Bab 12 - Resiko Kesalahan Malam Itu

...༻◊༺...

Laras menghabiskan waktu sendirian di balkon. Dia tidak menyangka, kehamilan yang sudah dinantinya sejak dulu akan menjadi seperti ini.

'Aku harus mengakhiri semuanya. Dengan begitu hidupku bisa tenang. Aku juga bisa memiliki keluarga seperti yang selama ini kubayangkan. Aku hanya tinggal merahasiakan semuanya sebaik mungkin,' batin Laras. Senyuman akhirnya mengembang di wajahnya.

Waktu sudah menunjukkan jam sembilan malam. Laras masih di balkon sambil memeluk tubuhnya sendiri.

Dari balkon, Laras bisa melihat pintu gerbang rumahnya. Di sana dia melihat seorang wanita aneh yang menatap tepat ke arahnya. Tampilan wanita itu jadul sekali. Dia mengenakan kebaya putih dengan rambut yang digelung. Pakaiannya persis seperti wanita jawa di zaman dulu.

Laras pun curiga. Dia buru-buru turun dari balkon. Lalu menghampiri pagar. Laras melihat wanita berpakaian kebaya itu masih berdiri di depan pintu gerbang rumahnya.

"Permisi... Apa ada yang bisa dibantu?" tanya Laras.

Wanita berkebaya itu tersenyum. "Mbah Seno mengirimku untuk menemuimu," ucapnya.

Pupil mata Laras membesar. Dia menoleh ke kanan dan kiri dengan cepat. Berharap tidak ada yang melihat. "Tunggulah di sini!" suruhnya yang langsung dijawab wanita berkebaya tersebut dengan anggukan.

Laras mengambil mobilnya. Untuk berjaga-jaga, dia akan bicara di luar rumah. Dimana semua orang tidak akan ada yang tahu.

Laras menyuruh si wanita berkebaya ikut bersamanya. Dia menghentikan mobil di tempat sepi, lalu bicara.

"Apakah ini mengenai uang yang harus kubayar? Jadi aku harus membayar berapa?" tanya Laras.

"Sebelumnya perkenalkan namaku Ajeng. Aku keponakan Mbah Senopati," tutur Ajeng.

"I-iya. Aku Laras," tanggap Laras yang merasa canggung. Dia merasakan ada aura aneh yang menyelimuti sosok Ajeng. Arah pandangan wanita itu seakan tidak berisi.

Hening menyelimuti suasana dalam sepersekian detik. Saat Laras mengangakan mulut karena hendak bicara, Ajeng lebih dulu bersuara.

"Jadi begini... Kata Mbah, saat bulan purnama baru ini, kau dan lelaki itu berhubungan intim setelah melakukan ritual utama. Benarkah itu?" tanya Ajeng. Matanya mendelik penuh selidik. Dia tersenyum tetapi senyumannya begitu kaku.

"Em..." Laras menenggak salivanya sendiri. Keringat panas dingin langsung menyelimuti. Dia takut dirinya akan mendapatkan resiko berat karena kesalahan malam itu.

Meskipun begitu, Laras memberanikan diri menganggukkan kepala. Mengiyakan bahwa apa yang diketahui Senopati itu memang terjadi.

"Kalau begitu, kalian sudah melakukan kesalahan besar. Apa yang kalian lakukan itu akan membuatmu semakin saling terikat. Apalagi sekarang kau mengandung bayi dari lelaki itu bukan?" tukas Ajeng.

"I-iya..." Laras terisak sambil memegangi perutnya.

Ajeng berseringai. Dia berucap, "Bayi itu akan mati kalau kau tidak melakukan ritual di bulan purnama berikutnya."

"Apa?!" Laras dibuat kaget sekali. Padahal baru saja beberapa menit lalu dia memutuskan ingin berhenti melakukan ritual.

"Tidak bisa begitu! Apakah ada jalan lain? Mungkinkah aku bisa hamil lagi setelah bayi dalam perutku ini mati?" tanya Laras yang merasa tak mau lagi terikat dengan Arga.

Ajeng tergelak. "Tentu saja tidak! Kau akan kembali mandul seperti dulu!" sahutnya gamblang.

