Sebenarnya Bryan hanya beralasan saja untuk pergi ke kamar kecil. Niat nya tadi memang untuk membuntuti Beni. Namun Setelah panggilan telepon itu berhenti Bryan buru buru pergi agar tidak ketahuan.
Disinilah Bryan sekarang. Duduk menikmati angin malam yang menyambar. Menatap bintang yang indah di langit. Bahkan bulan pun bersinar sempurna malam ini.
Merasa Bagas tak segera kembali. Bahkan Ayah nya ntah kemana akhir nya Nayla menyusul ke dalam. Saat melewati kamar Ayah nya. Saat itu juga Beni keluar dan membuka pintu kamar nya sehingga mereka berpapasan.
" Ayah dari tadi di kamar " tanya Nayla.
" Ayah, lihat kak Bagas nggak "
" Bukan nya tadi Bagas di depan sama kamu " jawab Ayah Nayla.
" Enggak yah, tadi saat ayah pergi menerima telepon kak Bagas juga masuk ke dalam katanya mau ke kamar mandi. Tapi sampai sekarang belum juga kembali " jelas Nayla.
Kedua bola mata Beni seketika membulat, " Jangan jangan Bagas mendengar pembicaraan nya di telepon tadi " Batin Beni menduga.
" Terus sekarang Bagas mana " tanya Beni
" Ayah gimana sih, Nayla tanya ke ayah, malah ayah tanya ke Nayla " kesal Nayla lalu berlalu menuju ke belakang. Nayla pergi ke dapur dan di kamar mandi namun kosong . Mungkin di kamarnya pikir Nayla. Bahkan di kamar pun juga nihil . " lalu kemana pergi nya kak Bagas ". Gerutu Nayla.
" Gawat kalau dia sampai dengar apa yang aku bicarakan dengan seseorang di balik telepon tadi " lirih Ayah Nayla. Beni harap harap cemas.
Nayla keluar melewati pintu samping berharap laki laki yang dicari nya ada di luar. Ternyata benar, Nayla berlari menghampiri Bryan dan memeluknya dari belakang. " Kak Bagas " lirih nya.
" Kamu kenapa Nay " Bryan lalu membalikan badan nya.
" Kakak kemana sih, dari tadi Nayla cariin nggak ada" rengek Nayla terlihat sangat manja.
Ya ampun Nay, kamu pikir kakak kemana " jawab Bryan mencubit hidung Nayla, lalu tangan nya terangkat untuk mengacak lembut rambut Nayla.
" Apapun yang terjadi, dan aku tidak peduli siapa identitas kak Bagas sebenarnya, aku gak akan melepas kak Bagas. Kak Bagas harus jadi milik ku " Batin Dara dengan menyunggingkan senyum nya bahkan kini Nayla dengan berani memeluk Bryan dengan sangat erat.
Bryan tahu betul bagaimana perasaan gadis yang memeluk nya saat ini. Nayla memang gadis yang cantik. Tapi kenapa perasaan ini belum bisa seutuh nya untuk Nayla. Kalau memang benar apa yang dikatakan Beni bahwa mereka saling mencintai. "Apa aku harus belajar mencintai Nayla seutuhnya " Batin Bryan.
Dari kejauhan Beni yang melihat adegan putri dan laki laki yang dicintai nya itu seketika menarik kedua sudut bibir nya. Ada perasaan lega berharap Bryan memang tidak mendengar apa yang dia bicarakan tadi.
" Maaf Nay, Ayah membohongi mu. Ini semua ayah lakukan demi kebaikan mu. Ayah ingin melihat kamu bahagia. Maafkan ayah yang egois ini "
...****...
Setelah menyiapkan makan malam Dara menuju ke kamar nya untuk melakukan ritual mandi nya. Berendam dengan air hangat agar rasa pegal di badan nya bisa berkurang. Setelah 15 menit Dara keluar memakai setelan baju tidur dan menuju ke meja rias.
" Non Dara, waktu nya makan malam. Tuan Mahendra sudah menunggu di bawah "
" Iya Bi " jawab Dara
Tak ingin mertua nya itu menunggu lama Dara bergegas turun ke bawah. Memang benar, Papa Mahendra, Mama Melinda dan Alex sudah duduk di kursi mereka masing masing. Bahkan Bastian juga ikut makan malam bersama.
