Lucas Connors

Mentari yang baru saja keluar dari peraduannya sudah disambut oleh Anna, gadis itu telah bersiap untuk pergi menemui Sersan Arthur.

"Kamu mau pergi sekarang, Ann? Padahal hari ini kamu nggak ada kelas."

"Iya, El. Aku mau ketemu sama Mrs. Martha, ambil kunci cadangan. Terima kasih untuk semuanya ya, El."

"Apaan sih, kayak sama orang lain saja." Ellie masih mengenakan piyama, sama seperti Anna yang tidak ada kelas. Jadi rencananya nanti siang Ellie akan pergi dengan kenalannya.

"Ku antar sampai depan, Ann."

Ellie menautkan lengannya dengan lengan Anna, kedua gadis itu kemudian menuruni tangga menuju pintu gerbang.

"Orang tua kamu mana, El? Aku mau pamitan dulu."

"Oh, mereka pagi-pagi juga sudah pergi, Ann. Nggak pamitan juga nggak masalah kok, nanti aku sampaikan salam darimu."

"Hm, baiklah."

"Segera kabari aku kalau kamu sudah sampai kos," pinta Ellie.

"Sure. thank's a lot, El."

"Nah, no worries." Ellie memberikan pelukan hangat untuk sahabatnya.

"Datanglah kesini kapanpun kamu ada masalah, Ann. I'm here with you," ucap Ellie lirih.

"Thank's, El."

Setelah cukup saling memberi semangat, Anna kembali melanjutkan perjalanannya. Beruntung rumah Ellie dekat dengan halte bus, jadi memudahkan Anna.

Getar ponsel Anna menyita perhatian gadis itu, setelah melihat nama pengirim pesan di aplikasi hijau, Anna segera membuka pesan tersebut.

[Perubahan tempat bertemu, aku tunggu di kafe yang dekat kantor polisi.]

Isi pesan Sersan Arthur yang mengubah tempat janjian mereka, awalnya polisi tersebut meminta bertemu di kantor polisi namun sekarang berubah.

[Oke]

Anna membalas dengan singkat, keduanya saling bertukar pesan seperlunya saja.

Bus yang akan membawa Anna ke destinasi yang dia tuju akhirnya datang, gadis itu segera memasuki bus dan duduk di bangku paling depan.

Seperti biasa, meski Anna duduk tenang dan terlihat seperti tidak memiliki beban hidup atau bahkan ke khawatiran, namun sayangnya apa yang nampak di luar tidak sama dengan apa yang ada di dalam pikiran Anna saat ini.

Berbagai pikiran negatif menghantui Anna, dia tidak yakin apakah Sersan Arthur benar membantunya, percaya dengannya atau hanya sekedar basa basi semata.

"Kenapa hidupku jadi rumit seperti ini? Dulu walaupun harus tetap banting tulang, membagi waktu antara kerja dan kuliah tali tidak seperti sekarang," gumam Anna.

Gadis yang bernama lengkap Anna Perlina itu termenung, raut wajahnya kini sudah mendung.

"Gini amat ya nasibku, punya tetangga ganteng tapi psiko. Kalau emang benar dia itu pembunuh, apa yang akan terjadi padaku nanti?"

"Tidak mudah mencari kosan yang ramah di kantong, biarpun kosan Mrs. Martha sangat tua tapi hanya di sana lah yang sesuai dengan kemampuanku."

"Aku jadi ingin pulang ke Indonesia," gumam Anna.

Dari tadi gadis itu bermonolog dengan dirinya sendiri, beruntung dia hidup di negara yang tidak begitu perduli dengan urusan orang lain. Kalau di tempat asalnya, jika ada orang yang berbicara sendiri sudah di sangka jadi orang gila.

Entah dari mana asal opini tersebut jadi patokan menjudge orang lain gila hanya dari bicara sendiri, padahal bisa saja karena orang itu tidak begitu percaya dengan orang lain.

"Oh, hampir saja aku kebablasan."

Anna yang menyadari lokasi pemberhentian kali ini segera turun dari bus, tanpa dia sadari sepasang mata yang memperhatikannya dari arah belakang.

