Alex Terkejut

" Ma... Mama... " Teriak Papa Mahendra saat pintu rumah mewah itu terbuka.

" Maaf Tuan, nyonya sedang pergi " jawab salah satu asisten rumah tangga nya.

" Dara sudah pulang Bi "

" Belum Tuan "

Papa Mahendra memang sudah mendengar kabar dari Bastian bahwa Bryan sudah ditemukan. Itu sebabnya setelah meeting di kantor selesai Mahendra buru buru pulang kerumah untuk mengetahui keadaan putra nya. Belum sempat Papa Mahendra melangkah menaiki tangga, terdengar suara mobil di luar sana.

" Om, " panggil Bastian

Mahendra menoleh dan mendapati Bastian di susul menantu dan ketiga sahabat dari menantu nya itu. Mata Mahendra menyipit saat mengetahui wajah sembab gadis gadis di depan nya. Dan bukankah tadi mereka menemui Bryan. lalu kenapa putra nya itu tidak ikut pulang bersama. Apa yang terjadi dengan putra nya.

" Dara, apa yang terjadi Nak " lirih Mahendra yang begitu khawatir dengan menantu nya itu. Bukan hanya sebagai menantu, tetapi Dara adalah Putri dari sahabat Almarhumah Mama Bryan.

" Bryan tidak mengenal Dara Om " jelas Yola

" Apa ? Apa maksud mu nak " Mahendra nampak tidak percaya dengan ucapan sahabat dari menantu nya itu.

" Benar Om, seperti nya kecelakaan itu telah membuat Bryan kehilangan ingatan nya. Bahkan Bryan tidak ingat dengan kami semua" kini Bastian yang menjelaskan.

" Bryan Amnesia .. " Papa Mahendra reflek menutup mulut nya tidak percaya.

" Bastian, besok kita pergi ke desa itu. Ajak beberapa orang kepercayaan kita. " ucap Papa Mahendra dengan tegas.

" Biarkan Papa dan Kak Bastian besok pergi, kamu dirumah dulu nak, Dara pasti capek dan butuh istirahat. Papa dan Kak Bastian yang akan mencari tahu apa yang sebenar nya terjadi. " ucap Mahendra lembut pada menantu nya itu.

Kemudian menatap sahabat Dara. " Antar Dara ke kamar ya nak. Om, berterima kasih sekali Yola, Cici dan Loly sudah menemani Dara. Setelah Dara tenang di kamar nya. Kalian bisa pulang nak "

" Iya Om "

Mereka berempat naik ke atas menuju ke kamar Dara dan membersihkan diri. Sedangkan Bastian kini berada di ruang kerja Mahendra untuk membicarakan masalah Bryan yang kemungkinan besar mereka yakini Amnesia sejak kecelakaan tragis itu.

Dikamar Dara, Keempat gadis itu sudah selesai dengan urusan mandi nya. Yola menghampiri Dara yang sedang berdiri di balkon kamar nya menikmati udara sore hari yang cukup dingin.

" Ra, " panggil Yola. Dara yang membelakangi Yola itu nampak tidak menjawab. Yola menghampiri Dara dan berdiri tepat di sebelah Dara.

" Ra, udara di luar dingin. Angin nya nggak baik buat kesehatan. Kita masuk ya. Kamu harus makan dulu. Cici sama Loly lagi ambil makanan buat kamu ". Dara diam dan hanya menggelengkan kepala nya.

Yola menghela nafas panjang. Dia tahu bagaimana yang dirasakan sahabat nya saat ini. Tangan nya terangkat untuk memegang pundak Dara, Dara membalikan badan nya. Yola Melihat dengan jelas air mata yang sudah membasahi wajah sahabat nya itu. Dipeluk nya sahabat nya itu berharap lebih tenang.

Tak lama kemudian Loly dan Cici datang membawa nampan yang berisi makanan dan minuman untuk Dara.

" Ra, makan dulu ya. Kamu harus makan, kalau enggak makan nanti kamu sakit " ucap Cici sahabat yang paling lembut dan pengertian itu.

" Kalau nanti kamu sakit, Bagaimana kamu bisa merebut Bryan kembali, emang kamu mau Bryan diambil pelakor itu " ketus Loly kemudian dan mendapat hadiah toyoran di keningnya dari Yola.

" Aduh sakit bege ". gerutu Loly mengelus kening nya.

Diantara ketiga nya memang Loly dan Yola yang kalau bicara suka ceplas ceplos.

Tak disangka, tingkah konyol sahabat nya itu malah bikin Dara tersenyum walaupun hanya tipis.

