Bab 6 - Bukan Hal Wajar

...༻◊༺...

Laras melemparkan senyum. Arga pun membalas senyuman perempuan itu. Keduanya segera berhenti bertatapan.

"Perlukah kita menghubungi pihak hotel?" cetus Arga.

"Biarkan saja. Hotel ini memang agak tua. Kita seharusnya tidak memilih hotel ini," sahut Laras sembari berdiri. Dia berjalan ke arah ranjang.

"Kalau lelah, kau bisa tidur. Aku rasa sebaiknya kita pulang besok saja," saran Arga.

"Ya, aku juga berpikir begitu. Kalau kau juga lelah, kau bisa tidur di ranjang bersamaku. Toh kita sudah saling menyentuh satu sama lain," ajak Laras. Dia sudah telentang di ranjang. Siap untuk tidur.

"Kau duluan saja," tanggap Arga.

Laras lantas memejamkan matanya. Namun dia tidak bisa tidur. Di saat seperti sekarang, dirinya memikirkan Hery. Rasa bersalah terkadang menghantui. Apalagi malam itu Laras merasa menikmati kegiatan intimnya bersama Arga dibanding pertama kalinya.

'Ini gila. Kenapa malam ini terasa berbeda? Apakah ini hal yang wajar?' batin Laras.

Arga tiba-tiba mendekat. Dia ikut tidur di ranjang bersama Laras. Keduanya mencoba tidur saling membelakangi.

Hening menyelimuti suasana. Hanya ada suara derasnya hujan dan juga petir dari luar.

"Raga? Apa kau sudah tidur?" imbuh Laras. Sejak tadi dia tidak bisa tidur.

"Apa kau tidak bisa tidur juga?" Arga menyahut. Ternyata dia juga tidak bisa tidur seperti Laras. Keduanya lantas membalikkan badan. Sekarang posisi mereka dalam keadaan saling berhadapan.

"Apa kau memikirkan istrimu?" tanya Laras.

"Tentu saja. Aku merasa bersalah karena sudah melakukan ini. Tapi mau bagaimana lagi? Sepertinya ini adalah satu-satunya cara agar aku bisa bercinta dengannya seperti dulu," ungkap Arga panjang lebar.

"Kau pasti sudah melakukan segala cara untuk sembuh," tebak Laras.

Kelopak mata Arga melebar. "Bagaimana kau tahu?"

"Karena aku sudah melewati banyak hal agar bisa hamil," ungkap Laras.

Perlahan Arga menggenggam tangan Laras. Dia berucap, "Aku yakin kau akan hamil lagi. Aku akan berdoa untukmu."

"Terima kasih." Laras tersenyum. Lagi-lagi dia dan Arga saling bertukar pandang. Seolah ada sesuatu yang ingin mereka lakukan, namun tidak mampu untuk dikatakan.

Saat itulah Arga merasakan sesuatu dalam dirinya. Dia merasa alat vitalnya menegang. Terutama saat atensinya tak luput dari belahan dada Laras yang terlihat. Buru-buru Arga melepas tangan Laras.

"Aku mau ke toilet!" Arga mencoba menahan diri. Dia beranjak ke toilet sambil membawa ponselnya sebagai penerang.

Laras mengerutkan dahi. Tetapi dia berhasil mengetahui sesuatu yang berusaha ditutupi Arga. Dirinya dapat melihat kalau ada yang mencuat dari balik celana lelaki tersebut.

Dengan cepat Laras menangkap tangan Arga. Menghentikan pergerakan lelaki itu.

"Apa yang akan kau lakukan di toilet?" timpal Laras. Dia masih dalam posisi duduk. Mendongak menatap Arga yang berdiri di depannya.

Arga tertawa hambar. Dia berupaya bersikap biasa saja. "Kenapa kau menanyakan hal konyol? Tentu saja aku ingin kencing," ujarnya.

"Benarkah? Bukan karena ingin mengurus itu?" Laras menunjuk dengan matanya. Dia menatap ke arah bawah perut Arga.

