Selesai bersiap siap untuk keberangkatan nya besok pagi, Dara beranjak dari duduk nya dan berjalan menuruni tangga . Langkah nya membawa Dara menuju ke halaman samping dapur dimana ada sebuah taman disana . Dara duduk di kursi taman seorang diri bak putri yang menunggu kedatangan pangeran nya. Malam ini sangat cerah. Tapi tak secerah suasana hati gadis cantik itu.
Dara memang berniat mencari udara segar, menghabiskan waktu nya malam ini dirumah mewah itu, karena esok dia akan pergi dan ntah sampai kapan akan kembali lagi. Dara akan mengejar cinta sejati nya dan tidak akan pernah kembali seorang diri sebelum Bryan ikut dengan nya.
Dara teringat dengan ucapan sahabat nya mengenai siapa yang mereka curigai telah merencanakan musibah yang menimpa Bryan. Bukan menduga tanpa alasan. Siapa sih yang tidak iri dengan apa yang Bryan miliki sekarang. Memiliki paras tampan, otak yang cerdas, CEO muda berbakat bahkan pewaris perusahaan besar, semakin lengkap dengan hadir nya pendamping hidup yang baik dan cantik. Sungguh ciptaan Tuhan yang mendekati sempurna.
Tapi Siapa ? Apakah rekan bisnis Bryan, kolega papa Mahendra , Teman Bryan atau bahkan orang orang terdekat Bryan.
Dara menggelengkan kepala tak percaya saat ada beberapa nama yang sahabat nya curigai itu. Tapi tak ada salah nya Dara mencoba mencari tahu kebenaran nya.
Dara tersentak saat Alex datang dan memegang pundak Dara. " Kak Alex " ucap nya.
Alex tersenyum , " Boleh aku duduk "
" Boleh kak " jawab Dara
Lalu Alex mendudukan diri di samping Dara.
" Ini Ra, minum buat kamu " Alex menyodorkan segelas jus jeruk yang dibawa nya untuk Dara dan satu gelas lagi untuk diri nya sendiri.
" Makasih " jawab Dara dan menerima segelas jus jeruk dari Alex dan meminumnya sedikit.
" Tumben Ra, duduk sendirian di taman malam malam begini. Udara di luar dingin Lo " kata Alex
" Enggak kok kak. Aku emang lagi pengen aja " jawab Dara asal.
" Cantik " Batin Alex lalu duduk di sebelah Dara dan meneguk jus jeruk ditangan nya.
" Yaudah kakak temenin ya . enggak baik gadis cantik sendirian " goda Alex. Dan Dara hanya tersenyum
" Terus apa yang akan kamu lakukan sekarang Ra dengan kondisi Bryan yang tidak ingat apapun. Bahkan kini dia tinggal jauh dari kamu " tanya Alex pelan takut melukai hati Dara.
Dara diam, memandang Alex yang nampak nya menunggu jawaban dari nya. " Apa maksud kak Alex bicara seperti ini " batin Dara.
" Aku nggak tau kak, aku sudah menemui Bryan dan menjelaskan semua nya, tapi dia tetap tidak ingat apapun. Yang bikin aku lebih sakit kenapa begitu cepat dia dekat dengan gadis lain kak" bulir bulir bening itu sudah membendung memenuhi kelopak mata indah Dara.
" Maksud kamu, Bryan punya pacar " tanya Alex serius.
Dara diam. " Bukan hanya pacar. Bahkan gadis itu mengaku calon istri suami nya. Istri mana yang hati nya tak hancur menerima kenyataan seperti ini." Jerit Dara dalam hati nya.
" Cukup menarik. Dengan begitu kesempatan nya untuk mendapatkan Dara semakin besar." Batin Alex dengan senyum yang menyeringai.
Alex memandang Dara " Jangan sedih Ra. Nanti cantik nya hilang kalau nangis terus. " ucap Alex lalu mengelap sudut mata Dara yang basah.
" Kalau kamu butuh pundak untuk bersandar , menumpahkan semua kesedihan mu. Aku siap Ra" lagi lagi Alex mencari perhatian Dara.
Dara hanya menoleh pada Alex sebentar kemudian tatap nya kembali ke depan.
