Tiba di Desa

Tibalah Dara dan yang lain nya di gapura desa yang tertulis Suka Makmur setelah menempuh perjalanan lebih dari satu jam lama nya. Kedua mobil mewah itu melingkar masuk ke halaman rumah yang agak luas yang tak lain adalah rumah pak Seto.

Ya, disinilah mereka sekarang. Di desa dimana Bryan tinggal sekarang. Dara, Cici, Yola dan Loly akan tinggal dirumah pak Seto selama beberapa hari kedepan sampai misi mereka berhasil.

"Den Bastian, Non Dara dan nona nona cantik selamat datang di gubuk kami " ucap Pak Seto sopan.

" Makasih pak " Balas mereka hampir serentak.

" Mari masuk " titah Istri pak Seto

Mereka semua masuk ke ruang tamu dan menduduki kursi yang terbuat dari anyaman bambu namun terlihat apik itu . Lalu istri pak Seto membawa nampan berisikan minuman untuk tamu nya.

" Ibuk buatkan teh anget silahkan diminum Den, Non." ucap Istri pak Seto

" Terima kasih buk tak perlu repot repot "

Keluarga pak Seto memang menyambut tamu nya dengan sangat baik. Bahkan istri pak Seto sudah menyiapkan kamar untuk gadis gadis yang akan menginap dirumah nya.

" Non, mari ibuk antar ke kamar " ucap istri Pak Seto.

" Anggap aja rumah sendiri , tapi maaf gubuk nya cuma sederhana non. "

" Dara terima kasih buk. Ibuk sudah menampung kami disini. " balas Dara tersenyum.

Keempat gadis itu membawa koper nya menuju ke kamar yang sudah disiapkan. Kamar yang disediakan memang tidak begitu luas tapi cukup untuk mereka berempat tidur dalam satu kamar.

Siang itu , mereka makan siang bersama. Menggelar tikar di lantai ruang tamu. Sayur asem, tempe goreng, dan ikan asin sudah tersedia.

" Maaf ya non, den, makanan di desa memang hanya seperti ini. " Ucap Bu Seto saat menghidangkan makanan nya.

" Ini kelihatan nya enak kok buk " seru Yola dan yang lain hanya tersenyum, lalu mengangguk tanda mengiyakan.

Setelah makan siang. Dan memastikan Dara dan ketiga sahabat mendapatkan tempat tinggal yang aman Bastian dan supir pribadi keluarga Pradana itu izin pamit untuk kembali ke kota.

" Pak , Buk , Bastian izin pamit kembali ke kota. Titip mereka ya pak, bu. Kapan kapan Bastian berkunjung kemari lagi " pamit Bastian lalu menatap ke empat gadis di depan nya. " jaga diri baik baik, jangan bikin ulah aneh aneh. ingat tujuan kalian kemari " ucap Bastian menasehati.

" Siap Kak "

" Den Bastian jangan khawatir. Bapak dan Ibuk akan menjaga non Dara dan teman nya dengan baik."

" Hati hati di jalan den, sampaikan salam kami untuk Tuan Mahendra." Ucap Pak Seto saat mengantar Bastian ke depan rumah.

Kedua mobil mewah itu keluar dari pekarangan rumah Pak Seto melesat jauh menuju ke ibu kota.

" Non, Istirahat aja dulu . Pasti capek kan habis perjalanan jauh. Kalau butuh apa apa jangan sungkan sama ibuk " ucap Bu Seto

" Baik Buk "

Di Kantor Pradana Group

Alex yang duduk di kursi kerja nya , nampak memutar bola mata nya malas. Rasa nya semangat nya untuk bekerja hampir tidak ada hari ini. Mungkin untuk besok dan seterusnya sampai Dara kembali ke kediaman keluarga Pradana.

" Arkkhh..... " umpat Alex. Kepala nya itu terasa pusing. Rasa nya sungguh berat harus bersaing dengan Bryan sekalipun Bryan amnesia.

Tangan Alex mengambil ponsel di saku celana nya dan membuka gallery nya. Foto Dara terpampang cantik di ponsel Alex. Ntah dari mana pria itu mendapatkan foto Dara. " Kenapa harus pergi sih Ra. Aku bisa gila jauh dari mu " Batin Alex. Sungguh laki laki itu tak tau diri, masih saja mengharap kan istri orang.

" Lex, nanti siang ikut papa ada meeting dengan klien. " ucap Mahendra yang sukses membuat Alex tersentak saat Mahendra memasuki ruang kerja Alex . Dengan buru buru Alex menutup ponsel nya.

Alex mengerutkan dahi nya " Memang nya Bastian kemana pa, dari pagi belum kelihatan. Biasanya papa selalu ajak asisten kepercayaan Bryan itu. " jawab Alex sinis.

" Bastian sedang ada urusan." singkat Mahendra.

