Pertemuan Pertama

Bip...Bip...Bip...

Suara jam alarm yang menurut orang lain monoton dan menyebalkan, justru jurus terampuh bagi Anna untuk membangunkannya dari rasa malas beranjak dari kasurnya.

"Duh, kepalaku jadi pusing. Semalem kurang tidur gara-gara suara aneh itu terus menggangguku. Sebenarnya tuh orang sedang ngapain sih, masa semalaman mindahin barang nggak kelar-kelar. Ganggu orang banget," gerutu Anna.

Mau tidak mau dia beranjak juga, satu jam lagi kelasnya akan dimulai. Anna juga sudah berjanji dengan Ellie, sahabatnya dari bangku SMP untuk berangkat bersama.

"Mandi dulu deh, biar seger."

Gadis itu mengambil baju ganti, dan beranjak menuju kamar mandinya. Niatnya Anna urungkan tatkala dia mendengar suara aneh itu kembali terdengar. Kali ini suaranya berbeda dengan apa yang dia dengar semalam.

"Suaranya sekarang beda, apa ya, kaya orang sedang nahan sakit gitu? Wah! Nggak bisa dibiarin ini, lebih baik aku cepat datangi kamar orang itu. Aku tidak yakin kalau dia ini bukan orang baik-baik, mana ada orang baik yang tengah malem ganggu tetangganya, seperti itu," ucap Anna.

Setelah menggosok gigi dan mencuci mukanya, dia pun melangkah keluar dari kamar kostnya. Biarpun belum mandi, setidaknya dia tidaklah kucel banget dan yang paling penting juga bau nafasnya tidak berbau jigong. Dengan semangat yang membara, Anna menghampiri kamar kost disebelahnya.

"Mhm.."

"Mhm.."

"Mhm.."

Anna menempelkan daun telinganya di pintu kamar kost tersebut. Dengan cara itu dia dapat mendengar dengan jelas suara erangan yang dia dengar dari tempatnya barusan. Dari apa yang dia dengar saat Madam Martha bercerita tentang tetangganya itu, laki-laki yang tinggal disebelahnya ini tinggal sendiri. Sudah sewajarnya dong jika dia curiga dengan suara-suara aneh yang dia dengar sejak semalam.

Tok.. tok.. tok...

"Permisi, tolong buka pintunya!"

Tol... Tok... Tok...

"Permisi! Tolong buka pintu!"

"Kalau Anda tidak mau membuka pintu ini, saya akan menelpon polisi untuk meminta bantuan mereka!"

Beberapa kali Anna menggedor pintu tetangganya tersebut namun tetap tidak ada yang membukakan pintu untuknya, justru suara erangan yang dia dengar itu semakin kencang.

"Wah! Nggak bener nih orang! Apa yang dia lakukan di dalam sana!" gerutu Anna. Dia lalu mengambil HP dari saku baju tidurnya.

Ketika dia hendak menelpon nomor Polisi, suara seorang lelaki menghentikan niatnya.

"Apa yang kamu lakukan di tempatku?" Seorang lelaki bertubuh tinggi besar dengan suara baritonnya dan wajah yang sangat memukau, hampir mengalihkan perhatian Anna.

Maklum Anna belum pernah bertemu dengan orang yang memiliki pesona seperti orang itu. Bahkan teman lelaki di kampusnya tidak ada yang bisa menyaingi ketampanan pria yang berdiri disampingnya tersebut.

"Aku tanya, apa yang kamu lakukan di tempatku?" tanya pria itu lagi.

Anna tersadar dari lamunan singkatnya, dan menyadari bahwa tingkahnya bisa saja terlihat mencurigakan oleh orang lain. Mana ada orang yang menggedor-gedor rumah orang lain di pagi hari seperti ini, jika bukan dirinya?

"M..maaf, saya Anna. Tetangga sebelah anda. Saya kesini karena merasa terganggu dengan suara-suara yang Anda buat dari semalam dan pagi ini juga. Saya tidak tau apa yang anda lakukan atau apa yang terjadi pada anda, makanya saya datang kesini. Tapi berkali-kali saya mengetuk pintu, namun tidak ada orang yang membukakannya," tutur Anna.

Lelaki yang berdiri di depan Anna tidak merespon sama sekali, dia hanya mematung dan menatap dengan sorot matanya yang tajam.