" Ra, kamu istirahat ya, kita mau pulang dulu. Besok pagi kita bertiga harus ke kampus. setelah pulang dari kampus kita kesini lagi ya. Jangan sedih, kita selalu ada buat kamu " ucap Loly sebelum ketiga nya keluar dari kamar Dara. Dan hanya di jawab anggukan kepala oleh Dara. Detik kemudian ketiga nya memeluk Dara.

Setelah kejadian kecelakaan yang menimpa suami nya itu, Dara memang izin tidak berangkat ke kampus untuk sementara waktu. Tentu lah dosen di kampus nya mengizinkan. karena kampus mewah dan megah itu adalah milik keluarga Pradana.

Saat menuruni tangga, di ruang makan terlihat Papa Mahendra, Melinda dan Alex sedang melakukan makan malam.

" Kalian belum pulang, ayo makan malam sekalian." Ajak Papa Mahendra kepada ketiga gadis itu.

" Terima Kasih Om, Tapi kami langsung pulang saja, " Jawab Cici dengan sopan.

" Sudahlah jangan sungkan. Duduklah, kita makan bersama. "

Akhir nya mereka mendudukan diri di meja makan. meskipun agak canggung, tapi mereka tidak bisa menolak ajakan papa mertua dari sahabat nya itu.

" Bagaimana Dara, dia sudah makan." ucap Papa Mahendra sambil mengelap sudut bibir nya dengan tisu.

" Dara sudah makan tapi dikit om, sekarang lagi istirahat om ." jawab Loly

Papa Mahendra tampak mengangguk. Kini Mahendra beralih menatap Alex serius. " Besok Papa dan Bastian akan pergi Lex. Kamu urus kantor ya."

" Memang nya Papa mau kemana? " Jawab Alex masih dengan mengunyah makanan nya.

" Papa mau menemui Bryan "

Uhukk... uhukk....

Alex tersedak karena terkejut dengan ucapan Papa nya. memang hanya Alex yang belum mengetahui kalau Bryan sudah ditemukan.

" Minum dulu kak " Yola menyodorkan minuman untuk Alex

" Makasih "

" Shitt , Bryan sudah ditemukan." Umpat Bryan tentunya dalam hati. Tak lama kemudian Alex bangkit dari duduk nya dan meninggalkan ruang makan tanpa sepatah kata pun. Alex menaiki tangga dengan perasaan kesal.

" Kebiasaan anak itu, main pergi begitu saja. " kesal papa Mahendra pada putra sambung nya itu.

Yola, Loly dan Cici yang sudah selesai makan pun kini berpamitan pulang karena hari memang semakin malam.

" Papa kenapa sich, tidak mempercayakan saja perusahaan pada Alex. Mama yakin Alex bisa kok. Apa yang harus kita tunggu dari Bryan. Bryan itu sedang hilang ingatan. Dan ntah sampai kapan kita juga tidak akan tahu." Istri Dari Mahendra itu kini bersuara.

" Tunggu, bagaimana mama tau Bryan hilang ingatan, sedangkan mama aja baru pulang dari acara arisan mama yang nggak jelas itu. " tanya Mahendra penuh selidik.

" Tadi sebelum mama berangkat kan mama udah tau dari pria tua yang datang kemari memberikan kabar bahwa Bryan sudah ketemu. " Detik kemudian Melinda mengalihkan pembicaraan.

" Jadi gimana? papa mau kan memberikan posisi CEO itu untuk Alex. "

" Cukup ya Ma, " bentak Mahendra, lalu bangkit dari duduk nya dan lebih memilih masuk ke ruang kerja nya.

Seperti nya Melinda lupa. Mahendra adalah laki laki tegas. Setiap ucapan dan keputusan tidak ada yang bisa membantahnya.

...****...

" Shitt... " lagi lagi Alex mengumpat di dalam kamar nya. Tangan nya mengepal sempurna. Sorot mata Alex terlihat penuh amarah. Berulang kali pria itu mengacak acak rambut nya nampak frustasi. Sejak kecelakaan naas yang menimpa saudara tirinya itu seakan terbuka jalan untuk nya mendekati Dara dan mengambil hati Papa Mahendra agar diri nya bisa dipercaya menjadi CEO di perusahaan Pradana Group. Namun berita Bahwa Bryan sudah ditemukan kini membuat kacau pikiran nya. " Arkhhhh.... "

" Alex apa yang terjadi " ucap Melinda yang tiba tiba masuk ke kamar putra nya itu.

