" Ya Tuhan non Dara, apa yang terjadi ". Bu Seto yang baru selesai menyiapkan sarapan itu nampak tergopoh gopoh keluar saat melihat Dara yang masuk di papah oleh sahabat nya.
" Non, kenapa lama sekali keluar nya. Terus ini kenapa bisa begini " tanya Bu Seto penuh khawatir.
"Dara nggak apa apa bu. Tadi cuma jatuh aja dan lutut nya lecet " jelas Dara.
" Maaf ya bu kita udah bikin ibuk khawatir " ucap Cici kemudian.
" Ya sudah non, mandi dulu sana. Habis itu kita sarapan. Luka non Dara jangan lupa diobati. " titah Bu Seto.
Selesai dengan ritual mandi nya , keempat gadis itu mendudukan diri di meja makan. Begitu juga dengan Pak Seto dan istrinya.
" Ini apa bu " seru Yola saat melihat makanan yang dihidangkan di atas meja makan.
" Ini nama nya nasi pecel non. " jawab Bu Seto dengan senyum. " Pasti belum pernah makan ya " imbuh nya. Dan keempat gadis itu nampak mengangguk.
" Ya sudah cobain non. Ini ada nasi, diatas nya kita kasih sayuran yang udah direbus lalu dikasih sambel kacang. Lauk nya tempe goreng dan rempeyek. Makan nya pakai tangan non biar tambah mantap " ujar Bu Seto.
Mereka berempat nampak mengernyitkan dahi dengan penjelasan bu Seto. Namun tangan nya bergerak untuk mulai menyuapkan makanan tersebut.
" Wah enak buk," Seru mereka dan melanjutkan makan nya tanpa sisa.
" Ya sudah, Ibuk sama bapak mau ke kebun. Kalian jadi ikut " tanya Bu Seto. " Non Dara dirumah aja kalau kaki nya masih sakit "
" Enggak buk , Dara udah bisa jalan kok ". Jawab Dara tegas. Mana mungkin Dara akan berdiam diri dirumah. Sedangkan tujuan nya datang kesini untuk dekat dengan Bryan.
Setelah selesai sarapan, mereka berempat berjalan mengekor dibelakang Pak Seto dan istrinya untuk berangkat ke kebun teh. Memakai pakaian gadis gadis desa pada umum nya untuk memetik teh, tak membuat Dara dan sahabat nya canggung.
Sesampai nya di kebun, Dara, Yola , Loly, dan Cici nampak antusias mengikuti istri pak Seto untuk mulai memetik daun teh.
Ekor mata Dara sesekali melirik ke kanan dan ke kiri mencari seseorang yang sudah ia tunggu sejak tadi. Namun seperti nya nihil. Dara nampak menekuk wajah nya lesu. Ditambah lagi keringat mulai menetes membasahi dahi. Berulang kali Dara mengusap keringat yang mulai bercucuran dengan lengan baju nya. Meskipun mereka memakai pakaian lengan panjang dan memakai topi. Tapi sang surya nampak nya mulai menyengat tubuh ini.
" Non, kalau capek istirahat dulu " titah Bu Seto
" Iya non, jangan dipaksakan " tambah Pak Seto.
" Minum dulu Ra, " Ucap Cici pada Dara dengan menyodorkan botol minum nya.
" Iya Ci, " lalu Dara meneguk nya. Dan melanjutkan kegiatan nya memetik daun teh. Namun tiba tiba Dara terpeleset. " Aawww .... " pekik Dara dan dengan sigap Bryan menangkap tubuh Dara . Ntah sejak kapan Bryan ada disitu. Mata mereka saling bertemu. Terlihat jelas ada kerinduan yang terpendam di bola mata indah Dara. Untuk sesaat pandangan mata ini terkunci. Jantung ini seakan mencelos keluar dari tempat nya.
" Kak Bagas " teriak Nayla
Seketika pandangan mata ini terputus dan mereka berdua tersentak. Bryan membantu Dara berdiri. Lalu menatap Nayla.
" Apa yang kakak lakukan , Dan dia " tunjuk Nayla pada Dara. " Ngapain gadis halu ini masih ada disini" Tanya Nayla dengan tatapan tajam dan mendorong gadis di depan nya karena tersulut emosi. Namun dengan cekatan lagi lagi Bryan menopang tubuh Dara yang hampir terjatuh.