"Sukma! Ini tidak seperti yang kau pikirkan. Kumohon jangan tersinggung. Aku tidak tahu ini tiba-tiba terjadi," jelas Arga. Dia takut Laras akan terlecehkan karena organ intimnya yang mendadak aktif sendiri.

Laras berdiri. Dia tidak mengatakan apapun dan malah melepas pakaian satu per satu. "Aku rasa kau juga merasakan hal yang sama malam ini," ucapnya.

Arga membeku. Dia menenggak salivanya sendiri ketika melihat tubuh Laras tak lagi mengenakan satu helai benang pun.

"Apakah baik-baik saja kita melakukannya lagi?" tanya Arga.

"Aku tidak tahu. Tapi sepertinya kita sama-sama tak bisa menahan diri," sahut Laras. Lalu melepaskan kemeja Arga.

Arga yang sudah bertelanjang dada, segera melepas seluruh celananya. Lalu dia dan Laras saling mencumbu. Perlahan keduanya menjatuhkan diri ke ranjang. Mereka melakukan hubungan intim untuk kali kedua malam itu.

Secara bergantian, ponsel Arga dan Laras mati. Menandakan kalau ponsel keduanya sudah kehabisan baterai. Satu-satunya penerangan mereka hanya kilatan petir yang sesekali muncul dari jendela.

Arga dan Laras sama sekali tak peduli dengan kegelapan. Mereka tetap bercinta di atas ranjang. Keringat dan juga dessahan gila menyelimuti suasana. Untuk sejenak mereka melupakan rasa bersalah atau pun pasangan masing-masing. Memang, napsu terkadang bisa membuat siapa saja lupa diri.

Terpopuler

Comments

Siti Marwah

Siti Marwah

jangan² tumbalnya anaknya laras yg keguguran

2023-10-18

1

Siti Marwah

Siti Marwah

kayaknya dukun nya serem banget aliran sesat ada yg ditutup²in sprtinya

2023-10-18

1

Mimik Pribadi

Mimik Pribadi

Mbah dukunnya kurang ngasih penjelasan ini thor,,,,Ada dampaknya apa tidak jika mereka melakukannya lgi diluar hari ritual yng sdh ditentukan,,,,,

