Keesokan hari nya. . .
Jam dinding menunjukan pukul 5 pagi. Suara gemericik air terdengar dari dalam kamar mandi. Rupa nya sepagi ini Dara sudah melakukan aktifitas mandi nya. 15 menit kemudian pintu kamar mandi terbuka. Dara keluar dengan mengenakan handuk di badan nya dan handuk kecil di kepala nya.
Langkah nya menuju ke ruang ganti. Kaos putih polos dan celana jeans 3/4 kini melekat pada tubuh Dara. Masih dengan handuk yang melilit di kepala nya Dara berjalan menuju ke meja rias. Diambil nya hair dryer untuk mengeringkan rambut nya yang basah.
Ngiingggg......
Setelah rambutnya agak kering Dara meletakkan kembali hair dryer nya di laci meja rias dan menyisir rambut panjang nya itu. Kemudian tangan nya terampil memoles wajah nya dengan make up natural. Lalu mengenakan lipstik warna merah muda yang membuat wajah Dara nampak segar. Terakhir Dara menyemprot kan parfum kesukaan nya di badan nya. Lalu tangan nya mengambil jaket warna biru dongker dan mengenakan nya. Sempurna, Istri Bryan itu memang sangat cantik.
Setelah terlihat rapi dan memastikan semua barang yang akan dibawanya tidak ada yang tertinggal. Dara berjalan menuruni tangga lantai dua itu dengan membawa koper nya.
" Biar saya bantu Non " seru Bi Siti
" Baik Bi " jawab Dara dengan senyum.
" Non Dara cantik banget " puji Bi Siti dan Dara kembali melebarkan kedua sudut bibir nya.
Dara turun terlebih dulu diikuti dengan Bi Siti dibelakang nya dengan membawa koper.
Alex yang sudah rapi dengan kemeja kantor dan celana hitam panjang kini duduk di meja makan dengan tas kantor yang bersandar di sebelah nya. Kedua bola mata Alex seketika memandang Dara yang berjalan menuruni tangga bak bidadari. Bahkan mata Alex sampai tidak berkedip sama sekali. Sungguh Dara terlihat cantik pagi ini.
Namun mata Alex seketika terbelalak dan mengerutkan dahi nya saat menyadari ada sebuah koper besar yang Bi Siti bawa.
" Dara kamu sudah siap nak " ucap Mahendra dan sukses membuat Alex semakin tidak mengerti.
" Loh... memang nya Dara mau kemana sayang " tanya Melinda kemudian.
" Dara mau kerumah Ayah dan Bunda di Bandung Ma, " jawab nya dan kini membuat Alex semakin bingung.
" Kenapa Dara mendadak pergi ke Bandung. Apa ini karena aku yang semalam telah menyakiti hati Dara." batin Alex
" Kok mendadak sekali nak, bahkan kamu nggak bilang sama mama " tanya Melinda lagi.
" Dara baru kepikiran semalam dan baru bilang sama papa. " jawab Dara.
" Dara rindu dengan Ayah dan bunda. Lagian Dara disini terus akan teringat dengan Bryan. " jelas nya lagi. Dan Melinda hanya mengangguk mengerti.
Tak ingin kepergian nya di desa itu diketahui orang lain termasuk Alex ataupun Melinda, Dara berpamitan pulang ke rumah orang tua nya di Bandung.
Melinda kemudian mendekat ke arah Dara. mengelus rambut menantu nya itu . " Kamu nggak akan lama kan di Bandung. Kamu akan segera kembali ke rumah ini lagi kan nak " ucap Melinda pelan. Dan Dara hanya mengangguk.
Rasa kekecewaan terlihat jelas pada raut wajah Alex. Alex sangat terpukul dengan kepergian Dara secara tiba tiba. Pasal nya kalau Dara pergi dari rumah itu, akan semakin sulit bagi Alex untuk mendekati Dara. Apalagi pengakuan nya semalam membuat Dara seperti nya membenci Alex.
" Ra, aku antar kamu ya" tanya Alex halus.
