Sebuah Firasat

"Kamu kenapa, Rey? Muka kamu nyeremin gitu?" tanya Elli.

"Eh, nggak kok. Aku cuman ingat sesuatu aja," jawab pemuda tersebut.

"Ingat apa? Kamu tahu suara apa yang aku dengar itu?" Anna yang sangat penasaran dengan pengalamannya semalam tidak mau menunggu terlalu lama.

"Cie, sayangku kepo banget ya? Mau aku kasih tahu nggak? Kalau mau ada syaratnya," ucap Rey dengan nada suara dibuat seimut mungkin.

"Jangan banyak bacot deh, buruan bilang suara apaan?" ketus Anna.

"Duh ini nih, yang aku suka dari kamu, An. Blak-blakan tanpa perlu jaga image," ujar Rey.

Anna tidak menggubris ocehan pemuda itu, dia menatap tajam wajah Rey seakan hendak memakannya hidup-hidup.

"Ngeri banget sih, say. Oke aku kasih tahu ya." Rey yang tidak mau membuat Anna marah akhirnya menyerah untuk tidak mengusik gadis itu lagi.

"Beberapa kucing memang bisa mengeluarkan suara yang aneh, sih. Kucing Granny ku juga sama," ucap Rey.

"Kamu yakin itu suara kucing? Bukannya lebih mirip suara orang yang mulutnya di bungkam oleh sesuatu?" sahut Ellie tiba-tiba.

Mendengar apa yang dikatakan oleh sahabatnya membuat, mata Anna langsung terbeliak.

"Kamu kebanyakan nonton film thriller, El. Nggak mungkin ada orang yang nekad seperti itu, lagian menurut aku nggak bahaya kok. Mungkin saja mereka sepasang kekasih yang sedang melakukan hubungan intim," celoteh Rey.

"Ah, kamu mah. Selalu disangkutpautkan dengan hal begituan, dasar omes! Pantas saja Anna nggak mau sama kamu, yang ada di otakmu gitu melulu," sanggah Ellie.

"Kalau gitu, apa jangan-jangan, tetangga kamar kos kamu itu seorang pembunuh berantai, An?" tanya Rey dengan tampang polosnya.

"Katanya tadi nggak bahaya, kok beda lagi?" tanya Ellie.

"Kamu ini cerewet, aku bilang bukan lalu alasannya begituan kamu protes. Lalu aku utarakan opiniku yang lain kamu juga nggak setuju, mau kamu apa sih, El?" Gedek juga Rey jika berhadapan dengan Ellie, andai Ellie bukan sahabat karib Anna, sudah dia singkirkan tuh Ellie.

"Kalian bisa nggak sih jangan ribut mulu, kepalaku pusing tiap kali dengerin pertengkaran kalian berdua," omel Anna.

"Dia nih yang mulai duluan," ucap Ellie dan Rey bersamaan.

Anna yang menyaksikan kedua sahabatnya masih berseteru hanya bisa menghela nafas, dia kembali memikirkan apa yang dikatakan oleh Rey barusan. Jika benar tetangganya itu seorang pembunuh berantai, berarti suara yang tadi pagi dia dengar itu kemungkinan suara orang yang sedang di sekap?

Tapi Anna kembali teringat bahwa kosan tempat dia tinggal meski sewanya terbilang murah, namun tempat tersebut cukup aman untuk ditinggali. Masa iya sih ada pembunuh di kosan tersebut.

Lalu, suara apa yang dia dengar dari semalam dan pagi ini. Suaranya terlalu mencurigakan, namun Anna juga tidak melihat ada kejanggalan saat dia melongok ke kamar Lucas. Semuanya nampak normal saja bagi Anna, tapi apa benar?

Baik Ellie, Anna, dan Rey kembali terdiam. Kalimat yang diucapkan Rey sungguh diluar nalar, bagaimana mungkin hal itu terjadi di sekitar Anna.

"Iya, kali. Ada pembunuh berantai yang mengekost di tempat kumuh itu, siapa juga yang mau. Kecuali orang tersebut memang tidak mempunyai uang yang banyak seperti aku," batin Anna.

Mereka kembali memfokuskan diri pada Profesor Adam yang tengah menerangkan mata kuliah sastra baha Inggris.