2023-10-06

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Mendatangi Dukun
2 Bab 2 - Ritual Bergairah
3 Bab 3 - Sembuh
4 Bab 4 - Kebahagiaan Sesaat
5 Bab 5 - Bertemu Lagi
6 Bab 6 - Bukan Hal Wajar
7 Bab 7 - Pulang
8 Bab 8 - Kebetulan Yang Menegangkan
9 Bab 9 - Semakin Mengenal
10 Bab 10 - Saling Merasa Dihantui
11 Bab 11 - Hamil Lagi
12 Bab 12 - Resiko Kesalahan Malam Itu
13 Bab 13 - Keputusan Arga & Laras
14 Bab 14 - Anggap Sebagai Pertemuan Terakhir
15 Bab 15 - Memulai Dari Awal
16 Bab 16 - Masalah Di Dokter Kandungan
17 Bab 17 - Mengetahui Nama Asli Satu Sama Lain
18 Bab 18 - Ngidamnya Agni
19 Bab 19 - Ngidamnya Laras
20 Bab 20 - Keinginan Yang Tak Terelak
21 Bab 21 - Gairah Yang Menggelora
22 Bab 22 - Menemui Senopati
23 Bab 23 - Topik Tiga Hari
24 Bab 24 - Kue & Topeng Monyet
25 Bab 25 - Mengetahui Kebenaran
26 Bab 26 - Menemukan Tempat Ternyaman
27 Bab 27 - Agni Mulai Curiga
28 Bab 28 - Markas Arga & Laras
29 Bab 29 - Penyelidikan Agni
30 Bab 30 - Pencarian Hery
31 Bab 31 - Rumah Tangga Arga
32 Bab 32 - Rumah Tangga Laras
33 Bab 33 - Pengakuan Hery
34 Bab 34 - Bujukan Agni
35 Bab 35 - Menyadari Keanehan
36 Bab 36 - Kepiluan Laras
37 Bab 37 - Malam Purnama Kesekian
38 Bab 38 - Saling Curiga
39 Bab 39 - Kerjasama Hery & Agni
40 Bab 40 - Saling Bertemu
41 Bab 41 - Pengakuan Laras
42 Bab 42 - Rencana Arga & Laras
43 Bab 43 - Niat Cerai
44 Bab 44 - Perang Laras & Fita
45 Bab 45 - Perdebatan
46 Bab 46 - Memberi Kesempatan?
47 Bab 47 - Perang Laras & Hery
48 Bab 48 - Kekhawatiran Arga
49 Bab 49 - Satu-satunya Solusi
50 Bab 50 - Bulan Purnama Tanpa Ritual
51 Bab 51 - Karma?
52 Bab 52 - Mengenai Hak Asuh
53 Bab 53 - Bicara Lagi
54 Bab 54 - Tumbal Pengakhiran Ritual
55 Bab 55 - Pergi Jauh
56 Bab 56 - Karena Kue Ulang Tahun
57 Bab 57 - Cerita Di Malam Purnama
58 Bab 58 - Terenyuh
59 Bab 59 - Perkembangan Cinta Laras & Arga
60 Bab 60 - Kembali Lagi
61 Bab 61 - Gangguan Agni
62 Bab 62 - Demi Anak
63 Bab 63 - Godaan Mantan
64 Bab 64 - Membuktikan
65 Bab 65 - Pesan Misterius
66 Bab 66 - Rencana Tersembunyi
67 Bab 67 - Tentang Pernikahan
68 Bab 68 - Menyusul Rasya
69 Bab 69 - Terpaksa Memberitahu
70 Bab 70 - Menemukan Benang Merah
71 Bab 71 - Merelakan
72 Bab 72 - Dua Solusi
73 Bab 73 - Aksi Nekat Agni & Hery
74 Bab 74 - Menghilangnya Rasya
75 Bab 75 - Terungkap
76 Bab 76 - Laras & Rasya
77 Bab 77 - Belum Direstui
78 Bab 78 - Michael
79 Bab 79 - Dugaan Agni
80 Bab 80 - Rumah Yang Berdekatan
81 Bab 81 - Ingin Cepat-Cepat
82 Bab 82 - Impoten Lagi?
83 Bab 83 - Menemukan Arga & Laras?
84 Bab 84 - Kabar Baik
85 Bab 85 - Lampu Hijau
86 Bab 86 - Karma
87 Bab 87 - Semuanya Pasti Menerima Balasan [End]
88 Bab 88 - Bonus Chapter [Rasa Penasaran]
89 Bab 89 - Bonus Chapter [Adella & Deus]
90 Bab 90 - Bonus Chapter [Pasar]
91 Bab 91 - Bonus Chapter [Akhir 1]
92 Bab 92 - The Real Ending
93 NOVEL BARU!
Episodes

