Bab 20 - Keinginan Yang Tak Terelak

...༻◊༺...

Laras melenguh dalam kenikmatan. Dia bisa melihat Arga bergerak dengan gagah perkasa di atas badannya. Keringat yang menyelimuti tubuh mereka membuat permukaan kulit mengkilap.

Sesekali Laras memegang wajah Arga, kemudian mengecup bibirnya. Dalam beberapa detik lidah mereka saling bergulat.

Tanpa diduga, pintu tiba-tiba terbuka. Hery muncul dari sana. Mata Laras sontak terbelalak hebat.

"Mas Hery!" seru Laras. Dia berusaha memisahkan diri dari Arga. Namun lelaki tersebut tidak membiarkan. Arga memegang erat kedua tangan Laras sambil terus memberikan hentakan.

"Arga! Apa yang kau lakukan?! Apa kau tidak melihat suamiku datang?! Aku mohon hentikan!" pekik Laras seraya terus memberontak.

"Aku tidak bisa, Laras! Aku tidak bisa berhenti!" sahut Arga. Dia melanjutkan dengan mengerang nyaring. Arga melakukan pergerakan lebih cepat.

Laras menatap ke arah Hery. Dia melihat lelaki itu memegangi sapu tangan bernoda lipstik. Lalu melangkah keluar sambil tak lupa menutup pintu.

"Mas! Mas Hery!" panggil Laras. Dia langsung terbangun dari tidur. Ternyata semua tadi hanyalah mimpi.

Laras memegangi dada. Lalu turun dari ranjang. Dirinya meminum segelas air putih agar bisa tenang.

Bersamaan dengan itu, Laras mengapit erat kedua kakinya. Entah kenapa dia merasakan gairahnya menjalar akibat mimpi tadi.

"Tidak! Berhentilah memikirkannya!" Laras mencoba mengingatkan diri sendiri. Sebab bayangan Arga terus menghantui. Bahkan di saat Laras mencoba untuk tidur kembali. Ia merasakan keinginan yang kuat ingin bertemu Arga.

Dalam semalaman, Laras tidak karuan tidur. Di kala pagi, dia merasakan mual. Itu semakin memburuk ketika Hery muncul di hadapannya.

"Mas! Apa kau--" Laras mendatangi meja makan. Dia melihat Hery duduk di sana untuk sarapan. Tetapi ucapannya langsung terhenti karena rasa mual kembali datang.

Seberapa keras Laras menahan diri, namun rasa mualnya tak bisa tertahan. Dia terpaksa berlari ke kamar mandi saat ingin muntah.

"Kau sepertinya ngidam tidak ingin melihatku. Sebaiknya aku pergi sekarang. Telepon aku atau Mama kalau ada apa-apa," kata Hery seraya beranjak dari meja makan.

"Tapi, Mas--"

"Tidak apa-apa, Sayang. Aku tahu kalau orang hamil itu memang sering ngidam hal aneh. Salah satunya seperti kau sekarang," sergah Hery. Dia tersenyum dan berusaha memahami sikap Laras. Hery bahkan mengurungkan niat untuk menanyakan perihal pertemuan Laras dengan Fita.

Alhasil Laras tak bisa berkata-kata. Ia membiarkan suaminya pergi tanpa berpamitan seperti biasa.

...***...

Waktu menunjukkan jam 12 siang. Laras sekarang sedang berada di restoran untuk bertemu Fita.

Tak lama kemudian orang yang ditunggu akhirnya datang. Fita segera duduk di hadapan Laras.

"Hai, Mbak Laras. Lama nggak ketemu," ucap Fita berbasa-basi.

"Iya. Kau semakin cantik saja," balas Laras.

"Aku dibanding Mbak bukan apa-apa," tanggap Fita yang jelas bukanlah kesungguhan dari hati.

"Jadi kenapa kau mengajakku bertemu?" tanya Fita.

"Em... Aku cuman mau menanyakan tentang Mas Hery. Apakah akhir-akhir ini perusahaan memang sedang sibuk? Soalnya Mas Hery selalu pulang larut malam," tutur Laras. Bertanya baik-baik.

Jawaban Fita tentu berpihak pada Hery. Dia menyembunyikan semuanya dari Laras. Fita bahkan memberikan jawaban yang meyakinkan.

Laras lantas percaya saja. Dia jadi berpikir kalau semua kecurigaannya hanya buang-buang waktu.