Sorot mata itu begitu tajam mengamati gadis itu bangun dari duduknya, sampailah Anna turun dari bus. Namun pemilik sepasang mata itu tidak ikut turun di halte yang sama dengan Anna.

"Sepertinya benar di sini kafenya."

Klining....!

Bunyi lonceng di atas pintu masuk kafe setiap ada pengunjung datang, saat Anna membuka pintu tersebut. Gadis itu mencari sosok Sersan Arthur diantara orang yang tengah menikmati sarapan di kafe tersebut.

"Anna, di sini!" Seru Arthur saat dia melihat Anna tengah celingukan mencari dirinya.

Mendengar ada orang yang memanggil namanya, Anna menoleh ke sumber suara dan mendapati Sersan Arthur melambaikan tangannya. Anna bergegas menuju meja Sersan Arthur berada, setelah dia sudah berada di hadapan pemuda awal 30 tahun itu, Anna segera menarik kursi dan duduk.

"Maaf memanggil kamu pagi-pagi, mau sarapan apa?"

"Hm, kopi saja." Anna segan jika memilih menu yang lain, kafe itu nampak fancy dan dia yakin harga di daftar menu pasti mahal.

"Baiklah." Arthur memanggil pelayan kafe dan memesan kopi untuk Anna.

"Kamu masih ingat dengan laporan orang hilang yang kamu katakan kemarin?" tanya Arthur tanpa basa-basi lagi.

"Iya, tentu saja."

"Sebenarnya, aku tidak tahu apa ini saling berhubungan atau tidak. Empat tahun lalu, kakak perempuanku juga hilang."

Arthur menjeda ceritanya, setiap kali kisah itu dia ungkit ada perasaan bersalah menghinggapinya.

"Kamu tahu, kakak ku itu memiliki ciri yang sama dengan foto wanita yang hilang itu. Berambut coklat yang panjang bergelombang, bahkan senyum mereka juga mirip. Aku tidak mengaku kalau wanita itu adalah saudariku. Hanya saja mereka punya kemiripan yang sama," tutur Arthur.

"Jadi, maksud Anda keduanya bisa saja mengalami nasib yang sama?" tanya Anna, pikirannya makin berkecamuk.

"Aku tidak yakin, waktu saudariku hilang. Aku tidak punya kuasa apapun, aku sudah mengerahkan segala upaya tapi tetap tidak di temukan sampai sekarang."

"Aku pun benci dengan situasi di tempat kerja yang isinya orang-orang tidak kompeten dan suka korupsi. Aku punya satu informasi sebagai alat suap agar aku bungkam dengan kelakuan mereka," ujar Arthur.

"Apa itu?"

"Dua tahun lalu ada dua wanita yang dinyatakan hilang dengan ciri yang sama, lihatlah."

Arthur memperlihatkan sebuah file dari laptopnya, sebuah analisis tentang kesamaan antara keempat korban. Dari keempat korban tersebut hanya dua yang dinyatakan meninggal, sementara saudari Arthur dan perempuan yang di lihat oleh Anna masih belum ditemukan keberadaannya.

"Jadi, maksud Anda, Lucas itu adalah seorang pembunuh berantai? Lalu selama empat tahun ini dia dibiarkan berkeliaran?" Anna sangat kaget dengan apa yang dia baca, jika benar demikian sudah berapa orang yang nyawanya diambil oleh Lucas?

"Bukan begitu," sanggah Arthur.

"Bukan bagaimana? Anda tahu orang yang kemungkinan besar adalah pembunuh berantai itu sekarang sedang ada di sekitarku!"

"Ssst... tenanglah. Walau aku polisi, aku tidak bisa dengan seenaknya menangkap warga sipil tanpa bukti yang kuat. Apa lagi Lucas Connors adalah warga dengan kelakuan yang baik."

Lucas Connors? Apakah itu nama lengkap tetangga psikopatnya?

"Lalu, Anda ingin aku berbuat apa? Apa Anda ingin aku jadi korban selanjutnya?" tanya Anna, dia mencoba untuk bersikap tenang. Anna juga tidak mau menjadi pusat perhatian pengunjung kafe.

"Kita butuh bukti, Ann. Bukti yang kuat, yang bisa menjebloskan Lucas Connors. Aku punya rencana, kamu mau dengar?"