Updated 93 Episodes

1
Bab 1 - Mendatangi Dukun
2
Bab 2 - Ritual Bergairah
3
Bab 3 - Sembuh
4
Bab 4 - Kebahagiaan Sesaat
5
Bab 5 - Bertemu Lagi
6
Bab 6 - Bukan Hal Wajar
7
Bab 7 - Pulang
8
Bab 8 - Kebetulan Yang Menegangkan
9
Bab 9 - Semakin Mengenal
10
Bab 10 - Saling Merasa Dihantui
11
Bab 11 - Hamil Lagi
12
Bab 12 - Resiko Kesalahan Malam Itu
13
Bab 13 - Keputusan Arga & Laras
14
Bab 14 - Anggap Sebagai Pertemuan Terakhir
15
Bab 15 - Memulai Dari Awal
16
Bab 16 - Masalah Di Dokter Kandungan
17
Bab 17 - Mengetahui Nama Asli Satu Sama Lain
18
Bab 18 - Ngidamnya Agni
19
Bab 19 - Ngidamnya Laras
20
Bab 20 - Keinginan Yang Tak Terelak
21
Bab 21 - Gairah Yang Menggelora
22
Bab 22 - Menemui Senopati
23
Bab 23 - Topik Tiga Hari
24
Bab 24 - Kue & Topeng Monyet
25
Bab 25 - Mengetahui Kebenaran
26
Bab 26 - Menemukan Tempat Ternyaman
27
Bab 27 - Agni Mulai Curiga
28
Bab 28 - Markas Arga & Laras
29
Bab 29 - Penyelidikan Agni
30
Bab 30 - Pencarian Hery
31
Bab 31 - Rumah Tangga Arga
32
Bab 32 - Rumah Tangga Laras
33
Bab 33 - Pengakuan Hery
34
Bab 34 - Bujukan Agni
35
Bab 35 - Menyadari Keanehan
36
Bab 36 - Kepiluan Laras
37
Bab 37 - Malam Purnama Kesekian
38
Bab 38 - Saling Curiga
39
Bab 39 - Kerjasama Hery & Agni
40
Bab 40 - Saling Bertemu
41
Bab 41 - Pengakuan Laras
42
Bab 42 - Rencana Arga & Laras
43
Bab 43 - Niat Cerai
44
Bab 44 - Perang Laras & Fita
45
Bab 45 - Perdebatan
46
Bab 46 - Memberi Kesempatan?
47
Bab 47 - Perang Laras & Hery
48
Bab 48 - Kekhawatiran Arga
49
Bab 49 - Satu-satunya Solusi
50
Bab 50 - Bulan Purnama Tanpa Ritual
51
Bab 51 - Karma?
52
Bab 52 - Mengenai Hak Asuh
53
Bab 53 - Bicara Lagi
54
Bab 54 - Tumbal Pengakhiran Ritual
55
Bab 55 - Pergi Jauh
56
Bab 56 - Karena Kue Ulang Tahun
57
Bab 57 - Cerita Di Malam Purnama
58
Bab 58 - Terenyuh
59
Bab 59 - Perkembangan Cinta Laras & Arga
60
Bab 60 - Kembali Lagi
61
Bab 61 - Gangguan Agni
62
Bab 62 - Demi Anak
63
Bab 63 - Godaan Mantan
64
Bab 64 - Membuktikan
65
Bab 65 - Pesan Misterius
66
Bab 66 - Rencana Tersembunyi
67
Bab 67 - Tentang Pernikahan
68
Bab 68 - Menyusul Rasya
69
Bab 69 - Terpaksa Memberitahu
70
Bab 70 - Menemukan Benang Merah
71
Bab 71 - Merelakan
72
Bab 72 - Dua Solusi
73
Bab 73 - Aksi Nekat Agni & Hery
74
Bab 74 - Menghilangnya Rasya
75
Bab 75 - Terungkap
76
Bab 76 - Laras & Rasya
77
Bab 77 - Belum Direstui
78
Bab 78 - Michael
79
Bab 79 - Dugaan Agni
80
Bab 80 - Rumah Yang Berdekatan
81
Bab 81 - Ingin Cepat-Cepat
82
Bab 82 - Impoten Lagi?
83
Bab 83 - Menemukan Arga & Laras?
84
Bab 84 - Kabar Baik
85
Bab 85 - Lampu Hijau
86
Bab 86 - Karma
87
Bab 87 - Semuanya Pasti Menerima Balasan [End]
88
Bab 88 - Bonus Chapter [Rasa Penasaran]
89
Bab 89 - Bonus Chapter [Adella & Deus]
90
Bab 90 - Bonus Chapter [Pasar]
91
Bab 91 - Bonus Chapter [Akhir 1]
92
Bab 92 - The Real Ending
93
NOVEL BARU!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!