Bab 3 - Sembuh

...༻◊༺...

Usai melakukan hubungan intim, Arga dan Laras kembali mengenakan kain batik masing-masing. Saat itulah Senopati mendadak muncul dari balik pepohonan.

"Kalian sudah melakukan semuanya," ucap Senopati. Atensi Arga dan Laras langsung tertuju ke arahnya.

"Mbah!" seru Laras. Dia dan Arga segera naik ke tepi, lalu menghampiri Senopati.

"Sekarang selanjutnya kami harus bagaimana?" tanya Arga.

"Maaf aku tidak mengatakan ini sebelumnya. Tapi ritual yang kalian lakukan ini tidak bersifat permanen. Kalian akan kembali mengalami kelainan jika tidak melakukan ritual yang sama di malam purnama berikutnya," terang Senopati seraya menyatukan kedua tangan dari balik punggung.

"Apa? Jadi kami berdua harus rutin melakukan ritual ini setiap bulan purnama?" Laras memastikan.

"Iya. Aku sarankan, tetaplah menjadi orang asing satu sama lain," kata Senopati. "Kalian bisa pulang sekarang. Masalah pembayaran, nanti aku akan mengirimkan seseorang untuk mengambil uangnya pada kalian," ujarnya. Dia melangkah lebih dulu untuk kembali ke gubuk.

"Untuk ritual berikutnya, apakah kami harus melakukannya di telaga hitam lagi?" tanya Arga.

"Tidak. Kalian bisa melakukannya di tempat lain. Harus di tempat yang dekat dengan genangan air bunga tujuh rupa," sahut Senopati.

Arga dan Laras terdiam. Mereka berjalan di belakang mengiringi Senopati.

Setelah mengenakan pakaian kembali, Arga dan Laras pulang. Keduanya sekarang berjalan bersama menuju mobil.

"Bagaimana menurutmu? Apa kau akan melakukan ritual itu lagi di bulan purnama berikutnya?" celetuk Arga.

"Entahlah. Tapi aku akan terus melakukannya sampai bisa hamil," jawab Laras.

"Oh iya. Kita belum kenal satu sama lain. Namaku--"

"Aku rasa kita tidak perlu mengetahui nama asli masing-masing. Kau ingat apa yang dikatakan Mbah Seno tadi kan? Dia bilang kita harus tetapi menjadi asing satu sama lain," potong Laras.

"Kau benar. Kalau begitu kita bisa memakai nama palsu saja," saran Arga. "Panggil saja aku Raga," katanya.

Laras tersenyum. "Kalau begitu kau bisa memanggilku Sukma."

Sebelum berpisah, Arga dan Laras tak lupa saling bertukar nomor telepon masing-masing. Seterusnya, mereka melakukan perjalanan untuk pulang.

...***...

Arga baru tiba di rumah. Dia langsung masuk ke rumah dengan senyuman ceria. Jujur saja, dirinya ingin cepat-cepat menemui sang istri.

Kala itu waktu sedang larut malam. Kemungkinan istri dan anaknya Arga sudah tidur.

Pelan-pelan Arga membuka pintu kamar. Istrinya yang asyik terlelap di ranjang langsung menyambut.

Arga menyingkap selimut yang menutupi tubuh Agni. Lalu mendekatkan mulut ke teling wanita itu.

"Hai, Sayang..." bisik Arga.

Mata Agni seketika terbuka lebar. Dia kaget dan langsung merubah posisi menjadi duduk.

"Mas Arga!" seru Agni. Wajahnya cemberut karena merasa terganggu dengan kedatangan Arga.

Agni turun dari ranjang. Dia memasang raut wajah marah. "Kemana saja kau?! Tiga hari nggak pulang-pulang! Aku capek begini terus, Mas! Capek!" omelnya sambil menepuk dada karena emosi.

"Sayang, tenanglah. Aku akan jelaskan semuanya." Arga memegangi pundak Agni. Mencoba menenangkan sang istri.

"Lepasin! Apa yang bisa kau lakukan, Mas? Apa?! Memuaskanku saja tidak bisa!" timpal Agni.

"Sekarang aku bisa!" ungkap Arga. Membuat Agni sontak dibuat heran.

