"Memperjuangkan cinta ternyata berat juga ya, Udah terjatuh, terpeleset lagi." Sindir Loly saat Bu Seto memijit pergelangan kaki Dara. Seketika langsung mendapatkan tatapan tajam dari Dara dan Loly hanya cengar cengir.
" Sabar non, den Bryan pasti kembali." ucap istri pak Seto itu menenangkan Dara. " Gimana non udah enakan kaki nya." tanya Bu Seto setelah mengakhiri pijitan nya.
Dara lalu berdiri. " Wah udah enakan buk. Makasih ya" ucap Dara memeluk Bu Seto. Selain sebagai petani kebun teh, rupa nya istri pak Seto ini juga sebagai tukang pijat di desa itu.
Sore itu Pak Seto memberi tahu gadis gadis yang saat ini tinggal di rumah nya. Bahwa di desa mereka tinggal baru dibuka pasar malam yang terletak di lapangan sebelah kantor kelurahan.
Yola dan Loly nampak bersiap siap, lain hal nya dengan Cici yang masih mengotak atik laptop nya untuk mengumpulkan tugas kuliah. Sedangkan Dara jangan ditanya, tentu nya masih berkutat mengotak atik pikiran nya untuk mendapatkan kembali suami nya.
" Ayo Ci, kita ke pasar malam. Bosen tau di kamar terus " ajak Yola. Cici yang masih sibuk dengan tugas kuliah nya itu nampak fokus dan tidak menjawab ajakan sahabat nya. Diantara ketiga sahabat Dara. Memang Cici yang paling rajin dan pintar. Merasa Cici tak menyahut "Ci, ikut ya " rengek Yola kemudian.
" Iya iya Bentar lagi, masih ngirim tugas ini " jawab Cici cuek.
"Ra, ayo siap siap ikut ke pasar malam kan. Siapa tau seru." kini giliran Loly yang bertanya.
" Males ah, Capek " jawab Dara singkat
" Yakin nggak mau " tanya nya dengan menaik turunkan kedua alis nya menggoda. " Siapa tau nanti kamu ketemu Kak Bryan disana. Emang nya kamu mau kak Bryan jalan berduaan sama Si nenek lampir 2 itu. Yakin nggak nyesel " ucap Loly nampak mengompori Dara.
Dara seketika diam lalu berdiri cepat. " Oke oke aku ikut , aku dandan sekarang " jawab Dara lalu bergegas mengganti pakaian nya. Loly dan Yola seketika menahan tawa melihat tingkah Dara.
" Dasar Bucin " ucap nya kemudian.
Kini Dara sudah terlihat cantik dengan memakai dress warna dusty pink setinggi lutut, dengan make up natural membuat Dara bukan hanya terlihat cantik tapi sangat mempesona.
" Ayo berangkat" Ucap Dara yang membuat ketiga sahabat nya melotot. " Wih cantik banget Ra " puji sahabat nya itu.
Kini keempat gadis itu sudah tiba di pasar malam. Suasana di pasar malam sangat lah ramai. Remaja, anak anak bahkan sampai orang tua semua hadir. Berbagai permainan sudah mereka coba.
Kini mereka berempat akan memasuki arena rumah hantu. Langkah Dara seketika terhenti saat melihat Bryan dan Nayla. Tangan kanan Nayla menggenggam erat tangan Bryan. Sedangkan tangan kiri nya tampak membawa permen kapas yang seperti nya baru di beli nya. Tahu akan kehadiran Dara membuat Nayla tersenyum bahagia dan semakin mempererat genggaman nya, seolah mengatakan bahwa pria di samping nya itu hanyalah milik nya. Hening tak ada percakapan. Hanya mata yang kini saling adu pandang.
"Kak, tunggu sebentar ya, aku mau ke toilet " ucap Nayla. Dan dijawab anggukan kepala oleh Bryan.
" Hey " sapa Bryan kemudian. " Hey kak " Balas Yola dan Loly bersamaan. Sedangkan Dara hanya tersenyum tipis. Sedangkan Cici tetap cuek aja.
5 menit kemudian pintu rumah hantu terbuka tanda pengunjung selanjutnya untuk masuk. Dara, Yola, Cici dan Loly masuk ke dalam.