Anna berusaha meluruskan masuk kedatangannya, dia juga tidak mau dianggap seperti orang aneh, apa lagi dituduh mengambil barang dari tetangganya itu.

"Oh begitu. Nama saya Lucas. Maafkan saya jika kegiatan memindahkan barang semalam mengganggu waktu istirahat yang Anda miliki. Anda tidak akan dibukakan pintu sampai saya datang, karena tidak ada orang lain selain saya," ucap pria yang memiliki nama Lucas tersebut. Sangat cocok dengan wajahnya yang manly itu.

"Lalu, suara apa yang barusan saya dengar tadi?" tanya Anna.

"Oh, suara itu mungkin berasal dari kucing saya," jawab Lucas singkat.

"Kucing?" Anna heran dengan jawaban tersebut, bukan karena pria itu memiliki kucing di kamar kostnya. Hanya saja, dia baru tahu kalau ada kucing yang mengeluarkan suara aneh seperti itu.

"Iya kucing. Ini saya baru saja membeli barang keperluannya."

Lucas menunjukan dua tentengan di tangannya. Satu pack makanan kucing, mainan, serta pasir yang biasanya ditaruh di wadah yang dikhususkan untuk jadi toilet kucing peliharaan.

"Tapi suaranya itu sangat aneh, bukannya kucing itu biasanya mengeong?" tanya Anna masih dengan rasa penasarannya.

"Hm, mari masuk. Akan saya kenalkan dengan Cloe."

Sesaat setelah Lucas membuka pintu kamar kostnya, kucing yang dia namai Cloe itu langsung berlari menghampirinya. Melihat hal itu Anna terpaksa percaya dengan apa yang dikatakan oleh Lucas, meskipun ekor mata Anna melirik sekilas kedalam kamar pemuda itu, dan sepertinya memang tidak ada apapun.

"Sekarang anda percaya 'kan?" tanya Lucas dengan nada yang sedikit rendah.

"Iya, maafkan atas perbuatan saya tadi. Kalau begitu saya permisi," kata Anna.

Baru juga beberapa langkah dia meninggalkan tempat itu, Lucas memanggil gadis itu.

"Anna, aku harap kedepannya kita bisa lebih akrab lagi," ucapnya sambil memamerkan senyumannya yang menawan.

"Sejak kapan kita jadi dekat sampai dia bicara formal denganku? eh tapi sepertinya dia jauh lebih dewasa. Ah udah lah biarin saja, aku harus bergegas sebelum ketinggalan bus!" gumam Anna, dia hanya mengangguk atas permintaan Lucas.

Anna berlari ringan menuju kamarnya. Maklum jarak kamar kosnya dengan Lucas hanya membutuhkan waktu dua menit saja.

Pintu kamar Lucas kembali terbuka, hanya cukup bagi seseorang yang sedang mengintip keadaan diluar. Lelaki itu memperhatikan Anna sampai gadis itu memasuki kamarnya. Tatapan mata Lucas tajam, setajam pisau yang baru diasah.

Setelah memastikan Anna tidak keluar lagi, dia kemudian menutup rapat pintu kamarnya. Sebuah senyuman khas seorang psikopat menghiasi wajah tampan Lucas.

Sementara Anna yang tidak ada waktu untuk mandi, hanya menyemprotkan minyak wangi ke beberapa bagian tubuhnya. Biar tidak kelihatan kalau dia tidak mandi juga, Anna yang biasanya hanya mencuci muka dan mengenakan suncsreen, hari ini gadis itu memoleskan make up tipis pada wajahnya.

"Aku rasa sudah cukup. Ayo berangkat, Ellie pasti sudah lama menungguku."

Anna menyambar tas ransel yang semalam sudah dia siapkan, dia lalu mengunci pintu kamar dan berjalan menuruni anak tangga dengan terburu-buru.

"Anna! Sudah mau berangkat?" Suara perempuan tua Pemiliki kost-an menyapanya.

"Iya, Madam Martha. Saya berangkat dulu, sudah hampir kesiangan."

"Kamu sudah bertemu dengan tetangga kamu itu? Gimana? Dia tampan 'kan?" Madam Martha memang suka sekali ngobrol dengan Anna, sebab hanya gadis itu yang betah menemaninya berbincang.

"Iya, Madam. Saya tadi pagi ketemu langsung. Nanti kita lanjutkan ngobrolnya ya, Madam. Sudah telat banget ini," ujar Anna.