" Urusan apa, Apa ini ada hubungan nya dengan keberangkatan Dara ke Bandung. " batin Alex.

...****...

Sore itu Dara dan Cici membantu Bu Seto memasak di dapur. Meskipun Bu Seto melarang namun Dara dan Cici bukan gadis malas yang sesuka hati di rumah orang tanpa membantu mengerjakan pekerjaan rumah. Sedangkan Yola dan Loly menyirami tanaman, karena pada dasarnya memang Yola dan Loly tidak pandai memasak jadi lebih memilih pekerjaan itu.

Selesai mengerjakan pekerjaan masing masing mereka lalu melakukan ritual mandi secara bergantian.

Hari berganti sore, dan sore pun mulai beranjak malam. Sang Surya sudah terbenam dan diganti dengan sinar rembulan yang bersinar terang.

Pak Seto dan istri nya, serta Dara dan ketiga sahabat nya melakukan makan malam bersama. Selesai makan malam mereka nampak berbincang bincang.

" Non Dara, ibuk sudah tahu masalah non dan den Bryan. Lalu apa yang non Dara akan lakukan selanjut nya." tanya Bu Seto.

" Dara akan mengembalikan kembali ingatan Bryan buk. O iya buk apa kegiatan keluarga Nyala setiap hari nya. " tanya Dara penuh selidik.

Dan disitulah Bu Seto menceritakan semuanya. Ternyata keluarga Nayla memiliki kegiatan yang sama seperti keluarga Pak Seto yaitu sebagai petani teh di kebun.

Ini kesempatan yang baik. Dara akan ikut Bu Seto besok untuk memetik teh.

" Ibuk akan bantu Non Dara memperjuangkan Cinta den Bryan." jawab Bu Seto dan Dara langsung memeluk Bu Seto.

" Makasih buk " ucap Dara di sela pelukan nya dan sahabat nya hanya tersenyum.

" Kalau kita boleh tahu, apakah Ibuk hanya tinggal berdua saja dengan pak Seto" Tanya Loly karena mereka tak melihat orang lain di rumah itu.

" Ibuk memiliki seorang putra, seperti nya seumuran dengan kalian. Dan putra ibu sekarang tinggal di kota untuk melanjutkan kuliah." jelas Bu Seto.

Tiba tiba seulas senyum muncul dari sudut bibir Loly. " Anak ibuk tampan nggak buk , boleh donk buk kenalin sama Loly, lagi jomblo ini. Siapa tau Loly jadi menantu ibuk" oceh Loly yang sangat panjang dan lebar dan berhasil mendapatkan hadiah jitakan di kening nya oleh Yola.

" Apaan sich yol, kebiasaan deh. Nggak bisa apa lihat sahabat bahagia ". ucap Loly dengan muka yang terlihat kesal.

" Menantu ... Menantu... jangan mau buk, Loly gak bisa masak " seru Yola.

" Kayak lo bisa masak aja " balas Loly

Dan yang lain hanya terkekeh dengan tingkah dua gadis itu. Bu Seto nampak tersenyum bahagia karena rumah nya kini terasa ramai dengan hadir nya gadis kota ini.

" Ya sudah, kalian segera istirahat. Hari sudah semakin malam. katanya besok mau ikut ibuk ke kebun. "

" Siap buk " jawab mereka kompak lalu beranjak dari kursi yang mereka duduki dan berjalan beriringan menuju ke kamar mereka.

Dara dan ketiga sahabat nya merebahkan tubuhnya di kasur. Seperti nya tidak butuh waktu yang lama ketiga sahabat nya itu sudah terbawa ke alam mimpi mereka masing masing. Sedangkan Dara belum bisa memejamkan mata nya.

" Hari ini aku sudah dekat dengan mu Bryan. Dan aku akan mengembalikan kembali ingat mu. Tunggu aku sayang, kita pasti akan bersama lagi " lirih Dara sebelum akhir nya mata ini terpejam.

...****...

Kira kira apa yang akan dilakukan Dara untuk mengembalikan kembali ingatan Bryan. Ikutin kelanjutan nya ya. Jangan Lupa Like Dan ditunggu Komentar nya...

