Setelah Mahendra meninggalkan rumah Pak Beni, Nayla membawa Bagas ke dalam kamar nya. Nayla memberikan obat pereda nyeri dan segelas air putih agar sakit di kepala Bagas yang tak lain adalah Bryan bisa berkurang.
Paras tampan Bryan memang membuat siapa saja kaum hawa akan terpesona termasuk Nayla. Tinggal bersama hampir 2 minggu ini memang membuat Nayla jatuh cinta pada sosok pewaris Pradana Group ini.
" Gimana kak, kepala nya masih sakit " tanya Nayla merasa khawatir.
" Sudah berkurang Nay sakit nya, makasih ya "
Nayla tersenyum " Nayla keluar dulu , kakak istirahat ya. " pinta Nayla pada Bagas. Dan Bagas hanya mengangguk.
Nayla kemudian keluar dari kamar Bagas dan berjalan menuju teras samping rumah dimana Ayah nya itu duduk.
" Ayah " panggil Nayla.
" Iya Nay, duduklah " jawab Ayah Nayla.
" Yah, sebenarnya apa yang ayah sembunyikan dari Nayla tentang identitas Bagas ". tanya Nayla lirih takut Bagas mendengar.
" Apa maksud kamu nak, maksud kamu ayah berbohong " jawab Ayah Nayla.
" Tapi yah, orang orang kota itu bilang kalau Bagas itu Putra dari pemilik perusahaan besar yang terkenal di kota itu yah. Asal ayah tau, kemarin juga ada seorang gadis yang datang kemari mengaku istri Bagas yah. Apa itu benar yah ? " tanya Nayla berharap apa yang dia pikirkan itu salah.
Deg
Beni memang belum tahu jika kemarin ada seorang gadis yang tak lain adalah istri Bryan datang kerumah nya.
Beni nampak diam. " Ayah kenapa diam, jawab Nayla Ayah . " Nayla masih cemas menunggu jawaban ayah nya.
" Percayalah sama Ayah. Bagas itu anak sahabat ayah yang dijodohkan dengan putri ayah ini. Nayla percaya kan sama Ayah " Jawab Ayah Nayla
" Nayla nggak mau kehilangan Kak Bagas yah, Nayla sudah jatuh cinta sama kak Bagas. Nayla nggak mau pisah sama kak Bagas yah " ucap Nayla memohon pada Ayah nya.
Beni melihat dengan jelas kebahagiaan pada putri satu satu nya itu semenjak Bryan di rumah ini. Tak tega rasa nya menyakiti hati putri nya. Beni berjanji akan membahagiakan putri nya itu.
" Tapi yah " Nayla masih ragu dengan jawaban ayah nya. Kenapa orang orang kota itu kekeh banget kalau Bagas itu Bryan yah.
" Mungkin mereka salah Nay , sudah lah Nay, kamu Anak ayah. Bagaimana bisa ayah membohongi mu " Tegas Ayah Nayla kemudian bangkit meninggalkan putri satu satunya itu yang masih duduk termenung.
Tanpa Nayla ketahui, memang ada seseorang yang sudah membayar mahal Ayah Nayla untuk menjalankan skenario palsu ini.
...****...
Sore itu. . .
Suasana desa yang asri dan nyaman, semilir angin menambah kesan sejuk nya desa itu. Bryan duduk di teras rumah Nayla.
Bryan nampak termenung, memikirkan kejadian kejadian yang mengganggu pikiran nya. Dua hari ini sudah ada dua orang yang mencari nya, bahkan mengaku keluarga nya. Seorang gadis cantik yang mengaku istri nya. Dilihat dari penampilan nya gadis itu seperti nya gadis baik baik.
Dan hari ini seorang pria paruh baya yang nampak berwibawa dan seperti nya orang kaya raya mengaku papa nya.
" Apakah benar namaku Bryan, putra dari orang kaya raya di negeri ini, dan gadis cantik itu adalah istri ku. Lalu kenapa Ayah Beni mengatakan kalau aku Bagas dan calon suami putri nya. Ayah Beni dan Nayla memperlakukan ku dengan baik dirumah ini. Apakah mungkin mereka membohongiku. Ya Allah siapa yang harus aku percaya. " jerit Bryan di dalam hati nya.