Tangisan Laras kian menjadi-jadi. Dia begitu frustasi.

Di sisi lain, Arga mengalami hal serupa dengan Laras. Tetapi bedanya, dia ditemui oleh seorang lelaki bernama Raden. Lelaki yang juga mengenakan pakaian kuno. Kini Arga dan Raden juga sedang bicara di dalam mobil.

Arga sangat syok saat mendengar berita tentang kehamilan Laras. Dia menjadi sangat bersalah akan hal itu. Arga bahkan berteriak histeris dan meneteskan air mata.

"Mengenai pembayaran, kau dan perempuan itu harus membangun sebuah rumah di tempat yang di inginkan Mbah Seno. Tepatnya di hutan bagian barat Gunung Kidul," jelas Raden.

"Baiklah." Arga mengangguk. Dia kemudian menundukkan kepala ke bawah. Tenggelam dalam penyesalan. Tanpa dirinya sadari, Raden pergi begitu saja tanpa pamit.

Arga baru sadar dengan kepergian Raden ketika kepalanya mendongak. Dia segera mengambil ponsel dan menghubungi Laras.

"Raga! Aku baru saja mau menghubungimu. Aku--"

"Aku sudah mendengar semuanya! Karena kesalahan kita di malam itu, semuanya jadi kacau. Kita harus bertemu dan bicara!" potong Arga. Dia dan Laras sama-sama meredam tangis. Menahan rasa sesak di dada.

"Ya sudah. Kita bertemu besok! Kita juga harus membicarakan masalah pembayaran kan?" tanggap Laras.

"Iya..." lirih Arga. Dia dan Laras membisu beberapa saat.

"Maafkan aku... Kau jadi mengandung anakku sekarang..." ungkap Arga.

"Tidak. Di sini kita berdua sama-sama salah. Kita harus menghadapi resikonya. Aku akan memikirkan semuanya baik-baik malam ini," sahut Laras. Pembicaraannya dan Arga berakhir di sana.

Karena kabar tak terduga, Arga merasa tak bisa kembali pulang ke rumah. Dia menghabiskan waktu semalaman di dalam mobil. Di waktu yang sama, ternyata Laras juga berbuat hal serupa. Rasa bersalah yang begitu besar, membuat mereka tak mampu menemui pasangan masing-masing.

Terpopuler

Comments

Mimik Pribadi

Mimik Pribadi

Msh agak bureng sih sebenarnya,,,,sblm keguguran Laras bener hamil anaknya Harry y thor,dan Agni hamil anaknya Arga kan,karna stlh hubungan intim Laras dan Arga di danau kondisi mereka tiba2 sembuh total,,,,,Sedangkan Hamilnya Laras karna kesalahan mereka karna berhubungan diluar Ritual yng dianjurkan,,,,,

