Hari sudah semakin malam, Namun tak membuat asisten pribadi sekaligus sahabat dari Bryan itu menunda pekerjaan nya . Bastian yang mendapatkan telepon dari Dara seketika berangkat malam ini juga mengendarai mobil nya. Mobil mewah warna hitam itu melaju meninggalkan ibu kota. Kali ini Bastian pergi dengan salah satu orang kepercayaan Papa Mahendra. Sangat tak mungkin malam malam begini Bastian hanya berangkat sendirian . Apalagi perjalanan ke desa itu menempuh jarak 1 jam setengah bahkan bisa lebih.
Tentu nya tak lupa membawa obat alergi yang Bryan butuhkan. Hampir pukul 10 malam mobil mewah Bastian memasuki halaman rumah pak Seto. Dengan langkah cepat Dara membuka pintu rumah. Suasana di luar tampak hening karena hari sudah malam. Hanya suara jangkrik yang mengisi keheningan malam di desa itu.
Bastian keluar dari mobil nya dengan salah satu orang kepercayaan mertua Dara itu. Dara menghampiri sahabat dari suami nya itu. "Gimana kak, Kak Bastian bawa obat nya" tanya Dara yang masih terlihat cemas. Sejak tadi Dara memang sangat cemas pada keadaan suami nya. Namun Dara bisa apa, dia hanya bisa menunggu dirumah pak Seto sambil sesekali berdoa agar suami nya bisa menahan sakit nya dan Bastian segera datang membawa obat nya. Sebab Nayla tak akan mengizinkan Dara berada dirumah nya.
Pak Seto dan istrinya serta sahabat Dara pun juga ikut keluar rumah. Mereka pun juga nampak khawatir. Tak ada satu pun dari mereka yang memejamkan mata lebih dulu meski hari sudah larut dan alam mimpi sudah menunggu nya. Namun Mereka semua tetap menunggu kedatangan Bastian.
Pak Seto meminta agar Yola, Loly dan Cici menunggu dirumah. Begitu juga dengan asisten pribadi papa Mahendra. Sebab akan mengusik warga sekitar jika semua orang datang ke rumah Nayla karena hari sudah malam. Pak Seto dan istri nya serta Dara dan Bastian kini berjalan menuju rumah Nayla.
Tok ... Tok .. Tok ...
Pak Seto mengetuk pintu rumah milik Beni itu. Tapi belum ada jawaban ataupun pergerakan orang yang akan membuka pintu. Atau suami Dara itu sudah sembuh alergi nya dan sekarang mereka sudah tidur. Tapi tak mungkin, hari sudah malam bagaimana Nayla mendapatkan obat alergi itu. Sementara Dara yakin di desa ini tidak ada apotek terdekat.
" Pak Beni, Nayla, " Ucap Pak Seto kemudian.
Ceklek
Pintu rumah sederhana itu terbuka. Beni menatap Pak Seto dan istrinya " Tolong pak, calon menantu saya badan nya terus memerah, - Belum sempat Ayah Nayla itu menjelaskan Dara sudah lebih dulu masuk ke dalam. Astaga, Seluruh tubuh suami tampan nya itu terlihat memerah. Bahkan terdapat luka lecet di beberapa tempat, karena pasti Bryan menggaruk garuk tubuh nya tanpa henti tak bisa menahan gatal nya.
" Pak Seto kenapa bawa gadis munafik ini ke rumah Nayla." ucap Nayla bangkit dari duduk nya dengan tatapan tajam ke arah Dara dan tangan yang sudah mengepal.
" Tenang dulu nak, Non Dara datang kesini hanya ingin memberikan obat alergi. Lihat lah aden kasihan harus segera diobati " Jelas pak Seto dan seketika membuat Nayla diam.
" Minumlah kak " ucap Dara lembut dengan memberikan obat alergi dan sebotol air putih untuk suami nya itu. Dengan segera Bryan meminum nya dan Amazing tak perlu menunggu lama putra Mahendra itu sudah tidak merasakan gatal lagi.