Tanpa berfikir panjang Anna langsung mengangguk. Dia siap bekerja sama dengan Arthur untuk menangkap tetangganya.

Terpopuler

Comments

Ahmadjahuri

Ahmadjahuri

jngab2 arthur temannya lucas

2023-12-09

1

lihat semua
Episodes
1 Tetangga Baru
2 Pertemuan Pertama
3 Sahabat
4 Sebuah Firasat
5 Jangan Sentuh Aku
6 Kisah Pilu
7 Pembunuhan
8 Mayat itu Hilang
9 Apa Benar Aku Salah Lihat?
10 Wanita itu!
11 Aku Tidak Bohong
12 Pesan dari Sersan Arthur
13 Lucas Connors
14 Strategi
15 Kekosongan
16 Dia Kembali
17 Gawat!
18 His Reason
19 Suara Anna itu Imut
20 Trust Issue
21 Dia Memang Berbahaya
22 Rayuan Lucas
23 Pendekatan
24 Kekhawatiran Anna
25 Strategi
26 Ketahuan
27 Pengejaran
28 Kelinci itu Pergi
29 Jejak Lucas
30 Dia Disini
31 Keraguan
32 Kebimbangan Hati
33 Keputusan yang Berbahaya
34 Masuk ke dalam Perangkap
35 Bau Bangkai
36 Run! Ellie, Run!
37 Tipu Daya Lucas
38 Membela Kekasih Hati
39 Kencan
40 Sentuhan Cinta Ellie
41 Berbincang
42 Keluarga Thomson
43 Aku Ingin Kalian Berdamai
44 Jangan Sentuh Barangku.
45 I Dare You
46 Wanita Baru
47 Berkenalan
48 Bukan Pembu-nuh Berantai?
49 Kenyataan Baru.
50 Senior Mencurigakan
51 Pemilik Akun Anonim
52 Viralkan Saja
53 Kamu Juga Wanita
54 Jangan Menutup Diri
55 Olah TKP
56 Gombalan Lucas
57 Laporan Palsu
58 Bukan Dia
59 Siapa Dia?
60 Rencana Ellie
61 Selingkuh
62 Dia Berbohong
63 Urus Saja Hidupmu.
64 Nasihat
65 Tertangkap
66 Sudut Pandang Rey
67 Kemarahan Lucas
68 Jangan, El.
69 Berbohong
70 Sahabat atau Cinta?
71 Jadilah Milikku, El.
72 Pelaku Tertangkap?
73 Pelaku Terungkap
74 Ellie Menjadi Sandera
75 Selamat Tinggal
76 Bagaimana Kamu Di Sini?
77 Sikap Aneh Lucas.
78 Penjelasan Lucas
79 Proses Interogasi
80 Membuntuti Sersan Arthur
81 Penyamaran
82 Berkenalan
83 Lucas di mata Anna.
84 Mengulik Informasi
85 Arthur Colvin
86 Kelinciku Direbut
87 Kesenangan Lucas
88 Tetangga Psikopat Kembali
89 Pepet Teros!
90 Ditemukannya Mayat Tanpa Identitas
91 Lucas Cemburu
92 Hilangnya Ponsel Anna
93 Siapa yang mengambil?
94 Penyerangan
95 Di mana keberadaanmu, Anna?
96 Ketemu!
97 Kenyataan Pahit
98 Kamu itu beda, Anna.
99 Ambisi Lucas
100 Jadilah Milikku, Anna.
101 Penjelasan Rey
102 Lucas Hilang
103 Kondisi Anna
104 Air Mata Rey
105 Anna Kembali
106 Perpisahan
107 Isi Hati Anna
108 Menyelinap.
109 You are mine!
110 Mahkota terenggut 21+
111 Kehancuran Anna 21+
112 Keputusasaan.
113 Kegilaan Lucas 21+
114 Anna yang malang.
115 Manusia tak berhati
116 Perasaan Aneh
117 Penggerebekan
118 Pertarungan
119 Aksi Anna
120 Anna tertembak
121 Kondisi Darurat
122 Anna Hamil
123 Impian Lucas
124 Ingatan yang hilang
125 Tipu daya Lucas
126 Trik Lucas
127 Keputusan Lucas
128 Rahasia itu terkuak
129 Memori itu kembali
130 Penyesalan
131 Usai
Episodes

