Bab 2 - Ritual Bergairah

...༻◊༺...

Sebelum malam ritual tiba, Arga berpikir keras untuk membuat keputusan. Ia mencoba menghubungi istrinya agar bisa tenang. Mengingat sebelum pergi, Arga bertengkar dengan sang istri.

Tidak ada jawaban sama sekali dari Agni. Membuat Arga merasa harus menyembuhkan impotennya secepat mungkin. Sebab dia yakin, dengan cara itu kehidupan rumah tangganya bisa kembali mesra.

Malam ritual akhirnya tiba. Baik Laras maupun Arga, keduanya kembali mendatangi gubuk Senopati. Walaupun begitu, mereka tidak datang bersamaan.

Orang pertama yang datang adalah Arga. Dia langsung disuruh Senopati untuk pergi ke telaga hitam lebih dulu.

Laras datang lebih terlambat dibanding Arga. Kini dia sedang berada di gubuk Senopati.

"Lepaskan seluruh pakaianmu dan kenakan ini!" perintah Senopati. Dia memberikan kain batik berwarna cokelat kepada Laras.

"Iya, Mbah." Laras menerima kain batik pemberian Senopati. Dia tersenyum kecut karena berpikir akan melepas pakaian di hadapan lelaki tua tersebut.

"Gantilah pakaianmu di bilik itu," saran Senopati.

"Terima kasih, Mbah." Laras merasa lega saat mengetahui kalau Senopati bukanlah dukun mesum seperti yang dirinya kira.

Usai mengganti pakaian dengan kain batik, Laras dipersilahkan pergi ke telaga hitam seorang diri. Dia hanya dibekali sebuah lampu semprong untuk dibawa.

"Mbah tidak akan ikut denganku? Aku tidak tahu jalan menuju telaga hitam," kata Laras dengan raut wajah penuh keraguan.

Meski sedang bulan purnama, suasana hutan yang sunyi tetaplah mencekam. Terlebih hutan itu terbilang sebagai tempat yang jarang didatangi orang.

"Kau akan tahu. Pergilah!" perintah Senopati. Dia langsung menutup pintu begitu saja.

Laras menenggak salivanya sendiri. Walau takut, dia tetap memaksakan diri.

Tanpa alas kaki, Laras berjalan melewati hutan. Berharap bisa tiba di telaga hitam secepatnya.

Laras berhenti melangkah saat hembusan angin menerpanya. Dia dapat merasakan tekanan angin itu condong mengarah ke suatu tempat.

Berdasarkan instingnya, Laras berjalan mengikuti arah angin. Benar saja, tak lama kemudian dirinya menyaksikan cahaya lampu semprong dari kejauhan.

Laras pun mendatangi tempat dimana lampu semprong yang dilihatnya. Saat itulah dia menemukan telaga hitam. Telaga tersebut dikelilingi bebatuan dan dihiasi dengan pancuran air dari sela-sela dinding batu.

Atensi Laras segera tertuju ke arah lelaki yang duduk di pinggir telaga. Dia langsung berdiri saat melihat kedatangan Laras. Lelaki itu tidak lain adalah Arga.

"Ha-halo..." Laras menyapa dengan canggung. Hal yang sama juga dilakukan Arga. Lelaki itu hanya membalas sapaan dengan senyuman.

Arga tampak bertelanjang dada. Ia hanya mengenakan kain batik yang terlilit di pinggul.

Suasana hening dalam beberapa saat. Arga dan Laras bingung harus memulai semuanya.

"Apa kita berdua harus masuk ke air?" cetus Arga kikuk. Mengingat Laras adalah wanita asing baginya.

"Entahlah. Apa Mbah Seno memberitahumu tentang itu?" tanya Laras.

Arga menggeleng. "Dia hanya menyuruhku datang ke sini dan melakukan hubungan intim dengan orang asing," ungkapnya.

"Aku rasa akulah orang asing itu. Dan aku rasa kaulah orang asing untukku," sahut Laras. Dia meletakkan lampu semprong ke samping lampu semprong Arga. Lalu turun ke batu untuk menghampiri lelaki tersebut.

