Jangan Sentuh Aku

"Syukurlah, akhirnya tiba waktunya pulang kerja," ucap Anna.

Kondisi Anna masih belum menunjukkan perubahan apapun, kepalanya masih pusing. Belum lagi tubuhnya sangat panas, padahal dia sudah meminum obat yang diberikan oleh Mrs. Melly.

"Aku nggak sanggup pulang sendiri, apa sebaiknya aku naik taksi saja? Tapi sayang banget uangnya, biaya taksi dari sini ke kosan pasti lebih mahal dari pada naik bus," gumam Anna.

Setelah dia berpamitan dengan pekerja yang lainnya, Anna memutuskan untuk menggunakan transportasi bus. Dia harus berhemat agar bisa bertahan sampai dia mendapatkan gaji bulan depan, uang beasiswa yang dia terima hanya cukup untuk membiayai uang kuliah pokok saja. Tidak dengan biaya hidup dan kebutuhan pribadi lainnya.

Anna berjalan gontai, matanya seperti berkunang-kunang. Mungkin jika orang lain yang melihat Anna saat ini tidak beda jauh dengan tingkah orang yang tengah mabuk, hal itu yang ditakutkan oleh Anna. Biar bagaimanapun dia masih berada di wilayah yang dekat dengan bar dan motel yang saling berdekatan, sudah sangat jelas akan ada banyak pria hidung belang yang berkeliaran di tempat-tempat tersebut.

"Hai, cantik. Sendirian aja nih, mau kita temenin nggak?" Suara lelaki mabuk mendekati Anna.

Meski gadis itu sedang berada di bawah sadar, namun insting Anna mengatakan bahwa dia dalam bahaya jika tidak segera meninggalkan tempat tersebut.

"Cantik, kok diem saja sih? Bisu ya? Bro, dia bisu Bro," ucap salah satu dari lelaki tersebut.

"Wah, kalau bisu lebih mantep lagi Bro. Untung kita, hahaha...."

Kedua lelaki tadi bahkan sudah berani mencolek lengan dan dagu Anna, meski Anna menepis tangan keduanya justru apa yang Anna lakukan malah membuat kedua lelaki tersebut semakin gencar menggoda Anna.

"Pergi kalian! Sebelum aku panggil polisi!" hardik Anna.

"Kyaa! Menakutkan! Hahaha!" Bukannya pergi, kedua lelaki tadi malah semakin semangat mengusik Anna.

Mungkin dipikiran keduanya adalah malam ini mereka telah menemukan santapan empuk, jadi tidak mungkin mereka melepaskannya begitu saja.

"Pergi!"

"Tolong!"

"Tolong!"

Anna berusaha berteriak meminta bantuan pada orang yang lalu lalang disekitarnya, namun sayang sekali usaha Anna sia-sia. Kebanyakan dari pejalan kaki yang menyaksikan Anna dan kedua lelaki yang mengganggunya hanya berlalu tanpa mau terlintas sedikitpun membantu Anna.

"Percuma saja kamu minta tolong sayangku, disini nggak akan ada orang yang menolong kamu. Sudah nggak usah sok jual mahal," ucap lelaki yang berbadan gempal.

"Benar tuh, mending kamu layani kami saja. Dengan begitu kamu akan mendapat untung lebih banyak, iya nggak Bro?" tanya lelaki bertubuh kurus kering seperti sapu lidi.

"Enyah kalian!"

BUGH!

BUGH!

Dengan kekuatannya yang tersisa, Anna menendang bagian bawah perut kedua lelaki tersebut.

"****** sialan! Kurang ajar kamu! Arrrgh!" teriak si gempal.

Anna memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melarikan diri, walau kepalanya semakin pusing dan terasa berat namun hanya saat inilah peluang baginya untuk kabur dari kedua lelaki hidung belang tadi.

Anna berlari dengan kecepatan penuh, sesekali kadang dia hampir terjatuh namun Anna berusaha agar dia tidak tumbang ditempat tersebut. Beberapa orang yang melihat Anna, hanya mengerutkan kening.

Pandangan Anna semakin kabur, meski Anna yakin kedua lelaki tadi tidak mengejarnya lagi. Anna tidak mengurangi kecepatan larinya. Langkah kaki Anna makin lama makin menyempit seiring dia tidak dapat melihat dengan jelas.

