" Nay, tunggu Nay " teriak Bryan masih mengejar Nayla.
Nayla berhenti dengan posisi masih membelakangi Bryan. Bryan mendekat, dan menatap wajah Nayla.
" Nay, aku minta maaf kalau sudah membuat kamu marah. Tapi aku minta jangan ulangi lagi perbuatan kamu tadi Nay." Mohon Bryan.
" Dia itu hanya berusaha merebut kak Bagas dari aku. Aku calon istri kakak. Dan dia siapa ? Hah .. ? Kakak ingat pertama kali gadis kota itu datang kesini, dia mengaku istri kak Bagas. Dan sekarang dia terus mencari perhatian kak Bagas. Apa nama nya kalau bukan untuk merebut kak Bagas dari aku." Ucap Nayla masih dengan nada yang melengking.
" Atau jangan jangan kak Bagas juga suka ya sama dia " tuduh Nayla kemudian.
Bryan nampak diam, lalu kemudian menghela nafas nya kasar, gadis di depan nya ini rupa nya selain cemburu juga sangat keras kepala.
" Udah marah nya, mau beli es cream nggak" tanya Bryan kemudian. Nayla masih diam, " Nggak usah cemberut jelek tau" goda Bryan dengan tangan mengangkat dagu Nayla. " Aduh sakit Nay " pekik Bryan yang mendapat cubitan di pinggang nya dari Nayla.
Mereka berdua kemudian berjalan menghampiri penjual es cream dan memesan es cream kesukaan nya.
" Kita pulang aja ya Ra, " Ajak Cici pelan dan Dara nampak menggeleng. " Tapi luka di pipi mu harus diobati Ra, biar nggak bengkak" imbuh Loly .
" Aku nggak apa apa, ini nggak sakit " jelas Dara. Bagaimana bisa Dara bilang ini tidak sakit sedangkan pipi mulus itu terlihat memerah. Seperti nya Dara berat untuk pulang. Tapi untuk apa, untuk menyaksikan kemesraan Bryan dan Si nenek lampir 2 itu. Ntah lah apa yang Dara pikirkan sekarang.
" Yaudah kita ke penjual minuman dulu aja ya. Haus nih " seru Yola. " Itu ada penjual es boba " tunjuk Yola pada abang penjual es boba. Mereka berempat duduk di kursi yang sudah disediakan. Sambil menunggu pesanan datang Cici meminta es batu pada abang penjual nya untuk mengompres pipi Dara agar tidak bengkak. Sesekali Dara meringis menahan sakit saat Cici menempelkan es batu yang sudah dibungkus kain itu di pipi nya.
Tak lama kemudian pesanan mereka datang dan mereka menikmati pesanan masing masing sebelum akhir nya memutuskan untuk pulang.
Tidak jauh dari mereka duduk sekarang. Terlihat Nayla dan Bryan yang sedang menikmati es cream yang mereka pesan. Satu cup es cream rasa coklat dan satu cup rasa vanilla. Sesekali Nayla menyuapkan es cream milik nya ke mulut Bryan begitu juga dengan sebalik nya. Mengapa harus melihat adegan seperti ini lagi.
Mata Dara bergerak mengikuti gerak gerik Bryan dan Nayla. Hingga mata ini seketika membulat sempurna yang membuat ketiga sahabat terkejut. Mereka bertiga saling pandang. Seolah bertanya ada apa. Detik kemudian mereka mengikuti arah pandang Dara. Rupa nya ada Bryan dan Nayla yang berjalan menghampiri penjual kerang. Tapi kenapa Dara bisa melotot seperti itu.
Dapat mereka lihat dengan jelas Nayla membeli kerang tersebut. Setelah membayar nya mereka berdua duduk di kursi untuk menikmati kerang yang baru dibeli nya.
" Ra, - belum sempat mereka bertanya namun Dara sudah lebih dulu berlari. Mereka bertiga tampak khawatir lalu mengejar Dara takut atraksi jambak menjambak tadi berlanjut menjadi part dua. Namun seperti nya mereka salah. Bukan itu yang akan Dara lakukan.
