Aku Tidak Bohong

Deru nafas Anna tak beraturan, jantungnya masih berdetak kencang. Apa yang dia alami saat ini jauh lebih menakutkan dari pada ketika dia melihat penampakan hantu saat dia kecil, ibunya bilang jika kita takut akan hantu maka eksistensinya akan semakin mengerikan.

Sementara yang dia hadapi sekarang adalah seorang pembunuh, bagaimana dia bisa tenang? Terkadang manusia jauh lebih menakutkan dari pada hantu.

Sudah sepuluh menit Anna berdiri di belakang pintu, dia mengurungkan niatnya yang ingin segera istirahat.

"Aku rasa sekarang sudah aman," gumam Anna.

Gadis itu membuka sedikit pintu kosnya, sekedar untuk memeriksa apakah Lucas masih ada di luar atau tidak.

"Syukurlah, sekarang aku bisa keluar."

Tanpa membuang waktu Anna berlari sekencangnya, dia juga menghindari menggunakan lift. Dia tidak tahu apa yang akan terjadi jika dia sampai terjebak di ruang tertutup dengan Lucas.

Anna seolah kehabisan oksigen, kedua kakinya juga serasa tidak bertenaga lagi. Kedua kakinya sudah lelah, Anna yang tidak pernah berolahraga akhirnya menyesali kemalasannya tersebut.

"Seandainya saja aku rajin exercise, tentu tidak akan sulit untuk menuruni anak tangga," gumam Anna.

Anna menepiskan rasa penyesalannya, semangatnya kembali membara saat dia membaca angka lima, perjuangannya tidak sia-sia. Lima lantai lagi dia bisa keluar dari kosan tersebut.

"Loh, Anna? Mau kemana? Kenapa dari arah tangga, padahal lift masih beroperasi?" tanya Mrs.Martha.

"Oh, selamat malam, Mrs. Saya lagi pengen exercise saja, Mrs."

Sebisa mungkin Anna menjawab dengan tenang, dia tidak mau pemilik kosan mencurigainya. Anna juga berjaga-jaga jika Lucas membuntutinya.

"Oh, begitu. Kamu mau kemana? Hari sudah malam loh, kenapa nggak istirahat di rumah?"

"Saya mau menginap di rumah teman saya, Mrs. Saya lupa menyalin catatan hari ini."

"Aku hampir saja lupa bahwa kamu mengalami musibah, ya sudah hati-hati ya, Ann. Jaga dirimu baik-baik." Pesan Mrs. Martha.

Anna mengangguk, dia kemudian berpamitan dengan perempuan paruh baya tersebut. Tentu saja apa yang dia katakan itu hanya kebohongan semata, namun Anna terpaksa melakukannya. Kebanyakan orang bilang agar lebih baik jujur menyampaikan kebenaran, dari pada menutupinya dengan kebohongan yang justru akan menyakiti hati orang lain.

Gadis itu bukan tidak paham, hanya saja jika dia jujur mungkin saja nasibnya dan Mrs. Martha jauh lebih membahayakan, bukan merepotkan.

"Syukurlah, sudah sampai di jalan raya. Sekarang aku harus menyetop taksi agar lebih cepat bergegas menuju kantor polisi."

Sudah tiga taksi yang Anna berhentikan namun ketiganya sudah ada penumpang, cuaca yang sebelumnya cerah tiba-tiba langsung turun hujan dengan begitu derasnya.

"Ah! Ayolah, kenapa harus sekarang? Aku sedang tidak ingin bergurau, kenapa selalu tidak lancar?"

Anna menarik rambut pendeknya, frustasi atas semua yang terjadi. Andai saja kemarin kedua polisi yang menangani laporannya percaya dengan apa yang dia katakan. Tentu saat ini Anna tidak perlu berlarian kesana kemari, mana luka ditangannya juga masih belum sembuh.

Disaat Anna tengah berputus asa, sebuah mobil yang dikendarai oleh perempuan paruh baya, kendaraan tersebut berhenti tepat di depan Anna yang tengah menatap layar ponselnya.

"Perlu tumpangan?" tanya perempuan tersebut.

"Benarkah boleh?" Anna justru balik bertanya. Dia tidak mau ikut orang tidak dia kenal.

"Sure, tentu saja. Apakah boleh aku tabu arahnya dimana?"

"Apakah Anda bisa mengantar saya ke kantor polisi terdekat?" tanya Anna ragu, takut kalau sampai perempuan itu menolak permintaannya.

