Bab 8 - Kebetulan Yang Menegangkan

...༻◊༺...

Laras masuk ke ruang pesta sambil bergandengan dengan Hery. Keduanya memang diketahui sebagai pasutri yang harmonis. Bahkan ketika mereka tak kunjung dikaruniai anak.

Hery bekerja sebagai direktur perusahaan tekstil. Dia bisa dibilang memiliki kekayaan melimpah. Sedangkan Laras sendiri adalah gadis beruntung yang telah dipacari Hery semenjak SMA.

"Ngomong-ngomong, yang mana temanmu? Pihak laki-laki atau perempuan?" tanya Laras sembari memperhatikan pasangan pengantin yang asyik berfoto di pelaminan.

"Memangnya kenapa? Apa kau cemburu kalau aku dekat dengan pengantin perempuan?" goda Hery.

"Mas! Aku hanya bertanya. Kenapa kau menganggapnya berlebihan?" Laras terkekeh.

"Karena aku suka melihat sikapmu saat cemburu," balas Hery.

"Mas, apa kau mau kehilangan jatahmu selama seminggu?" Laras mengancam.

Hery memberengut. "Kenapa sasarannya jadi ke jatah sih!" keluhnya. Membuat Laras sontak tertawa geli. Mereka segera duduk ke meja yang telah disediakan. Kebetulan meja makan yang tersedia sudah disiapkan sesuai nomor undangan. Mengingat orang-orang yang datang hanyalah kalangan kerabat dekat.

Hery dan Laras duduk sambil menikmati hidangan yang disajikan. Di meja yang mereka tempati, masih ada dua kursi kosong.

Sesekali orang yang lewat menyapa Hery dan Laras. Mereka mengobrol sejenak karena lama tak bertemu.

"Sejak SMA kau nggak pernah berubah ya. Padahal umur sudah 28 tahun," ujar Rina. Teman SMA Laras.

"Begitulah Laras. Makanya aku tidak pernah melepasnya," sahut Hery. Membuat Laras langsung menyenggolnya dengan siku.

"Tapi sayang ya, kalian masih belum punya anak. Pas tahun pertama pernikahan kalian, aku kira Laras hamil loh. Kalau dulu itu hamil, pasti anaknya seumuran dengan Olive anakku," ucap Rina.

Senyuman di wajah Laras seketika memudar. Jujur saja, topik pembicaraan yang paling dibencinya adalah pertanyaan tentang anak.

"Aku rasa begitu. Kami hanya masih belum diberi kepercayaan untuk memiliki anak." Berbeda dengan Laras, Hery berusaha menanggapi sindiran Rina dengan bijaksana.

"Mas, aku mau ke toilet." Alhasil Laras memilih kabur ke toilet. Di sana dia mencoba menenangkan diri dengan menatap pantulan cermin.

Tak lama kemudian, seorang perempuan masuk ke toilet. Dia terlihat bergegas ke depan wastafel karena ingin bercermin. Perempuan itu tampak memeriksa riasannya.

"Akhir-akhir ini dia nafsuan sekali," gumam perempuan tersebut pelan. Dia tidak lain adalah Agni.

Agni merasa lipstiknya pudar. Dia ingin mempertebal lipstik sebelum berbaur ke acara. Tetapi setelah memeriksa tas, Agni tidak menemukan lipstiknya.

"Mana lisptikku ya? Perasaan tadi sudah dibawa," gumam Agni yang masih mengobrak-abrik isi tasnya. Namun dia tetap tidak menemukan lipstik.

"Mencari lipstik ya, Mbak? Kalau mau, kau bisa pakai punyaku." Tanpa mengetahui siapa Agni, Laras memberikan lipstiknya.

Agni menoleh. Dia menatap lipstik yang disodorkan Laras. "Apakah tidak apa-apa?" tanyanya.

"Tidak apa-apa. Kebetulan aku juga baru membelinya. Jadi belum aku pakai. Lihatlah dulu. Aku tidak tahu apakah kau menyukai warnanya," sahut Laras.

