" Itu Bu, para warga sedang menggerebek Mbak Nayla dengan seorang pria dalam satu kamar " ucap Pria paruh baya itu.
DUUUAAARRR..... !!!!
Dunia seakan runtuh malam itu juga. Sekujur tubuh ini terasa lemas. Bola mata indah ini mengembun begitu saja tanpa diminta. Bahkan dalam sekejap bulir bulir bening itu telah menghujani wajah cantik menantu satu satu nya keluarga besar Pradana itu. Bibir indah ini berubah pucat pasi dan tampak bergetar.
Apa tadi ? Nayla bersama seorang pria dalam satu kamar. Siapa pria yang dimaksud. Apakah itu suami Dara. Oh Tuhan, kenapa cobaan ini sangat berat.
Tidak... Ini pasti tidak benar. Dengan segera Dara menepis nya. Pria itu pasti bukan suami nya. Menggeleng untuk kesekian kali nya. Pria terhormat dari keluarga yang terhormat tidak akan pernah melakukan perbuatan hina seperti yang mereka katakan. Pria dengan kepribadian yang baik dan memiliki otak yang cerdas itu tidak mungkin menjatuhkan diri nya sendiri. Ya, itu dulu saat Bryan menjadi putra mahkota keluarga Pradana. Tapi sekarang, setelah masa lalu nya tenggelam semua seakan berbeda.
Dara menghela nafas nya pelan, itu Dara lakukan berkali kali sampai diri nya dapat dikendalikan. Dengan sadar Dara berlari ke dalam rumah itu tanpa permisi. Menuju ke arah kerumunan orang yang didominasi oleh bapak bapak dan beberapa orang wanita paruh baya. Menyibak kerumunan orang dan tibalah Dara pada pusat perhatian itu.
" Bryaaaannn ....... "
Teriak Dara dengan nada bergetar menahan tangis nya. " Apa yang kamu lakukan ? "
Dapat Dara lihat dengan jelas, gadis seumuran dengan nya bersandar di rancang dengan selimut yang menutupi tubuh nya. Terdengar jelas isak tangis gadis yang orang bilang telah ternoda itu. Disebelah nya terdapat seorang pria yang nampak mengerjapkan mata nya berkali kali mengumpulkan kesadaran nya bahkan memegangi kepala nya yang terasa berat.
Ribuan pertanyaan telah dilontarkan pada dua anak manusia yang tertangkap basah ini. Nayla tak menjawab, hanya isak tangis yang keluar dari bibir nya. Sedangkan suami Dara ini nampak nya masih bingung dengan apa yang telah terjadi.
Putra Mahendra itu mendongak, dilihat nya gadis cantik yang sedang terpukul itu. Dengan spontan pria tampan itu mengenakan baju nya. Lalu bangkit meskipun langkah nya tampak sempoyongan.
" Pak RT, bapak bapak ini tidak seperti yang anda lihat ". Lalu pria itu melangkah mendekat kemudian menatap Bu Seto dan Dara. Bahkan ketiga sahabat Dara yang berdiri dibelakang Dara itu pun masih mematung dan tidak percaya dengan adegan yang mereka lihat.
" Bu Seto, Dara, aku tidak melakukan itu pada Nayla. Bahkan aku juga tidak tau kenapa Nayla bisa ada di kamar ini" Jelas Bryan. Bu Seto diam, bahkan Dara pun hanya menggeleng dengan air mata yang sudah tumpah berkali kali. Ntah lah apa maksud dari gelengan itu.
" Tidak seperti yang anda lihat maksud mu, enak sekali kamu mengelak. Jelas jelas saat kami mendobrak pintu kamar ini. Kalian berdua saling berpelukan bahkan kalian bertelanjang da - da . Apa nama nya kalau kalian tidak berbuat zi - na ." jelas Pak RT tegas.
" Iya benar, segera nikahkan saja ". terdengar riuh bapak bapak yang lain ikut menimpali.
Deg
" Apa menikah " lirih Dara. Bagaikan dihantam bom berkali kali yang siap meledak. Tubuh ini sangat sulit untuk bergerak. Bahkan bibir ini sudah tidak mampu terucap lagi.
" Bapak bapak, ibu ibu aku bisa jelaskan semua nya. Tolong jangan hakimi kami, aku juga tidak tau kenapa ini bisa terjadi. Tadi setelah makan malam kepala ku terasa pusing dan memilih ke kamar untuk tidur. Untuk Nayla kenapa bisa ada disini aku pun juga tidak tau. Dan aku juga tidak menyentuh Nayla sama sekali. " Jelas Bryan dengan nada yang mulai naik.