Perempuan yang duduk di bangku kemudi tersebut terdiam sejenak sebelum dia mengiyakan permintaan Anna.

"Baiklah, mari masuk." Setelah berfikir cukup lama akhirnya pemilik mobil tersebut membukakan pintu di samping kursi kemudi.

"Terima banyak, Madam."

"Tak apa, aku juga melewati tempat itu jadi bukan hal yang sulit."

Anna tersenyum senang, sepertinya nasib baik masih berpihak padanya.

"Kalau boleh tahu ada perlu apa di kantor polisi?" tanya perempuan tersebut.

"Oh, hm, saya mau melaporkan kehilangan barang."

Anna terpaksa berbohong, dia masih tidak yakin apakah orang yang memberinya tumpangan ini bisa dipercaya atau tidak. Anna sudah tidak mau menilai orang lai hanya dari tampilan luarnya saja, buktinya Lucas wajah tampan tapi ternyata seorang pembunuh.

"Agak susah juga ya kalau sudah menyangkut barang hilang, zaman sekarang sangat sedikit orang yang jujur."

"Iya, Anda benar. Sekarang kita harus lebih berhati-hati," sahut Anna.

Keduanya kembali terdiam, sesekali perempuan itu menanyakan beberapa hal, seperti asal Anna. Wajah Anna memang terkadang menarik perhatian, tidak terlihat seperti orang Indonesia kebanyakan.

"Oh, kita sudah sampai."

Anna menoleh ke kaca jendela, ternyata benar mobil itu berhenti tepat di depan gedung kantor polisi.

"Terima kasih banyak untuk tumpangannya," ucap Anna sebelum dia pamit.

"Iya, sama-sama. Semoga barangmu yang hilang segera ketemu."

Anna hanya tersenyum simpul, dia meninggalkan tempat di mana pemilik mobil tadi menurunkannya sampai mobil tersebut sudah hilang dari pandangan matanya.

Ada rasa takut dan khawatir di hati Anna sebelum akhirnya dia menghalau semua pikiran buruknya, gadis itu membuka pintu kantor polisi yang langsung disambut oleh tatapan pasang mata padanya.

"Kamu, gadis yang kemarin. Mau apa lagi kemari?" tanya Mark.

"Pak Polisi, saya mau melaporkan hal yang penting."

"Apa lagi? Kamu mau melaporkan tetangga kamu lagi?"

"Antara iya dan tidak, tapi ini ada kaitannya dengan laporan saya waktu itu," jawab Anna.

"Maksud kamu apa?" Mark mulai penasaran dengan apa yang dikatakan Anna.

"Pak, Anda harus melihat postingan ini."

Anna menunjukan postingan orang hilang yang dia baca beberapa puluh menit lalu di Metta, Mark pun turun melongok dan membaca isi postingan tersebut.

"Wanita ini adalah teman wanita Lucas yang kemudian dia bunuh, itu artinya apa yang aku lihat bukan suatu ilusi," ucap Anna penuh yakin.

"Kamu tidak salah lihat? Mungkin wajahnya memang mirip, kamu tentu tahu orang Eropa memiliki kesamaan yang kadang membuat orang Asia Tenggara seperti kamu keliru," ujar Mark.

"Tidak mungkin, saya melihatnya dengan jelas. Saya sangat yakin bahwa mereka orang yang sama, lagian buat apa saya sengotot ini dengan orang yang baru saya temui?"

Mark bungkam, apa yang diucapkan gadis itu bisa saja benar. Saat dia ingin mengutarakan pendapatnya lagi, Arthur datang dan menyela pembicaraan Anna dan Mark.

"Ada apa?" tanya Arthur.

"Gadis ini bilang, orang hilang di postingan ini adalah wanita yang dia lihat dibunuh oleh tetangganya itu," jawab Mark menjelaskan inti masalah mereka.

"Kamu yakin?"

"Amat sangat yakin!" Anna tidak mau mengalah lagi kali ini.

Arthur mengamati foto dari postingan tersebut, polisi yang Anna perkirakan masih berusia 20an itu nampak tengah berfikir.

"Sersan, kami menangkap berandalan yang menyebabkan keributan tempo hari. Kebanyakan dari mereka masih pelajar," ujar salah satu polisi bawahan Mark.

