Bab 13 - Keputusan Arga & Laras

...༻◊༺...

Ponsel berdering. Arga yang tak sengaja tertidur di mobil, segera terbangun. Dia melihat hari sudah siang. Buru-buru Arga memeriksa ponsel. Dirinya menemukan Agni melakukan panggilan.

"Sayang! Aku--"

"Kau kemana saja, Mas? Kalau pergi itu bilang-bilang! Aku kan jadi khawatir," potong Agni. Mengomel karena mencemaskan sang suami.

"Maafkan aku. Ada pekerjaan mendadak tadi malam. Aku mungkin akan pulang nanti siang," kata Arga. Ia memutuskan akan pulang setelah bertemu dengan Laras.

"Harusnya kau bilang sejak awal! Menyebalkan sekali." Agni langsung mematikan telepon. Dia terdengar sangat kesal.

Arga mengusap kasar wajahnya. Ia merasa omelan Agni kembali lagi setelah beberapa minggu. Arga jadi berpikir, hubungannya dengan perempuan itu akan memburuk lagi jika dirinya kembali impoten.

"Aku harus secepatnya bertemu Sukma!" gumam Arga. Ia segera menjalankan mobil. Arga dan Laras sepakat bertemu di sebuah restoran. Mereka akan bicara sekalian makan.

Setibanya di restoran, Arga langsung masuk. Ia mencari meja kosong. Akan tetapi dirinya bisa melihat Laras yang sudah duduk menunggu. Perempuan itu memilih tempat di bagian balkon.

"Apa kau menunggu lama?" tanya Arga sembari duduk di hadapan Laras.

"Tidak. Baru saja aku datang. Pesanlah dulu makanan yang kau inginkan," sahut Laras.

Arga mengangguk. Dia menyebutkan pesanannya pada pelayan yang bertugas. Sambil menunggu hidangan tersaji, Arga dan Laras bicara.

"Bagaimana? Apa keputusanmu? Kau mau lanjut atau berhenti?" tanya Arga.

Suasana begitu hening. Hanya ada hembusan angin yang sesekali menerpa. Terlebih keadaan restoran masih sepi karena jam makan belum tiba.

"Ini benar-benar rumit. Apakah sebaiknya kita temui Mbah Seno saja? Aku pikir pasti ada cara lain," ucap Laras.

"Menurutku semuanya sudah jelas. Sekarang pilihannya ada di tangan kita." Arga memancarkan tatapan penuh harap. Ia melanjutkan, "sejujurnya... Aku ingin tetap melanjutkan. Aku tidak mau impoten lagi."

"Enaknya jadi lelaki. Kau tidak tahu bagaimana penderitaan perempuan saat harus menanggung resikonya!" Laras menunjukkan kekesalannya. Sebagai perempuan yang hamil, dia tentu merasa tersiksa dengan keadaan begitu. Baik fisik maupun mentalnya.

Arga tertohok dengan perkataan Laras. Kepalanya langsung tertunduk. Setidaknya dia memahami apa yang dirasakan Laras. Kesunyian kembali menyelimuti.

"Apakah itu berarti kau memutuskan akan berhenti?" imbuh Arga. Dia menyimpulkan begitu karena ucapan menohok Laras tadi.

Laras tak kuasa menahan tangis. Hingga cairan berjatuhan dari matanya. "Ini benar-benar sulit bagiku..." ungkapnya.

Arga cemas, dia segera duduk ke samping Laras. Berusaha menenangkan perempuan tersebut.

"Aku ingin berhenti... Tapi di sisi lain, aku juga ingin mewujudkan keinginanku dan suamiku. Yaitu punya anak..." isak Laras.

"Kita masih punya waktu. Kau bisa memikirkannya lagi sebelum purnama tiba," kata Arga sembari mengelus pundak Laras. Tak lama kemudian pelayan datang membawa pesanan.

"Sebaiknya kita makan dulu," saran Arga. Dia kembali ke tempat duduknya. Sedangkan Laras tampak mengelap wajahnya. Perempuan itu berhenti menangis. Kedatangan pelayan membuatnya malu.

Sambil menikmati makanan, Laras berpikir. Dia mencoba membuat keputusan yang tepat.

