan Pahit
98
Kamu itu beda, Anna.
99
Ambisi Lucas
100
Jadilah Milikku, Anna.
101
Penjelasan Rey
102
Lucas Hilang
103
Kondisi Anna
104
Air Mata Rey
105
Anna Kembali
106
Perpisahan
107
Isi Hati Anna
108
Menyelinap.
109
You are mine!
110
Mahkota terenggut 21+
111
Kehancuran Anna 21+
112
Keputusasaan.
113
Kegilaan Lucas 21+
114
Anna yang malang.
115
Manusia tak berhati
116
Perasaan Aneh
117
Penggerebekan
118
Pertarungan
119
Aksi Anna
120
Anna tertembak
121
Kondisi Darurat
122
Anna Hamil
123
Impian Lucas
124
Ingatan yang hilang
125
Tipu daya Lucas
126
Trik Lucas
127
Keputusan Lucas
128
Rahasia itu terkuak
129
Memori itu kembali
130
Penyesalan
131
Usai

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!