Pertemuan berakhir ketika Laras dan Fita menghabiskan makanan. Usai dari sana, Laras langsung pulang.

Dalam perjalanan pulang, Laras melewati klinik milik Arga. Entah kenapa dia ingin sekali singgah ke sana. Meskipun begitu, Laras terus menginjak pedal gas. Hingga klinik Arga tersebut dilewatinya.

Setelah lewat beberapa meter, Laras lagi-lagi dihantui keinginannya yang semakin mengganggu. Alhasil dia menepikan mobil dan berhenti.

"Apa yang kupikirkan? Kenapa aku sangat ingin bertemu dengannya? Apa ini karena aku mengandung anaknya?" gumam Laras yang merasa frustasi sendiri.

Walau sangat ingin bertemu Arga, Laras memilih menahan diri. Itu berhasil dia lakukan sampai pulang ke rumah.

Bukannya tenang, Laras malah merasa semakin was-was. Rasanya keinginan kuat bertemu Arga tidak bisa dirinya lepas sebelum terwujud.

"Sial!" rutuk Laras. Dia akhirnya mengendarai mobil menuju klinik Arga. Lalu menghubungi lelaki itu.

"Kenapa?" Arga menjawab dari seberang telepon.

"Aku tidak tahu kenapa. Tapi aku sangat ingin bertemu denganmu," terang Laras.

"Benarkah? Apa kau mengidam?"

"Sepertinya begitu. Ini membuatku gila, Ga! Aku sekarang dalam perjalanan menuju klinikmu."

"Tapi sekarang aku masih bekerja."

"Tidak masalah. Aku pasienmu juga kan?"

"Baiklah kalau begitu." Arga bersedia bertemu dengan Laras. Setelah itu pembicaraan mereka berakhir.

Kini Arga duduk di kursi kerjanya. Pintu mendadak terbuka. Mata Arga langsung membulat. Mengira kalau yang datang adalah Laras. Tetapi ternyata sosok yang datang ternyata adalah perawat dan pasien. Entah kenapa jantung Arga berdegup kencang saat mengetahui niat kedatangan Laras. Terlebih kedatangan perempuan tersebut atas keinginan sendiri.

Setelah mengurus beberapa pasien, akhirnya tibalah giliran Laras. Arga pun menyuruh perawat untuk mengambilkan sesuatu agar dirinya bisa berduaan dengan Laras.

Sang perawat yang tidak tahu apa-apa langsung pergi. Kini tinggal Arga dan Laras berduaan di ruangan.

"Jadi kau mau aku melakukan apa?" tanya Arga.

Laras hanya diam. Ia justru terpaku menatap Arga. Hal tersebut membuat Arga jadi salah tingkah.

"Laras?" Arga ingin Laras segera menanggapinya.

"Kenapa kau terlihat sangat tampan?" kata Laras. Masih dalam keadaan memancarkan tatapan lekat dan tak teralihkan dari Arga. Perempuan itu bersikap tidak seperti biasanya.

Terpopuler

Comments

syamsul anam

syamsul anam

laras bertanya pada orang yang salah../Facepalm//Slight/

2024-01-10

0

Zerazat

Zerazat

justru di sini yang tersakiti Agni,Arga,Laras,Henry,Fita sama sama Edyan,mungkin Hendry dan Fita kalau sudah menikah siri ndak masalah lelaki mana yang sudah beberapa tahun menikah belum di beri momongan,sekretarisnya menggoda sekalian ya jelas bos punya uang mau apa lagi cerita yang ruwet