"Kamu nggak apa-apa, Nak?" Samar-samar Anna mendengar suara seseorang.

"Kyaa! Pergi kalian! Jangan ganggu aku!" Anna menepis lengan orang yang berusaha menyentuhnya. Kesadarannya masih belum dia kuasai, hanya refleks akibat peristiwa yang menimpanya beberapa saat lalu.

"Tenang Nak, saya tidak bermaksud buruk. Minumlah dulu agar kamu tenang," ucap orang tersebut.

Anna yang sudah menguasai kesadarannya akhirnya dapat melihat dengan jelas, orang yang sedari tadi mengajaknya berbicara adalah seorang perempuan paruh baya. Raut wajah perempuan itu nampak khawatir, mengingatkan Anna akan ibunya di kampung halaman.

"Apa yang terjadi dengan saya?" tanya Anna bingung. Seingatnya dia tengah melarikan diri dari kedua lelaki hidung belang yang mengganggunya.

"Tadi saat saya lewat jalan ini, kamu sudah terbaring disini. Lalu aku mencoba membantumu, kamu mengalami demam tinggi. Apa yang kamu lakukan disini, Nak?" tanya perempuan tersebut.

Anna ragu untuk menceritakan apa yang terjadi, hingga dia memutuskan untuk menyimpannya saja.

"Saya habis pulang kerja, Mrs."

"Oh Tuhan, mungkin kamu nggak sadar kalau sakit? Rumah kamu dimana? Mau saya antar?" tanya perempuan itu lagi.

"Tidak usah, Mrs. Terima kasih untuk niat baik anda, tapi saya bisa pulang sendiri," jawab Anna.

Anna tidak mau menerima tawaran perempuan paruh baya itu dengan mudah, dia tidak tahu apakah benar perempuan tersebut tidak memiliki niat buruk dengannya? Mengingat apa yang dilakukan oleh orang-orang saat dia mengalami pelecehan oleh kedua lelaki hidung belang tadi. Mereka hanya menengok dan kembali melanjutkan perjalan.

"Ah, maaf. Mungkin kamu tidak percaya dengan aku, tapi beneran aku hanya mau membantu. Kalau anda ragu dan tidak mengizinkan aku menyetop taksi agar kamu bisa pulang dengan selamat," tutur perempuan tadi.

Gadis yang diajak bicara hanya membisu, dia tidak tahu harus merespon apa. Sebab memang keadaan dirinya juga sedang tidak memungkinkan untuk menolak uluran tangan orang lain.

"Terima kasih, Mrs. Kalau begitu biarkan saya naik taksi saja." Setelah beberapa lama berfikir, akhirnya Anna memutuskan untuk mengambil pilihan kedua.

"Syukurlah, kamu tunggu disini dulu ya, Nak."

Perempuan tadi mendudukkan Anna disebuah kursi di halte bus yang tidak jauh dari tempatnya pingsan. Perempuan tersebut telah kembali dengan sebuah taksi, setelah membantu Anna memasuki taksi, perempuan paruh baya tadi berpesan pada supir taksi agar mengantarkan Anna dengan selamat.

"Terima kasih banyak untuk segala pertolongan anda, Mrs," ucap Anna.

"Iya sama-sama, semoga kamu lekas sembuh, Nak."

Taksi yang di tumpangi oleh Anna bergerak ke arah alamat kosan Anna, supir taksi mengatakan bahwa biaya taksi sudah dibayar oleh perempuan tadi. Sebuah keberuntungan yang tidak akan pernah Anna lupakan dalam hidupnya, meski tidak mengenal satu sama lain, namun Anna bersyukur masih ada orang baik. Taksi terus melesat menembus jalanan malam Amerika yang masih sibuk oleh kendaraan yang lalu-lalang. Saling beradu kecepatan. Sangat berbeda dengan suasana kampung.

Anna sampai di depan kosan, dia berjalan gontai menuju kamar kosnya. Pandangannya sungguh tidak bisa diandalkan, warna pintu kamar yang hampir sama membuat dia tidak memastikan dengan benar kamar yang dia masuki. Setelah membuka pintu kamar dia kembali ambruk, demam yang dia alami semakin parah. Anna pingsan untuk beberapa lama, hingga suara-suara diluar kamar kos berhasil membangunkan Anna dari pingsannya.

