Bab 18 - Ngidamnya Agni

...༻◊༺...

Pikiran Laras jadi kemana-mana saat menemukan sapu tangan wanita di kantong jas Hery. Meskipun begitu, dia tetap berusaha berpikir logis.

"Aku tidak boleh berpikir yang tidak-tidak. Mungkin saja ini sapu tangan temannya. Mas Hery bisa saja lupa dan memasukkan ini ke saku jasnya. Sebaiknya aku tanya Mas Hery nanti," gumam Laras. Berusaha meyakinkan diri sendiri.

Usai memilih pakaian untuk dicuci, Laras pergi mandi. Ia menjalani kegiatan di rumah seperti biasa. Laras sudah sangat terbiasa dengan aktifitas yang membosankan.

Di sisi lain, Arga baru pulang bekerja. Dia menyapa Rasya sebentar yang sedang asyik bermain mobil-mobilan. Setelah itu, Arga pergi menemui Agni ke kamar. Istrinya tersebut tampak sibuk dengan laptop.

Senyuman nakal mengembang di wajah Arga. Dia diam-diam mendekati Agni dari belakang.

Tepat sebelum Arga tiba, Agni langsung menutup hidungnya. Ia menoleh dan berhasil memergoki niat jahil sang suami.

"Sudah kuduga. Mas Arga bau sekali. Huek! Aku tidak tahan menciumnya," keluh Agni yang langsung merasa mual.

"Bau? Padahal ini bauku yang biasanya kok." Arga yang merasa heran, lantas membaui badannya.

"Kau tahu aku sedang hamil bukan? Mandilah!" titah Agni.

Arga mendengus kasar. Dengan malas, dia berjalan memasuki kamar mandi.

Saat selesai mandi, dia melihat Agni telentang di ranjang. Istrinya itu mencoba untuk tidur.

Arga tersenyum tenang. Dia segera bergabung ke ranjang setelah mengeringkan rambut.

Merasakan adanya pergerakan, mata Agni terbuka lebar. "Mas!" serunya.

"Kenapa? Apa kau masih tidak suka dengan bauku?" tanya Arga.

"Tidak! Entah kenapa aku benci melihatmu. Bisa kah kau malam ini tidur di luar?" tukas Agni seraya berusaha menjaga jarak dari Arga.

"Kau ini kenapa? Tadi kau tidak suka dengan bauku, sekarang tak mau melihatku? Apa aku terlihat jelek di matamu?" tanggap Arga.

"Ya. Aku merasa auramu mirip dengan Joker. Aku sepertinya tidak bisa tidur kalau satu ranjang denganmu," jelas Agni.

"Apa? Joker?" Arga sekali lagi mendengus. Dia berusaha memahami Agni yang sedang terkena demam ngidam. Malam itu Arga terpaksa tidur di kamar tamu.

Hari demi hari, ngidam Agni yang tak mau melihat Arga semakin parah. Dia bahkan terkadang mengusir Arga dengan cara mengomel. Sampai suatu hari, tibalah Agni berada di posisi yang sudah benar-benar tak mau melihat wajah sang suami.

"Mas! Aku tidak tahu kenapa denganku. Tapi aku merasa jijik setiap kali melihat wajahmu! Aku mohon untuk beberapa hari, jangan muncul di hadapanku. Kalau perlu, kau menginap di hotel saja untuk sementara," ujar Agni.

"Sayang! Kau mengidam atau mencoba menyiksaku?" balas Arga yang merasa tak habis pikir. "Aku bahkan tidak bisa--"

"Pergi, Mas! Huek!" potong Agni. Dia langsung berlari ke kamar mandi dan muntah hebat. "Pergilah kalau kau tak mau aku tersiksa dengan mual berat ini!" suruhnya.

Arga mencoba tabah. Dia tak punya pilihan selain menurut. Dirinya duduk menghempas ke sofa. Bertepatan dengan itu, Rasya datang.

"Papa! Mama kenapa sih marah sama Papa terus? Apa Papa melakukan kesalahan?" tanya Rasya dengan wajah polosnya.