2023-10-15

4

mamah teby

mamah teby

salahnya karena nambah ronde kedua ya Thor

2023-09-08

1

Junifa

Junifa

yei semakin seru👏🎉😄

2023-08-22

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Mendatangi Dukun
2 Bab 2 - Ritual Bergairah
3 Bab 3 - Sembuh
4 Bab 4 - Kebahagiaan Sesaat
5 Bab 5 - Bertemu Lagi
6 Bab 6 - Bukan Hal Wajar
7 Bab 7 - Pulang
8 Bab 8 - Kebetulan Yang Menegangkan
9 Bab 9 - Semakin Mengenal
10 Bab 10 - Saling Merasa Dihantui
11 Bab 11 - Hamil Lagi
12 Bab 12 - Resiko Kesalahan Malam Itu
13 Bab 13 - Keputusan Arga & Laras
14 Bab 14 - Anggap Sebagai Pertemuan Terakhir
15 Bab 15 - Memulai Dari Awal
16 Bab 16 - Masalah Di Dokter Kandungan
17 Bab 17 - Mengetahui Nama Asli Satu Sama Lain
18 Bab 18 - Ngidamnya Agni
19 Bab 19 - Ngidamnya Laras
20 Bab 20 - Keinginan Yang Tak Terelak
21 Bab 21 - Gairah Yang Menggelora
22 Bab 22 - Menemui Senopati
23 Bab 23 - Topik Tiga Hari
24 Bab 24 - Kue & Topeng Monyet
25 Bab 25 - Mengetahui Kebenaran
26 Bab 26 - Menemukan Tempat Ternyaman
27 Bab 27 - Agni Mulai Curiga
28 Bab 28 - Markas Arga & Laras
29 Bab 29 - Penyelidikan Agni
30 Bab 30 - Pencarian Hery
31 Bab 31 - Rumah Tangga Arga
32 Bab 32 - Rumah Tangga Laras
33 Bab 33 - Pengakuan Hery
34 Bab 34 - Bujukan Agni
35 Bab 35 - Menyadari Keanehan
36 Bab 36 - Kepiluan Laras
37 Bab 37 - Malam Purnama Kesekian
38 Bab 38 - Saling Curiga
39 Bab 39 - Kerjasama Hery & Agni
40 Bab 40 - Saling Bertemu
41 Bab 41 - Pengakuan Laras
42 Bab 42 - Rencana Arga & Laras
43 Bab 43 - Niat Cerai
44 Bab 44 - Perang Laras & Fita
45 Bab 45 - Perdebatan
46 Bab 46 - Memberi Kesempatan?
47 Bab 47 - Perang Laras & Hery
48 Bab 48 - Kekhawatiran Arga
49 Bab 49 - Satu-satunya Solusi
50 Bab 50 - Bulan Purnama Tanpa Ritual
51 Bab 51 - Karma?
52 Bab 52 - Mengenai Hak Asuh
53 Bab 53 - Bicara Lagi
54 Bab 54 - Tumbal Pengakhiran Ritual
55 Bab 55 - Pergi Jauh
56 Bab 56 - Karena Kue Ulang Tahun
57 Bab 57 - Cerita Di Malam Purnama
58 Bab 58 - Terenyuh
59 Bab 59 - Perkembangan Cinta Laras & Arga
60 Bab 60 - Kembali Lagi
61 Bab 61 - Gangguan Agni
62 Bab 62 - Demi Anak
63 Bab 63 - Godaan Mantan
64 Bab 64 - Membuktikan
65 Bab 65 - Pesan Misterius
66 Bab 66 - Rencana Tersembunyi
67 Bab 67 - Tentang Pernikahan
68 Bab 68 - Menyusul Rasya
69 Bab 69 - Terpaksa Memberitahu
70 Bab 70 - Menemukan Benang Merah
71 Bab 71 - Merelakan
72 Bab 72 - Dua Solusi
73 Bab 73 - Aksi Nekat Agni & Hery
74 Bab 74 - Menghilangnya Rasya
75 Bab 75 - Terungkap
76 Bab 76 - Laras & Rasya
77 Bab 77 - Belum Direstui
78 Bab 78 - Michael
79 Bab 79 - Dugaan Agni
80 Bab 80 - Rumah Yang Berdekatan
81 Bab 81 - Ingin Cepat-Cepat
82 Bab 82 - Impoten Lagi?
83 Bab 83 - Menemukan Arga & Laras?
84 Bab 84 - Kabar Baik
85 Bab 85 - Lampu Hijau
86 Bab 86 - Karma
87 Bab 87 - Semuanya Pasti Menerima Balasan [End]
88 Bab 88 - Bonus Chapter [Rasa Penasaran]
89 Bab 89 - Bonus Chapter [Adella & Deus]
90 Bab 90 - Bonus Chapter [Pasar]
91 Bab 91 - Bonus Chapter [Akhir 1]
92 Bab 92 - The Real Ending
93 NOVEL BARU!
Episodes