Setelah dipikir-pikir, mempertahankan janinnya adalah yang terbaik. Bahkan ketika janin tersebut bukanlah hasil hubungan dengan suaminya. Laras hanya tidak mau mengambil resiko lagi. Mengingat sebelumnya dia sudah keguguran. Apalagi usia Laras untuk mengandung terbilang tidak muda.

Laras meletakkan sendok dan garpunya. Dia menatap Arga yang terlihat lahap memakan makanan. Lelaki itu memang tidak makan sejak tadi malam.

Gelas berisi wine diambil oleh Laras. Ia meminum minuman itu sampai tandas. "Aku sudah membuat pilihan," ungkapnya.

Arga langsung mematung. Menatap Laras dengan rasa penasaran.

"Aku memilih akan tetap melanjutkan ritual kita. Tapi aku punya syarat kali ini," kata Laras.

"Apa?" tanya Arga.

"Aku tidak mau melihat wajahmu. Anggap saja ini pertemuan terakhir kita," terang Laras.

"Maksudmu? Bagaimana caranya kita melakukan ritual kalau kau tidak mau melihatku?" Arga tak mengerti.

"Aku akan menutup mataku," ucap Laras. "Kau hanya perlu membimbingku melakukannya."

"Kenapa kau tidak mau melihatku? Bisakah kau beritahu aku alasannya?"

"Aku hanya ingin kita tetap menjadi orang asing satu sama lain. Dan satu lagi syaratku, aku tidak mau kita menceritakan kehidupan pribadi masing-masing," tambah Laras.

Arga terdiam seribu bahasa. Entah kenapa dia merasa kecewa dengan syarat yang disebutkan Laras. Akan tetapi apa boleh buat, dirinya harus menerima semua itu bila tak mau menderita impoten lagi.

"Kenapa kau diam saja? Apa itu merepotkanmu?" cecar Laras. Sebab Arga yang tak kunjung bereaksi.

"Tidak. Aku hanya berpikir." Arga Menggeleng. "Baiklah. Aku menyanggupi syarat yang kau berikan," ucapnya.

"Terima kasih. Senang bekerjasama denganmu." Laras tersenyum. Dari kejauhan, dia bisa melihat tiga lelaki memasuki restoran. Mata Laras membulat sempurna saat mengenali salah satu lelaki itu adalah Hery.

"Sial!" Laras buru-buru menyeret Arga pergi bersamanya. Mereka berlari ke tempat dimana Hery tidak bisa melihat.

Terpopuler

Comments

Mimik Pribadi

Mimik Pribadi

Apa yng akan ke3 laki2 itu akan bicarakan,secara katanya laki2 klo ngobrol suka blak2an 😅😅,,,ak ko agak penasaran,brkl dpt sesuatu 😁😁