"Nggak usah ngawur kau! Dokter sudah memvonismu impoten. Kau tidak bisa memberikan adik untuk Rasya!" Agni tak percaya.

"Bagaimana kalau kita buktikan sekarang?" ujar Arga seraya melepas pakaian. Hingga hanya menyisakan celana pendek.

"Sudahlah! Harus berapa kali kau mencoba. Percobaanmu tidak ada yang berhasil. Aku ingin tidur saja." Agni hendak kembali telentang ke ranjang. Akan tetapi Arga dengan cepat memposisikan diri berada di atas badannya. Tangan lelaki itu melepas piyama Agni.

"Mas!" Agni awalnya memberontak. Namun dia terbuai juga saat Arga mulai mencumbu tubuhnya.

Malam itu Arga bisa membuktikan pada Agni bahwa dirinya sudah tidak impoten. Karena sudah lama tidak bercinta, mereka melakukannya sampai beberapa ronde. Sungguh, Agni merasa dibuat senang sekali.

Di sisi lain, Laras sedang telentang di ranjang. Dia tak bisa tidur karena suaminya kelelahan. Laras jadi merasa enggan mengajak Hery bercinta.

Memang akhir-akhir ini Hery sangat sibuk dengan pekerjaan. Dia cukup sering lembur.

Hery sekarang tertidur nyenyak sekali di samping Laras. Membuat Laras tak tega mengganggunya walau hanya sejenak.

Alhasil Laras memilih akan menunggu waktu yang tepat. Namun sayangnya malam itu Laras tidak bisa tidur. Dia merasa bersemangat sekali atas kehamilannya. Laras bahkan sudah membayangkan lebih dulu bagaimana jadinya kalau dia hamil nanti. Mengingat Hery dan seluruh keluarganya sangat mengharapkan itu terjadi.

Ketika pagi tiba, Hery terbangun dari tidur. Dia langsung disambut oleh Laras yang mengenakan lingerie seksi.

"Selamat pagi, Mas Hery..." sapa Laras dengan nada seksi.

Hery tergelak. "Kau kenapa? Tidak seperti biasanya," komentarnya.

Laras tersenyum nakal dan berbisik, "Aku ingin kita mencoba lagi. Aku tidak tahu kenapa, tapi sepertinya kali ini kita pasti akan berhasil..."

"Sudahlah, Sayang. Aku tidak mau kau tertekan memikirkan masalah itu. Aku menerimamu apa adanya," ungkap Hery.

"Aku tahu. Itulah yang membuatku bersemangat agar bisa hamil anakmu," tanggap Laras. Dia segera memagut bibir Hery dengan ganas. Mereka bercinta di pagi hari.