Bryan mencoba memutar kembali otak nya. Mengingat kembali masa lalu nya. Tapi kenapa tidak ada satu pun bayangan masa lalu di otak nya. Tidak ada bayangan masa kecil nya, siapa orang tua nya dan bagaimana kehidupan nya. Kenapa memori di otak nya ini kosong. Ini aneh batin nya.
" Apakah benar kalau aku amnesia dan otak nya itu sudah ke refresh jadi tidak ada bayangan masa lalu apapun." Batin Bryan lagi.
Yang Bryan ingat hanyalah, saat bangun tidur kepala nya pusing dan pandangan nya kabur. Setelah sadar hanya Nayla sosok pertama yang dia lihat dan seketika Ayah Beni mengatakan bahwa gadis di depan nya itu adalah calon istrinya.
" Astaga, apa yang terjadi padaku, aku seperti orang bodoh disini. " lagi lagi Bryan menggerutuki diri nya sendiri.
Bryan tersentak dan lamunan nya seketika buyar saat Nayla datang dan memegang pundak nya.
" Nay, bikin kaget aja "
" Hey, kamu melamun ya tadi " jawab Nayla dengan senyum manis nya.
Bryan nampak menggaruk tengkuknya yang tidak gatal . " Enggak kok Nay "
" Kak, ini aku bawain pisang goreng sama kopi buat kakak. Diminum kak kopi nya mumpung masih anget "
" Makasih Nay, " Lalu Bryan menyeruput kopi pemberian Nayla.
" Kak Bagas tadi ngelamun apa sich kak " tanya Nayla penasaran.
" Nggak ada Nay, kakak cuma menikmati angin sore aja " jawab Bryan asal.
Nayla nampak mengangguk. " Ayo dimakan kak pisang goreng nya, aku bikin spesial buat kak Bagas "
" Kamu udah cantik, baik, pinter masak Nay " puji Bryan pada Nayla.
Nayla tersenyum masam. " Dari kecil aku hidup hanya sama Ayah kak, ibu sudah lama pergi meninggalkan kami. Ibu lebih memilih pergi ke kota mengejar impian dan cita cita nya untuk menjadi orang kaya. Itu sebab nya aku terbiasa hidup mandiri kak. Dari kecil aku selalu membantu ayah mengerjakan pekerjaan rumah termasuk memasak. Hanya ayah yang aku punya kak. Ah .. kok jadi curhat begini "
Bryan nampak memandang Nayla. Menyeka air mata yang tumpah begitu saja dari sudut mata gadis di depan nya itu.
" Jangan nangis Nay, maaf ya aku buat kamu jadi teringat ibu mu. " Tangan Bryan terangkat untuk mengelus rambut panjang Nayla dan membawa kepelukan nya.
" Nggak apa kak, aku nggak sedih kok. " Nayla membalas pelukan Bryan. Jantung ini rasa nya seperti ingin melompat dari tempat nya saat merasakan pelukan dari pria yang dicintai nya. Nayla lalu melepas pelukan nya takut Bryan mendengar dentuman jantung Nayla yang terpompa lebih cepat.
Bagaimana bisa gadis setulus ini membohongi ku. Bisik Bryan dalam hati nya.
" Ayo kak dimakan " ucap Nayla dengan menyuapkan pisang ke mulut Bryan.
" Enak Nay "
" Kak " tanya Nayla pelan
" Iya Nay " jawab Bryan sambil menyeruput kopi nya yang tinggal setengah gelas.
" Gimana perasaan kakak ke aku " tanya Nayla ragu.
Uhuukkk... Uhukkk....
" Maaf kak, kakak nggak apa apa. Aku salah nanya ya kak " Ucap Nayla
Bryan nampak menggelengkan kepala nya. Menghela nafas panjang. Lalu menatap Nayla. " Biarkan semua berjalan dengan sendiri nya ya Nay . " jawaban yang rancu menurut Nayla.
" Aku ke dalam dulu ya Nay " ucap Bryan dan hanya dijawab anggukan kepala oleh Nayla.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 75 Episodes
Comments