Bab 4 - Kebahagiaan Sesaat

...༻◊༺...

Dua minggu berlalu. Laras sedang berada di kamar mandi. Ia baru saja selesai menggunakan testpack.

Dengan hati-hati, Laras membuka matanya. Berharap testpack menunjukkan garis dua.

Pupil mata Laras membesar ketika mengetahui harapannya terkabul. Testpack menunjukkan garis dua.

Saking senangnya, Laras sampai menangis. Setelah bertahun-tahun berjuang, akhirnya keinginannya untuk punya anak terwujud.

Laras ingin secepatnya memberitahu sang suami mengenai kehamilannya. Namun pada saat itu, terdengar suara mesin mobil Hery dari luar. Pertanda kalau suaminya akan segera berangkat kerja.

Buru-buru Laras berlari keluar kamar mandi. "Mas! Mas, Hery!" panggilnya.

Laras menuruni tangga dengan langkah cepat. Karena terlalu tergesa-gesa, dia terpeleset dan jatuh. Laras bahkan sempat terguling di tangga.

"Aaaarkkhh!" Laras memekik nyaring. Testpack yang ada di tangannya harus terjatuh lebih dahulu ke bawah.

Namun sayangnya teriakan Laras tidak sempat didengar oleh Hery. Lelaki tersebut terlanjur pergi dengan mobilnya.

"Nyonya!" Bi Iyem yang merupakan pembantu di rumah Laras langsung menghampiri. Dia memeriksa keadaan Laras yang jatuh tersungkur di bawah tangga.

"Nyonya tidak apa-apa kan?" tanya Bi Iyem. Saat itulah dia melihat darah bercucuran di antara dua kaki Laras. "Nyonya! Kau berdarah!" ungkapnya panik.

Laras yang mendengar segera memeriksa keadaannya. Benar saja, ada darah yang keluar dari tubuhnya.

"Tidak! Tidak!" Laras syok sekali. Mengingat darah yang keluar berasal dari alat vitalnya. Tangisan bahagia seketika berubah menjadi tangisan kesedihan.

"Ayo, Nyonya..." Bi Iyem membantu Laras pindah ke sofa. "Aku akan menelpon Tuan!" ujarnya sembari beranjak menuju telepon. Namun tangan Laras sigap menghentikan. Perempuan itu tampak memasang tatapan kosong.

"Jangan! Aku tidak mau Mas Hery tahu tentang ini," pinta Laras.

"Baik, Nyonya. Kalau begitu aku akan menelepon dokter saja," sahut Bi Iyem.

"Tidak usah! Aku akan pergi ke klinik sendiri. Bersihkan saja darah di lantai itu!" tolak Laras datar.

Bi Iyem menatap miris Laras. Dia hanya bisa menurut dan segera membersihkan darah di lantai. Bi Iyem menemukan testpack dengan dua garis merah saat sibuk mengelap lantai. Sekali lagi dia menatap Laras dengan belas kasih. Perempuan itu berjalan melewatinya dengan tatapan kosong.

Laras kembali ke kamar mandi. Ia membersihkan diri dan pergi ke klinik.

Meski sudah mengalami pendarahan, Laras masih berharap janinnya selamat. Tetapi setelah diperiksa, ternyata dia sudah keguguran.

Laras hanya bisa menangis tersedu-sedu. Segala penyesalan merenggut sanubarinya. Seharusnya dia berjalan dengan pelan dan lebih hati-hati. Laras menghabiskan waktu hampir setengah jam menangis di mobil.

Alarm ponsel mendadak berbunyi. Laras segera memeriksa dan melihat pemberitahuan kalau satu minggu lagi akan terjadi bulan purnama.

"Aku harus melakukannya lagi," gumam Laras. Akibat keguguran, dia ingin meneruskan ritual lagi.

Di waktu yang sama, Arga sekarang sedang di kamar mandi bersama Agni. Semenjak sembuh dari impoten, mereka bersikap seperti pasangan yang baru menikah. Hampir setiap hari keduanya bermesraan.

Arga dan Agni berdiri di bawah shower. Keduanya sama-sama tidak mengenakan busana.

Arga berdiri di belakang Agni. Tangannya itu menyentuh lembut tubuh sang istri. Lalu memanjakannya dengan kecupan-kecupan di leher sampai bibir.

Penyatuan segera dilakukan oleh Arga dari belakang. Agni segera mengerang nikmat sambil menopang tubuh ke dinding kamar mandi.

Kegiatan intim berakhir saat Arga dan Agni merasa saling terpuaskan. Sekarang keduanya lemas dan sibuk mengontrol nafas.

"Apakah tidak apa-apa aku terus bercinta saat dalam keadaan hamil begini?" cetus Agni.

"Aku rasa begitu. Kita tak bisa menahan diri," tanggap Arga.

"Kau benar..." Agni terkekeh bersama Arga. Keduanya segera mengenakan handuk.

"Aku duluan! Sepertinya aku sudah telat," kata Arga. Ia melangkah menuju pintu.

"Lagi pula siapa suruh berlama-lama di kamar mandi," sahut Agni.

"Itu gara-gara kau," balas Arga.

Agni tergelak. "Kenapa kau menyalahkanku? Salahkan terongmu itu yang tidak bisa terkendali."

"Terong? Bukankah itu kesukaanmu?" goda Arga.