" Gimana kak, udah nggak sakit kan " tanya Dara pelan dan Bryan masih diam. Diam nya Bryan karena dia masih tak percaya. Bagaimana bisa gadis cantik di depan nya ini tau kalau diri nya alergi kerang. Bahkan dia tau obat yang biasa diri nya gunakan. Apakah benar yang dikatakan nya dulu kalau dia memang istri nya.
" Kak " tepuk Dara pada pundak suami nya itu karena Bryan masih saja diam. " Ah iya .. aku udah tidak merasakan gatal lagi. Terima kasih ya Ra " Ucap Bryan dengan senyum dan menatap wajah Dara dalam dengan tangan yang sudah memegang tangan Dara.
" Syukurlah kalau Aden sudah baikan. " ucap Bu Seto yang merasa ikut senang. Pak Seto dan Bastian pun tersenyum. Berbeda dengan Beni dan Nayla yang tampak tak suka. Terlebih Nayla, kejadian ini membuat berjuta pertanyaan muncul di benak Nayla. Apa yang sebenarnya terjadi, apa benar calon suami nya itu sudah memiliki seorang istri. Apakah benar, Dara istri nya. Jika itu benar, Apakah Bagas akan meninggalkan nya. Tidak, Nayla tidak akan membiarkan itu terjadi. Sebelum itu terjadi Nayla bertekad akan mempercepat pernikahan nya dengan Bagas.
Bryan masih menatap Dara dan menggenggam tangan ini. " Bagaimana bisa kamu tau kalau aku alergi kerang bahkan kamu tau obat yang biasa aku minum. " Tanya Bryan yang ingin tau kebenaran nya. Bryan harus menanyakan ini. Agar teka teki yang mengganjal di hati dan pikiran nya bisa segera mendapatkan jawaban.
Dara tersenyum, melepas genggaman tangan Bryan Lalu mengelap sudut mata nya yang tampak berair. Kemudian bangkit dari duduk nya. " Bukan nya aku sudah bilang, kalau aku ini Dara Anastasya istri mu "
Deg
Iya, Dara memang sudah mengatakan itu sebelum nya. Tapi lelaki di depan nya itu bisa apa. bagaimana dia bisa percaya. Bahkan dia tak mengingat apapun di masa lalu nya. Tidak ada satu pun memori masa lalu nya yang tersimpan di otak nya. Yang ada hanya kehidupan baru nya bersama keluarga Nayla.
" Jelas aku tau semua tentang mu, Meskipun usia pernikahan kita baru satu hari tepat sebelum kecelakaan naas itu terjadi. Tapi kita sudah menjalin kasih sejak lama kak. Kisah cinta kita dimulai di masa putih abu abu. Bahkan kita melanjutkan kisah cinta ini di bangku kuliah. Kita kuliah di Universitas yang sama. Universitas yang Papa Mahendra kelola. Hingga pernikahan itu berlangsung. Tentu aku tau semua tentang diri mu kak...Belum aku merasakan sebagai seorang putri yang dibahagiakan oleh pangeran nya. Tapi takdir harus berkata lain. Kecelakaan itu membuat kita harus terpisah. Hiks .. Hiks.... " Jelas Dara dengan beruraian air mata.
" Jangan dengerin ucapan nya kak, Aku sudah bilang kan sama kakak, dia itu hanya gadis halu, mungkin saja dia ditinggalkan suami nya lalu stress, jadi sekarang dia ingin merebut calon suami aku " ucap Nayla dengan tangan yang sudah menarik Bryan untuk dekat dengan nya.
Bryan menggeleng pelan seolah mengatakan bahwa apa yang dikatakan Nayla itu tidak benar. Dara gadis baik baik. Bahkan dia sudah menolong Bryan hari ini. Tanpa nya ntah apa yang akan terjadi pada Bryan malam ini. Dan pengakuan gadis itu " Aku akan menyelidiki nya sendiri." ucap Bryan tentu nya dalam hati.
Belum sempat Bryan membuka mulut nya. namun dengan cepat Beni meminta Pak Seto dan yang lain nya untuk meninggalkan rumah nya dengan alasan hari sudah malam. Tentu itu hanya alibi Beni. Dia tak ingin gadis di depan calon menantu nya itu berbicara panjang lebar yang akan membuat ingatan pria itu kembali. Bahkan bisa saja merusak semua rencana nya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 75 Episodes
Comments