Agni mengambil lipstik dari Laras. Ia memeriksa lipstik tersebut. "Ya ampun. Lipstik ini pasti mahal. Aku jadi tidak enak," katanya.

"Ambil saja," tanggap Laras seraya tersenyum. Lalu beranjak keluar toilet.

"Terima kasih, Mbak!" ungkap Agni. Tepat sebelum Laras benar-benar pergi. Laras lantas membalas dengan anggukan.

Setelah Laras pergi, Agni termangu. Dia terpesona dengan sosok Laras.

"Dia perempuan yang luar biasa. Sudah cantik, kaya, baik lagi. Beruntung sekali suaminya," gumam Agni. Dia merasa bersemangat sekali mengenakan lipstik pemberian Laras. Mengingat lipstik milik Laras bukanlah produk kaleng-kaleng.

Usai membenahi riasan, Agni meninggalkan toilet. Dia menemui Arga yang juga baru keluar dari toilet.

"Lain kali, jangan menciumku saat memakai riasan!" timpal Agni pelan namun penuh penekanan.

Arga tergelak. "Kalau tidak mau, harusnya kau menolak. Ini asal terima saja," balasnya.

"Aku istri yang baik. Jadi selalu memberi jatah untuk suami. Walau sekedar ciuman sekali pun." Agni mencubit perut Arga. Meskipun begitu, mereka tetap berjalan sambil bergandengan tangan.

"Kehamilanmu yang kedua ini sepertinya berjalan lancar. Aku jarang melihatmu muntah-muntah," cetus Arga.

"Ya iyalah! Kau nggak ngerasain. Setiap pagi aku mual terus tahu nggak! Dasar paksu. Tahunya wikwik aja," tukas Agni sambil memanyunkan mulut.

"Haish! Selalu salah aku di matamu." Arga kehabisan kata-kata untuk membalas sang istri.

Setelah berjalan beberapa saat, Agni akhirnya menemukan meja yang sesuai dengan nomor undangan miliknya.

"Lihat, Mas! Itu nomor kita!" seru Agni sembari menunjuk meja yang dimaksud. Dia dan Arga buru-buru menghampiri meja tersebut.

Deg!

Arga kaget setengah mati tatkala menyaksikan Laras duduk di tempat yang sama dengannya. Hal serupa juga dirasakan Laras saat melihat Arga. Wajah mereka seketika memucat. Kebetulan itu terasa menegangkan.

Terpopuler

Comments

Anonymous

Anonymous

kebetulan sekali. Udah diatur sama seno

2023-11-27

1

Devi Handayani

Devi Handayani

dunia memang selebar daun kelor.... alias sempit.... loe lagi loe lagi😅😅😁😁🤣🤣🤣🤣😁😁😁