Alex diam dan tidak menghiraukan kedatangan mama nya. " Lex, " merasa Alex tidak menjawab kini Melinda kembali memanggil nya.

" Kenapa sich Ma, Bryan harus ditemukan. aku jadi gagal lagi kan mendapatkan posisi CEO itu, dan semakin sulit juga aku mendapatkan hati bidadari ku. " protes Alex pada Mama nya itu.

Bukan nya menjawab Melinda justru menyungging kan senyum nya. " Kamu tenang saja, Bryan amnesia. Bahkan pada istri nya saja dia tidak ingat. Bryan tidak ingat pada siapa pun." terang Melinda dengan senyum jahat nya.

" Mama serius " kini Alex menatap Mama nya. " Jadi Kecelakaan itu membuat Bryan Amnesia. " detik kemudian Alex tertawa. " Yes, ini kesempatan terbaik ."

" Tentu " Ucap Melinda menyunggingkan senyum nya. Menepuk pundak putra nya itu, kemudian pergi meninggalkan kamar putra nya.

Sedangkan di kamar Dara, Gadis itu nampak memandangi foto kebersamaan nya dengan Bryan. Teringat jelas satu minggu yang lalu saat suami nya itu mengucap janji pernikahan.

Kamar pengantin yang masih tercium dengan jelas wangi wangi bunga pernikahan itu, kini Dara tempati seorang diri. Hening, hanya suara isak tangis Dara yang terdengar lirih di malam panjang itu.

" Bryan,, apa yang terjadi. Aku sangat merindukan mu, apa kamu tidak rindu pada ku.. hiks hikss...." Kelelahan menangis kini gadis cantik itu tertidur dengan tangan yang masih memeluk foto Bryan. Pertemuan nya dengan suami nya hari ini memang sangat menguras tenaga dan pikiran Dara.

" Tidak Bryan... Tidak... Bryan.... Ahhhhhhh "

Dara spontan membuka mata nya. Tangan nya meraba raba ke kanan dan ke kiri mencari cari suami nya itu. Dia baru sadar bahwa suami nya itu sedang tidak bersama nya. Dara lalu bangun dan duduk dengan nafas naik turun. terlihat keringat dingin nampak membanjiri wajah cantik nya. Dara nampak menggelengkan kepala nya berulang ulang. Ntah sedang mengigau atau mimpi buruk. yang jelas teriakan nya barusan berhasil membuat Alex yang kebetulan sedang melewati kamar Dara mendengar teriakan itu.

Tok.. Tok... Tok..

" Ra... Dara kamu kenapa... " ucap seseorang di balik pintu. namun tidak ada jawaban dari Dara.

" Ra... buka pintu nya " ucapnya kemudian karena Dara tidak memberi nya jawaban.

Ceklek

" A.. aku nggak apa apa kak, aku hanya mimpi buruk, aku takut Bryan meninggalkan ku selama nya kak, " Isak tangis itu kembali terdengar. Ntah sudah berapa kali dalam sehari ini Dara menangis. Seakan air mata itu tidak ada habis nya.

Tangan Alex terangkat untuk mengusap lembut rambut Dara. " Kamu tenang ya Ra, ada aku disini ".

Deg

Dengan segera Dara menjauh dari Alex. " Maaf ya kak aku masuk lagi. " sungguh sangat tidak baik di saat malam begini berdua dengan kakak ipar nya. Meskipun sebenar nya tidak terjadi apa apa. Dara masuk ke kamar mandi dan membasuh wajah nya. Wajah cantik itu memang terlihat sembab dan layu. Sungguh lelah Dara seharian ini. Dilirik nya jam menunjukan pukul 1 dini hari. Dara kembali naik ke ranjang nya. Ditarik nya selimut tebal itu dan mulai memejamkan kembali matanya.