" Maaf mbak, untuk masuk area rumah hantu harus 5 orang. Kurang 1 lagi mbak " ucap petugas yang berjaga. Dan keempat gadis itu seketika saling pandang. Seolah mengatakan siapa 1 orang lagi.
" Eh mas, ayo masuk sekalian. Masak pacar nya disuruh masuk sendiri sih mas." celetuk petugas tersebut saat melihat Bryan berdiri di depan pintu masuk seorang diri.
Dengan gerakan cepat Yola keluar dan menarik tangan Bryan untuk masuk. " Ayo kak " ucapnya. Dan membuat Bryan kebingungan pasal nya dia masih menunggu Nayla dari toilet. Tak mungkin dia meninggalkan Nayla sendiri. Dia pasti akan mencari. Tapi- .... Belum sempat Bryan menolak pintu rumah hantu mendadak tertutup. Akhir nya mau tidak mau Bryan ikut bersama dengan keempat gadis itu meski hati nya cemas meninggalkan Nayla. Dan sudah dipastikan gadis itu akan marah.
Di dalam permainan rumah hantu, Yola , Loly dan Cici tak henti henti nya mencari cara untuk mendekatkan Dara dan Bryan. Dan benar saja, Dara yang penakut beberapa kali ketakutan dan memeluk Bryan. Setelah melewati rintangan yang panjang dan mendebarkan akhir nya mereka tiba di finish dan bisa bernafas lega.
Pintu keluar rumah hantu terbuka, Bryan keluar dengan posisi masih memeluk Dara. Diikuti ketiga sahabat Dara dibelakang nya. Mata Nayla seketika terbelalak, dengan sorot mata yang tajam dan tangan yang mengepal terlihat jelas raut wajah gadis ini sedang marah. Bryan tersentak dan melepaskan pelukan nya pelan.
Detik kemudian ...
Plaaakkkk
Satu hadiah tamparan keras Nayla layangkan ke pipis mulus Dara. Dan membuat Bryan tercengang.
" Nayla " teriak Bryan yang kini menaikan nada bicara nya. Pada dasarnya Bryan memang orang yang tak suka kekerasan. Tak terima sahabat nya diperlukan seperti itu kini Yola dan Loly reflek menarik rambut Nayla. Atraksi jambak menjambak pun terjadi. Cici dan beberapa orang yang dekat dengan keberadaan mereka mencoba melerai. Sedangkan Bryan menatap Dara sendu. Dara nampak memegangi pipi nya dan sesekali meringis kesakitan. Bryan memegang tangan Dara dan menjauhkan dari wajah nya. Astaga wajah cantik itu nampak memerah.
" Berhenti " Teriak Bryan yang sukses membuat ketiga gadis itu menghentikan aktifitas nya.
" Nayla, minta maaf sama dia " perintah Bryan.
" Enggak, aku nggak mau " Ucap Nayla ketus.
" Nay, lihat apa yang kamu lakukan sudah melukai wajah nya. Cepat minta maaf. " bentak Bryan sekali lagi.
" Jahat kamu kak, kamu lebih membela dia daripada aku. Padahal jelas gadis ini sengaja membuat Kak Bagas meninggal aku. Biar bisa berduaan dengan kakak. " Ucap nya pada Bryan lalu menatap tajam Dara. " Itu hanya peringatan kecil ya buat kamu," Tunjuk Nayla pada Dara. " Masih berani dekati calon suami ku, aku bisa berbuat lebih dari ini. " Ancam Nayla dengan tangan yang masih mengepal dan pergi begitu saja.
Ada rasa sesak di dada, kenapa gadis itu yang mengancam nya, harus nya Dara yang memperingatinya agar tidak dekat dengan suami nya. Tangan Bryan terangkat untuk memegang pipi Dara pelan, " maafkan Nayla, aku harus pergi dulu. jangan lupa diobati luka nya . " Ucap Bryan kemudian meninggalkan Dara yang masih menyimpan sejuta luka. Luka fisik nya tak seberapa. Tapi luka hati nya kini sudah teramat sakit. Dan apa ? Bryan meminta maaf atas nama Nayla. Tanpa diminta, seketika bulir bulir bening ini menghujani wajah cantik Dara yang terluka. Menambah perih batin dan fisik nya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 75 Episodes
Comments