2023-10-06

1

Sarita

Sarita

diewe terus salah ga di ewe marah

2023-10-06

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Mendatangi Dukun
2 Bab 2 - Ritual Bergairah
3 Bab 3 - Sembuh
4 Bab 4 - Kebahagiaan Sesaat
5 Bab 5 - Bertemu Lagi
6 Bab 6 - Bukan Hal Wajar
7 Bab 7 - Pulang
8 Bab 8 - Kebetulan Yang Menegangkan
9 Bab 9 - Semakin Mengenal
10 Bab 10 - Saling Merasa Dihantui
11 Bab 11 - Hamil Lagi
12 Bab 12 - Resiko Kesalahan Malam Itu
13 Bab 13 - Keputusan Arga & Laras
14 Bab 14 - Anggap Sebagai Pertemuan Terakhir
15 Bab 15 - Memulai Dari Awal
16 Bab 16 - Masalah Di Dokter Kandungan
17 Bab 17 - Mengetahui Nama Asli Satu Sama Lain
18 Bab 18 - Ngidamnya Agni
19 Bab 19 - Ngidamnya Laras
20 Bab 20 - Keinginan Yang Tak Terelak
21 Bab 21 - Gairah Yang Menggelora
22 Bab 22 - Menemui Senopati
23 Bab 23 - Topik Tiga Hari
24 Bab 24 - Kue & Topeng Monyet
25 Bab 25 - Mengetahui Kebenaran
26 Bab 26 - Menemukan Tempat Ternyaman
27 Bab 27 - Agni Mulai Curiga
28 Bab 28 - Markas Arga & Laras
29 Bab 29 - Penyelidikan Agni
30 Bab 30 - Pencarian Hery
31 Bab 31 - Rumah Tangga Arga
32 Bab 32 - Rumah Tangga Laras
33 Bab 33 - Pengakuan Hery
34 Bab 34 - Bujukan Agni
35 Bab 35 - Menyadari Keanehan
36 Bab 36 - Kepiluan Laras
37 Bab 37 - Malam Purnama Kesekian
38 Bab 38 - Saling Curiga
39 Bab 39 - Kerjasama Hery & Agni
40 Bab 40 - Saling Bertemu
41 Bab 41 - Pengakuan Laras
42 Bab 42 - Rencana Arga & Laras
43 Bab 43 - Niat Cerai
44 Bab 44 - Perang Laras & Fita
45 Bab 45 - Perdebatan
46 Bab 46 - Memberi Kesempatan?
47 Bab 47 - Perang Laras & Hery
48 Bab 48 - Kekhawatiran Arga
49 Bab 49 - Satu-satunya Solusi
50 Bab 50 - Bulan Purnama Tanpa Ritual
51 Bab 51 - Karma?
52 Bab 52 - Mengenai Hak Asuh
53 Bab 53 - Bicara Lagi
54 Bab 54 - Tumbal Pengakhiran Ritual
55 Bab 55 - Pergi Jauh
56 Bab 56 - Karena Kue Ulang Tahun
57 Bab 57 - Cerita Di Malam Purnama
58 Bab 58 - Terenyuh
59 Bab 59 - Perkembangan Cinta Laras & Arga
60 Bab 60 - Kembali Lagi
61 Bab 61 - Gangguan Agni
62 Bab 62 - Demi Anak
63 Bab 63 - Godaan Mantan
64 Bab 64 - Membuktikan
65 Bab 65 - Pesan Misterius
66 Bab 66 - Rencana Tersembunyi
67 Bab 67 - Tentang Pernikahan
68 Bab 68 - Menyusul Rasya
69 Bab 69 - Terpaksa Memberitahu
70 Bab 70 - Menemukan Benang Merah
71 Bab 71 - Merelakan
72 Bab 72 - Dua Solusi
73 Bab 73 - Aksi Nekat Agni & Hery
74 Bab 74 - Menghilangnya Rasya
75 Bab 75 - Terungkap
76 Bab 76 - Laras & Rasya
77 Bab 77 - Belum Direstui
78 Bab 78 - Michael
79 Bab 79 - Dugaan Agni
80 Bab 80 - Rumah Yang Berdekatan
81 Bab 81 - Ingin Cepat-Cepat
82 Bab 82 - Impoten Lagi?
83 Bab 83 - Menemukan Arga & Laras?
84 Bab 84 - Kabar Baik
85 Bab 85 - Lampu Hijau
86 Bab 86 - Karma
87 Bab 87 - Semuanya Pasti Menerima Balasan [End]
88 Bab 88 - Bonus Chapter [Rasa Penasaran]
89 Bab 89 - Bonus Chapter [Adella & Deus]
90 Bab 90 - Bonus Chapter [Pasar]
91 Bab 91 - Bonus Chapter [Akhir 1]
92 Bab 92 - The Real Ending
93 NOVEL BARU!
Episodes

