Wanita itu!

Suara ricuh kafetaria kampus lengkap dengan berbagai topik obrolan para mahasiswa, ada yang membicarakan tentang K-Pop terutama boyband yang sekarang tengah mendunia. Ada juga yang mengeluh dengan menu kantin yang menurut mereka tidak menggugah selera, curhatan tentang kisah romansa para gadis pun tentu tidak ketinggalan.

"Kamu kenapa? Kok senyam senyum gitu?" tanya Anna. Dari tadi dia perhatikan sahabatnya itu menggulirkan layar ponselnya.

"Lihat deh, aku tadi pagi upload video di Tiktak. Tayangan kali ini jauh lebih banyak, hampir lima ribu tayangan."

"Video apa emangnya?" tanya Anna lagi.

Anna memang tahu bahwa sahabatnya itu sekarang sedang menggandrungi salah satu sosial media Tiktak, seperti anak muda lainnya. Apa lagi Ellie yang memiliki paras cantik tentunya satu nilai plus bagi gadis itu, untuk menarik perhatian kaum Adam.

"Lihat deh, aku upload videoku dengan hair style yang baru. Aku suka dengan model kuncir kuda ini, tiap aku jalan seperti ngikutin gitu." Ellie mengibaskan ujung rambutnya yang panjang. Rambut berwarna pirang yang sangat sesuai dengannya, bak boneka Barbie.

"Anna, coba deh panjangin rambut. Nanti biar aku bantu ikatkan," ucap Ellie.

"Hahaha, rambut panjang tidak cocok untukku."

"Kenapa tidak? Aku jadi ingin lihat Anna yang berambut panjang, pasti cantik," seloroh Rey.

"Nah, Rey aja setuju," sahut Ellie.

Anna hanya tersenyum getir, bagi gadis itu memiliki rambut panjang hanya sebatas angan belaka. Rambut hitamnya yang kasar dan gampang kusut akan menyita waktunya, belum lagi rambut panjang juga pasti menghabiskan banyak shampoo.

Gadis itu bukan tidak mau memanjangkan rambutnya, namun tidak sekarang. Mungkin nanti, saat dia sudah memiliki pekerjaan tetap dengan gaji yang lumayan. Prioritas Anna sekarang hanya ingin kuliah dan membantu meringankan beban ibunya.

"Eh, Ellie! Coba baca postingan anonim di akun Metta kampus kita, sepertinya orang yang dimaksud si pemosting itu kamu deh."

Salah seorang teman mereka menghampiri meja Anna dan kedua sahabatnya, dia kemudian menunjukan postingan yang dia katakan.

Postingan itu berisi sebuah pengakuan cinta dari akun anonim, yang mendeskripsikan mahasiswi yang berkuncir kuda dan mengenakan gaun berwarna pink yang tengah berjalan bersama teman perempuannya.

"Ini pasti kamu, lihat ciri yang dia katakan semua sesuai. Dari gaya rambutmu, bajumu, dan kamu yang selalu jalan bareng Anna."

"Ish, nggak mungkin itu aku. Pasti ada juga orang yang berpenampilan sepertiku," ucap Ellie tersipu malu.

Obrolan para mahasiswi itu terus berlanjut mengenai siapa si pemilik akun anonim yang dengan berani menyatakan cinta di akun Metta kampus?

"Mulai deh, emang apa serunya sih obrolan tentang cinta?" tanya Anna, suaranya yang hanya terdengar seperti gumaman agar tidak terdengar oleh teman-teman Ellie.

"Seru loh, apa lagi jika membicarakan orang yang kita cintai," jawab Rey sembari mengerlingkan sebelah matanya.

Anna tidak menyahuti kembali ocehan Rey, dia mengambil ponselnya. Ternyata waktu sudah begitu lama dia habiskan di kafetaria, berhubung dia mendapat cuti kerja selama masa penyembuhan tangan kanannya. Tidak ada yang bisa Anna lakukan, hingga akhirnya dia memutuskan untuk pulang.

"El, Rey, aku pulang dulu ya. Sudah terlalu sore."

"Oke deh, Ann," jawab Ellie.

"Mau aku antar pulang nggak?" tanya Rey yang bersiap mengambil tasnya.

"Nggak usah, terima kasih Rey. Makanan kamu 'kan belum habis sayang kalau terbuang begitu saja."