Dara datang dan menyapa semua yang lebih dulu hadir lalu memilih duduk di samping Bastian. Setelah mengambil makanan mereka mulai menikmati makanan masing masing.
" Ra, masakan kamu enak ya " celetuk Alex
" Sungguh Dara yang memasak " tanya papa mertua nya itu.
Dara tersenyum lalu mengangguk. " Iya Pa "
" Wah ternyata menantu papa pinter memasak ya " puji papa Mahendra. Dan Melinda hanya tersenyum tipis.
" Oh iya Pa, gimana keadaan Bryan " tanya Alex basa basi setelah menyendok suapan terakhir nya.
"Ternyata benar Lex , Bryan amnesia. Bahkan dengan papa pun dia tidak ingat. Kasihan Dara " jawab Mahendra menatap sendu menantu nya lalu meneguk air putih dan mengakhiri makan malam nya.
Mahendra diam lalu menghela nafas nya " Untuk sementara perusahaan kita handle bertiga, gimana Bas, kamu siapkan ? " tanya Mahendra pada asisten pribadi putra nya itu.
" Siap om, jangan khawatir " jawab Bastian tegas. Bastian memang selalu bisa diandalkan. Dia adalah sahabat Bryan sejak kecil dan sekarang menjadi asisten pribadi Bryan di kantor.
" Kenapa nggak Alex aja pa yang jadi CEO untuk menggantikan Bryan sementara waktu " lagi lagi Melinda mencalonkan putra nya.
" Biarkan begini saja ma, kita handle bertiga sampai Bryan sembuh dari amnesia nya" jawab Mahendra tegas tanpa bantahan.
Untuk kesekian kalinya Melinda selalu mendapatkan penolakan setiap mengajukan putra nya untuk memimpin perusahaan suami nya .
Dara yang sudah selesai makan pun lalu memilih membereskan meja makan dibantu dengan Bi Siti daripada mendengar perdebatan di depan nya.
Makan malam pun berakhir, dan Bastian berpamitan pulang kerumah.
...****...
Setelah makan malam Dara bersiap siap memasukan beberapa lembar baju ke dalam koper nya. Serta barang barang apa saja yang harus dia bawa saat menjalankan misi nya. Raut wajah sedih yang hampir 2 minggu ini terlihat kini berubah menjadi ketegaran dalam diri Dara. Rupa nya support dari sahabat sahabat nya dan perbicangan panjang yang mereka lakukan tadi siang menumbuhkan semangat pada diri Dara untuk merebut kembali suami nya.
Sejati nya Dara bukan lah gadis lemah seperti sekarang ini. Dia gadis yang ceria dan tidak cengeng. Bahkan gadis cantik dan berprestasi di kampus nya ini selalu menjadi idola kaum adam. Namun hidup gadis cantik itu kini menjadi rapuh setelah takdir membawa kehidupan nya berubah seperti saat ini. Ntah lah rasa cinta nya yang begitu besar pada Bryan membuat Dara takut kehilangan Bryan.
Tapi tidak untuk sekarang. Dia sudah berjanji tidak akan menjadi gadis yang lemah. Di sela sela aktifitas nya bersiap siap " Semangat Dara " ucapnya menyemangati diri nya sendiri.
" Aku datang untuk mengambil kembali milik ku. Aku nggak akan membiarkan gadis licik itu merebut suami ku " ucap Dara tegas.
Detik kemudian ekor mata Dara melirik foto suami nya yang terpajang di atas meja. Diraba dan dipeluk nya foto pria yang sudah tersimpan di hati nya itu.
" Sayang, aku sangat merindukan mu. Mana janji mu akan membahagiakan ku. Kau bilang hanya pergi sebentar dan akan segera kembali. Aku janji akan membawa mu kembali ke rumah ini. " Lalu Dara memasukan foto itu ke dalam koper nya.
Satu per satu barang yang ingin dibawa nya sudah tertata rapi di dalam koper nya. " Akhir nya selesai juga " ucap Dara saat menutup koper nya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 75 Episodes
Comments