Terpopuler

Comments

Ana Zulkarnain

Ana Zulkarnain

Lanjuuuut, penasaran nichh

2024-11-23

0

lihat semua
Episodes
1 Kecelakaan Tragis
2 Bryan Amnesia
3 Calon Suami ( Nayla )
4 Alex Terkejut
5 Mendadak Tidak Jadi Lapar
6 Mahendra Bertemu Dengan Putra nya
7 Rencana Sahabat Dara
8 Masa Lalu Yang Kosong
9 Jati Diri
10 Merebut Kembali Suamiku ( Dara )
11 Mengorek Informasi
12 Sempurna ( Dara )
13 Tiba di Desa
14 Misi Pertama
15 Tragedi Di Kebun Teh
16 Rumah Hantu
17 Alergi Kerang
18 Sekali lagi Aku Istri mu ( Dara )
19 Tragedi Penggrebekan
20 Tragedi Penggrebekan II
21 Pingsan
22 Kegelisahan Bryan
23 Dara Hilang
24 Rahasia Di Balik Buku Diary
25 Pernikahan Nayla dan Bryan
26 Sandiwara Yang Terbongkar
27 Di Rumah Sakit
28 Masih Di Rumah Sakit
29 Ingatan Yang Kembali
30 Kenyataan Mengejutkan
31 Ikut Bahagia
32 Di Penjara
33 Penyambutan untuk Bryan
34 Menginginkan Cucu
35 Bibit yang Berkualitas
36 Menyusun Rencana
37 Hari Pertama Masuk Kantor
38 Dara vs Bella
39 Cemburu
40 Nayla Mabella
41 Drama Pesan Singkat
42 Alex Mabuk
43 Memutar Balikan Fakta
44 Rencana Meeting di Luar Kota
45 Rencana Bulan Madu
46 Di Kampus
47 Berangkat Meeting di Luar Kota
48 Di Kamar Hotel
49 Pengaruh Obat Perangsang
50 Rekaman CCTV Hotel
51 Siapa Pelaku nya ?
52 Pertengkaran Dua Saudara
53 Liburan
54 Penuh Kejutan
55 Bulan Madu
56 Di Pantai
57 Postingan di Media Sosial
58 Gara Gara Oleh Oleh
59 Kecurigaan Bastian
60 Bastian dan Cici
61 Menjenguk Melinda
62 Mual di Pagi Hari
63 Dara Hamil
64 Bryan vs Alex
65 Perhatian Bryan
66 Perdebatan di Ruang Kerja
67 Ide Gila Bella
68 Gara - Gara Lipstik
69 Tidak Sesuai Rencana
70 Dugaan Bastian
71 Mendadak jadi Detektif
72 Perbincangan Seusai Makan Malam
73 Wisuda
74 Memeriksakan Kandungan
75 Ngidam Nasi Goreng
Episodes

Updated 75 Episodes

1
Kecelakaan Tragis
2
Bryan Amnesia
3
Calon Suami ( Nayla )
4
Alex Terkejut
5
Mendadak Tidak Jadi Lapar
6
Mahendra Bertemu Dengan Putra nya
7
Rencana Sahabat Dara
8
Masa Lalu Yang Kosong
9
Jati Diri
10
Merebut Kembali Suamiku ( Dara )
11
Mengorek Informasi
12
Sempurna ( Dara )
13
Tiba di Desa
14
Misi Pertama
15
Tragedi Di Kebun Teh
16
Rumah Hantu
17
Alergi Kerang
18
Sekali lagi Aku Istri mu ( Dara )
19
Tragedi Penggrebekan
20
Tragedi Penggrebekan II
21
Pingsan
22
Kegelisahan Bryan
23
Dara Hilang
24
Rahasia Di Balik Buku Diary
25
Pernikahan Nayla dan Bryan
26
Sandiwara Yang Terbongkar
27
Di Rumah Sakit
28
Masih Di Rumah Sakit
29
Ingatan Yang Kembali
30
Kenyataan Mengejutkan
31
Ikut Bahagia
32
Di Penjara
33
Penyambutan untuk Bryan
34
Menginginkan Cucu
35
Bibit yang Berkualitas
36
Menyusun Rencana
37
Hari Pertama Masuk Kantor
38
Dara vs Bella
39
Cemburu
40
Nayla Mabella
41
Drama Pesan Singkat
42
Alex Mabuk
43
Memutar Balikan Fakta
44
Rencana Meeting di Luar Kota
45
Rencana Bulan Madu
46
Di Kampus
47
Berangkat Meeting di Luar Kota
48
Di Kamar Hotel
49
Pengaruh Obat Perangsang
50
Rekaman CCTV Hotel
51
Siapa Pelaku nya ?
52
Pertengkaran Dua Saudara
53
Liburan
54
Penuh Kejutan
55
Bulan Madu
56
Di Pantai
57
Postingan di Media Sosial
58
Gara Gara Oleh Oleh
59
Kecurigaan Bastian
60
Bastian dan Cici
61
Menjenguk Melinda
62
Mual di Pagi Hari
63
Dara Hamil
64
Bryan vs Alex
65
Perhatian Bryan
66
Perdebatan di Ruang Kerja
67
Ide Gila Bella
68
Gara - Gara Lipstik
69
Tidak Sesuai Rencana
70
Dugaan Bastian
71
Mendadak jadi Detektif
72
Perbincangan Seusai Makan Malam
73
Wisuda
74
Memeriksakan Kandungan
75
Ngidam Nasi Goreng

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!