"Berhati-hatilah." Arga berinisiatif membantu Laras turun. Apalagi keadaan bebatuan di sana cukup curam dan licin.

"Terima kasih," kata Laras. Dia sudah berdiri di hadapan Arga. "Lebih baik kita lakukan sekarang. Aku ingin semua ini cepat berlalu," usulnya.

"Tapi aku tidak yakin. Aku menderita impoten. Itulah alasanku datang ke sini," tanggap Arga meragu.

"Mbah Senopati pasti punya alasan menyuruh kita melakukan ini." Perlahan Laras melepaskan kain batiknya. Tubuh putih bersih dan polosnya itu terpampang nyata di mata Arga.

"Kau benar. Aku akan mencoba..." Arga menelan ludahnya sendiri. Dia juga segera bergerak melepas kain batik dari pinggulnya. Kini Arga dan Laras sama-sama telanjang bulat.

Meski belum saling menyentuh satu sama lain, organ intim Arga sudah berdiri tegak dengan gagah. Hal itu membuat Arga kaget sekali.

"Ini tidak bisa dipercaya," gumam Arga yang merasa tak percaya. Setelah sekian lama, akhirnya alat vitalnya bisa berfungsi lagi.

Laras tersenyum tipis. "Kalau begitu, kita bisa melakukan ritualnya sekarang," ujarnya.

"Ya... Aku tahu," Arga tersenyum lebar. Dia langsung meraup bibir Laras dengan mulutnya. Mereka berciuman panas sampai memperdengarkan suara decapan lidah.

Arga terbangkit gairah membara. Apalagi dia sudah lama sekali tidak berhubungan intim. Namun malam itu dirinya bisa melampiaskan semuanya dengan Laras.

Suara lenguhan Laras dan Arga saling bersahutan saat penyatuan terjadi. Mereka berhubungan intim tanpa mengetahui identitas satu sama lain.

Segalanya terasa asing tetapi begitu berselubung kenikmatan. Telaga hitam serta bulan purnama menjadi saksi atas ritual bergairah yang dilakukan Arga dan Laras.