" Enggak usah kak, Biar Dara diantar supir aja " jawab Dara terlihat biasa biasa saja seolah semalam tidak terjadi perdebatan antara diri nya dan Alex.
" Ya sudah , ayo kita sarapan dulu." ajak Mahendra
Sarapan berjalan seperti biasanya namun hening. Semua orang tampak menikmati makanan masing masing kecuali Alex yang masih menekuk wajah nya frustasi.
" Tuan, mobil yang akan mengantar non Dara sudah siap, " Ucap Bi Tuti yang melihat aktivitas sarapan sudah selesai.
" Iya Bi, Dara juga sudah siap " ucap Dara yang kini bangkit dari duduk nya.
Mahendra, Melinda dan Alex mengantar Dara keluar dari rumah besar itu menuju ke halaman depan dimana sudah ada supir dan mobil yang akan membawa Dara. Setelah berpamitan dan mencium tangan kedua mertua nya, tak ingin membuat mertua nya curiga Dara juga berpamitan pada Alex dan seolah olah tidak pernah terjadi apa apa semalam.
" Jaga diri mu baik baik ya Ra " ucap Alex dan Dara nampak mengangguk lalu berlalu menuju ke mobil. Sedangkan Alex memasukan koper Dara ke bagasi. Setelah Dara masuk ke dalam mobil, Alex tak langsung pergi justru menyusul Dara ke dalam mobil.
" Ra, maafin aku atas kejadian semalam ya. Tak seharus nya aku mengatakan itu pada mu" mohon Alex pada Dara.
" Lupakan kak " hanya itu yang Dara ucapkan berharap Alex segera pergi. meskipun sebenar nya hati nya tidak berkata seperti itu. Ada rasa kecewa pada Dara karena sikap Alex semalam.
Mobil yang membawa Dara itu kini beranjak meninggalkan pekarangan kediaman keluarga besar Pradana.
Tak ada rasa curiga baik Alex maupun Melinda. Yang mereka tau Dara memang pergi ke rumah orang tua nya di Bandung.
...****...
20 menit mobil melaju membelah jalanan yang ramai pengendara berlalu lalang. Supir pribadi keluarga Pradana itu membelokan setir nya menuju Greenland Residence. Sebuah perumahan dimana salah satu sahabat Dara tinggal.
Sampailah Dara sekarang dirumah Yola. Terlihat mobil Bastian sudah terparkir disana. Yola, Cici dan Loly pun sudah rapi dan siap berangkat dengan barang bawaan masing masing.
Dara turun dari mobil dan menghampiri ketiga sahabat nya. Dara memeluk ketiga sahabat nya haru.
" Hey guys, kita itu mau ke desa kenapa penampilan kalian kayak mau liburan keluar negeri aja " cibir Dara.
" Yaealah Dara, siapa tau kita di desa itu kecantol pria tampan " seru Loly
" Mana ada di desa cowok tampan " balas Yola. Dan Loly hanya memberengut kesal.
" Eh Dara kamu cantik sekali, nah gitu donk. Kamu harus terlihat lebih cantik dari pelakor itu " seru Yola
" Jelas , Dara itu cantik maksimal tidak bisa tergantikan " Sahut Loly menaik turunkan alis nya tampak menggoda.
" Ya sudah kita berangkat, kasihan kak Bastian nungguin " ucap Cici
" Gimana nenek lampir nggak curiga kan kamu mau pergi kemana " tanya Loly
" Aman " singkat Dara.
Keempat gadis itu naik di mobil yang sama yaitu mobil Bastian. Sedangkan Mobil yang dikendarai supir keluarga Pradana membawa barang barang bawaan mereka.
" Kamu bawa semua kan barang barang yang kita butuhkan selama menjalan kan misi " tanya Yola.
" Beres " jawab Dara mengacungkan jempol nya.
" Aku udah nggak sabar jambak rambut itu gadis " seru Loly. Dan diakhiri tawa keempat gadis itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 75 Episodes
Comments