"Enggak, Sya. Mama cuman kecapekan aja. Kan mama juga lagi hamil adikmu," tutur Arga. "Jangan terlalu dipikirin ya. Nanti Papa sama mama baikan lagi kok," tambahnya.

Rasya menganggukkan kepala. Dia mencoba memahami.

"Oh iya, kau ada les kan jam tiga ini? Kenapa nggak siap-siap?" ujar Arga sengaja merubah topik pembicaraan.

"Iya, Pa. Aku mau siap-siap dulu." Rasya segera pergi ke kamar.

Arga tersenyum tipis. Selepas Rasya beranjak, dia kembali galau. Arga juga terpikirkan pertanyaan putranya tadi.

"Kesalahan ya?" gumam Arga sambil mengingat kesalahannya. Yaitu ritual bergairah yang harus dia lakukan dengan wanita lain. Ketika memikirkan itu, Arga merasa bersalah. Namun jika tidak begitu, maka sekarang Agni tidak akan bisa hamil.

Secara alami, Arga jadi memikirkan Laras. Ia bahkan mengingat secara bertahap adegan panas mereka. Akibatnya, organ intim Arga jadi menegang.

"Sial! Bini lagi ngidam nggak pengen lihat aku lagi!" keluh Arga. Dia buru-buru ke kamar mandi.

Tubuh Arga melemas saat selesai menuntaskan hasratnya seorang diri. Dia berusaha keras untuk berhenti memikirkan Laras.

"Apa sebaiknya aku berhenti saja melakukan ritual? Sia-sia aku sembuh kalau istri nggak mau," gumam Arga dengan pundak melemah.

Di waktu yang sama, Laras sedang sendirian di rumah. Malam itu kebetulan Hery tidak pulang karena ada dinas.

Laras tidak bisa tidur karena memikirkan kecurigaannya terhadap Hery. Sebab lelaki tersebut menjawab kalau sapu tangan yang ada di jasnya milik sang ibu.

"Apa aku tanyakan saja sama Mama?" pikir Laras. Dia memutuskan beranjak dari tempat tidur. Lalu berkendara menuju rumah ibu mertua.

Terpopuler

Comments

fiendry🇵🇸

fiendry🇵🇸

parah sekali ngidam istrimu pak Dokter

2023-10-04

1

Junifa

Junifa

ngidamnya agni menyiksa arga

2023-08-27

0

Myra Myra

Myra Myra

upah sesorang detektif cari tahu...nk tahu sape jgk Ae selingkuhan Heri...jgn Agi dh Ae...