Updated 93 Episodes

1
Bab 1 - Mendatangi Dukun
2
Bab 2 - Ritual Bergairah
3
Bab 3 - Sembuh
4
Bab 4 - Kebahagiaan Sesaat
5
Bab 5 - Bertemu Lagi
6
Bab 6 - Bukan Hal Wajar
7
Bab 7 - Pulang
8
Bab 8 - Kebetulan Yang Menegangkan
9
Bab 9 - Semakin Mengenal
10
Bab 10 - Saling Merasa Dihantui
11
Bab 11 - Hamil Lagi
12
Bab 12 - Resiko Kesalahan Malam Itu
13
Bab 13 - Keputusan Arga & Laras
14
Bab 14 - Anggap Sebagai Pertemuan Terakhir
15
Bab 15 - Memulai Dari Awal
16
Bab 16 - Masalah Di Dokter Kandungan
17
Bab 17 - Mengetahui Nama Asli Satu Sama Lain
18
Bab 18 - Ngidamnya Agni
19
Bab 19 - Ngidamnya Laras
20
Bab 20 - Keinginan Yang Tak Terelak
21
Bab 21 - Gairah Yang Menggelora
22
Bab 22 - Menemui Senopati
23
Bab 23 - Topik Tiga Hari
24
Bab 24 - Kue & Topeng Monyet
25
Bab 25 - Mengetahui Kebenaran
26
Bab 26 - Menemukan Tempat Ternyaman
27
Bab 27 - Agni Mulai Curiga
28
Bab 28 - Markas Arga & Laras
29
Bab 29 - Penyelidikan Agni
30
Bab 30 - Pencarian Hery
31
Bab 31 - Rumah Tangga Arga
32
Bab 32 - Rumah Tangga Laras
33
Bab 33 - Pengakuan Hery
34
Bab 34 - Bujukan Agni
35
Bab 35 - Menyadari Keanehan
36
Bab 36 - Kepiluan Laras
37
Bab 37 - Malam Purnama Kesekian
38
Bab 38 - Saling Curiga
39
Bab 39 - Kerjasama Hery & Agni
40
Bab 40 - Saling Bertemu
41
Bab 41 - Pengakuan Laras
42
Bab 42 - Rencana Arga & Laras
43
Bab 43 - Niat Cerai
44
Bab 44 - Perang Laras & Fita
45
Bab 45 - Perdebatan
46
Bab 46 - Memberi Kesempatan?
47
Bab 47 - Perang Laras & Hery
48
Bab 48 - Kekhawatiran Arga
49
Bab 49 - Satu-satunya Solusi
50
Bab 50 - Bulan Purnama Tanpa Ritual
51
Bab 51 - Karma?
52
Bab 52 - Mengenai Hak Asuh
53
Bab 53 - Bicara Lagi
54
Bab 54 - Tumbal Pengakhiran Ritual
55
Bab 55 - Pergi Jauh
56
Bab 56 - Karena Kue Ulang Tahun
57
Bab 57 - Cerita Di Malam Purnama
58
Bab 58 - Terenyuh
59
Bab 59 - Perkembangan Cinta Laras & Arga
60
Bab 60 - Kembali Lagi
61
Bab 61 - Gangguan Agni
62
Bab 62 - Demi Anak
63
Bab 63 - Godaan Mantan
64
Bab 64 - Membuktikan
65
Bab 65 - Pesan Misterius
66
Bab 66 - Rencana Tersembunyi
67
Bab 67 - Tentang Pernikahan
68
Bab 68 - Menyusul Rasya
69
Bab 69 - Terpaksa Memberitahu
70
Bab 70 - Menemukan Benang Merah
71
Bab 71 - Merelakan
72
Bab 72 - Dua Solusi
73
Bab 73 - Aksi Nekat Agni & Hery
74
Bab 74 - Menghilangnya Rasya
75
Bab 75 - Terungkap
76
Bab 76 - Laras & Rasya
77
Bab 77 - Belum Direstui
78
Bab 78 - Michael
79
Bab 79 - Dugaan Agni
80
Bab 80 - Rumah Yang Berdekatan
81
Bab 81 - Ingin Cepat-Cepat
82
Bab 82 - Impoten Lagi?
83
Bab 83 - Menemukan Arga & Laras?
84
Bab 84 - Kabar Baik
85
Bab 85 - Lampu Hijau
86
Bab 86 - Karma
87
Bab 87 - Semuanya Pasti Menerima Balasan [End]
88
Bab 88 - Bonus Chapter [Rasa Penasaran]
89
Bab 89 - Bonus Chapter [Adella & Deus]
90
Bab 90 - Bonus Chapter [Pasar]
91
Bab 91 - Bonus Chapter [Akhir 1]
92
Bab 92 - The Real Ending
93
NOVEL BARU!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!