2023-12-22

0

Devi Handayani

Devi Handayani

hmm ini pengaruh ritual.... apa memang mereka berdua yg mulai jatuh cinta🤨🤨🤨

2023-10-24

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Mendatangi Dukun
2 Bab 2 - Ritual Bergairah
3 Bab 3 - Sembuh
4 Bab 4 - Kebahagiaan Sesaat
5 Bab 5 - Bertemu Lagi
6 Bab 6 - Bukan Hal Wajar
7 Bab 7 - Pulang
8 Bab 8 - Kebetulan Yang Menegangkan
9 Bab 9 - Semakin Mengenal
10 Bab 10 - Saling Merasa Dihantui
11 Bab 11 - Hamil Lagi
12 Bab 12 - Resiko Kesalahan Malam Itu
13 Bab 13 - Keputusan Arga & Laras
14 Bab 14 - Anggap Sebagai Pertemuan Terakhir
15 Bab 15 - Memulai Dari Awal
16 Bab 16 - Masalah Di Dokter Kandungan
17 Bab 17 - Mengetahui Nama Asli Satu Sama Lain
18 Bab 18 - Ngidamnya Agni
19 Bab 19 - Ngidamnya Laras
20 Bab 20 - Keinginan Yang Tak Terelak
21 Bab 21 - Gairah Yang Menggelora
22 Bab 22 - Menemui Senopati
23 Bab 23 - Topik Tiga Hari
24 Bab 24 - Kue & Topeng Monyet
25 Bab 25 - Mengetahui Kebenaran
26 Bab 26 - Menemukan Tempat Ternyaman
27 Bab 27 - Agni Mulai Curiga
28 Bab 28 - Markas Arga & Laras
29 Bab 29 - Penyelidikan Agni
30 Bab 30 - Pencarian Hery
31 Bab 31 - Rumah Tangga Arga
32 Bab 32 - Rumah Tangga Laras
33 Bab 33 - Pengakuan Hery
34 Bab 34 - Bujukan Agni
35 Bab 35 - Menyadari Keanehan
36 Bab 36 - Kepiluan Laras
37 Bab 37 - Malam Purnama Kesekian
38 Bab 38 - Saling Curiga
39 Bab 39 - Kerjasama Hery & Agni
40 Bab 40 - Saling Bertemu
41 Bab 41 - Pengakuan Laras
42 Bab 42 - Rencana Arga & Laras
43 Bab 43 - Niat Cerai
44 Bab 44 - Perang Laras & Fita
45 Bab 45 - Perdebatan
46 Bab 46 - Memberi Kesempatan?
47 Bab 47 - Perang Laras & Hery
48 Bab 48 - Kekhawatiran Arga
49 Bab 49 - Satu-satunya Solusi
50 Bab 50 - Bulan Purnama Tanpa Ritual
51 Bab 51 - Karma?
52 Bab 52 - Mengenai Hak Asuh
53 Bab 53 - Bicara Lagi
54 Bab 54 - Tumbal Pengakhiran Ritual
55 Bab 55 - Pergi Jauh
56 Bab 56 - Karena Kue Ulang Tahun
57 Bab 57 - Cerita Di Malam Purnama
58 Bab 58 - Terenyuh
59 Bab 59 - Perkembangan Cinta Laras & Arga
60 Bab 60 - Kembali Lagi
61 Bab 61 - Gangguan Agni
62 Bab 62 - Demi Anak
63 Bab 63 - Godaan Mantan
64 Bab 64 - Membuktikan
65 Bab 65 - Pesan Misterius
66 Bab 66 - Rencana Tersembunyi
67 Bab 67 - Tentang Pernikahan
68 Bab 68 - Menyusul Rasya
69 Bab 69 - Terpaksa Memberitahu
70 Bab 70 - Menemukan Benang Merah
71 Bab 71 - Merelakan
72 Bab 72 - Dua Solusi
73 Bab 73 - Aksi Nekat Agni & Hery
74 Bab 74 - Menghilangnya Rasya
75 Bab 75 - Terungkap
76 Bab 76 - Laras & Rasya
77 Bab 77 - Belum Direstui
78 Bab 78 - Michael
79 Bab 79 - Dugaan Agni
80 Bab 80 - Rumah Yang Berdekatan
81 Bab 81 - Ingin Cepat-Cepat
82 Bab 82 - Impoten Lagi?
83 Bab 83 - Menemukan Arga & Laras?
84 Bab 84 - Kabar Baik
85 Bab 85 - Lampu Hijau
86 Bab 86 - Karma
87 Bab 87 - Semuanya Pasti Menerima Balasan [End]
88 Bab 88 - Bonus Chapter [Rasa Penasaran]
89 Bab 89 - Bonus Chapter [Adella & Deus]
90 Bab 90 - Bonus Chapter [Pasar]
91 Bab 91 - Bonus Chapter [Akhir 1]
92 Bab 92 - The Real Ending
93 NOVEL BARU!
Episodes