Bel menandakan kelas telah usai memang hal yang paling di tunggu oleh kebanyakan mahasiswa, tidak terkecuali Anna. Gadis berpostur tubuh 170cm itu bahkan sudah mengemas alat tulisnya.

"Guys, aku duluan ya. Takut telat nih," pamit Anna pada kedua sahabatnya.

"Yah, sayang banget. Oke deh, hati-hati di jalan ya," jawab Ellie.

Anna pun bergegas menuju halte bus yang akan membawanya menuju tempat kerjanya, Anna bekerja sebagai cleaning service di sebuah motel. Pekerjaan yang selalu dipandang rendah oleh sebagian orang, apa lagi ada juga yang mengaitkannya dengan prostitusi. Namun bagi Anna yang pendatang di Amerika, mau tidak mau dia harus melakukan pekerjaan apapun untuk menyambung hidupnya.

"Oh, itu bus ku," ujar Anna. Dia menutup novel The Twins Secret karya Maesaro Ardi yang baru saja terbit, dia memang suka membaca sambil menunggu bus datang.

Anna duduk di kursi paling belakang, sebenarnya dia agak tidak enak badan. Akan tetapi Anna tidak bisa terus menerus meminta izin sakit, musim panas seperti ini memang Anna rentan sakit dia tidak tahan dengan suhu panas. Maklum dia berasal dari dataran tinggi Indonesia, lebih tepatnya di Temanggung Jawa Tengah.

Selama perjalanan menuju motel tempatnya bekerja, Anna terlelap. Entah kenapa dia tidak bisa menahan rasa kantuknya, seakan kedua matanya itu telah direkatkan dengan lem gajah.

Ckiiit!!

Bus yang ditumpangi oleh Anna berhenti tiba-tiba, hampir saja Anna terjatuh. Saat dia ingin mengetahui apa penyebab supir bus bertindak demikian, rupanya di depan sana ada seorang nenek yang menyebrang padahal belum waktunya lampu lalu lintas berubah warna hijau. Anna mengamati keadaan sekitarnya, beberapa orang nampak mengumpat, sementara yang lainnya hanya bergumam tidak jelas.

Ada yang membuat Anna merasa janggal, tatapan nenek tua itu seakan tertuju padanya. Sorot mata tajam yang sukses membuat bulu roma Anna meremang. Padahal 'kan tidak mungkin nenek itu dapat melihat dirinya yang duduk di bangku paling ujung.

"Ada apa ya? Kenapa firasatku nggak enak begini? Apa akan ada hal buruk yang terjadi?" gumam Anna.

Namun pikiran negatif itu segera dia tepis, mendiang ibunya pernah mengatakan kalau Tuhan itu tergantung prasangka hamba-Nya. Anna tidak mau hanya karena pikirannya itu lalu Tuhan mengabulkan apa yang baru saja terlintas di benaknya.

Bus kembali bergerak, kali ini Anna berusaha untuk tidak tidur. Sebentar lagi dia akan turun, demi menghilangkan rasa kantuknya, Anna kembali membuka novel The Twins Secret. Kalau otaknya dipaksa untuk berfikir dalam kondisi seperti sekarang, mungkin otaknya itu mau bekerja sama. Novel yang dia baca saat itu sebuah novel thriller.

Anna sampai di tempat kerja tepat waktu, setelah dia usai ganti baju dengan seragam cleaning service yang telah disediakan oleh pihak motel. Anna mengikuti Mrs. Melly, seniornya. Hari ini dia akan bertugas bersama dengan seniornya tersebut.

"Kamu ngapain lelet begitu, kerja tuh yang gesit. Masih banyak kamar yang harus kita bersihkan," tegur Mrs. Melly saat melihat Anna yang lebih banyak istirahat tidak seperti biasanya.

"Maaf, Mrs. Melly. Sepertinya saya tidak enak badan, apakah anda punya obat penurun panas?" tanya Anna ragu.

"Kamu ini masih muda, tapi sering sekali sakit-sakitan. Kalah sama aku yang sudah tua ini! Nah, minum ini dan cepat gerakan badanmu itu, dasar pemalas!"

Mrs. Melly menyerahkan botol plastik putih tanpa merk kepada Anna. Gadis itu menerima botol berisi obat dan langsung meminumnya, dia tidak mau membuat Mrs. Melly marah dan mengadukannya pada atasan.

