...༻◊༺...
Laras melenguh dalam kenikmatan. Dia bisa melihat Arga bergerak dengan gagah perkasa di atas badannya. Keringat yang menyelimuti tubuh mereka membuat permukaan kulit mengkilap.
Sesekali Laras memegang wajah Arga, kemudian mengecup bibirnya. Dalam beberapa detik lidah mereka saling bergulat.
Tanpa diduga, pintu tiba-tiba terbuka. Hery muncul dari sana. Mata Laras sontak terbelalak hebat.
"Mas Hery!" seru Laras. Dia berusaha memisahkan diri dari Arga. Namun lelaki tersebut tidak membiarkan. Arga memegang erat kedua tangan Laras sambil terus memberikan hentakan.
"Arga! Apa yang kau lakukan?! Apa kau tidak melihat suamiku datang?! Aku mohon hentikan!" pekik Laras seraya terus memberontak.
"Aku tidak bisa, Laras! Aku tidak bisa berhenti!" sahut Arga. Dia melanjutkan dengan mengerang nyaring. Arga melakukan pergerakan lebih cepat.
Laras menatap ke arah Hery. Dia melihat lelaki itu memegangi sapu tangan bernoda lipstik. Lalu melangkah keluar sambil tak lupa menutup pintu.
"Mas! Mas Hery!" panggil Laras. Dia langsung terbangun dari tidur. Ternyata semua tadi hanyalah mimpi.
Laras memegangi dada. Lalu turun dari ranjang. Dirinya meminum segelas air putih agar bisa tenang.
Bersamaan dengan itu, Laras mengapit erat kedua kakinya. Entah kenapa dia merasakan gairahnya menjalar akibat mimpi tadi.
"Tidak! Berhentilah memikirkannya!" Laras mencoba mengingatkan diri sendiri. Sebab bayangan Arga terus menghantui. Bahkan di saat Laras mencoba untuk tidur kembali. Ia merasakan keinginan yang kuat ingin bertemu Arga.
Dalam semalaman, Laras tidak karuan tidur. Di kala pagi, dia merasakan mual. Itu semakin memburuk ketika Hery muncul di hadapannya.
"Mas! Apa kau--" Laras mendatangi meja makan. Dia melihat Hery duduk di sana untuk sarapan. Tetapi ucapannya langsung terhenti karena rasa mual kembali datang.
Seberapa keras Laras menahan diri, namun rasa mualnya tak bisa tertahan. Dia terpaksa berlari ke kamar mandi saat ingin muntah.
"Kau sepertinya ngidam tidak ingin melihatku. Sebaiknya aku pergi sekarang. Telepon aku atau Mama kalau ada apa-apa," kata Hery seraya beranjak dari meja makan.
"Tapi, Mas--"
"Tidak apa-apa, Sayang. Aku tahu kalau orang hamil itu memang sering ngidam hal aneh. Salah satunya seperti kau sekarang," sergah Hery. Dia tersenyum dan berusaha memahami sikap Laras. Hery bahkan mengurungkan niat untuk menanyakan perihal pertemuan Laras dengan Fita.
Alhasil Laras tak bisa berkata-kata. Ia membiarkan suaminya pergi tanpa berpamitan seperti biasa.
...***...
Waktu menunjukkan jam 12 siang. Laras sekarang sedang berada di restoran untuk bertemu Fita.
Tak lama kemudian orang yang ditunggu akhirnya datang. Fita segera duduk di hadapan Laras.
"Hai, Mbak Laras. Lama nggak ketemu," ucap Fita berbasa-basi.
"Iya. Kau semakin cantik saja," balas Laras.
"Aku dibanding Mbak bukan apa-apa," tanggap Fita yang jelas bukanlah kesungguhan dari hati.
"Jadi kenapa kau mengajakku bertemu?" tanya Fita.
"Em... Aku cuman mau menanyakan tentang Mas Hery. Apakah akhir-akhir ini perusahaan memang sedang sibuk? Soalnya Mas Hery selalu pulang larut malam," tutur Laras. Bertanya baik-baik.