Updated 93 Episodes

1
Bab 1 - Mendatangi Dukun
2
Bab 2 - Ritual Bergairah
3
Bab 3 - Sembuh
4
Bab 4 - Kebahagiaan Sesaat
5
Bab 5 - Bertemu Lagi
6
Bab 6 - Bukan Hal Wajar
7
Bab 7 - Pulang
8
Bab 8 - Kebetulan Yang Menegangkan
9
Bab 9 - Semakin Mengenal
10
Bab 10 - Saling Merasa Dihantui
11
Bab 11 - Hamil Lagi
12
Bab 12 - Resiko Kesalahan Malam Itu
13
Bab 13 - Keputusan Arga & Laras
14
Bab 14 - Anggap Sebagai Pertemuan Terakhir
15
Bab 15 - Memulai Dari Awal
16
Bab 16 - Masalah Di Dokter Kandungan
17
Bab 17 - Mengetahui Nama Asli Satu Sama Lain
18
Bab 18 - Ngidamnya Agni
19
Bab 19 - Ngidamnya Laras
20
Bab 20 - Keinginan Yang Tak Terelak
21
Bab 21 - Gairah Yang Menggelora
22
Bab 22 - Menemui Senopati
23
Bab 23 - Topik Tiga Hari
24
Bab 24 - Kue & Topeng Monyet
25
Bab 25 - Mengetahui Kebenaran
26
Bab 26 - Menemukan Tempat Ternyaman
27
Bab 27 - Agni Mulai Curiga
28
Bab 28 - Markas Arga & Laras
29
Bab 29 - Penyelidikan Agni
30
Bab 30 - Pencarian Hery
31
Bab 31 - Rumah Tangga Arga
32
Bab 32 - Rumah Tangga Laras
33
Bab 33 - Pengakuan Hery
34
Bab 34 - Bujukan Agni
35
Bab 35 - Menyadari Keanehan
36
Bab 36 - Kepiluan Laras
37
Bab 37 - Malam Purnama Kesekian
38
Bab 38 - Saling Curiga
39
Bab 39 - Kerjasama Hery & Agni
40
Bab 40 - Saling Bertemu
41
Bab 41 - Pengakuan Laras
42
Bab 42 - Rencana Arga & Laras
43
Bab 43 - Niat Cerai
44
Bab 44 - Perang Laras & Fita
45
Bab 45 - Perdebatan
46
Bab 46 - Memberi Kesempatan?
47
Bab 47 - Perang Laras & Hery
48
Bab 48 - Kekhawatiran Arga
49
Bab 49 - Satu-satunya Solusi
50
Bab 50 - Bulan Purnama Tanpa Ritual
51
Bab 51 - Karma?
52
Bab 52 - Mengenai Hak Asuh
53
Bab 53 - Bicara Lagi
54
Bab 54 - Tumbal Pengakhiran Ritual
55
Bab 55 - Pergi Jauh
56
Bab 56 - Karena Kue Ulang Tahun
57
Bab 57 - Cerita Di Malam Purnama
58
Bab 58 - Terenyuh
59
Bab 59 - Perkembangan Cinta Laras & Arga
60
Bab 60 - Kembali Lagi
61
Bab 61 - Gangguan Agni
62
Bab 62 - Demi Anak
63
Bab 63 - Godaan Mantan
64
Bab 64 - Membuktikan
65
Bab 65 - Pesan Misterius
66
Bab 66 - Rencana Tersembunyi
67
Bab 67 - Tentang Pernikahan
68
Bab 68 - Menyusul Rasya
69
Bab 69 - Terpaksa Memberitahu
70
Bab 70 - Menemukan Benang Merah
71
Bab 71 - Merelakan
72
Bab 72 - Dua Solusi
73
Bab 73 - Aksi Nekat Agni & Hery
74
Bab 74 - Menghilangnya Rasya
75
Bab 75 - Terungkap
76
Bab 76 - Laras & Rasya
77
Bab 77 - Belum Direstui
78
Bab 78 - Michael
79
Bab 79 - Dugaan Agni
80
Bab 80 - Rumah Yang Berdekatan
81
Bab 81 - Ingin Cepat-Cepat
82
Bab 82 - Impoten Lagi?
83
Bab 83 - Menemukan Arga & Laras?
84
Bab 84 - Kabar Baik
85
Bab 85 - Lampu Hijau
86
Bab 86 - Karma
87
Bab 87 - Semuanya Pasti Menerima Balasan [End]
88
Bab 88 - Bonus Chapter [Rasa Penasaran]
89
Bab 89 - Bonus Chapter [Adella & Deus]
90
Bab 90 - Bonus Chapter [Pasar]
91
Bab 91 - Bonus Chapter [Akhir 1]
92
Bab 92 - The Real Ending
93
NOVEL BARU!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!