Lamunan Alex seketika buyar setelah ponsel nya bergetar, dirogoh nya benda pintar dari saku celana nya itu.
📞 Papa Memanggil.....
" Hallo Pa " Jawab Alex dengan Cepat
(.......)
" Baik pa "
Setelah mematikan sambungan telepon nya kini Alex menatap ke arah Dara yang lemas tak berdaya. Butiran butiran bening ini terus menghujani wajah cantik Dara.
" Gimana keadaan Bryan kak, Hikss... Hikss... " Dara menangis sejadi jadi nya.
Melinda yang menuruni tangga seketika mempercepat langkah nya. " Apa yang terjadi ? " tanya Melinda
" Bryan kecelakaan ma " jawab Alex cepat
Melinda seketika menutup mulut nya yang ternganga. Bahkan asisten rumah tangga dirumah besar itu pun ikut terkejut mendengar tuan muda mereka mengalami kecelakaan naas itu.
" Ra, kamu tenang ya, aku sama Papa akan melihat kondisi Bryan. Kamu dirumah aja sama Mama." ucap Alex sesuai dengan pesan papa nya tadi.
" Enggak, aku mau ikut. aku mau lihat suami ku kak, Hikss ... hiks ... "
Alex nampak bingung, karena tak tega akhir nya Alex membiarkan Dara ikut ditemani dengan Melinda.
Sepanjang perjalanan semua tampak diam. Alex fokus dengan mengemudi, sedangkan Melinda nampak sibuk berkirim pesan dengan seseorang. jangan tanyakan Dara yang hanya melamun memikirkan nasib suami nya.
Setelah tiba di lokasi kejadian, Dara semakin terkejut pasal nya Polisi hanya menemukan mobil Bryan yang terjun ke jurang dalam keadaan rusak parah dan tidak ditemukan nya Bryan di dalam nya. Lalu kemana suami nya itu. Bulir bulir bening itu lolos begitu saja. Kembali Dara menangis histeris sebelum akhir nya Dara jatuh pingsan.
...****...
Satu Minggu sudah berlalu, Namun belum ada titik terang keberadaan Bryan. Sejak saat kejadian naas yang menimpa suami nya. Dara hanya menghabiskan waktu di kamar. Menunggu keajaiban datang, melihat kondisi mobil yang hancur kemungkinan Bryan selamat sangatlah kecil.
Hari ini, ketiga sahabat Dara datang. Cici, Loly, dan Yola saat ini berada di balkon kamar Dara. Merasa tidak tega dengan kondisi sahabat nya itu, mereka mencoba menghibur Dara agar tidak larut dalam kesedihan.
Suara bel di rumah besar itu pun berbunyi. dengan langkah cepat asisten rumah tangga membuka pintu. Di balik pintu rupa nya ada seorang Pria paruh baya yang nampak asing.
" Maaf, bapak mencari siapa ?" tanya asisten rumah tangga yang bernama Bi Tuti itu.
" Maaf Bu, perkenalkan nama saya Pak Seto. saya dari desa. Datang kemari ingin bertemu dengan Tuan Mahendra " jawab Pria paruh baya itu mengutarakan maksud dan tujuan nya datang.
" Maaf pak. tapi tuan Mahendra sedang tidak ada di tempat". jawab Bi Tuti apa ada nya.
" Namun ini penting Bu, Saya ingin memberi tahu kabar penting"
Bi Tuti nampak mengernyitkan dahi nya. sepenting apa berita yang ingin disampaikan pria di depan nya itu.
Detik kemudian, Melinda yang sudah rapi dan ingin pergi ke suatu tempat, seketika berhenti setelah melihat Bi Tuti dan orang asing yang ada di rumah nya.
" Siapa Bi, " tanya Melinda ketus
" Ini Nyonya, bapak ini sedang mencari Tuan. katanya ada berita penting yang _ "
" Anda nyonya rumah ini, Tuan Muda Pradana yang hilang dalam kecelakaan itu ada di desa tempat tinggal saya nyonya" ucap Pria paruh baya itu memotong pembicaraan Bi Tuti.
Melinda seketika melotot, berbeda dengan Bi Tuti yang reflek membuka mulut karena terkejut mendapat kabar baik.
" Bibi ke belakang. biar saya yang urus" perintah Melinda.
" Baik nyonya "
Kini Melinda menatap tajam Pria di depan nya itu.
" Terima kasih sudah memberi kami kabar. nanti saya sampaikan ke Mahendra. Dan saya minta tolong anda pergi dari rumah ini segera." Tangan Melinda bergerak mengambil beberapa lembar uang warna merah dari dalam tas nya dan menyodorkan pada pria di depan nya.
" Ini buat kamu , tolong jangan pernah datang lagi " Ucap Melinda dengan tatapan tajam.