"Bagus, bawa mereka ke ruang terpisah. Arthur kita pergi, ada hal penting yang harus kita urus sekarang. Tinggalkan saja gadis itu," ujar Mark, sebelum akhirnya meninggalkan meja kerjanya.

"Tolong tuliskan nama dan nomor teleponmu, aku akan meminta keterangan lebih lanjut nanti," ucap Arthur sambil menyerahkan sebuah memo pad dan pena.

Mau tidak mau Anna menerima pemberian Arthur, raut wajah kecewa terpampang di wajah Anna. Gadis itu menuliskan apa yang di minta Arthur, lalu dia pergi meninggalkan kantor polisi setelah menyerahkan memo pad itu pada pemiliknya.

Terpopuler

Comments

Suci Fatana

Suci Fatana

ah polisinya pada ngeselin....knapa tdak bisa bersikap baik

2024-01-06

0

lihat semua
Episodes
1 Tetangga Baru
2 Pertemuan Pertama
3 Sahabat
4 Sebuah Firasat
5 Jangan Sentuh Aku
6 Kisah Pilu
7 Pembunuhan
8 Mayat itu Hilang
9 Apa Benar Aku Salah Lihat?
10 Wanita itu!
11 Aku Tidak Bohong
12 Pesan dari Sersan Arthur
13 Lucas Connors
14 Strategi
15 Kekosongan
16 Dia Kembali
17 Gawat!
18 His Reason
19 Suara Anna itu Imut
20 Trust Issue
21 Dia Memang Berbahaya
22 Rayuan Lucas
23 Pendekatan
24 Kekhawatiran Anna
25 Strategi
26 Ketahuan
27 Pengejaran
28 Kelinci itu Pergi
29 Jejak Lucas
30 Dia Disini
31 Keraguan
32 Kebimbangan Hati
33 Keputusan yang Berbahaya
34 Masuk ke dalam Perangkap
35 Bau Bangkai
36 Run! Ellie, Run!
37 Tipu Daya Lucas
38 Membela Kekasih Hati
39 Kencan
40 Sentuhan Cinta Ellie
41 Berbincang
42 Keluarga Thomson
43 Aku Ingin Kalian Berdamai
44 Jangan Sentuh Barangku.
45 I Dare You
46 Wanita Baru
47 Berkenalan
48 Bukan Pembu-nuh Berantai?
49 Kenyataan Baru.
50 Senior Mencurigakan
51 Pemilik Akun Anonim
52 Viralkan Saja
53 Kamu Juga Wanita
54 Jangan Menutup Diri
55 Olah TKP
56 Gombalan Lucas
57 Laporan Palsu
58 Bukan Dia
59 Siapa Dia?
60 Rencana Ellie
61 Selingkuh
62 Dia Berbohong
63 Urus Saja Hidupmu.
64 Nasihat
65 Tertangkap
66 Sudut Pandang Rey
67 Kemarahan Lucas
68 Jangan, El.
69 Berbohong
70 Sahabat atau Cinta?
71 Jadilah Milikku, El.
72 Pelaku Tertangkap?
73 Pelaku Terungkap
74 Ellie Menjadi Sandera
75 Selamat Tinggal
76 Bagaimana Kamu Di Sini?
77 Sikap Aneh Lucas.
78 Penjelasan Lucas
79 Proses Interogasi
80 Membuntuti Sersan Arthur
81 Penyamaran
82 Berkenalan
83 Lucas di mata Anna.
84 Mengulik Informasi
85 Arthur Colvin
86 Kelinciku Direbut
87 Kesenangan Lucas
88 Tetangga Psikopat Kembali
89 Pepet Teros!
90 Ditemukannya Mayat Tanpa Identitas
91 Lucas Cemburu
92 Hilangnya Ponsel Anna
93 Siapa yang mengambil?
94 Penyerangan
95 Di mana keberadaanmu, Anna?
96 Ketemu!
97 Kenyataan Pahit
98 Kamu itu beda, Anna.
99 Ambisi Lucas
100 Jadilah Milikku, Anna.
101 Penjelasan Rey
102 Lucas Hilang
103 Kondisi Anna
104 Air Mata Rey
105 Anna Kembali
106 Perpisahan
107 Isi Hati Anna
108 Menyelinap.
109 You are mine!
110 Mahkota terenggut 21+
111 Kehancuran Anna 21+
112 Keputusasaan.
113 Kegilaan Lucas 21+
114 Anna yang malang.
115 Manusia tak berhati
116 Perasaan Aneh
117 Penggerebekan
118 Pertarungan
119 Aksi Anna
120 Anna tertembak
121 Kondisi Darurat
122 Anna Hamil
123 Impian Lucas
124 Ingatan yang hilang
125 Tipu daya Lucas
126 Trik Lucas
127 Keputusan Lucas
128 Rahasia itu terkuak
129 Memori itu kembali
130 Penyesalan
131 Usai
Episodes