Terpopuler

Comments

Abinaya

Abinaya

Temanggung,dekat Wonosobo berarti kak 😀

2024-09-06

0

Tati st🍒🍒🍒

Tati st🍒🍒🍒

wah mungkin nene2nya indigo

2023-12-29

0

Mr.VANO

Mr.VANO

mau apa cih,,nenek liat anna dah kyk liat cogan

2023-10-15

2

lihat semua
Episodes
1 Tetangga Baru
2 Pertemuan Pertama
3 Sahabat
4 Sebuah Firasat
5 Jangan Sentuh Aku
6 Kisah Pilu
7 Pembunuhan
8 Mayat itu Hilang
9 Apa Benar Aku Salah Lihat?
10 Wanita itu!
11 Aku Tidak Bohong
12 Pesan dari Sersan Arthur
13 Lucas Connors
14 Strategi
15 Kekosongan
16 Dia Kembali
17 Gawat!
18 His Reason
19 Suara Anna itu Imut
20 Trust Issue
21 Dia Memang Berbahaya
22 Rayuan Lucas
23 Pendekatan
24 Kekhawatiran Anna
25 Strategi
26 Ketahuan
27 Pengejaran
28 Kelinci itu Pergi
29 Jejak Lucas
30 Dia Disini
31 Keraguan
32 Kebimbangan Hati
33 Keputusan yang Berbahaya
34 Masuk ke dalam Perangkap
35 Bau Bangkai
36 Run! Ellie, Run!
37 Tipu Daya Lucas
38 Membela Kekasih Hati
39 Kencan
40 Sentuhan Cinta Ellie
41 Berbincang
42 Keluarga Thomson
43 Aku Ingin Kalian Berdamai
44 Jangan Sentuh Barangku.
45 I Dare You
46 Wanita Baru
47 Berkenalan
48 Bukan Pembu-nuh Berantai?
49 Kenyataan Baru.
50 Senior Mencurigakan
51 Pemilik Akun Anonim
52 Viralkan Saja
53 Kamu Juga Wanita
54 Jangan Menutup Diri
55 Olah TKP
56 Gombalan Lucas
57 Laporan Palsu
58 Bukan Dia
59 Siapa Dia?
60 Rencana Ellie
61 Selingkuh
62 Dia Berbohong
63 Urus Saja Hidupmu.
64 Nasihat
65 Tertangkap
66 Sudut Pandang Rey
67 Kemarahan Lucas
68 Jangan, El.
69 Berbohong
70 Sahabat atau Cinta?
71 Jadilah Milikku, El.
72 Pelaku Tertangkap?
73 Pelaku Terungkap
74 Ellie Menjadi Sandera
75 Selamat Tinggal
76 Bagaimana Kamu Di Sini?
77 Sikap Aneh Lucas.
78 Penjelasan Lucas
79 Proses Interogasi
80 Membuntuti Sersan Arthur
81 Penyamaran
82 Berkenalan
83 Lucas di mata Anna.
84 Mengulik Informasi
85 Arthur Colvin
86 Kelinciku Direbut
87 Kesenangan Lucas
88 Tetangga Psikopat Kembali
89 Pepet Teros!
90 Ditemukannya Mayat Tanpa Identitas
91 Lucas Cemburu
92 Hilangnya Ponsel Anna
93 Siapa yang mengambil?
94 Penyerangan
95 Di mana keberadaanmu, Anna?
96 Ketemu!
97 Kenyataan Pahit
98 Kamu itu beda, Anna.
99 Ambisi Lucas
100 Jadilah Milikku, Anna.
101 Penjelasan Rey
102 Lucas Hilang
103 Kondisi Anna
104 Air Mata Rey
105 Anna Kembali
106 Perpisahan
107 Isi Hati Anna
108 Menyelinap.
109 You are mine!
110 Mahkota terenggut 21+
111 Kehancuran Anna 21+
112 Keputusasaan.
113 Kegilaan Lucas 21+
114 Anna yang malang.
115 Manusia tak berhati
116 Perasaan Aneh
117 Penggerebekan
118 Pertarungan
119 Aksi Anna
120 Anna tertembak
121 Kondisi Darurat
122 Anna Hamil
123 Impian Lucas
124 Ingatan yang hilang
125 Tipu daya Lucas
126 Trik Lucas
127 Keputusan Lucas
128 Rahasia itu terkuak
129 Memori itu kembali
130 Penyesalan
131 Usai
Episodes