2023-08-27

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Mendatangi Dukun
2 Bab 2 - Ritual Bergairah
3 Bab 3 - Sembuh
4 Bab 4 - Kebahagiaan Sesaat
5 Bab 5 - Bertemu Lagi
6 Bab 6 - Bukan Hal Wajar
7 Bab 7 - Pulang
8 Bab 8 - Kebetulan Yang Menegangkan
9 Bab 9 - Semakin Mengenal
10 Bab 10 - Saling Merasa Dihantui
11 Bab 11 - Hamil Lagi
12 Bab 12 - Resiko Kesalahan Malam Itu
13 Bab 13 - Keputusan Arga & Laras
14 Bab 14 - Anggap Sebagai Pertemuan Terakhir
15 Bab 15 - Memulai Dari Awal
16 Bab 16 - Masalah Di Dokter Kandungan
17 Bab 17 - Mengetahui Nama Asli Satu Sama Lain
18 Bab 18 - Ngidamnya Agni
19 Bab 19 - Ngidamnya Laras
20 Bab 20 - Keinginan Yang Tak Terelak
21 Bab 21 - Gairah Yang Menggelora
22 Bab 22 - Menemui Senopati
23 Bab 23 - Topik Tiga Hari
24 Bab 24 - Kue & Topeng Monyet
25 Bab 25 - Mengetahui Kebenaran
26 Bab 26 - Menemukan Tempat Ternyaman
27 Bab 27 - Agni Mulai Curiga
28 Bab 28 - Markas Arga & Laras
29 Bab 29 - Penyelidikan Agni
30 Bab 30 - Pencarian Hery
31 Bab 31 - Rumah Tangga Arga
32 Bab 32 - Rumah Tangga Laras
33 Bab 33 - Pengakuan Hery
34 Bab 34 - Bujukan Agni
35 Bab 35 - Menyadari Keanehan
36 Bab 36 - Kepiluan Laras
37 Bab 37 - Malam Purnama Kesekian
38 Bab 38 - Saling Curiga
39 Bab 39 - Kerjasama Hery & Agni
40 Bab 40 - Saling Bertemu
41 Bab 41 - Pengakuan Laras
42 Bab 42 - Rencana Arga & Laras
43 Bab 43 - Niat Cerai
44 Bab 44 - Perang Laras & Fita
45 Bab 45 - Perdebatan
46 Bab 46 - Memberi Kesempatan?
47 Bab 47 - Perang Laras & Hery
48 Bab 48 - Kekhawatiran Arga
49 Bab 49 - Satu-satunya Solusi
50 Bab 50 - Bulan Purnama Tanpa Ritual
51 Bab 51 - Karma?
52 Bab 52 - Mengenai Hak Asuh
53 Bab 53 - Bicara Lagi
54 Bab 54 - Tumbal Pengakhiran Ritual
55 Bab 55 - Pergi Jauh
56 Bab 56 - Karena Kue Ulang Tahun
57 Bab 57 - Cerita Di Malam Purnama
58 Bab 58 - Terenyuh
59 Bab 59 - Perkembangan Cinta Laras & Arga
60 Bab 60 - Kembali Lagi
61 Bab 61 - Gangguan Agni
62 Bab 62 - Demi Anak
63 Bab 63 - Godaan Mantan
64 Bab 64 - Membuktikan
65 Bab 65 - Pesan Misterius
66 Bab 66 - Rencana Tersembunyi
67 Bab 67 - Tentang Pernikahan
68 Bab 68 - Menyusul Rasya
69 Bab 69 - Terpaksa Memberitahu
70 Bab 70 - Menemukan Benang Merah
71 Bab 71 - Merelakan
72 Bab 72 - Dua Solusi
73 Bab 73 - Aksi Nekat Agni & Hery
74 Bab 74 - Menghilangnya Rasya
75 Bab 75 - Terungkap
76 Bab 76 - Laras & Rasya
77 Bab 77 - Belum Direstui
78 Bab 78 - Michael
79 Bab 79 - Dugaan Agni
80 Bab 80 - Rumah Yang Berdekatan
81 Bab 81 - Ingin Cepat-Cepat
82 Bab 82 - Impoten Lagi?
83 Bab 83 - Menemukan Arga & Laras?
84 Bab 84 - Kabar Baik
85 Bab 85 - Lampu Hijau
86 Bab 86 - Karma
87 Bab 87 - Semuanya Pasti Menerima Balasan [End]
88 Bab 88 - Bonus Chapter [Rasa Penasaran]
89 Bab 89 - Bonus Chapter [Adella & Deus]
90 Bab 90 - Bonus Chapter [Pasar]
91 Bab 91 - Bonus Chapter [Akhir 1]
92 Bab 92 - The Real Ending
93 NOVEL BARU!
Episodes