Jawaban Fita tentu berpihak pada Hery. Dia menyembunyikan semuanya dari Laras. Fita bahkan memberikan jawaban yang meyakinkan.
Laras lantas percaya saja. Dia jadi berpikir kalau semua kecurigaannya hanya buang-buang waktu.
Pertemuan berakhir ketika Laras dan Fita menghabiskan makanan. Usai dari sana, Laras langsung pulang.
Dalam perjalanan pulang, Laras melewati klinik milik Arga. Entah kenapa dia ingin sekali singgah ke sana. Meskipun begitu, Laras terus menginjak pedal gas. Hingga klinik Arga tersebut dilewatinya.
Setelah lewat beberapa meter, Laras lagi-lagi dihantui keinginannya yang semakin mengganggu. Alhasil dia menepikan mobil dan berhenti.
"Apa yang kupikirkan? Kenapa aku sangat ingin bertemu dengannya? Apa ini karena aku mengandung anaknya?" gumam Laras yang merasa frustasi sendiri.
Walau sangat ingin bertemu Arga, Laras memilih menahan diri. Itu berhasil dia lakukan sampai pulang ke rumah.
Bukannya tenang, Laras malah merasa semakin was-was. Rasanya keinginan kuat bertemu Arga tidak bisa dirinya lepas sebelum terwujud.
"Sial!" rutuk Laras. Dia akhirnya mengendarai mobil menuju klinik Arga. Lalu menghubungi lelaki itu.
"Kenapa?" Arga menjawab dari seberang telepon.
"Aku tidak tahu kenapa. Tapi aku sangat ingin bertemu denganmu," terang Laras.
"Benarkah? Apa kau mengidam?"
"Sepertinya begitu. Ini membuatku gila, Ga! Aku sekarang dalam perjalanan menuju klinikmu."
"Tapi sekarang aku masih bekerja."
"Tidak masalah. Aku pasienmu juga kan?"
"Baiklah kalau begitu." Arga bersedia bertemu dengan Laras. Setelah itu pembicaraan mereka berakhir.
Kini Arga duduk di kursi kerjanya. Pintu mendadak terbuka. Mata Arga langsung membulat. Mengira kalau yang datang adalah Laras. Tetapi ternyata sosok yang datang ternyata adalah perawat dan pasien. Entah kenapa jantung Arga berdegup kencang saat mengetahui niat kedatangan Laras. Terlebih kedatangan perempuan tersebut atas keinginan sendiri.
Setelah mengurus beberapa pasien, akhirnya tibalah giliran Laras. Arga pun menyuruh perawat untuk mengambilkan sesuatu agar dirinya bisa berduaan dengan Laras.
Sang perawat yang tidak tahu apa-apa langsung pergi. Kini tinggal Arga dan Laras berduaan di ruangan.
"Jadi kau mau aku melakukan apa?" tanya Arga.
Laras hanya diam. Ia justru terpaku menatap Arga. Hal tersebut membuat Arga jadi salah tingkah.
"Laras?" Arga ingin Laras segera menanggapinya.
"Kenapa kau terlihat sangat tampan?" kata Laras. Masih dalam keadaan memancarkan tatapan lekat dan tak teralihkan dari Arga. Perempuan itu bersikap tidak seperti biasanya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 93 Episodes
Comments
syamsul anam
laras bertanya pada orang yang salah../Facepalm//Slight/
2024-01-10
0
Zerazat
justru di sini yang tersakiti Agni,Arga,Laras,Henry,Fita sama sama Edyan,mungkin Hendry dan Fita kalau sudah menikah siri ndak masalah lelaki mana yang sudah beberapa tahun menikah belum di beri momongan,sekretarisnya menggoda sekalian ya jelas bos punya uang mau apa lagi cerita yang ruwet
2023-12-22
0
Devi Handayani
hmm ini pengaruh ritual.... apa memang mereka berdua yg mulai jatuh cinta🤨🤨🤨
2023-10-24
0