Terpopuler

Comments

Yurnita Yurnita

Yurnita Yurnita

ritual zina thor

2023-10-08

4

fiendry🇵🇸

fiendry🇵🇸

semangat

2023-10-04

0

Masiah Cia

Masiah Cia

tapi bagaimana kalau Laras hamil anaknya Arga

2023-10-02

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Mendatangi Dukun
2 Bab 2 - Ritual Bergairah
3 Bab 3 - Sembuh
4 Bab 4 - Kebahagiaan Sesaat
5 Bab 5 - Bertemu Lagi
6 Bab 6 - Bukan Hal Wajar
7 Bab 7 - Pulang
8 Bab 8 - Kebetulan Yang Menegangkan
9 Bab 9 - Semakin Mengenal
10 Bab 10 - Saling Merasa Dihantui
11 Bab 11 - Hamil Lagi
12 Bab 12 - Resiko Kesalahan Malam Itu
13 Bab 13 - Keputusan Arga & Laras
14 Bab 14 - Anggap Sebagai Pertemuan Terakhir
15 Bab 15 - Memulai Dari Awal
16 Bab 16 - Masalah Di Dokter Kandungan
17 Bab 17 - Mengetahui Nama Asli Satu Sama Lain
18 Bab 18 - Ngidamnya Agni
19 Bab 19 - Ngidamnya Laras
20 Bab 20 - Keinginan Yang Tak Terelak
21 Bab 21 - Gairah Yang Menggelora
22 Bab 22 - Menemui Senopati
23 Bab 23 - Topik Tiga Hari
24 Bab 24 - Kue & Topeng Monyet
25 Bab 25 - Mengetahui Kebenaran
26 Bab 26 - Menemukan Tempat Ternyaman
27 Bab 27 - Agni Mulai Curiga
28 Bab 28 - Markas Arga & Laras
29 Bab 29 - Penyelidikan Agni
30 Bab 30 - Pencarian Hery
31 Bab 31 - Rumah Tangga Arga
32 Bab 32 - Rumah Tangga Laras
33 Bab 33 - Pengakuan Hery
34 Bab 34 - Bujukan Agni
35 Bab 35 - Menyadari Keanehan
36 Bab 36 - Kepiluan Laras
37 Bab 37 - Malam Purnama Kesekian
38 Bab 38 - Saling Curiga
39 Bab 39 - Kerjasama Hery & Agni
40 Bab 40 - Saling Bertemu
41 Bab 41 - Pengakuan Laras
42 Bab 42 - Rencana Arga & Laras
43 Bab 43 - Niat Cerai
44 Bab 44 - Perang Laras & Fita
45 Bab 45 - Perdebatan
46 Bab 46 - Memberi Kesempatan?
47 Bab 47 - Perang Laras & Hery
48 Bab 48 - Kekhawatiran Arga
49 Bab 49 - Satu-satunya Solusi
50 Bab 50 - Bulan Purnama Tanpa Ritual
51 Bab 51 - Karma?
52 Bab 52 - Mengenai Hak Asuh
53 Bab 53 - Bicara Lagi
54 Bab 54 - Tumbal Pengakhiran Ritual
55 Bab 55 - Pergi Jauh
56 Bab 56 - Karena Kue Ulang Tahun
57 Bab 57 - Cerita Di Malam Purnama
58 Bab 58 - Terenyuh
59 Bab 59 - Perkembangan Cinta Laras & Arga
60 Bab 60 - Kembali Lagi
61 Bab 61 - Gangguan Agni
62 Bab 62 - Demi Anak
63 Bab 63 - Godaan Mantan
64 Bab 64 - Membuktikan
65 Bab 65 - Pesan Misterius
66 Bab 66 - Rencana Tersembunyi
67 Bab 67 - Tentang Pernikahan
68 Bab 68 - Menyusul Rasya
69 Bab 69 - Terpaksa Memberitahu
70 Bab 70 - Menemukan Benang Merah
71 Bab 71 - Merelakan
72 Bab 72 - Dua Solusi
73 Bab 73 - Aksi Nekat Agni & Hery
74 Bab 74 - Menghilangnya Rasya
75 Bab 75 - Terungkap
76 Bab 76 - Laras & Rasya
77 Bab 77 - Belum Direstui
78 Bab 78 - Michael
79 Bab 79 - Dugaan Agni
80 Bab 80 - Rumah Yang Berdekatan
81 Bab 81 - Ingin Cepat-Cepat
82 Bab 82 - Impoten Lagi?
83 Bab 83 - Menemukan Arga & Laras?
84 Bab 84 - Kabar Baik
85 Bab 85 - Lampu Hijau
86 Bab 86 - Karma
87 Bab 87 - Semuanya Pasti Menerima Balasan [End]
88 Bab 88 - Bonus Chapter [Rasa Penasaran]
89 Bab 89 - Bonus Chapter [Adella & Deus]
90 Bab 90 - Bonus Chapter [Pasar]
91 Bab 91 - Bonus Chapter [Akhir 1]
92 Bab 92 - The Real Ending
93 NOVEL BARU!
Episodes

