Pesan dari Sersan Arthur

Langkah kaki Anna lunglai meninggalkan area kantor polisi, pikirannya berkecamuk.

"Gimana nih? Aku tidak mau pulang ke kosan, apa aku tidur di hotel saja untuk beberapa hari ini atau malam ini?"

Anna berjalan menuju halte bus terdekat, dia masih belum memutuskan akan pergi kemana.

"Huft, kalau aku ke hotel pasti keluar uang banyak. Tapi aku takut untuk kembali, aku yakin Lucas sedang mengawasi ku."

Anna membuka ponselnya, jam menunjukkan pukul dua belas malam. Terlalu larut untuk menghubungi Ellie, dia tidak mau mengganggu sahabatnya tersebut.

Drrt.. drrt ..

Panggilan masuk dari Ellie cukup membuat Anna terkejut, seakan sahabatnya itu punya telepati yang kuat.

"Halo, El. Kamu belum tidur?" tanya Anna sesaat setelah dia mengangkat telepon Ellie.

"Belum, habis nonton film. Kamu lagi di mana? Kok ada suara mobil?"

Anna tidak langsung menjawab, dia bingung mau memberikan alasan apa pada Ellie.

"Kok diam?"

"Hm, aku ada di luar El. Aku lupa bawa kunci, sedangkan Mrs. Martha hari ini sedang tidak ada," jawab Anna. Dia terpaksa berbohong, tidak mungkin Anna mengatakan hal yang sebenarnya pada Ellie.

"Loh? Kenapa nggak bilang? Jadi dari tadi kamu ada di luar?" Suara Ellie terdengar panik.

"Hehehe, iya nih. Nggak tau, mungkin aku bakalan ke hotel saja."

"Duh, ngapain sih ke hotel. Kamu datang ke rumah ku saja," kata Ellie dari seberang sana.

"Kamu yakin? Aku takut nanti malah mengganggu, nggak enak juga sama orang tua kamu, El."

"Sudah, nggak apa-apa. Ayah dan Ibu justru senang kamu datang, An. Kamu sudah lama loh nggak main ke rumah."

Anna berfikir sejenak sebelum dia menjawab, "Baiklah, aku ke rumah mu sekarang. Thank's El, kamu penyelamat hidupku."

"Hahaha.. What you meant? Sudahlah cepat kesini."

"Siap, Boss!"

Anna menutup sambungan telepon mereka, tepat setelah dia meletakkan kembali ponselnya di handbag, bus nomor 17 yang menuju rumah Ellie tiba.

"Syukurlah, setidaknya malam ini aku punya tempat berlindung. Aku nggak mau tau dengan kosan untuk sekarang, pasti Lucas sedang mengawasi ku juga disana."

Anna duduk di kursi bagian paling belakang, penumpang di bus itu hanya sepuluh orang. Entah karena hari yang sudah semakin larut, atau orang-orang malas keluar rumah saat hujan seperti sekarang.

Jika itu Anna tentu dia juga lebih suka di rumah, apa lagi hujan begini paling cocok makan mie instan berkuah ditambah cabai, sayur, dan telur. Tidak lupa minumnya es teh, perpaduan yang sangat sempurna.

Membayangkannya saja sudah membuat Anna lapar, namun sayang dia tidak dalam situasi bisa memasak apa yang dia khayalkan.

Lamunan Anna melayang jauh, dia teringat ibunya di Indonesia. Munafik jika Anna bilang merantau itu menyenangkan, seperti apa yang selalu dia katakan kepada sang ibu.

"Andai saja ibu ada di sini, aku kangen ibu."

Air mata perlahan membasahi pipi Anna, gadis yang biasanya terlihat cuek, berpenampilan tomboy itu tidak kuasa menahan bendungan air mata yang selama ini dia pendam.

Jika ikut keiinginan hatinya, dia ingin sekali menceritakan apa yang dialami kepada ibunya. Hanya saja Anna juga tidak mau membuat sang ibu khawatir, Anna tidak mau membebani pikiran ibunya.