Terpopuler

Comments

Jeankoeh Tuuk

Jeankoeh Tuuk

anehh

2023-12-13

0

Siti Marwah

Siti Marwah

aneeh..larasnya molek kali bodynya

2023-10-18

3

Yurnita Yurnita

Yurnita Yurnita

perselingkuhan. ya thor

2023-10-08

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Mendatangi Dukun
2 Bab 2 - Ritual Bergairah
3 Bab 3 - Sembuh
4 Bab 4 - Kebahagiaan Sesaat
5 Bab 5 - Bertemu Lagi
6 Bab 6 - Bukan Hal Wajar
7 Bab 7 - Pulang
8 Bab 8 - Kebetulan Yang Menegangkan
9 Bab 9 - Semakin Mengenal
10 Bab 10 - Saling Merasa Dihantui
11 Bab 11 - Hamil Lagi
12 Bab 12 - Resiko Kesalahan Malam Itu
13 Bab 13 - Keputusan Arga & Laras
14 Bab 14 - Anggap Sebagai Pertemuan Terakhir
15 Bab 15 - Memulai Dari Awal
16 Bab 16 - Masalah Di Dokter Kandungan
17 Bab 17 - Mengetahui Nama Asli Satu Sama Lain
18 Bab 18 - Ngidamnya Agni
19 Bab 19 - Ngidamnya Laras
20 Bab 20 - Keinginan Yang Tak Terelak
21 Bab 21 - Gairah Yang Menggelora
22 Bab 22 - Menemui Senopati
23 Bab 23 - Topik Tiga Hari
24 Bab 24 - Kue & Topeng Monyet
25 Bab 25 - Mengetahui Kebenaran
26 Bab 26 - Menemukan Tempat Ternyaman
27 Bab 27 - Agni Mulai Curiga
28 Bab 28 - Markas Arga & Laras
29 Bab 29 - Penyelidikan Agni
30 Bab 30 - Pencarian Hery
31 Bab 31 - Rumah Tangga Arga
32 Bab 32 - Rumah Tangga Laras
33 Bab 33 - Pengakuan Hery
34 Bab 34 - Bujukan Agni
35 Bab 35 - Menyadari Keanehan
36 Bab 36 - Kepiluan Laras
37 Bab 37 - Malam Purnama Kesekian
38 Bab 38 - Saling Curiga
39 Bab 39 - Kerjasama Hery & Agni
40 Bab 40 - Saling Bertemu
41 Bab 41 - Pengakuan Laras
42 Bab 42 - Rencana Arga & Laras
43 Bab 43 - Niat Cerai
44 Bab 44 - Perang Laras & Fita
45 Bab 45 - Perdebatan
46 Bab 46 - Memberi Kesempatan?
47 Bab 47 - Perang Laras & Hery
48 Bab 48 - Kekhawatiran Arga
49 Bab 49 - Satu-satunya Solusi
50 Bab 50 - Bulan Purnama Tanpa Ritual
51 Bab 51 - Karma?
52 Bab 52 - Mengenai Hak Asuh
53 Bab 53 - Bicara Lagi
54 Bab 54 - Tumbal Pengakhiran Ritual
55 Bab 55 - Pergi Jauh
56 Bab 56 - Karena Kue Ulang Tahun
57 Bab 57 - Cerita Di Malam Purnama
58 Bab 58 - Terenyuh
59 Bab 59 - Perkembangan Cinta Laras & Arga
60 Bab 60 - Kembali Lagi
61 Bab 61 - Gangguan Agni
62 Bab 62 - Demi Anak
63 Bab 63 - Godaan Mantan
64 Bab 64 - Membuktikan
65 Bab 65 - Pesan Misterius
66 Bab 66 - Rencana Tersembunyi
67 Bab 67 - Tentang Pernikahan
68 Bab 68 - Menyusul Rasya
69 Bab 69 - Terpaksa Memberitahu
70 Bab 70 - Menemukan Benang Merah
71 Bab 71 - Merelakan
72 Bab 72 - Dua Solusi
73 Bab 73 - Aksi Nekat Agni & Hery
74 Bab 74 - Menghilangnya Rasya
75 Bab 75 - Terungkap
76 Bab 76 - Laras & Rasya
77 Bab 77 - Belum Direstui
78 Bab 78 - Michael
79 Bab 79 - Dugaan Agni
80 Bab 80 - Rumah Yang Berdekatan
81 Bab 81 - Ingin Cepat-Cepat
82 Bab 82 - Impoten Lagi?
83 Bab 83 - Menemukan Arga & Laras?
84 Bab 84 - Kabar Baik
85 Bab 85 - Lampu Hijau
86 Bab 86 - Karma
87 Bab 87 - Semuanya Pasti Menerima Balasan [End]
88 Bab 88 - Bonus Chapter [Rasa Penasaran]
89 Bab 89 - Bonus Chapter [Adella & Deus]
90 Bab 90 - Bonus Chapter [Pasar]
91 Bab 91 - Bonus Chapter [Akhir 1]
92 Bab 92 - The Real Ending
93 NOVEL BARU!
Episodes