Terlihat rasa kekecewaan dari raut wajah Rey, tapi Anna harus membatasi diri. Rey memang baik, tapi dia tidak mau menjalin hubungan asmara untuk saat ini.

Setelah dirasa cukup, Anna melangkah keluar area kampus dan menuju halte bus yang akan membawanya pulang.

Saat sendiri seperti ini terkadang membuat

pikiran Anna melayang, kejadian baru-baru ini masih mengganggu pikirannya. Dia masih tidak percaya dengan pernyataan bahwa apa yang dia lihat itu hanya ilusi semata. Anna menyenderkan kepalanya pada jendela bus, mata gadis itu terpejam. Masih ada waktu tiga puluh menit sebelum dia sampai, setidaknya dia ingin mengistirahatkan pikirannya.

Bus terus bergerak dan sesekali berhenti apa bila ada lampu lalu lintas atau di halte bus. Hingga akhirnya bus tersebut berhenti di pemberhentian terakhir, yaitu halte bus yang dekat dengan kosan tempat Anna tinggal.

"Capek banget, sampai kos nanti mau langsung mandi dan tidur saja deh," gumam Anna. Gadis itu berjalan menuju lift dan ketika dia hendak menekan tombol lift ada tangan lain yang bertujuan sama seperti dirinya.

"Baru pulang?" Suara serak yang nge-deep itu mengagetkan Anna.

"Lu--Lucas!" Seru Anna. Gadis itu bahkan mundur tiga langkah dari pemuda tersebut.

"Yes, i am. Kenapa kaget begitu?" tanyanya lagi.

"Oh, maaf. Aku nggak tahu ada orang," jawab Anna kikuk. .

Anna kembali teringat dengan tujuannya meminta maaf pada Lucas, namun saat dia ingin membuka suara pintu lift terbuka dan pemuda tersebut mengajak Anna untuk masuk.

Anna merasa canggung berada di dalam ruangan yang hanya ada mereka berdua, apa lagi setelah ada kejadian yang tidak menyenangkan itu. Anna melirik Lucas dari ekor matanya, lelaki yang tinggi, wajahnya tampan. Seperti orang Asia Timur, tapi kenapa namanya Lucas?

"Dengan tampilan seperti itu, pasti banyak perempuan yang dengan mudah dia taklukan," batin Anna.

Gadis itu tersadar setelah beberapa saat memperhatikan Lucas, dia mengalihkan perhatiannya dengan men-scroll Metta hingga kedua matanya tertuju pada postingan orang hilang.

"Wanita ini, dia 'kan wanita itu," batin Anna.

Keringat dingin membasahi dahinya, bahkan degup jantung Anna berdetak beberapa kali lebih cepat dari biasanya.

Sebuah akun Metta yang mengatakan bahwa pacarnya hilang kemarin lusa dan sampai hari ini belum ada kabar, yang paling membuat Anna kaget adalah foto yang tercantum adalah foto perempuan yang sama persis seperti perempuan yang datang ke kosan Lucas.

Perempuan yang kemarin lusa Anna saksikan dib-unuh oleh tetangganya itu. Jadi apa yang dia lihat waktu itu benar, bukan halusinasi semata.

"Anna, apa yang kamu lihat sampai wajahmu pucat?" tanya Lucas, wajah Lucas teramat dekat dengan Anna. Secara refleks Anna menekan kuat tombol off ponselnya.

"Apakah dia melihatnya?" batin Anna. Wajah gadis itu semakin memucat, seolah darah tidak mengalir di pembuluh darah bagian wajahnya.

"A--aku, oh, temanku mengirim foto jadulku yang memalukan," dalih Anna. Padahal suhu di sore itu termasuk dingin, tapi tidak dengan apa yang dirasakan oleh Anna. Keringat dingin bercucuran, ditambah Lucas menatapnya dengan intens.

"Kita sudah di lantai 13, kamu tidak mau turun?" tanya Lucas.

Anna membeku, kedua kakinya seakan mati rasa.

"Anna, hari ini aku pulang kerja lebih cepat. Jadi jangan ragu jika kamu membutuhkan bantuan apapun," ucap Lucas dengan nada penuh kemisteriusan. Seolah dia mengatakan pada Anna bahwa gadis itu berada dalam pengawasannya.