"Semoga semua ini segera selesai, aku tidak mau bersikap tidak sopan dengan orang lain. Kalau emang benar dialah pelakunya semoga segera ketemu entah itu korban atau barang buktinya," gumam Anna. Disekanya sisa air mata dengan ujung lengan bajunya.

Bus terus melaju dengan kecepatan sedang. Anna mengamati keadaan sekitar bus, penumpang lain juga ada yang tertidur dan memainkan ponselnya.

Anna mengetik pesan untuk sahabatnya,

[El, lima menit lagi aku sampai rumahmu]

Gadis itu menunggu sesaat setelah pesan tadi terkirim dan terbaca. Hingga getar ponselnya menandakan ada pesan masuk di aplikasi hijau.

[Oke, aku tunggu di sini.]

Anna tersenyum saat membaca pesan dari sahabatnya, kalau mau jujur baru kali ini Anna berteman dengan teman perempuannya. Selama ini teman Anna selalu laki-laki, itulah kenapa dia jadi tomboy.

***

Ting... Tong...

Anna menekan tombol bel di pintu gerbang rumah Ellie, Anna masih belum terbiasa dengan kemewahan kediaman keluarga Ellie. Padahal ini bukan kali pertama dia datang ke rumah sahabatnya itu, saat seperti ini lah rasa minder di diri Anna muncul.

"Kenapa Ellie mau berteman denganku ya? Padahal dia anak orang kaya, banyak yang mau berteman dengannya. Tapi kenapa malah aku?" gumam Anna.

Hampir saja dia ketahuan Ellie saat dia mempertanyakan keputusan Ellie, sungguh tidak tahu diri seandainya apa yang dia katakan terdengar oleh Ellie.

"Anna, masuklah. Aku sudah nunggu dari tadi," ucap Ellie yang langsung menubruk tubuh Anna, memeluk erat sahabatnya itu.

Perlakuan Ellie seakan bisa menebak apa yang terjadi pada Anna, Ellie sudah paham betul dengan salah satu sifat Anna yang teliti. Tidak mungkin sahabatnya itu bisa melupakan kunci kamar kosnya?

"Maaf ganggu ya, El." Anna tidak tau harus membalas seperti apa lagi, terlalu banyak uluran tangan Ellie padanya.

"Ma, Pa, Anna sudah datang," kata Ellie.

"Ya ampun, Anna! Kamu sekarang makin cantik ya, ayo sini masuk. Pasti kamu takut sekali ya di luar sana. Untung kamu nggak kenapa-kenapa," sahut perempuan setengah baya yang memiliki wajah cantik awet muda, ibu dari Ellie.

"Kamu sudah makan belum, Ann?" tanya Ellie.

"Sudah, El. Terima kasih banyak.

"Ya sudah kalau gitu kita ke kamar saja yuk, kamu juga besok harus kuliah," ajak Ellie.

Orang tua Ellie sudah kembali ke kamar mereka setelah berpesan pada Anna untuk istirahat dengan nyaman selama di rumah mereka.

Anna mengikuti langkah Ellie, sesampainya di kamar yang terdominasi dengan warna pink dan aneka macam boneka khas dengan selera Ellie yang berbanding terbalik dengannya.

"Mandi lah dulu, El. Ini baju gantinya."

Ellie memberikan sepasang baju tidur, setelah tugasnya selesai gadis itu kembali tidur pulas.

"Apa sebaiknya aku cerita ke Ellie saja ya? Ellie sahabatku, pasti Ellie percaya dengan apa yang aku katakan," gumam Anna.

Ketika Anna mendekati Ellie, sahabatnya itu sudah terlelap. Anna pun akhirnya memutuskan untuk tidur, dia membaringkan tubuhnya disamping Ellie. b

Baru saja matanya dia coba pejamkan, getar ponselnya mengganggu pendengaran.

"Siapa sih, ganggu orang mau tidur," gerutu Anna.

[Halo, Anna. Ini Arthur, bisa kah kamu ke kantor polisi sekarang atau besok pagi? Saat matahari terbit. Ada hal yang ingin aku tanyakan terkait informasi orang hilang yang kamu katakan beberapa saat lalu.]