Updated 93 Episodes

1
Bab 1 - Mendatangi Dukun
2
Bab 2 - Ritual Bergairah
3
Bab 3 - Sembuh
4
Bab 4 - Kebahagiaan Sesaat
5
Bab 5 - Bertemu Lagi
6
Bab 6 - Bukan Hal Wajar
7
Bab 7 - Pulang
8
Bab 8 - Kebetulan Yang Menegangkan
9
Bab 9 - Semakin Mengenal
10
Bab 10 - Saling Merasa Dihantui
11
Bab 11 - Hamil Lagi
12
Bab 12 - Resiko Kesalahan Malam Itu
13
Bab 13 - Keputusan Arga & Laras
14
Bab 14 - Anggap Sebagai Pertemuan Terakhir
15
Bab 15 - Memulai Dari Awal
16
Bab 16 - Masalah Di Dokter Kandungan
17
Bab 17 - Mengetahui Nama Asli Satu Sama Lain
18
Bab 18 - Ngidamnya Agni
19
Bab 19 - Ngidamnya Laras
20
Bab 20 - Keinginan Yang Tak Terelak
21
Bab 21 - Gairah Yang Menggelora
22
Bab 22 - Menemui Senopati
23
Bab 23 - Topik Tiga Hari
24
Bab 24 - Kue & Topeng Monyet
25
Bab 25 - Mengetahui Kebenaran
26
Bab 26 - Menemukan Tempat Ternyaman
27
Bab 27 - Agni Mulai Curiga
28
Bab 28 - Markas Arga & Laras
29
Bab 29 - Penyelidikan Agni
30
Bab 30 - Pencarian Hery
31
Bab 31 - Rumah Tangga Arga
32
Bab 32 - Rumah Tangga Laras
33
Bab 33 - Pengakuan Hery
34
Bab 34 - Bujukan Agni
35
Bab 35 - Menyadari Keanehan
36
Bab 36 - Kepiluan Laras
37
Bab 37 - Malam Purnama Kesekian
38
Bab 38 - Saling Curiga
39
Bab 39 - Kerjasama Hery & Agni
40
Bab 40 - Saling Bertemu
41
Bab 41 - Pengakuan Laras
42
Bab 42 - Rencana Arga & Laras
43
Bab 43 - Niat Cerai
44
Bab 44 - Perang Laras & Fita
45
Bab 45 - Perdebatan
46
Bab 46 - Memberi Kesempatan?
47
Bab 47 - Perang Laras & Hery
48
Bab 48 - Kekhawatiran Arga
49
Bab 49 - Satu-satunya Solusi
50
Bab 50 - Bulan Purnama Tanpa Ritual
51
Bab 51 - Karma?
52
Bab 52 - Mengenai Hak Asuh
53
Bab 53 - Bicara Lagi
54
Bab 54 - Tumbal Pengakhiran Ritual
55
Bab 55 - Pergi Jauh
56
Bab 56 - Karena Kue Ulang Tahun
57
Bab 57 - Cerita Di Malam Purnama
58
Bab 58 - Terenyuh
59
Bab 59 - Perkembangan Cinta Laras & Arga
60
Bab 60 - Kembali Lagi
61
Bab 61 - Gangguan Agni
62
Bab 62 - Demi Anak
63
Bab 63 - Godaan Mantan
64
Bab 64 - Membuktikan
65
Bab 65 - Pesan Misterius
66
Bab 66 - Rencana Tersembunyi
67
Bab 67 - Tentang Pernikahan
68
Bab 68 - Menyusul Rasya
69
Bab 69 - Terpaksa Memberitahu
70
Bab 70 - Menemukan Benang Merah
71
Bab 71 - Merelakan
72
Bab 72 - Dua Solusi
73
Bab 73 - Aksi Nekat Agni & Hery
74
Bab 74 - Menghilangnya Rasya
75
Bab 75 - Terungkap
76
Bab 76 - Laras & Rasya
77
Bab 77 - Belum Direstui
78
Bab 78 - Michael
79
Bab 79 - Dugaan Agni
80
Bab 80 - Rumah Yang Berdekatan
81
Bab 81 - Ingin Cepat-Cepat
82
Bab 82 - Impoten Lagi?
83
Bab 83 - Menemukan Arga & Laras?
84
Bab 84 - Kabar Baik
85
Bab 85 - Lampu Hijau
86
Bab 86 - Karma
87
Bab 87 - Semuanya Pasti Menerima Balasan [End]
88
Bab 88 - Bonus Chapter [Rasa Penasaran]
89
Bab 89 - Bonus Chapter [Adella & Deus]
90
Bab 90 - Bonus Chapter [Pasar]
91
Bab 91 - Bonus Chapter [Akhir 1]
92
Bab 92 - The Real Ending
93
NOVEL BARU!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!