Updated 131 Episodes

1
Tetangga Baru
2
Pertemuan Pertama
3
Sahabat
4
Sebuah Firasat
5
Jangan Sentuh Aku
6
Kisah Pilu
7
Pembunuhan
8
Mayat itu Hilang
9
Apa Benar Aku Salah Lihat?
10
Wanita itu!
11
Aku Tidak Bohong
12
Pesan dari Sersan Arthur
13
Lucas Connors
14
Strategi
15
Kekosongan
16
Dia Kembali
17
Gawat!
18
His Reason
19
Suara Anna itu Imut
20
Trust Issue
21
Dia Memang Berbahaya
22
Rayuan Lucas
23
Pendekatan
24
Kekhawatiran Anna
25
Strategi
26
Ketahuan
27
Pengejaran
28
Kelinci itu Pergi
29
Jejak Lucas
30
Dia Disini
31
Keraguan
32
Kebimbangan Hati
33
Keputusan yang Berbahaya
34
Masuk ke dalam Perangkap
35
Bau Bangkai
36
Run! Ellie, Run!
37
Tipu Daya Lucas
38
Membela Kekasih Hati
39
Kencan
40
Sentuhan Cinta Ellie
41
Berbincang
42
Keluarga Thomson
43
Aku Ingin Kalian Berdamai
44
Jangan Sentuh Barangku.
45
I Dare You
46
Wanita Baru
47
Berkenalan
48
Bukan Pembu-nuh Berantai?
49
Kenyataan Baru.
50
Senior Mencurigakan
51
Pemilik Akun Anonim
52
Viralkan Saja
53
Kamu Juga Wanita
54
Jangan Menutup Diri
55
Olah TKP
56
Gombalan Lucas
57
Laporan Palsu
58
Bukan Dia
59
Siapa Dia?
60
Rencana Ellie
61
Selingkuh
62
Dia Berbohong
63
Urus Saja Hidupmu.
64
Nasihat
65
Tertangkap
66
Sudut Pandang Rey
67
Kemarahan Lucas
68
Jangan, El.
69
Berbohong
70
Sahabat atau Cinta?
71
Jadilah Milikku, El.
72
Pelaku Tertangkap?
73
Pelaku Terungkap
74
Ellie Menjadi Sandera
75
Selamat Tinggal
76
Bagaimana Kamu Di Sini?
77
Sikap Aneh Lucas.
78
Penjelasan Lucas
79
Proses Interogasi
80
Membuntuti Sersan Arthur
81
Penyamaran
82
Berkenalan
83
Lucas di mata Anna.
84
Mengulik Informasi
85
Arthur Colvin
86
Kelinciku Direbut
87
Kesenangan Lucas
88
Tetangga Psikopat Kembali
89
Pepet Teros!
90
Ditemukannya Mayat Tanpa Identitas
91
Lucas Cemburu
92
Hilangnya Ponsel Anna
93
Siapa yang mengambil?
94
Penyerangan
95
Di mana keberadaanmu, Anna?
96
Ketemu!
97
Kenyataan Pahit
98
Kamu itu beda, Anna.
99
Ambisi Lucas
100
Jadilah Milikku, Anna.
101
Penjelasan Rey
102
Lucas Hilang
103
Kondisi Anna
104
Air Mata Rey
105
Anna Kembali
106
Perpisahan
107
Isi Hati Anna
108
Menyelinap.
109
You are mine!
110
Mahkota terenggut 21+
111
Kehancuran Anna 21+
112
Keputusasaan.
113
Kegilaan Lucas 21+
114
Anna yang malang.
115
Manusia tak berhati
116
Perasaan Aneh
117
Penggerebekan
118
Pertarungan
119
Aksi Anna
120
Anna tertembak
121
Kondisi Darurat
122
Anna Hamil
123
Impian Lucas
124
Ingatan yang hilang
125
Tipu daya Lucas
126
Trik Lucas
127
Keputusan Lucas
128
Rahasia itu terkuak
129
Memori itu kembali
130
Penyesalan
131
Usai

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!