Updated 131 Episodes

1
Tetangga Baru
2
Pertemuan Pertama
3
Sahabat
4
Sebuah Firasat
5
Jangan Sentuh Aku
6
Kisah Pilu
7
Pembunuhan
8
Mayat itu Hilang
9
Apa Benar Aku Salah Lihat?
10
Wanita itu!
11
Aku Tidak Bohong
12
Pesan dari Sersan Arthur
13
Lucas Connors
14
Strategi
15
Kekosongan
16
Dia Kembali
17
Gawat!
18
His Reason
19
Suara Anna itu Imut
20
Trust Issue
21
Dia Memang Berbahaya
22
Rayuan Lucas
23
Pendekatan
24
Kekhawatiran Anna
25
Strategi
26
Ketahuan
27
Pengejaran
28
Kelinci itu Pergi
29
Jejak Lucas
30
Dia Disini
31
Keraguan
32
Kebimbangan Hati
33
Keputusan yang Berbahaya
34
Masuk ke dalam Perangkap
35
Bau Bangkai
36
Run! Ellie, Run!
37
Tipu Daya Lucas
38
Membela Kekasih Hati
39
Kencan
40
Sentuhan Cinta Ellie
41
Berbincang
42
Keluarga Thomson
43
Aku Ingin Kalian Berdamai
44
Jangan Sentuh Barangku.
45
I Dare You
46
Wanita Baru
47
Berkenalan
48
Bukan Pembu-nuh Berantai?
49
Kenyataan Baru.
50
Senior Mencurigakan
51
Pemilik Akun Anonim
52
Viralkan Saja
53
Kamu Juga Wanita
54
Jangan Menutup Diri
55
Olah TKP
56
Gombalan Lucas
57
Laporan Palsu
58
Bukan Dia
59
Siapa Dia?
60
Rencana Ellie
61
Selingkuh
62
Dia Berbohong
63
Urus Saja Hidupmu.
64
Nasihat
65
Tertangkap
66
Sudut Pandang Rey
67
Kemarahan Lucas
68
Jangan, El.
69
Berbohong
70
Sahabat atau Cinta?
71
Jadilah Milikku, El.
72
Pelaku Tertangkap?
73
Pelaku Terungkap
74
Ellie Menjadi Sandera
75
Selamat Tinggal
76
Bagaimana Kamu Di Sini?
77
Sikap Aneh Lucas.
78
Penjelasan Lucas
79
Proses Interogasi
80
Membuntuti Sersan Arthur
81
Penyamaran
82
Berkenalan
83
Lucas di mata Anna.
84
Mengulik Informasi
85
Arthur Colvin
86
Kelinciku Direbut
87
Kesenangan Lucas
88
Tetangga Psikopat Kembali
89
Pepet Teros!
90
Ditemukannya Mayat Tanpa Identitas
91
Lucas Cemburu
92
Hilangnya Ponsel Anna
93
Siapa yang mengambil?
94
Penyerangan
95
Di mana keberadaanmu, Anna?
96
Ketemu!
97
Kenyataan Pahit
98
Kamu itu beda, Anna.
99
Ambisi Lucas
100
Jadilah Milikku, Anna.
101
Penjelasan Rey
102
Lucas Hilang
103
Kondisi Anna
104
Air Mata Rey
105
Anna Kembali
106
Perpisahan
107
Isi Hati Anna
108
Menyelinap.
109
You are mine!
110
Mahkota terenggut 21+
111
Kehancuran Anna 21+
112
Keputusasaan.
113
Kegilaan Lucas 21+
114
Anna yang malang.
115
Manusia tak berhati
116
Perasaan Aneh
117
Penggerebekan
118
Pertarungan
119
Aksi Anna
120
Anna tertembak
121
Kondisi Darurat
122
Anna Hamil
123
Impian Lucas
124
Ingatan yang hilang
125
Tipu daya Lucas
126
Trik Lucas
127
Keputusan Lucas
128
Rahasia itu terkuak
129
Memori itu kembali
130
Penyesalan
131
Usai

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!