Updated 93 Episodes

1
Bab 1 - Mendatangi Dukun
2
Bab 2 - Ritual Bergairah
3
Bab 3 - Sembuh
4
Bab 4 - Kebahagiaan Sesaat
5
Bab 5 - Bertemu Lagi
6
Bab 6 - Bukan Hal Wajar
7
Bab 7 - Pulang
8
Bab 8 - Kebetulan Yang Menegangkan
9
Bab 9 - Semakin Mengenal
10
Bab 10 - Saling Merasa Dihantui
11
Bab 11 - Hamil Lagi
12
Bab 12 - Resiko Kesalahan Malam Itu
13
Bab 13 - Keputusan Arga & Laras
14
Bab 14 - Anggap Sebagai Pertemuan Terakhir
15
Bab 15 - Memulai Dari Awal
16
Bab 16 - Masalah Di Dokter Kandungan
17
Bab 17 - Mengetahui Nama Asli Satu Sama Lain
18
Bab 18 - Ngidamnya Agni
19
Bab 19 - Ngidamnya Laras
20
Bab 20 - Keinginan Yang Tak Terelak
21
Bab 21 - Gairah Yang Menggelora
22
Bab 22 - Menemui Senopati
23
Bab 23 - Topik Tiga Hari
24
Bab 24 - Kue & Topeng Monyet
25
Bab 25 - Mengetahui Kebenaran
26
Bab 26 - Menemukan Tempat Ternyaman
27
Bab 27 - Agni Mulai Curiga
28
Bab 28 - Markas Arga & Laras
29
Bab 29 - Penyelidikan Agni
30
Bab 30 - Pencarian Hery
31
Bab 31 - Rumah Tangga Arga
32
Bab 32 - Rumah Tangga Laras
33
Bab 33 - Pengakuan Hery
34
Bab 34 - Bujukan Agni
35
Bab 35 - Menyadari Keanehan
36
Bab 36 - Kepiluan Laras
37
Bab 37 - Malam Purnama Kesekian
38
Bab 38 - Saling Curiga
39
Bab 39 - Kerjasama Hery & Agni
40
Bab 40 - Saling Bertemu
41
Bab 41 - Pengakuan Laras
42
Bab 42 - Rencana Arga & Laras
43
Bab 43 - Niat Cerai
44
Bab 44 - Perang Laras & Fita
45
Bab 45 - Perdebatan
46
Bab 46 - Memberi Kesempatan?
47
Bab 47 - Perang Laras & Hery
48
Bab 48 - Kekhawatiran Arga
49
Bab 49 - Satu-satunya Solusi
50
Bab 50 - Bulan Purnama Tanpa Ritual
51
Bab 51 - Karma?
52
Bab 52 - Mengenai Hak Asuh
53
Bab 53 - Bicara Lagi
54
Bab 54 - Tumbal Pengakhiran Ritual
55
Bab 55 - Pergi Jauh
56
Bab 56 - Karena Kue Ulang Tahun
57
Bab 57 - Cerita Di Malam Purnama
58
Bab 58 - Terenyuh
59
Bab 59 - Perkembangan Cinta Laras & Arga
60
Bab 60 - Kembali Lagi
61
Bab 61 - Gangguan Agni
62
Bab 62 - Demi Anak
63
Bab 63 - Godaan Mantan
64
Bab 64 - Membuktikan
65
Bab 65 - Pesan Misterius
66
Bab 66 - Rencana Tersembunyi
67
Bab 67 - Tentang Pernikahan
68
Bab 68 - Menyusul Rasya
69
Bab 69 - Terpaksa Memberitahu
70
Bab 70 - Menemukan Benang Merah
71
Bab 71 - Merelakan
72
Bab 72 - Dua Solusi
73
Bab 73 - Aksi Nekat Agni & Hery
74
Bab 74 - Menghilangnya Rasya
75
Bab 75 - Terungkap
76
Bab 76 - Laras & Rasya
77
Bab 77 - Belum Direstui
78
Bab 78 - Michael
79
Bab 79 - Dugaan Agni
80
Bab 80 - Rumah Yang Berdekatan
81
Bab 81 - Ingin Cepat-Cepat
82
Bab 82 - Impoten Lagi?
83
Bab 83 - Menemukan Arga & Laras?
84
Bab 84 - Kabar Baik
85
Bab 85 - Lampu Hijau
86
Bab 86 - Karma
87
Bab 87 - Semuanya Pasti Menerima Balasan [End]
88
Bab 88 - Bonus Chapter [Rasa Penasaran]
89
Bab 89 - Bonus Chapter [Adella & Deus]
90
Bab 90 - Bonus Chapter [Pasar]
91
Bab 91 - Bonus Chapter [Akhir 1]
92
Bab 92 - The Real Ending
93
NOVEL BARU!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!