Saat Nayla menyuapi Bryan dengan kerang yang dibeli nya, Dara datang tepat pada waktu nya.
" Tunggu " Teriak Dara dengan mendorong tangan Nayla yang mungkin sebentar lagi Bryan akan memakan kerang itu. Mereka berdua nampak tersentak. Terlebih Nayla nampak kesal. Lagi lagi kebersamaan mereka berdua harus terganggu lagi.
" Apa apaan ini " Sentak Nayla.
" Jangan berikan kerang itu pada nya , Dia alergi kerang " Jelas Dara tegas. Bahkan ketiga sahabat Dara pun tidak ada yang tau kalau suami sahabat nya itu alergi kerang.
Nayla nampak tersenyum miring. " Jangan sok tau kamu, dari mana kamu tau kak Bagas alergi kerang, ini pasti cuma akal akalan kamu aja kan. Iri melihat kebahagiaan kami."
Tentu hal ini membuat Nayla tidak percaya. Sedangkan Bryan, dia ingin memastikan apakah benar apa yang dikatakan gadis di depan nya bahwa dia alergi kerang.
Dengan segera Bryan mengambil alih kerang di tangan Nayla dan memakan nya. Ajaib, dalam waktu yang singkat Bryan merasakan gatal di seluruh tubuh nya. Bahkan kini wajah tampan itu sudah berubah warna menjadi kemerahan. Hal ini tentu nya membungkam mulut Nayla rapat rapat.
" Kak, apa yang kakak lakukan. Aku kan sudah bilang kamu alergi kerang. " ucap Dara dengan kedua sudut mata yang seperti nya sudah mulai basah.
Sedangkan Nayla masih menutup mulut nya tak percaya, bagaimana bisa gadis di depan nya ini tau kalau pria yang saat ini sudah terukir dalam di hati Nayla itu ternyata benar alergi kerang. Jangan jangan benar kalau gadis ini memang istri dari calon suami nya. Tidak, Nayla selalu menepis kenyataan itu.
Bryan terus menerus menggaruk seluruhnya badan nya. Dara seketika panik, pasal nya Dara tidak membawa obat alergi untuk Bryan.
" Nay, tolong Nay " suara Bryan berhasil membuyarkan lamunan Nayla. " Ah... Iya kak, aduh gimana ini" . Nayla nampak kebingungan. Pasalnya ini pertama kali dirinya melihat orang alergi kerang.
Cici dengan segera berlari ke penjual es kelapa. Dibeli nya air kelapa hijau yang dia percaya bisa meredakan alergi yang diderita suami dari sahabat nya itu. Bryan lalu menghabiskan air kelapa itu. Namun gatal itu masih tetap terasa. Lalu bagaimana ini. " Kak, sabar ya aku akan segera membawa obat alergi untuk kakak. " ucap Dara dengan tangan yang meraih ponsel dari dalam tas nya dan mencari nama Bastian lalu melakukan panggilan.
" Apa lagi sih yang mau kamu lakukan. udah aku mau bawa kak Bagas pulang . Biar kak Bagas aku obati sendiri. Kamu nggak usah ikut campur. " Ucap Nayla tajam lalu menarik tangan Bryan untuk pulang.
Lagi lagi luka yang Dara terima, ucapan tajam Nayla tidak akan membuat Dara menyerah. Meskipun begitu Dara tidak bisa diam saja. Dia tetap menghubungi asisten pribadi dari suami nya itu untuk datang membawakan obat alergi untuk Bryan.
" Astaga itu hati nenek lampir 2 terbuat dari apa sih, ketus banget ngomong nya. udah sok paling bisa aja. Emang dia bisa buat alergi kak Bryan hilang " kesal Loly bersungut sungut.
Akhir nya mereka berempat memutuskan untuk pulang kerumah, Pak Seto dan istrinya pasti sudah menunggu dirumah. Dara melirik jam di pergelangan tangan nya sudah menunjukan pukul 8 malam. Dara harap harap cemas sekarang. Berharap Bastian datang malam ini juga. Kasihan suami nya jika harus merasakan kesakitan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 75 Episodes
Comments