Anna terkejut saat membaca pesan dari salah satu polisi yang menangani kasusnya, dia tidak menyangka bahwa Sersan Arthur menghubunginya. Apa yang terjadi? Apakah benar informasi yang dia berikan itu menemukan sesuatu?

Episodes
1 Tetangga Baru
2 Pertemuan Pertama
3 Sahabat
4 Sebuah Firasat
5 Jangan Sentuh Aku
6 Kisah Pilu
7 Pembunuhan
8 Mayat itu Hilang
9 Apa Benar Aku Salah Lihat?
10 Wanita itu!
11 Aku Tidak Bohong
12 Pesan dari Sersan Arthur
13 Lucas Connors
14 Strategi
15 Kekosongan
16 Dia Kembali
17 Gawat!
18 His Reason
19 Suara Anna itu Imut
20 Trust Issue
21 Dia Memang Berbahaya
22 Rayuan Lucas
23 Pendekatan
24 Kekhawatiran Anna
25 Strategi
26 Ketahuan
27 Pengejaran
28 Kelinci itu Pergi
29 Jejak Lucas
30 Dia Disini
31 Keraguan
32 Kebimbangan Hati
33 Keputusan yang Berbahaya
34 Masuk ke dalam Perangkap
35 Bau Bangkai
36 Run! Ellie, Run!
37 Tipu Daya Lucas
38 Membela Kekasih Hati
39 Kencan
40 Sentuhan Cinta Ellie
41 Berbincang
42 Keluarga Thomson
43 Aku Ingin Kalian Berdamai
44 Jangan Sentuh Barangku.
45 I Dare You
46 Wanita Baru
47 Berkenalan
48 Bukan Pembu-nuh Berantai?
49 Kenyataan Baru.
50 Senior Mencurigakan
51 Pemilik Akun Anonim
52 Viralkan Saja
53 Kamu Juga Wanita
54 Jangan Menutup Diri
55 Olah TKP
56 Gombalan Lucas
57 Laporan Palsu
58 Bukan Dia
59 Siapa Dia?
60 Rencana Ellie
61 Selingkuh
62 Dia Berbohong
63 Urus Saja Hidupmu.
64 Nasihat
65 Tertangkap
66 Sudut Pandang Rey
67 Kemarahan Lucas
68 Jangan, El.
69 Berbohong
70 Sahabat atau Cinta?
71 Jadilah Milikku, El.
72 Pelaku Tertangkap?
73 Pelaku Terungkap
74 Ellie Menjadi Sandera
75 Selamat Tinggal
76 Bagaimana Kamu Di Sini?
77 Sikap Aneh Lucas.
78 Penjelasan Lucas
79 Proses Interogasi
80 Membuntuti Sersan Arthur
81 Penyamaran
82 Berkenalan
83 Lucas di mata Anna.
84 Mengulik Informasi
85 Arthur Colvin
86 Kelinciku Direbut
87 Kesenangan Lucas
88 Tetangga Psikopat Kembali
89 Pepet Teros!
90 Ditemukannya Mayat Tanpa Identitas
91 Lucas Cemburu
92 Hilangnya Ponsel Anna
93 Siapa yang mengambil?
94 Penyerangan
95 Di mana keberadaanmu, Anna?
96 Ketemu!
97 Kenyataan Pahit
98 Kamu itu beda, Anna.
99 Ambisi Lucas
100 Jadilah Milikku, Anna.
101 Penjelasan Rey
102 Lucas Hilang
103 Kondisi Anna
104 Air Mata Rey
105 Anna Kembali
106 Perpisahan
107 Isi Hati Anna
108 Menyelinap.
109 You are mine!
110 Mahkota terenggut 21+
111 Kehancuran Anna 21+
112 Keputusasaan.
113 Kegilaan Lucas 21+
114 Anna yang malang.
115 Manusia tak berhati
116 Perasaan Aneh
117 Penggerebekan
118 Pertarungan
119 Aksi Anna
120 Anna tertembak
121 Kondisi Darurat
122 Anna Hamil
123 Impian Lucas
124 Ingatan yang hilang
125 Tipu daya Lucas
126 Trik Lucas
127 Keputusan Lucas
128 Rahasia itu terkuak
129 Memori itu kembali
130 Penyesalan
131 Usai
Episodes