Anna hanya mengangguk, dia memaksakan kakinya untuk berjalan secepat mungkin. Menjauh dari pemuda yang saat ini tengah tersenyum aneh.

Terpopuler

Comments

Suci Fatana

Suci Fatana

smonga lucas gk memangsa anna

2024-01-06

0

Inasitinurhasanah

Inasitinurhasanah

ini nòvel bikin aku takut tidur sendiri

2023-11-26

1

Maesaro_Ardi

Maesaro_Ardi

terima kasih banyak sudah baca novel aku kak, semoga betah 🥰

2023-10-16

2

lihat semua
Episodes
1 Tetangga Baru
2 Pertemuan Pertama
3 Sahabat
4 Sebuah Firasat
5 Jangan Sentuh Aku
6 Kisah Pilu
7 Pembunuhan
8 Mayat itu Hilang
9 Apa Benar Aku Salah Lihat?
10 Wanita itu!
11 Aku Tidak Bohong
12 Pesan dari Sersan Arthur
13 Lucas Connors
14 Strategi
15 Kekosongan
16 Dia Kembali
17 Gawat!
18 His Reason
19 Suara Anna itu Imut
20 Trust Issue
21 Dia Memang Berbahaya
22 Rayuan Lucas
23 Pendekatan
24 Kekhawatiran Anna
25 Strategi
26 Ketahuan
27 Pengejaran
28 Kelinci itu Pergi
29 Jejak Lucas
30 Dia Disini
31 Keraguan
32 Kebimbangan Hati
33 Keputusan yang Berbahaya
34 Masuk ke dalam Perangkap
35 Bau Bangkai
36 Run! Ellie, Run!
37 Tipu Daya Lucas
38 Membela Kekasih Hati
39 Kencan
40 Sentuhan Cinta Ellie
41 Berbincang
42 Keluarga Thomson
43 Aku Ingin Kalian Berdamai
44 Jangan Sentuh Barangku.
45 I Dare You
46 Wanita Baru
47 Berkenalan
48 Bukan Pembu-nuh Berantai?
49 Kenyataan Baru.
50 Senior Mencurigakan
51 Pemilik Akun Anonim
52 Viralkan Saja
53 Kamu Juga Wanita
54 Jangan Menutup Diri
55 Olah TKP
56 Gombalan Lucas
57 Laporan Palsu
58 Bukan Dia
59 Siapa Dia?
60 Rencana Ellie
61 Selingkuh
62 Dia Berbohong
63 Urus Saja Hidupmu.
64 Nasihat
65 Tertangkap
66 Sudut Pandang Rey
67 Kemarahan Lucas
68 Jangan, El.
69 Berbohong
70 Sahabat atau Cinta?
71 Jadilah Milikku, El.
72 Pelaku Tertangkap?
73 Pelaku Terungkap
74 Ellie Menjadi Sandera
75 Selamat Tinggal
76 Bagaimana Kamu Di Sini?
77 Sikap Aneh Lucas.
78 Penjelasan Lucas
79 Proses Interogasi
80 Membuntuti Sersan Arthur
81 Penyamaran
82 Berkenalan
83 Lucas di mata Anna.
84 Mengulik Informasi
85 Arthur Colvin
86 Kelinciku Direbut
87 Kesenangan Lucas
88 Tetangga Psikopat Kembali
89 Pepet Teros!
90 Ditemukannya Mayat Tanpa Identitas
91 Lucas Cemburu
92 Hilangnya Ponsel Anna
93 Siapa yang mengambil?
94 Penyerangan
95 Di mana keberadaanmu, Anna?
96 Ketemu!
97 Kenyataan Pahit
98 Kamu itu beda, Anna.
99 Ambisi Lucas
100 Jadilah Milikku, Anna.
101 Penjelasan Rey
102 Lucas Hilang
103 Kondisi Anna
104 Air Mata Rey
105 Anna Kembali
106 Perpisahan
107 Isi Hati Anna
108 Menyelinap.
109 You are mine!
110 Mahkota terenggut 21+
111 Kehancuran Anna 21+
112 Keputusasaan.
113 Kegilaan Lucas 21+
114 Anna yang malang.
115 Manusia tak berhati
116 Perasaan Aneh
117 Penggerebekan
118 Pertarungan
119 Aksi Anna
120 Anna tertembak
121 Kondisi Darurat
122 Anna Hamil
123 Impian Lucas
124 Ingatan yang hilang
125 Tipu daya Lucas
126 Trik Lucas
127 Keputusan Lucas
128 Rahasia itu terkuak
129 Memori itu kembali
130 Penyesalan
131 Usai
Episodes