" Saya tidak butuh uang itu nyonya, baiklah saya akan pergi " ucap Pria paruh baya itu dan hendak membalikan badan nya.
" Tunggu " Teriak Dara diikuti ketiga sahabat nya menuruni tangga rumah besar itu.
Pria itu membalikan kembali badan nya dan menatap gadis yang berjalan mendekat.
" Bapak tahu dimana Bryan, Saya Dara istri nya pak. Tolong bapak antar saya bertemu dengan suami saya pak. bagaimana keadaan suami saya pak ". Seketika pria paruh baya itu di brondong berbagai pertanyaan oleh gadis cantik di depan nya. Dara mengatupkan tangan nya dan tampak memohon pada pria paruh baya di depan nya itu.
Melihat air mata tulus yang keluar dari gadis cantik itu, pak Seto akhir nya mengangguk.
" Eh Dara, kamu jangan gampang percaya dengan orang yang tidak kamu kenal, bisa saja kan dia mau menculik mu. Papa mu sedang tidak ada dirumah jangan banyak tingkah ya kamu" ucap Melinda berharap menantu nya itu tidak jadi pergi.
" Tante jangan khawatir, Dara akan pergi bersama kami " ucap Loly kemudian .
" Lagian Yola juga sudah menghubungi Kak Bastian untuk menemani kami. sambung Yola tidak mau kalah dengan mama Tiri Bryan itu.
" Ra, kamu bersiap siap ya. kita pergi sekarang. ayo aku temani ke atas. Yola, Loly kalian ke depan temani bapak ini. Kak Bastian sebentar lagi datang." ucap Cici.
Melinda geram sendiri melihat tingkah gadis gadis di depan nya itu. Seakan omongan Melinda tidak di gubris sama sekali.
...****...
Setelah menempuh perjalanan lebih dari 1 jam. kini mobil Bastian terparkir rapi di depan rumah yang Pak Seto bilang tadi.
Tok ... Tok ... Tok...
Ceklek
Pintu rumah sederhana itu terbuka lebar. Betapa terkejut nya Dara, Bastian, dan ketiga sahabat nya melihat sosok tampan yang sangat Dara rindukan selama ini. Sosok tampan yang sudah menjadi separuh jiwa dan raga Dara. Bahkan Dara hampir gila dibuatnya setelah kejadian kecelakaan itu. Dan hari ini sosok itu berdiri tepat di hadapan nya.
Senyum yang hampir tidak ada beberapa hari ini seketika terbit begitu saja, Dara berlari menghampiri dan memeluk pria tampan di depan nya itu, menumpahkan kerinduan dan kekhawatiran nya selama ini.
Beberapa saat kemudian... Bryan melepas pelan kedua tangan Dara yang memeluk nya. memandang nya sejenak lalu berkata.
" Kamu Siapa ?"
Dara tercengang, mereka saling menatap. mata itu tetap sama, namun pandangan mata itu berbeda. Suami yang sangat mencintai nya, bahkan menjadikan nya bidadari hati nya itu kini tak lagi mengingat tentang nya. Cairan bening itu seketika sudah memenuhi kelopak mata indah Dara, Bayangan pertemuan dengan suami nya yang mengharu biru itu kini telah sirna. Semua di luar dugaan Dara. Kenyataan nya suami nya itu tidak mengenal siapa diri nya.
Tak mampu menahan lagi, seketika air mata itu menetes. " A... aku... istri mu Bryan. Aku Dara. Dara Anastasya. Kamu ingat aku kan ? tanya Dara pelan. kini langkah Dara semakin mendekat ke arah Bryan.
" Istri ? Dara ? Maaf aku tidak mengenal mu " jawab Bryan dengan lantang. menambah luka yang sangat dalam di hati Dara.
Bastian dan Ketiga sahabat Dara sontak terkejut dengan adegan di depan nya.
" Bryan, ini aku Bastian sahabat kamu dari kecil dan perempuan ini Dara istri kamu. " ucap Bastian yang merasa tidak tega dengan perlakuan Bryan pada Dara.
" Maaf aku tidak mengenal kalian "
" Aku Istri mu Bryan. istri yang sangat mencintai mu. Aku sangat merindukan mu. hiks.. hiks.. "
" Ada apa ini, mereka siapa ? " Tiba tiba ada seorang gadis cantik yang keluar dari dalam rumah. Berdiri tepat di sebelah Bryan dan tangan nya terangkat untuk menggandeng mesra lengan Bryan.
Deg
Rasa sesak di dada Dara kini kian menjadi. Siapa gadis ini, kenapa mereka begitu mesra, sejuta pertanyaan muncul di benak Dara.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 75 Episodes
Comments
Ray
baguss ceritanyaa👍
2023-10-17
2
Novita Linda
aaaaa ditunggu karyaa selanjutnya
2023-09-20
2
Beerus 🎉
Tersentuh banget dengan kisah ini.
2023-08-21
1