Updated 131 Episodes

1
Tetangga Baru
2
Pertemuan Pertama
3
Sahabat
4
Sebuah Firasat
5
Jangan Sentuh Aku
6
Kisah Pilu
7
Pembunuhan
8
Mayat itu Hilang
9
Apa Benar Aku Salah Lihat?
10
Wanita itu!
11
Aku Tidak Bohong
12
Pesan dari Sersan Arthur
13
Lucas Connors
14
Strategi
15
Kekosongan
16
Dia Kembali
17
Gawat!
18
His Reason
19
Suara Anna itu Imut
20
Trust Issue
21
Dia Memang Berbahaya
22
Rayuan Lucas
23
Pendekatan
24
Kekhawatiran Anna
25
Strategi
26
Ketahuan
27
Pengejaran
28
Kelinci itu Pergi
29
Jejak Lucas
30
Dia Disini
31
Keraguan
32
Kebimbangan Hati
33
Keputusan yang Berbahaya
34
Masuk ke dalam Perangkap
35
Bau Bangkai
36
Run! Ellie, Run!
37
Tipu Daya Lucas
38
Membela Kekasih Hati
39
Kencan
40
Sentuhan Cinta Ellie
41
Berbincang
42
Keluarga Thomson
43
Aku Ingin Kalian Berdamai
44
Jangan Sentuh Barangku.
45
I Dare You
46
Wanita Baru
47
Berkenalan
48
Bukan Pembu-nuh Berantai?
49
Kenyataan Baru.
50
Senior Mencurigakan
51
Pemilik Akun Anonim
52
Viralkan Saja
53
Kamu Juga Wanita
54
Jangan Menutup Diri
55
Olah TKP
56
Gombalan Lucas
57
Laporan Palsu
58
Bukan Dia
59
Siapa Dia?
60
Rencana Ellie
61
Selingkuh
62
Dia Berbohong
63
Urus Saja Hidupmu.
64
Nasihat
65
Tertangkap
66
Sudut Pandang Rey
67
Kemarahan Lucas
68
Jangan, El.
69
Berbohong
70
Sahabat atau Cinta?
71
Jadilah Milikku, El.
72
Pelaku Tertangkap?
73
Pelaku Terungkap
74
Ellie Menjadi Sandera
75
Selamat Tinggal
76
Bagaimana Kamu Di Sini?
77
Sikap Aneh Lucas.
78
Penjelasan Lucas
79
Proses Interogasi
80
Membuntuti Sersan Arthur
81
Penyamaran
82
Berkenalan
83
Lucas di mata Anna.
84
Mengulik Informasi
85
Arthur Colvin
86
Kelinciku Direbut
87
Kesenangan Lucas
88
Tetangga Psikopat Kembali
89
Pepet Teros!
90
Ditemukannya Mayat Tanpa Identitas
91
Lucas Cemburu
92
Hilangnya Ponsel Anna
93
Siapa yang mengambil?
94
Penyerangan
95
Di mana keberadaanmu, Anna?
96
Ketemu!
97
Kenyataan Pahit
98
Kamu itu beda, Anna.
99
Ambisi Lucas
100
Jadilah Milikku, Anna.
101
Penjelasan Rey
102
Lucas Hilang
103
Kondisi Anna
104
Air Mata Rey
105
Anna Kembali
106
Perpisahan
107
Isi Hati Anna
108
Menyelinap.
109
You are mine!
110
Mahkota terenggut 21+
111
Kehancuran Anna 21+
112
Keputusasaan.
113
Kegilaan Lucas 21+
114
Anna yang malang.
115
Manusia tak berhati
116
Perasaan Aneh
117
Penggerebekan
118
Pertarungan
119
Aksi Anna
120
Anna tertembak
121
Kondisi Darurat
122
Anna Hamil
123
Impian Lucas
124
Ingatan yang hilang
125
Tipu daya Lucas
126
Trik Lucas
127
Keputusan Lucas
128
Rahasia itu terkuak
129
Memori itu kembali
130
Penyesalan
131
Usai

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!