" Ra, jika suatu saat nanti Bryan benar benar pergi dari kehidupan kamu. Aku akan selalu ada buat kamu. Aku bisa buat kamu bahagia Ra "
Deg
Satu kalimat yang sukses membuat Dara terkejut bukan main. Dara kembali menoleh. Menunggu kelanjutan apa yang akan Alex katakan. Kenapa Alex bicara seperti ini. Dia kakak ipar Dara. Apa Alex belum menerima kenyataan bahwa Dara sudah menjadi istri adik tiri nya.
Dara ingat betul. Dulu suami dan kakak ipar nya itu pernah memperebutkan diri nya. Namun Dara pikir, setelah diri nya sah menjadi istri Bryan , Alex sudah mengubur dalam dalam perasaan nya pada Dara. Namun rupa nya Dara salah.
" Apakah mungkin Kak Alex ada hubungan nya dengan kecelakaan suami nya itu. Bisa saja kan Alex sakit hati dan ingin balas dendam. Kenapa aku tidak berfikir sejauh itu. " Batin Dara. Namun buru buru Dara menepis pikiran buruk nya itu.
" Ra, sudah lama aku menunggu mu, sudah lama kakak menaruh hati pada mu. Aku akan membahagiakan mu Ra. " Tangan Alex menggenggam tangan Dara erat. Jantung Alex kini terpompa dengan kencang nya. Perasaan nya pada Dara tidak pernah pudar.
Detik Kemudian....
Plaakkk
Satu tamparan keras dan panas mendarat di pipi Alex. Alex melotot dan memegangi pipi nya.
Dara berdiri dari duduk nya " Kakak gila ya, aku ini adik ipar mu kak. Kakak harus nya prihatin dengan keadaan Bryan bukan malah bersikap seperti ini kak. " ucap Dara dengan sangat lantang.
" Tapi Ra, Aku sangat mencintai mu "
Alex berdiri dan menyekal tangan Dara. Namun dengan cepat Dara menepis nya.
Dara berlari meninggalkan Alex yang nampak frustasi. Berkali kali Alex harus menerima tamparan keras. Bahwa cinta nya pada Dara tidak pernah terbalaskan.
" Arkhhhh... Bryan Bryan kenapa harus dia " Geram Alex dengan tangan yang masih mengepal. "Seperti nya aku harus menyingkirkan Bryan dengan tangan ku sendiri "
Dara berlari masuk ke dalam rumah besar itu. Namun langkah nya terhenti saat melihat Melinda yang sedang menerima telepon secara diam diam.
" Mama Melinda " batin Dara
Aku tidak mau gagal. Kamu atur saja semua nya. Aku terima beres. Ucap melinda lirih namun masih terdengar oleh Dara.
Satu kalimat yang berhasil membuat mata Dara melotot. Apalagi ini kenapa sangat mencurigakan. Kenapa Dara semakin dibuat pusing. Mama Melinda bicara dengan siapa kenapa sangat pelan sekali nada bicara nya.
" Ma... Mama " Teriak papa Mahendra
Melinda yang kaget lalu membalikan badan nya.
" Iya pa , papa belum tidur " tanya Melinda mengalihkan pembicaraan.
" Mama juga belum tidur , ngapain malam malam begini masih disini. Mama telepon siapa ? Tanya Mahendra penuh selidik
" Oh , ini pa teman arisan mama " jawab Melinda
" Mama, arisan melulu urusan nya , udah selesai telepon nya "
" udah pa "
" Apa benar itu teman arisan mama " batin Dara lagi.
" Non Dara " Dara tersentak saat Bi Siti memergokinya nya mengintip pembicaraan kedua mertua nya itu
" ssttt... Diam Bi jangan keras keras" perintah Dara
" Loh Dara ngapain disitu " tanya papa Mahendra. Dan Melinda pun ikut menoleh.
Dara tersenyum kikuk lalu menjawab mertua nya itu. " Dara haus tadi pa, ambil minum " jawab nya beralibi.
Mahendra nampak mengangguk lalu naik ke lantai atas menuju kamar nya. Tentu nya diikuti dengan Melinda.
...****...
Kira kira diantara Alex dan Melinda. Apakah ada hubungan nya dengan kecelakaan Bryan ... ???
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 75 Episodes
Comments