Updated 131 Episodes

1
Tetangga Baru
2
Pertemuan Pertama
3
Sahabat
4
Sebuah Firasat
5
Jangan Sentuh Aku
6
Kisah Pilu
7
Pembunuhan
8
Mayat itu Hilang
9
Apa Benar Aku Salah Lihat?
10
Wanita itu!
11
Aku Tidak Bohong
12
Pesan dari Sersan Arthur
13
Lucas Connors
14
Strategi
15
Kekosongan
16
Dia Kembali
17
Gawat!
18
His Reason
19
Suara Anna itu Imut
20
Trust Issue
21
Dia Memang Berbahaya
22
Rayuan Lucas
23
Pendekatan
24
Kekhawatiran Anna
25
Strategi
26
Ketahuan
27
Pengejaran
28
Kelinci itu Pergi
29
Jejak Lucas
30
Dia Disini
31
Keraguan
32
Kebimbangan Hati
33
Keputusan yang Berbahaya
34
Masuk ke dalam Perangkap
35
Bau Bangkai
36
Run! Ellie, Run!
37
Tipu Daya Lucas
38
Membela Kekasih Hati
39
Kencan
40
Sentuhan Cinta Ellie
41
Berbincang
42
Keluarga Thomson
43
Aku Ingin Kalian Berdamai
44
Jangan Sentuh Barangku.
45
I Dare You
46
Wanita Baru
47
Berkenalan
48
Bukan Pembu-nuh Berantai?
49
Kenyataan Baru.
50
Senior Mencurigakan
51
Pemilik Akun Anonim
52
Viralkan Saja
53
Kamu Juga Wanita
54
Jangan Menutup Diri
55
Olah TKP
56
Gombalan Lucas
57
Laporan Palsu
58
Bukan Dia
59
Siapa Dia?
60
Rencana Ellie
61
Selingkuh
62
Dia Berbohong
63
Urus Saja Hidupmu.
64
Nasihat
65
Tertangkap
66
Sudut Pandang Rey
67
Kemarahan Lucas
68
Jangan, El.
69
Berbohong
70
Sahabat atau Cinta?
71
Jadilah Milikku, El.
72
Pelaku Tertangkap?
73
Pelaku Terungkap
74
Ellie Menjadi Sandera
75
Selamat Tinggal
76
Bagaimana Kamu Di Sini?
77
Sikap Aneh Lucas.
78
Penjelasan Lucas
79
Proses Interogasi
80
Membuntuti Sersan Arthur
81
Penyamaran
82
Berkenalan
83
Lucas di mata Anna.
84
Mengulik Informasi
85
Arthur Colvin
86
Kelinciku Direbut
87
Kesenangan Lucas
88
Tetangga Psikopat Kembali
89
Pepet Teros!
90
Ditemukannya Mayat Tanpa Identitas
91
Lucas Cemburu
92
Hilangnya Ponsel Anna
93
Siapa yang mengambil?
94
Penyerangan
95
Di mana keberadaanmu, Anna?
96
Ketemu!
97
Kenyataan Pahit
98
Kamu itu beda, Anna.
99
Ambisi Lucas
100
Jadilah Milikku, Anna.
101
Penjelasan Rey
102
Lucas Hilang
103
Kondisi Anna
104
Air Mata Rey
105
Anna Kembali
106
Perpisahan
107
Isi Hati Anna
108
Menyelinap.
109
You are mine!
110
Mahkota terenggut 21+
111
Kehancuran Anna 21+
112
Keputusasaan.
113
Kegilaan Lucas 21+
114
Anna yang malang.
115
Manusia tak berhati
116
Perasaan Aneh
117
Penggerebekan
118
Pertarungan
119
Aksi Anna
120
Anna tertembak
121
Kondisi Darurat
122
Anna Hamil
123
Impian Lucas
124
Ingatan yang hilang
125
Tipu daya Lucas
126
Trik Lucas
127
Keputusan Lucas
128
Rahasia itu terkuak
129
Memori itu kembali
130
Penyesalan
131
Usai

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!