Updated 93 Episodes

1
Bab 1 - Mendatangi Dukun
2
Bab 2 - Ritual Bergairah
3
Bab 3 - Sembuh
4
Bab 4 - Kebahagiaan Sesaat
5
Bab 5 - Bertemu Lagi
6
Bab 6 - Bukan Hal Wajar
7
Bab 7 - Pulang
8
Bab 8 - Kebetulan Yang Menegangkan
9
Bab 9 - Semakin Mengenal
10
Bab 10 - Saling Merasa Dihantui
11
Bab 11 - Hamil Lagi
12
Bab 12 - Resiko Kesalahan Malam Itu
13
Bab 13 - Keputusan Arga & Laras
14
Bab 14 - Anggap Sebagai Pertemuan Terakhir
15
Bab 15 - Memulai Dari Awal
16
Bab 16 - Masalah Di Dokter Kandungan
17
Bab 17 - Mengetahui Nama Asli Satu Sama Lain
18
Bab 18 - Ngidamnya Agni
19
Bab 19 - Ngidamnya Laras
20
Bab 20 - Keinginan Yang Tak Terelak
21
Bab 21 - Gairah Yang Menggelora
22
Bab 22 - Menemui Senopati
23
Bab 23 - Topik Tiga Hari
24
Bab 24 - Kue & Topeng Monyet
25
Bab 25 - Mengetahui Kebenaran
26
Bab 26 - Menemukan Tempat Ternyaman
27
Bab 27 - Agni Mulai Curiga
28
Bab 28 - Markas Arga & Laras
29
Bab 29 - Penyelidikan Agni
30
Bab 30 - Pencarian Hery
31
Bab 31 - Rumah Tangga Arga
32
Bab 32 - Rumah Tangga Laras
33
Bab 33 - Pengakuan Hery
34
Bab 34 - Bujukan Agni
35
Bab 35 - Menyadari Keanehan
36
Bab 36 - Kepiluan Laras
37
Bab 37 - Malam Purnama Kesekian
38
Bab 38 - Saling Curiga
39
Bab 39 - Kerjasama Hery & Agni
40
Bab 40 - Saling Bertemu
41
Bab 41 - Pengakuan Laras
42
Bab 42 - Rencana Arga & Laras
43
Bab 43 - Niat Cerai
44
Bab 44 - Perang Laras & Fita
45
Bab 45 - Perdebatan
46
Bab 46 - Memberi Kesempatan?
47
Bab 47 - Perang Laras & Hery
48
Bab 48 - Kekhawatiran Arga
49
Bab 49 - Satu-satunya Solusi
50
Bab 50 - Bulan Purnama Tanpa Ritual
51
Bab 51 - Karma?
52
Bab 52 - Mengenai Hak Asuh
53
Bab 53 - Bicara Lagi
54
Bab 54 - Tumbal Pengakhiran Ritual
55
Bab 55 - Pergi Jauh
56
Bab 56 - Karena Kue Ulang Tahun
57
Bab 57 - Cerita Di Malam Purnama
58
Bab 58 - Terenyuh
59
Bab 59 - Perkembangan Cinta Laras & Arga
60
Bab 60 - Kembali Lagi
61
Bab 61 - Gangguan Agni
62
Bab 62 - Demi Anak
63
Bab 63 - Godaan Mantan
64
Bab 64 - Membuktikan
65
Bab 65 - Pesan Misterius
66
Bab 66 - Rencana Tersembunyi
67
Bab 67 - Tentang Pernikahan
68
Bab 68 - Menyusul Rasya
69
Bab 69 - Terpaksa Memberitahu
70
Bab 70 - Menemukan Benang Merah
71
Bab 71 - Merelakan
72
Bab 72 - Dua Solusi
73
Bab 73 - Aksi Nekat Agni & Hery
74
Bab 74 - Menghilangnya Rasya
75
Bab 75 - Terungkap
76
Bab 76 - Laras & Rasya
77
Bab 77 - Belum Direstui
78
Bab 78 - Michael
79
Bab 79 - Dugaan Agni
80
Bab 80 - Rumah Yang Berdekatan
81
Bab 81 - Ingin Cepat-Cepat
82
Bab 82 - Impoten Lagi?
83
Bab 83 - Menemukan Arga & Laras?
84
Bab 84 - Kabar Baik
85
Bab 85 - Lampu Hijau
86
Bab 86 - Karma
87
Bab 87 - Semuanya Pasti Menerima Balasan [End]
88
Bab 88 - Bonus Chapter [Rasa Penasaran]
89
Bab 89 - Bonus Chapter [Adella & Deus]
90
Bab 90 - Bonus Chapter [Pasar]
91
Bab 91 - Bonus Chapter [Akhir 1]
92
Bab 92 - The Real Ending
93
NOVEL BARU!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!