"Ya sudah, kamu kuliah dulu. Nanti kita lanjutkan lagi ya."

Anna mengangguk dan dia kembali melanjutkan perjalanannya. Kali ini langkah kakinya berganti menjadi sebuah lari ringan. Bus yang akan mengantarnya hampir sampai dalam hitungan empat menit saja.

Terpopuler

Comments

💎hart👑

💎hart👑

maraton dl

2024-06-24

0

Mitha RhezQy

Mitha RhezQy

ini sikopat + kanibal kah, Dia?

2024-01-03

0

Tati st🍒🍒🍒

Tati st🍒🍒🍒

wah mungkin sikopat atau kanibal dia

2023-12-29

0

lihat semua
Episodes
1 Tetangga Baru
2 Pertemuan Pertama
3 Sahabat
4 Sebuah Firasat
5 Jangan Sentuh Aku
6 Kisah Pilu
7 Pembunuhan
8 Mayat itu Hilang
9 Apa Benar Aku Salah Lihat?
10 Wanita itu!
11 Aku Tidak Bohong
12 Pesan dari Sersan Arthur
13 Lucas Connors
14 Strategi
15 Kekosongan
16 Dia Kembali
17 Gawat!
18 His Reason
19 Suara Anna itu Imut
20 Trust Issue
21 Dia Memang Berbahaya
22 Rayuan Lucas
23 Pendekatan
24 Kekhawatiran Anna
25 Strategi
26 Ketahuan
27 Pengejaran
28 Kelinci itu Pergi
29 Jejak Lucas
30 Dia Disini
31 Keraguan
32 Kebimbangan Hati
33 Keputusan yang Berbahaya
34 Masuk ke dalam Perangkap
35 Bau Bangkai
36 Run! Ellie, Run!
37 Tipu Daya Lucas
38 Membela Kekasih Hati
39 Kencan
40 Sentuhan Cinta Ellie
41 Berbincang
42 Keluarga Thomson
43 Aku Ingin Kalian Berdamai
44 Jangan Sentuh Barangku.
45 I Dare You
46 Wanita Baru
47 Berkenalan
48 Bukan Pembu-nuh Berantai?
49 Kenyataan Baru.
50 Senior Mencurigakan
51 Pemilik Akun Anonim
52 Viralkan Saja
53 Kamu Juga Wanita
54 Jangan Menutup Diri
55 Olah TKP
56 Gombalan Lucas
57 Laporan Palsu
58 Bukan Dia
59 Siapa Dia?
60 Rencana Ellie
61 Selingkuh
62 Dia Berbohong
63 Urus Saja Hidupmu.
64 Nasihat
65 Tertangkap
66 Sudut Pandang Rey
67 Kemarahan Lucas
68 Jangan, El.
69 Berbohong
70 Sahabat atau Cinta?
71 Jadilah Milikku, El.
72 Pelaku Tertangkap?
73 Pelaku Terungkap
74 Ellie Menjadi Sandera
75 Selamat Tinggal
76 Bagaimana Kamu Di Sini?
77 Sikap Aneh Lucas.
78 Penjelasan Lucas
79 Proses Interogasi
80 Membuntuti Sersan Arthur
81 Penyamaran
82 Berkenalan
83 Lucas di mata Anna.
84 Mengulik Informasi
85 Arthur Colvin
86 Kelinciku Direbut
87 Kesenangan Lucas
88 Tetangga Psikopat Kembali
89 Pepet Teros!
90 Ditemukannya Mayat Tanpa Identitas
91 Lucas Cemburu
92 Hilangnya Ponsel Anna
93 Siapa yang mengambil?
94 Penyerangan
95 Di mana keberadaanmu, Anna?
96 Ketemu!
97 Kenyataan Pahit
98 Kamu itu beda, Anna.
99 Ambisi Lucas
100 Jadilah Milikku, Anna.
101 Penjelasan Rey
102 Lucas Hilang
103 Kondisi Anna
104 Air Mata Rey
105 Anna Kembali
106 Perpisahan
107 Isi Hati Anna
108 Menyelinap.
109 You are mine!
110 Mahkota terenggut 21+
111 Kehancuran Anna 21+
112 Keputusasaan.
113 Kegilaan Lucas 21+
114 Anna yang malang.
115 Manusia tak berhati
116 Perasaan Aneh
117 Penggerebekan
118 Pertarungan
119 Aksi Anna
120 Anna tertembak
121 Kondisi Darurat
122 Anna Hamil
123 Impian Lucas
124 Ingatan yang hilang
125 Tipu daya Lucas
126 Trik Lucas
127 Keputusan Lucas
128 Rahasia itu terkuak
129 Memori itu kembali
130 Penyesalan
131 Usai
Episodes