2023-10-15

1

fiendry🇵🇸

fiendry🇵🇸

semangat

2023-10-04

0

Junifa

Junifa

akhirnya up aku tunggu dari tadi😉

2023-08-23

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Mendatangi Dukun
2 Bab 2 - Ritual Bergairah
3 Bab 3 - Sembuh
4 Bab 4 - Kebahagiaan Sesaat
5 Bab 5 - Bertemu Lagi
6 Bab 6 - Bukan Hal Wajar
7 Bab 7 - Pulang
8 Bab 8 - Kebetulan Yang Menegangkan
9 Bab 9 - Semakin Mengenal
10 Bab 10 - Saling Merasa Dihantui
11 Bab 11 - Hamil Lagi
12 Bab 12 - Resiko Kesalahan Malam Itu
13 Bab 13 - Keputusan Arga & Laras
14 Bab 14 - Anggap Sebagai Pertemuan Terakhir
15 Bab 15 - Memulai Dari Awal
16 Bab 16 - Masalah Di Dokter Kandungan
17 Bab 17 - Mengetahui Nama Asli Satu Sama Lain
18 Bab 18 - Ngidamnya Agni
19 Bab 19 - Ngidamnya Laras
20 Bab 20 - Keinginan Yang Tak Terelak
21 Bab 21 - Gairah Yang Menggelora
22 Bab 22 - Menemui Senopati
23 Bab 23 - Topik Tiga Hari
24 Bab 24 - Kue & Topeng Monyet
25 Bab 25 - Mengetahui Kebenaran
26 Bab 26 - Menemukan Tempat Ternyaman
27 Bab 27 - Agni Mulai Curiga
28 Bab 28 - Markas Arga & Laras
29 Bab 29 - Penyelidikan Agni
30 Bab 30 - Pencarian Hery
31 Bab 31 - Rumah Tangga Arga
32 Bab 32 - Rumah Tangga Laras
33 Bab 33 - Pengakuan Hery
34 Bab 34 - Bujukan Agni
35 Bab 35 - Menyadari Keanehan
36 Bab 36 - Kepiluan Laras
37 Bab 37 - Malam Purnama Kesekian
38 Bab 38 - Saling Curiga
39 Bab 39 - Kerjasama Hery & Agni
40 Bab 40 - Saling Bertemu
41 Bab 41 - Pengakuan Laras
42 Bab 42 - Rencana Arga & Laras
43 Bab 43 - Niat Cerai
44 Bab 44 - Perang Laras & Fita
45 Bab 45 - Perdebatan
46 Bab 46 - Memberi Kesempatan?
47 Bab 47 - Perang Laras & Hery
48 Bab 48 - Kekhawatiran Arga
49 Bab 49 - Satu-satunya Solusi
50 Bab 50 - Bulan Purnama Tanpa Ritual
51 Bab 51 - Karma?
52 Bab 52 - Mengenai Hak Asuh
53 Bab 53 - Bicara Lagi
54 Bab 54 - Tumbal Pengakhiran Ritual
55 Bab 55 - Pergi Jauh
56 Bab 56 - Karena Kue Ulang Tahun
57 Bab 57 - Cerita Di Malam Purnama
58 Bab 58 - Terenyuh
59 Bab 59 - Perkembangan Cinta Laras & Arga
60 Bab 60 - Kembali Lagi
61 Bab 61 - Gangguan Agni
62 Bab 62 - Demi Anak
63 Bab 63 - Godaan Mantan
64 Bab 64 - Membuktikan
65 Bab 65 - Pesan Misterius
66 Bab 66 - Rencana Tersembunyi
67 Bab 67 - Tentang Pernikahan
68 Bab 68 - Menyusul Rasya
69 Bab 69 - Terpaksa Memberitahu
70 Bab 70 - Menemukan Benang Merah
71 Bab 71 - Merelakan
72 Bab 72 - Dua Solusi
73 Bab 73 - Aksi Nekat Agni & Hery
74 Bab 74 - Menghilangnya Rasya
75 Bab 75 - Terungkap
76 Bab 76 - Laras & Rasya
77 Bab 77 - Belum Direstui
78 Bab 78 - Michael
79 Bab 79 - Dugaan Agni
80 Bab 80 - Rumah Yang Berdekatan
81 Bab 81 - Ingin Cepat-Cepat
82 Bab 82 - Impoten Lagi?
83 Bab 83 - Menemukan Arga & Laras?
84 Bab 84 - Kabar Baik
85 Bab 85 - Lampu Hijau
86 Bab 86 - Karma
87 Bab 87 - Semuanya Pasti Menerima Balasan [End]
88 Bab 88 - Bonus Chapter [Rasa Penasaran]
89 Bab 89 - Bonus Chapter [Adella & Deus]
90 Bab 90 - Bonus Chapter [Pasar]
91 Bab 91 - Bonus Chapter [Akhir 1]
92 Bab 92 - The Real Ending
93 NOVEL BARU!
Episodes