" Nay, kamu kenapa kasar begini " aku hanya membantu nya saat dia terpeleset tadi. " Kamu jangan salah paham " Jelas Bryan.
" Halah, ini pasti cuma akal akalan gadis ini untuk mendapatkan perhatian kamu kak " ketus Nayla dengan nada yang meninggi.
Cici yang berada di dekat Dara seketika mendekat dan memegang pundak Dara. Takut terjadi atraksi jambak menjambak. Pak Seto pun juga ikut mendekat. " Ada apa ini ribut ribut non, den." tanya pak Seto.
" Nggak apa apa pak. Ini hanya salah paham. " jelas Bryan dan sukses membuat Nayla kesal lalu membalikan badan dan pergi menjauh.
" Nay, tunggu Nay.. " Teriak Bryan yang berlari mengikuti Nayla.
" Sabar Dara... jangan cemburu " ucap nya lagi tentu nya dalam hati. Pria yang seharus nya selalu ada buat Dara, menjaga dan melindungi Dara. Justru harus pergi mengejar gadis lain.
" Non Dara nggak apa apa. " Tanya Pak Seto dan Dara nampak menggeleng pelan. " istirahat saja dulu non, bapak lanjut kerja ya non " ucap Pak Seto kemudian.
" Iya pak " kini Cici yang menjawab.
" Ra, apa yang terjadi " tanya Yola yang baru datang dengan Loly.
" Tadi aku lihat Kak Bryan mengejar Nenek lampir 2 " imbuh Loly.
" Hadeh, baru datang udah nyerocos aja kayak ibu ibu komplek. " sahut Cici. " Tadi Dara terpeleset, eh Kak Bryan dengan sigap langsung menangkap Dara. Nah itu si nenek lampir 2 marah marah."
" Yah.. ketinggalan donk kita tadi" ucap Yola cengengesan.
"Nay... Tunggu Nay... " Teriak Bryan masih mengejar Nayla "
" Kamu kenapa " Tanya Bryan lirih saat Nayla berhenti.
" Aku cemburu kak, aku nggak mau kakak dekat dengan gadis itu... Hikss... Hiksss.. " jelas Nayla dengan isak tangis.
Bryan membawa Nayla ke dalam pelukan nya. Menenangkan gadis yang katanya adalah calon istrinya nya itu. " Nay, aku tadi cuma menolong nya dan tidak lebih . Kamu jangan khawatir ya. Udah jangan nangis ".
" Janji jangan dekat dengan gadis itu ya kak " rengek Nayla manja dengan membalas pelukan Bryan. Bryan tak menjawab. Dan lebih memilih mengajak Nayla menuju ke sebuah gubuk dimana para petani kebun teh beristirahat. Hari semakin siang. Perut ini rasa nya sudah keroncongan minta diisi. Nayla sedang makan bersama Bryan dengan sangat lahap. Bahkan sesekali Nayla menyuapkan makanan ke mulut Bryan. Mereka nampak tertawa bahagia.
Tanpa mereka sadari sepasang mata ini sejak tadi melihat adegan demi adegan yang membuat hati Dara memanas. Sangat sakit dan mengiris hati ini. Perlakuan manis yang seharus nya Dara terima, Tapi justru suami nya itu berikan kepada gadis lain di depan mata Dara sendiri. Bulir bening yang memenuhi kelopak mata ini tumpah tanpa permisi membanjiri wajah cantik Dara.
Yola yang mengetahui keadaan ini tiba tiba muncul ide jail di otak nya. Yola, Cici dan Loly menghampiri Dara yang masih berdiri mematung tidak jauh dari Bryan dan Nayla berada. Yola lalu menggandeng tangan Dara menuju ke gubuk itu dan tak akan membiarkan Bryan hanya berduaan dengan Nayla.
" Kak Bryan. . . Eh Kak Bagas maksud nya, kita boleh gabung nggak kak " Seru Yola yang kini baru datang dengan ketiga sahabat nya. Yola mendudukan Dara tepat di sebelah Bryan sedangkan Yola sengaja duduk antara Bryan dan Nayla. Sehingga Bryan dan Nayla terpisah jarak oleh Yola. Sedangkan Cici dan Loly duduk di dekat Dara.
" Bagaimana bisa gadis gadis tengil ini akrab dengan kak Bagas." batin Nayla tampak kesal karena kebersamaan nya dengan Bryan harus terganggu oleh mereka.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 75 Episodes
Comments