Updated 131 Episodes

1
Tetangga Baru
2
Pertemuan Pertama
3
Sahabat
4
Sebuah Firasat
5
Jangan Sentuh Aku
6
Kisah Pilu
7
Pembunuhan
8
Mayat itu Hilang
9
Apa Benar Aku Salah Lihat?
10
Wanita itu!
11
Aku Tidak Bohong
12
Pesan dari Sersan Arthur
13
Lucas Connors
14
Strategi
15
Kekosongan
16
Dia Kembali
17
Gawat!
18
His Reason
19
Suara Anna itu Imut
20
Trust Issue
21
Dia Memang Berbahaya
22
Rayuan Lucas
23
Pendekatan
24
Kekhawatiran Anna
25
Strategi
26
Ketahuan
27
Pengejaran
28
Kelinci itu Pergi
29
Jejak Lucas
30
Dia Disini
31
Keraguan
32
Kebimbangan Hati
33
Keputusan yang Berbahaya
34
Masuk ke dalam Perangkap
35
Bau Bangkai
36
Run! Ellie, Run!
37
Tipu Daya Lucas
38
Membela Kekasih Hati
39
Kencan
40
Sentuhan Cinta Ellie
41
Berbincang
42
Keluarga Thomson
43
Aku Ingin Kalian Berdamai
44
Jangan Sentuh Barangku.
45
I Dare You
46
Wanita Baru
47
Berkenalan
48
Bukan Pembu-nuh Berantai?
49
Kenyataan Baru.
50
Senior Mencurigakan
51
Pemilik Akun Anonim
52
Viralkan Saja
53
Kamu Juga Wanita
54
Jangan Menutup Diri
55
Olah TKP
56
Gombalan Lucas
57
Laporan Palsu
58
Bukan Dia
59
Siapa Dia?
60
Rencana Ellie
61
Selingkuh
62
Dia Berbohong
63
Urus Saja Hidupmu.
64
Nasihat
65
Tertangkap
66
Sudut Pandang Rey
67
Kemarahan Lucas
68
Jangan, El.
69
Berbohong
70
Sahabat atau Cinta?
71
Jadilah Milikku, El.
72
Pelaku Tertangkap?
73
Pelaku Terungkap
74
Ellie Menjadi Sandera
75
Selamat Tinggal
76
Bagaimana Kamu Di Sini?
77
Sikap Aneh Lucas.
78
Penjelasan Lucas
79
Proses Interogasi
80
Membuntuti Sersan Arthur
81
Penyamaran
82
Berkenalan
83
Lucas di mata Anna.
84
Mengulik Informasi
85
Arthur Colvin
86
Kelinciku Direbut
87
Kesenangan Lucas
88
Tetangga Psikopat Kembali
89
Pepet Teros!
90
Ditemukannya Mayat Tanpa Identitas
91
Lucas Cemburu
92
Hilangnya Ponsel Anna
93
Siapa yang mengambil?
94
Penyerangan
95
Di mana keberadaanmu, Anna?
96
Ketemu!
97
Kenyataan Pahit
98
Kamu itu beda, Anna.
99
Ambisi Lucas
100
Jadilah Milikku, Anna.
101
Penjelasan Rey
102
Lucas Hilang
103
Kondisi Anna
104
Air Mata Rey
105
Anna Kembali
106
Perpisahan
107
Isi Hati Anna
108
Menyelinap.
109
You are mine!
110
Mahkota terenggut 21+
111
Kehancuran Anna 21+
112
Keputusasaan.
113
Kegilaan Lucas 21+
114
Anna yang malang.
115
Manusia tak berhati
116
Perasaan Aneh
117
Penggerebekan
118
Pertarungan
119
Aksi Anna
120
Anna tertembak
121
Kondisi Darurat
122
Anna Hamil
123
Impian Lucas
124
Ingatan yang hilang
125
Tipu daya Lucas
126
Trik Lucas
127
Keputusan Lucas
128
Rahasia itu terkuak
129
Memori itu kembali
130
Penyesalan
131
Usai

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!