Updated 93 Episodes

1
Bab 1 - Mendatangi Dukun
2
Bab 2 - Ritual Bergairah
3
Bab 3 - Sembuh
4
Bab 4 - Kebahagiaan Sesaat
5
Bab 5 - Bertemu Lagi
6
Bab 6 - Bukan Hal Wajar
7
Bab 7 - Pulang
8
Bab 8 - Kebetulan Yang Menegangkan
9
Bab 9 - Semakin Mengenal
10
Bab 10 - Saling Merasa Dihantui
11
Bab 11 - Hamil Lagi
12
Bab 12 - Resiko Kesalahan Malam Itu
13
Bab 13 - Keputusan Arga & Laras
14
Bab 14 - Anggap Sebagai Pertemuan Terakhir
15
Bab 15 - Memulai Dari Awal
16
Bab 16 - Masalah Di Dokter Kandungan
17
Bab 17 - Mengetahui Nama Asli Satu Sama Lain
18
Bab 18 - Ngidamnya Agni
19
Bab 19 - Ngidamnya Laras
20
Bab 20 - Keinginan Yang Tak Terelak
21
Bab 21 - Gairah Yang Menggelora
22
Bab 22 - Menemui Senopati
23
Bab 23 - Topik Tiga Hari
24
Bab 24 - Kue & Topeng Monyet
25
Bab 25 - Mengetahui Kebenaran
26
Bab 26 - Menemukan Tempat Ternyaman
27
Bab 27 - Agni Mulai Curiga
28
Bab 28 - Markas Arga & Laras
29
Bab 29 - Penyelidikan Agni
30
Bab 30 - Pencarian Hery
31
Bab 31 - Rumah Tangga Arga
32
Bab 32 - Rumah Tangga Laras
33
Bab 33 - Pengakuan Hery
34
Bab 34 - Bujukan Agni
35
Bab 35 - Menyadari Keanehan
36
Bab 36 - Kepiluan Laras
37
Bab 37 - Malam Purnama Kesekian
38
Bab 38 - Saling Curiga
39
Bab 39 - Kerjasama Hery & Agni
40
Bab 40 - Saling Bertemu
41
Bab 41 - Pengakuan Laras
42
Bab 42 - Rencana Arga & Laras
43
Bab 43 - Niat Cerai
44
Bab 44 - Perang Laras & Fita
45
Bab 45 - Perdebatan
46
Bab 46 - Memberi Kesempatan?
47
Bab 47 - Perang Laras & Hery
48
Bab 48 - Kekhawatiran Arga
49
Bab 49 - Satu-satunya Solusi
50
Bab 50 - Bulan Purnama Tanpa Ritual
51
Bab 51 - Karma?
52
Bab 52 - Mengenai Hak Asuh
53
Bab 53 - Bicara Lagi
54
Bab 54 - Tumbal Pengakhiran Ritual
55
Bab 55 - Pergi Jauh
56
Bab 56 - Karena Kue Ulang Tahun
57
Bab 57 - Cerita Di Malam Purnama
58
Bab 58 - Terenyuh
59
Bab 59 - Perkembangan Cinta Laras & Arga
60
Bab 60 - Kembali Lagi
61
Bab 61 - Gangguan Agni
62
Bab 62 - Demi Anak
63
Bab 63 - Godaan Mantan
64
Bab 64 - Membuktikan
65
Bab 65 - Pesan Misterius
66
Bab 66 - Rencana Tersembunyi
67
Bab 67 - Tentang Pernikahan
68
Bab 68 - Menyusul Rasya
69
Bab 69 - Terpaksa Memberitahu
70
Bab 70 - Menemukan Benang Merah
71
Bab 71 - Merelakan
72
Bab 72 - Dua Solusi
73
Bab 73 - Aksi Nekat Agni & Hery
74
Bab 74 - Menghilangnya Rasya
75
Bab 75 - Terungkap
76
Bab 76 - Laras & Rasya
77
Bab 77 - Belum Direstui
78
Bab 78 - Michael
79
Bab 79 - Dugaan Agni
80
Bab 80 - Rumah Yang Berdekatan
81
Bab 81 - Ingin Cepat-Cepat
82
Bab 82 - Impoten Lagi?
83
Bab 83 - Menemukan Arga & Laras?
84
Bab 84 - Kabar Baik
85
Bab 85 - Lampu Hijau
86
Bab 86 - Karma
87
Bab 87 - Semuanya Pasti Menerima Balasan [End]
88
Bab 88 - Bonus Chapter [Rasa Penasaran]
89
Bab 89 - Bonus Chapter [Adella & Deus]
90
Bab 90 - Bonus Chapter [Pasar]
91
Bab 91 - Bonus Chapter [Akhir 1]
92
Bab 92 - The Real Ending
93
NOVEL BARU!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!