Terpopuler

Comments

Mr.VANO

Mr.VANO

bacany ngeri2 sedaap,,jiwa sotoyku meronta2,,🙈🙈🙈🙃

2023-10-15

2

Maesaro_Ardi

Maesaro_Ardi

lanjut sampai tamat dong kak 🥰🤭

2023-10-15

0

simta dila

simta dila

takutttt tapi ttep lanjut gimana ni thor 🥲

2023-10-15

1

lihat semua
Episodes
1 Tetangga Baru
2 Pertemuan Pertama
3 Sahabat
4 Sebuah Firasat
5 Jangan Sentuh Aku
6 Kisah Pilu
7 Pembunuhan
8 Mayat itu Hilang
9 Apa Benar Aku Salah Lihat?
10 Wanita itu!
11 Aku Tidak Bohong
12 Pesan dari Sersan Arthur
13 Lucas Connors
14 Strategi
15 Kekosongan
16 Dia Kembali
17 Gawat!
18 His Reason
19 Suara Anna itu Imut
20 Trust Issue
21 Dia Memang Berbahaya
22 Rayuan Lucas
23 Pendekatan
24 Kekhawatiran Anna
25 Strategi
26 Ketahuan
27 Pengejaran
28 Kelinci itu Pergi
29 Jejak Lucas
30 Dia Disini
31 Keraguan
32 Kebimbangan Hati
33 Keputusan yang Berbahaya
34 Masuk ke dalam Perangkap
35 Bau Bangkai
36 Run! Ellie, Run!
37 Tipu Daya Lucas
38 Membela Kekasih Hati
39 Kencan
40 Sentuhan Cinta Ellie
41 Berbincang
42 Keluarga Thomson
43 Aku Ingin Kalian Berdamai
44 Jangan Sentuh Barangku.
45 I Dare You
46 Wanita Baru
47 Berkenalan
48 Bukan Pembu-nuh Berantai?
49 Kenyataan Baru.
50 Senior Mencurigakan
51 Pemilik Akun Anonim
52 Viralkan Saja
53 Kamu Juga Wanita
54 Jangan Menutup Diri
55 Olah TKP
56 Gombalan Lucas
57 Laporan Palsu
58 Bukan Dia
59 Siapa Dia?
60 Rencana Ellie
61 Selingkuh
62 Dia Berbohong
63 Urus Saja Hidupmu.
64 Nasihat
65 Tertangkap
66 Sudut Pandang Rey
67 Kemarahan Lucas
68 Jangan, El.
69 Berbohong
70 Sahabat atau Cinta?
71 Jadilah Milikku, El.
72 Pelaku Tertangkap?
73 Pelaku Terungkap
74 Ellie Menjadi Sandera
75 Selamat Tinggal
76 Bagaimana Kamu Di Sini?
77 Sikap Aneh Lucas.
78 Penjelasan Lucas
79 Proses Interogasi
80 Membuntuti Sersan Arthur
81 Penyamaran
82 Berkenalan
83 Lucas di mata Anna.
84 Mengulik Informasi
85 Arthur Colvin
86 Kelinciku Direbut
87 Kesenangan Lucas
88 Tetangga Psikopat Kembali
89 Pepet Teros!
90 Ditemukannya Mayat Tanpa Identitas
91 Lucas Cemburu
92 Hilangnya Ponsel Anna
93 Siapa yang mengambil?
94 Penyerangan
95 Di mana keberadaanmu, Anna?
96 Ketemu!
97 Kenyataan Pahit
98 Kamu itu beda, Anna.
99 Ambisi Lucas
100 Jadilah Milikku, Anna.
101 Penjelasan Rey
102 Lucas Hilang
103 Kondisi Anna
104 Air Mata Rey
105 Anna Kembali
106 Perpisahan
107 Isi Hati Anna
108 Menyelinap.
109 You are mine!
110 Mahkota terenggut 21+
111 Kehancuran Anna 21+
112 Keputusasaan.
113 Kegilaan Lucas 21+
114 Anna yang malang.
115 Manusia tak berhati
116 Perasaan Aneh
117 Penggerebekan
118 Pertarungan
119 Aksi Anna
120 Anna tertembak
121 Kondisi Darurat
122 Anna Hamil
123 Impian Lucas
124 Ingatan yang hilang
125 Tipu daya Lucas
126 Trik Lucas
127 Keputusan Lucas
128 Rahasia itu terkuak
129 Memori itu kembali
130 Penyesalan
131 Usai
Episodes