" Ra, percaya sama aku " Ucap nya seraya menatap Dara. Tatapan yang berharap ada seseorang yang percaya pada nya. Lalu beralih ke arah Bu Seto " Bu, tolong percaya sama aku ". Bu Seto seketika menitihkan air mata merasa iba dengan situasi yang terjadi.
Pria yang merasa diri nya terhakimi ini kelimpungan membela diri nya. Pasal nya tidak ada satu pun orang yang membela nya. Bagaimana bisa membela. Semua pasang mata yang melihat tau apa yang mereka berdua lakukan.
" Arkhhhh... " teriak Bryan mengacak rambut nya frustasi. lalu mendekat ke arah Nayla yang dari tadi hanya terdengar Isak tangis nya tanpa pembelaan sama sekali.
" Nay, ayo bicara. Jangan diam saja. Kita tidak melakukan perbuatan dosa itu kan. Ayo Ra katakan. Ini semua pasti jebakan. " Sentak Bryan pada Nayla. Terdengar suara Bryan yang semakin meninggi karena kesal dengan keadaan ini. Merasa diri nya tak melakukan apapun. Kini Pria itu menumpahkan air mata nya. Air mata yang tidak pernah keluar pada sosok tampan seorang Bryan Adi Pradana. Dan hari ini pria itu tampak membela diri nya dengan beruraian air mata.
Dara sebenarnya kasihan dengan suami nya itu. Dia terus saja menolak dan melakukan pembelaan bahwa diri nya tidak melakukan nya dengan Nayla. "Aku percaya, kamu tidak mungkin melakukan nya kak, tapi untuk hari ini bagaimana bisa aku percaya pada mu " batin Dara menjerit.
" Nay , Ayo Nay katakan " teriak Bryan lagi dengan nada bicara yang sudah naik ke puncak nya.
Plaaakkkk
Satu tamparan secara tiba tiba mendarat dari tangan kekar Beni ke wajah tampan Bryan. Ntah dari mana saja Beni tadi, kenapa dia baru muncul. Bahkan adegan ini membuat Dara meringis merasakan tamparan yang suami nya itu terima. " Apa yang kamu lakukan pada putri ku. Kamu harus bertanggung jawab, nikahi dia segera " ucap Beni lantang tanpa ragu.
" Tapi Om, aku tidak melakukan itu pada Nayla. Nay, ayo katakan kita tidak melakukan apa apa seperti yang mereka tuduhkan. Arkhhhh... " Umpat Bryan karena lagi lagi Nayla terus bungkam.
" Nayla putri ku, apa yang terjadi nak, apakah Bagas melakukan itu pada mu " tanya Beni lirih. Semua pasang mata nampak nya menunggu jawaban dari gadis yang sedari tadi hanya menangis itu.
Termasuk Dara yang harap harap cemas mendengar jawaban dari Nayla.
Detik kemudian....
Nayla mengangguk tanda mengiyakan pertanyaan Ayah nya. Satu anggukan kepala yang berhasil membuat jantung Dara seakan berhenti berdetak saat itu juga. Harapan nya seakan pupus begitu saja. Bahkan Bryan melotot dan menggeleng seolah menolak pengakuan Nayla. Mengusap wajah nya kasar " Arkhhhh... sandiwara macam apa ini " umpat Bryan dengan emosi yang nampak meletup letup.
Terdengar bisik bisik warga yang semakin mantap dengan tuduhan nya dan meminta pria di hadapan nya untuk segera menikahi putri Beni itu. Telinga Dara seakan panas mendengar nya bahkan hati lembut Dara bak tertusuk duri berkali kali saat mendengar riuh warga yang semakin kekeh untuk menikahkan dua anak manusia ini.
" Kamu dengar sendiri kan pengakuan putri ku. " seru Beni dengan menyunggingkan senyum nya merasa menang. Bahkan Bryan terlihat pasrah. Semua tuduhan tertuju pada nya. Semua pembelaan sudah dia lakukan. Tak ada satupun yang percaya pada nya. Bryan semakin tak berdaya disini.
" Baiklah, semua sudah jelas. Pak Beni segera nikahkan pria ini dengan putri anda. " Ucap pak RT tegas lalu pergi meninggalkan rumah Beni dan menyuruh warga nya untuk bubar.
Bu Seto dan sahabat Dara merangkul dan menguatkan Dara. Wajah cantik ini sangat pucat dan tubuh nya terlihat lemas. Perjuangan nya seakan berakhir hari ini juga. Bahkan Dara sudah tak mampu mengungkapkan lagi bahwa laki laki yang dihakimi itu adalah suami nya. Keputusan yang membuat tubuh ini seakan lumpuh. Persendian Dara nampak lemas dan tiba tiba....
Brukkkk
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 75 Episodes
Comments