Updated 131 Episodes

1
Tetangga Baru
2
Pertemuan Pertama
3
Sahabat
4
Sebuah Firasat
5
Jangan Sentuh Aku
6
Kisah Pilu
7
Pembunuhan
8
Mayat itu Hilang
9
Apa Benar Aku Salah Lihat?
10
Wanita itu!
11
Aku Tidak Bohong
12
Pesan dari Sersan Arthur
13
Lucas Connors
14
Strategi
15
Kekosongan
16
Dia Kembali
17
Gawat!
18
His Reason
19
Suara Anna itu Imut
20
Trust Issue
21
Dia Memang Berbahaya
22
Rayuan Lucas
23
Pendekatan
24
Kekhawatiran Anna
25
Strategi
26
Ketahuan
27
Pengejaran
28
Kelinci itu Pergi
29
Jejak Lucas
30
Dia Disini
31
Keraguan
32
Kebimbangan Hati
33
Keputusan yang Berbahaya
34
Masuk ke dalam Perangkap
35
Bau Bangkai
36
Run! Ellie, Run!
37
Tipu Daya Lucas
38
Membela Kekasih Hati
39
Kencan
40
Sentuhan Cinta Ellie
41
Berbincang
42
Keluarga Thomson
43
Aku Ingin Kalian Berdamai
44
Jangan Sentuh Barangku.
45
I Dare You
46
Wanita Baru
47
Berkenalan
48
Bukan Pembu-nuh Berantai?
49
Kenyataan Baru.
50
Senior Mencurigakan
51
Pemilik Akun Anonim
52
Viralkan Saja
53
Kamu Juga Wanita
54
Jangan Menutup Diri
55
Olah TKP
56
Gombalan Lucas
57
Laporan Palsu
58
Bukan Dia
59
Siapa Dia?
60
Rencana Ellie
61
Selingkuh
62
Dia Berbohong
63
Urus Saja Hidupmu.
64
Nasihat
65
Tertangkap
66
Sudut Pandang Rey
67
Kemarahan Lucas
68
Jangan, El.
69
Berbohong
70
Sahabat atau Cinta?
71
Jadilah Milikku, El.
72
Pelaku Tertangkap?
73
Pelaku Terungkap
74
Ellie Menjadi Sandera
75
Selamat Tinggal
76
Bagaimana Kamu Di Sini?
77
Sikap Aneh Lucas.
78
Penjelasan Lucas
79
Proses Interogasi
80
Membuntuti Sersan Arthur
81
Penyamaran
82
Berkenalan
83
Lucas di mata Anna.
84
Mengulik Informasi
85
Arthur Colvin
86
Kelinciku Direbut
87
Kesenangan Lucas
88
Tetangga Psikopat Kembali
89
Pepet Teros!
90
Ditemukannya Mayat Tanpa Identitas
91
Lucas Cemburu
92
Hilangnya Ponsel Anna
93
Siapa yang mengambil?
94
Penyerangan
95
Di mana keberadaanmu, Anna?
96
Ketemu!
97
Kenyataan Pahit
98
Kamu itu beda, Anna.
99
Ambisi Lucas
100
Jadilah Milikku, Anna.
101
Penjelasan Rey
102
Lucas Hilang
103
Kondisi Anna
104
Air Mata Rey
105
Anna Kembali
106
Perpisahan
107
Isi Hati Anna
108
Menyelinap.
109
You are mine!
110
Mahkota terenggut 21+
111
Kehancuran Anna 21+
112
Keputusasaan.
113
Kegilaan Lucas 21+
114
Anna yang malang.
115
Manusia tak berhati
116
Perasaan Aneh
117
Penggerebekan
118
Pertarungan
119
Aksi Anna
120
Anna tertembak
121
Kondisi Darurat
122
Anna Hamil
123
Impian Lucas
124
Ingatan yang hilang
125
Tipu daya Lucas
126
Trik Lucas
127
Keputusan Lucas
128
Rahasia itu terkuak
129
Memori itu kembali
130
Penyesalan
131
Usai

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!