Updated 131 Episodes

1
Tetangga Baru
2
Pertemuan Pertama
3
Sahabat
4
Sebuah Firasat
5
Jangan Sentuh Aku
6
Kisah Pilu
7
Pembunuhan
8
Mayat itu Hilang
9
Apa Benar Aku Salah Lihat?
10
Wanita itu!
11
Aku Tidak Bohong
12
Pesan dari Sersan Arthur
13
Lucas Connors
14
Strategi
15
Kekosongan
16
Dia Kembali
17
Gawat!
18
His Reason
19
Suara Anna itu Imut
20
Trust Issue
21
Dia Memang Berbahaya
22
Rayuan Lucas
23
Pendekatan
24
Kekhawatiran Anna
25
Strategi
26
Ketahuan
27
Pengejaran
28
Kelinci itu Pergi
29
Jejak Lucas
30
Dia Disini
31
Keraguan
32
Kebimbangan Hati
33
Keputusan yang Berbahaya
34
Masuk ke dalam Perangkap
35
Bau Bangkai
36
Run! Ellie, Run!
37
Tipu Daya Lucas
38
Membela Kekasih Hati
39
Kencan
40
Sentuhan Cinta Ellie
41
Berbincang
42
Keluarga Thomson
43
Aku Ingin Kalian Berdamai
44
Jangan Sentuh Barangku.
45
I Dare You
46
Wanita Baru
47
Berkenalan
48
Bukan Pembu-nuh Berantai?
49
Kenyataan Baru.
50
Senior Mencurigakan
51
Pemilik Akun Anonim
52
Viralkan Saja
53
Kamu Juga Wanita
54
Jangan Menutup Diri
55
Olah TKP
56
Gombalan Lucas
57
Laporan Palsu
58
Bukan Dia
59
Siapa Dia?
60
Rencana Ellie
61
Selingkuh
62
Dia Berbohong
63
Urus Saja Hidupmu.
64
Nasihat
65
Tertangkap
66
Sudut Pandang Rey
67
Kemarahan Lucas
68
Jangan, El.
69
Berbohong
70
Sahabat atau Cinta?
71
Jadilah Milikku, El.
72
Pelaku Tertangkap?
73
Pelaku Terungkap
74
Ellie Menjadi Sandera
75
Selamat Tinggal
76
Bagaimana Kamu Di Sini?
77
Sikap Aneh Lucas.
78
Penjelasan Lucas
79
Proses Interogasi
80
Membuntuti Sersan Arthur
81
Penyamaran
82
Berkenalan
83
Lucas di mata Anna.
84
Mengulik Informasi
85
Arthur Colvin
86
Kelinciku Direbut
87
Kesenangan Lucas
88
Tetangga Psikopat Kembali
89
Pepet Teros!
90
Ditemukannya Mayat Tanpa Identitas
91
Lucas Cemburu
92
Hilangnya Ponsel Anna
93
Siapa yang mengambil?
94
Penyerangan
95
Di mana keberadaanmu, Anna?
96
Ketemu!
97
Kenyataan Pahit
98
Kamu itu beda, Anna.
99
Ambisi Lucas
100
Jadilah Milikku, Anna.
101
Penjelasan Rey
102
Lucas Hilang
103
Kondisi Anna
104
Air Mata Rey
105
Anna Kembali
106
Perpisahan
107
Isi Hati Anna
108
Menyelinap.
109
You are mine!
110
Mahkota terenggut 21+
111
Kehancuran Anna 21+
112
Keputusasaan.
113
Kegilaan Lucas 21+
114
Anna yang malang.
115
Manusia tak berhati
116
Perasaan Aneh
117
Penggerebekan
118
Pertarungan
119
Aksi Anna
120
Anna tertembak
121
Kondisi Darurat
122
Anna Hamil
123
Impian Lucas
124
Ingatan yang hilang
125
Tipu daya Lucas
126
Trik Lucas
127
Keputusan Lucas
128
Rahasia itu terkuak
129
Memori itu kembali
130
Penyesalan
131
Usai

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!