Episodes
1 Kecelakaan Tragis
2 Bryan Amnesia
3 Calon Suami ( Nayla )
4 Alex Terkejut
5 Mendadak Tidak Jadi Lapar
6 Mahendra Bertemu Dengan Putra nya
7 Rencana Sahabat Dara
8 Masa Lalu Yang Kosong
9 Jati Diri
10 Merebut Kembali Suamiku ( Dara )
11 Mengorek Informasi
12 Sempurna ( Dara )
13 Tiba di Desa
14 Misi Pertama
15 Tragedi Di Kebun Teh
16 Rumah Hantu
17 Alergi Kerang
18 Sekali lagi Aku Istri mu ( Dara )
19 Tragedi Penggrebekan
20 Tragedi Penggrebekan II
21 Pingsan
22 Kegelisahan Bryan
23 Dara Hilang
24 Rahasia Di Balik Buku Diary
25 Pernikahan Nayla dan Bryan
26 Sandiwara Yang Terbongkar
27 Di Rumah Sakit
28 Masih Di Rumah Sakit
29 Ingatan Yang Kembali
30 Kenyataan Mengejutkan
31 Ikut Bahagia
32 Di Penjara
33 Penyambutan untuk Bryan
34 Menginginkan Cucu
35 Bibit yang Berkualitas
36 Menyusun Rencana
37 Hari Pertama Masuk Kantor
38 Dara vs Bella
39 Cemburu
40 Nayla Mabella
41 Drama Pesan Singkat
42 Alex Mabuk
43 Memutar Balikan Fakta
44 Rencana Meeting di Luar Kota
45 Rencana Bulan Madu
46 Di Kampus
47 Berangkat Meeting di Luar Kota
48 Di Kamar Hotel
49 Pengaruh Obat Perangsang
50 Rekaman CCTV Hotel
51 Siapa Pelaku nya ?
52 Pertengkaran Dua Saudara
53 Liburan
54 Penuh Kejutan
55 Bulan Madu
56 Di Pantai
57 Postingan di Media Sosial
58 Gara Gara Oleh Oleh
59 Kecurigaan Bastian
60 Bastian dan Cici
61 Menjenguk Melinda
62 Mual di Pagi Hari
63 Dara Hamil
64 Bryan vs Alex
65 Perhatian Bryan
66 Perdebatan di Ruang Kerja
67 Ide Gila Bella
68 Gara - Gara Lipstik
69 Tidak Sesuai Rencana
70 Dugaan Bastian
71 Mendadak jadi Detektif
72 Perbincangan Seusai Makan Malam
73 Wisuda
74 Memeriksakan Kandungan
75 Ngidam Nasi Goreng
Episodes

Updated 75 Episodes

1
Kecelakaan Tragis
2
Bryan Amnesia
3
Calon Suami ( Nayla )
4
Alex Terkejut
5
Mendadak Tidak Jadi Lapar
6
Mahendra Bertemu Dengan Putra nya
7
Rencana Sahabat Dara
8
Masa Lalu Yang Kosong
9
Jati Diri
10
Merebut Kembali Suamiku ( Dara )
11
Mengorek Informasi
12
Sempurna ( Dara )
13
Tiba di Desa
14
Misi Pertama
15
Tragedi Di Kebun Teh
16
Rumah Hantu
17
Alergi Kerang
18
Sekali lagi Aku Istri mu ( Dara )
19
Tragedi Penggrebekan
20
Tragedi Penggrebekan II
21
Pingsan
22
Kegelisahan Bryan
23
Dara Hilang
24
Rahasia Di Balik Buku Diary
25
Pernikahan Nayla dan Bryan
26
Sandiwara Yang Terbongkar
27
Di Rumah Sakit
28
Masih Di Rumah Sakit
29
Ingatan Yang Kembali
30
Kenyataan Mengejutkan
31
Ikut Bahagia
32
Di Penjara
33
Penyambutan untuk Bryan
34
Menginginkan Cucu
35
Bibit yang Berkualitas
36
Menyusun Rencana
37
Hari Pertama Masuk Kantor
38
Dara vs Bella
39
Cemburu
40
Nayla Mabella
41
Drama Pesan Singkat
42
Alex Mabuk
43
Memutar Balikan Fakta
44
Rencana Meeting di Luar Kota
45
Rencana Bulan Madu
46
Di Kampus
47
Berangkat Meeting di Luar Kota
48
Di Kamar Hotel
49
Pengaruh Obat Perangsang
50
Rekaman CCTV Hotel
51
Siapa Pelaku nya ?
52
Pertengkaran Dua Saudara
53
Liburan
54
Penuh Kejutan
55
Bulan Madu
56
Di Pantai
57
Postingan di Media Sosial
58
Gara Gara Oleh Oleh
59
Kecurigaan Bastian
60
Bastian dan Cici
61
Menjenguk Melinda
62
Mual di Pagi Hari
63
Dara Hamil
64
Bryan vs Alex
65
Perhatian Bryan
66
Perdebatan di Ruang Kerja
67
Ide Gila Bella
68
Gara - Gara Lipstik
69
Tidak Sesuai Rencana
70
Dugaan Bastian
71
Mendadak jadi Detektif
72
Perbincangan Seusai Makan Malam
73
Wisuda
74
Memeriksakan Kandungan
75
Ngidam Nasi Goreng

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!