Updated 93 Episodes

1
Bab 1 - Mendatangi Dukun
2
Bab 2 - Ritual Bergairah
3
Bab 3 - Sembuh
4
Bab 4 - Kebahagiaan Sesaat
5
Bab 5 - Bertemu Lagi
6
Bab 6 - Bukan Hal Wajar
7
Bab 7 - Pulang
8
Bab 8 - Kebetulan Yang Menegangkan
9
Bab 9 - Semakin Mengenal
10
Bab 10 - Saling Merasa Dihantui
11
Bab 11 - Hamil Lagi
12
Bab 12 - Resiko Kesalahan Malam Itu
13
Bab 13 - Keputusan Arga & Laras
14
Bab 14 - Anggap Sebagai Pertemuan Terakhir
15
Bab 15 - Memulai Dari Awal
16
Bab 16 - Masalah Di Dokter Kandungan
17
Bab 17 - Mengetahui Nama Asli Satu Sama Lain
18
Bab 18 - Ngidamnya Agni
19
Bab 19 - Ngidamnya Laras
20
Bab 20 - Keinginan Yang Tak Terelak
21
Bab 21 - Gairah Yang Menggelora
22
Bab 22 - Menemui Senopati
23
Bab 23 - Topik Tiga Hari
24
Bab 24 - Kue & Topeng Monyet
25
Bab 25 - Mengetahui Kebenaran
26
Bab 26 - Menemukan Tempat Ternyaman
27
Bab 27 - Agni Mulai Curiga
28
Bab 28 - Markas Arga & Laras
29
Bab 29 - Penyelidikan Agni
30
Bab 30 - Pencarian Hery
31
Bab 31 - Rumah Tangga Arga
32
Bab 32 - Rumah Tangga Laras
33
Bab 33 - Pengakuan Hery
34
Bab 34 - Bujukan Agni
35
Bab 35 - Menyadari Keanehan
36
Bab 36 - Kepiluan Laras
37
Bab 37 - Malam Purnama Kesekian
38
Bab 38 - Saling Curiga
39
Bab 39 - Kerjasama Hery & Agni
40
Bab 40 - Saling Bertemu
41
Bab 41 - Pengakuan Laras
42
Bab 42 - Rencana Arga & Laras
43
Bab 43 - Niat Cerai
44
Bab 44 - Perang Laras & Fita
45
Bab 45 - Perdebatan
46
Bab 46 - Memberi Kesempatan?
47
Bab 47 - Perang Laras & Hery
48
Bab 48 - Kekhawatiran Arga
49
Bab 49 - Satu-satunya Solusi
50
Bab 50 - Bulan Purnama Tanpa Ritual
51
Bab 51 - Karma?
52
Bab 52 - Mengenai Hak Asuh
53
Bab 53 - Bicara Lagi
54
Bab 54 - Tumbal Pengakhiran Ritual
55
Bab 55 - Pergi Jauh
56
Bab 56 - Karena Kue Ulang Tahun
57
Bab 57 - Cerita Di Malam Purnama
58
Bab 58 - Terenyuh
59
Bab 59 - Perkembangan Cinta Laras & Arga
60
Bab 60 - Kembali Lagi
61
Bab 61 - Gangguan Agni
62
Bab 62 - Demi Anak
63
Bab 63 - Godaan Mantan
64
Bab 64 - Membuktikan
65
Bab 65 - Pesan Misterius
66
Bab 66 - Rencana Tersembunyi
67
Bab 67 - Tentang Pernikahan
68
Bab 68 - Menyusul Rasya
69
Bab 69 - Terpaksa Memberitahu
70
Bab 70 - Menemukan Benang Merah
71
Bab 71 - Merelakan
72
Bab 72 - Dua Solusi
73
Bab 73 - Aksi Nekat Agni & Hery
74
Bab 74 - Menghilangnya Rasya
75
Bab 75 - Terungkap
76
Bab 76 - Laras & Rasya
77
Bab 77 - Belum Direstui
78
Bab 78 - Michael
79
Bab 79 - Dugaan Agni
80
Bab 80 - Rumah Yang Berdekatan
81
Bab 81 - Ingin Cepat-Cepat
82
Bab 82 - Impoten Lagi?
83
Bab 83 - Menemukan Arga & Laras?
84
Bab 84 - Kabar Baik
85
Bab 85 - Lampu Hijau
86
Bab 86 - Karma
87
Bab 87 - Semuanya Pasti Menerima Balasan [End]
88
Bab 88 - Bonus Chapter [Rasa Penasaran]
89
Bab 89 - Bonus Chapter [Adella & Deus]
90
Bab 90 - Bonus Chapter [Pasar]
91
Bab 91 - Bonus Chapter [Akhir 1]
92
Bab 92 - The Real Ending
93
NOVEL BARU!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!