"Sayang..." Agni kalah telak. Dia lantas hanya bisa tertawa kecil sambil menggelengkan kepala.

Bersamaan dengan itu, Arga mengenakan pakaian. Dia bersiap untuk pergi bekerja. Atensinya tidak sengaja tertuju ke arah kalender yang ada di atas nakas.

'Sebentar lagi bulan purnama. Aku harus melakukan ritual. Kalau tidak, maka aku akan impoten lagi,' batin Arga. Ponselnya tiba-tiba berdering. Pupil mata Arga membesar saat melihat nama Sukma tertera di layar ponsel.

Buru-buru Arga mengambil ponselnya. Sebelum Agni keluar dari kamar mandi. Selanjutnya, Arga beranjak dari kamar. Dia mencari tempat aman untuk bicara dengan Laras di telepon.

"Ada apa?" tanya Arga yang sudah mengangkat telepon.

"Seminggu lagi bulan purnama. Apa kau akan melakukan ritualnya lagi?" ujar Laras dari seberang telepon.

"Ya, aku akan melakukannya."

"Kalau begitu kita akan menyusun pertemuan."

"Baiklah. Sampai ketemu satu minggu lagi."

Pembicaraan Arga dan Laras berakhir. Keduanya tentu merasa berat harus melakukan ritual lagi. Tetapi mau bagaimana? Mereka sama-sama memiliki keinginan yang kuat untuk membahagiakan pasangan masing-masing.

Terpopuler

Comments

Mimik Pribadi

Mimik Pribadi

Laras kasian,,,, knpa tidak hati2 sih Laras, ngasih tau dia hamil itu bisa lewat VC klo gak sabar ngasih tau saat sore suaminya pngn kerja,,,

2023-10-06

6

fiendry🇵🇸

fiendry🇵🇸

cerita nya seru

2023-10-04

0

Junifa

Junifa

sebenarnya melakukan ritual itu harus tetap dengan orang yang sama atau boleh ganti orang lain lagi😕

2023-08-18

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Mendatangi Dukun
2 Bab 2 - Ritual Bergairah
3 Bab 3 - Sembuh
4 Bab 4 - Kebahagiaan Sesaat
5 Bab 5 - Bertemu Lagi
6 Bab 6 - Bukan Hal Wajar
7 Bab 7 - Pulang
8 Bab 8 - Kebetulan Yang Menegangkan
9 Bab 9 - Semakin Mengenal
10 Bab 10 - Saling Merasa Dihantui
11 Bab 11 - Hamil Lagi
12 Bab 12 - Resiko Kesalahan Malam Itu
13 Bab 13 - Keputusan Arga & Laras
14 Bab 14 - Anggap Sebagai Pertemuan Terakhir
15 Bab 15 - Memulai Dari Awal
16 Bab 16 - Masalah Di Dokter Kandungan
17 Bab 17 - Mengetahui Nama Asli Satu Sama Lain
18 Bab 18 - Ngidamnya Agni
19 Bab 19 - Ngidamnya Laras
20 Bab 20 - Keinginan Yang Tak Terelak
21 Bab 21 - Gairah Yang Menggelora
22 Bab 22 - Menemui Senopati
23 Bab 23 - Topik Tiga Hari
24 Bab 24 - Kue & Topeng Monyet
25 Bab 25 - Mengetahui Kebenaran
26 Bab 26 - Menemukan Tempat Ternyaman
27 Bab 27 - Agni Mulai Curiga
28 Bab 28 - Markas Arga & Laras
29 Bab 29 - Penyelidikan Agni
30 Bab 30 - Pencarian Hery
31 Bab 31 - Rumah Tangga Arga
32 Bab 32 - Rumah Tangga Laras
33 Bab 33 - Pengakuan Hery
34 Bab 34 - Bujukan Agni
35 Bab 35 - Menyadari Keanehan
36 Bab 36 - Kepiluan Laras
37 Bab 37 - Malam Purnama Kesekian
38 Bab 38 - Saling Curiga
39 Bab 39 - Kerjasama Hery & Agni
40 Bab 40 - Saling Bertemu
41 Bab 41 - Pengakuan Laras
42 Bab 42 - Rencana Arga & Laras
43 Bab 43 - Niat Cerai
44 Bab 44 - Perang Laras & Fita
45 Bab 45 - Perdebatan
46 Bab 46 - Memberi Kesempatan?
47 Bab 47 - Perang Laras & Hery
48 Bab 48 - Kekhawatiran Arga
49 Bab 49 - Satu-satunya Solusi
50 Bab 50 - Bulan Purnama Tanpa Ritual
51 Bab 51 - Karma?
52 Bab 52 - Mengenai Hak Asuh
53 Bab 53 - Bicara Lagi
54 Bab 54 - Tumbal Pengakhiran Ritual
55 Bab 55 - Pergi Jauh
56 Bab 56 - Karena Kue Ulang Tahun
57 Bab 57 - Cerita Di Malam Purnama
58 Bab 58 - Terenyuh
59 Bab 59 - Perkembangan Cinta Laras & Arga
60 Bab 60 - Kembali Lagi
61 Bab 61 - Gangguan Agni
62 Bab 62 - Demi Anak
63 Bab 63 - Godaan Mantan
64 Bab 64 - Membuktikan
65 Bab 65 - Pesan Misterius
66 Bab 66 - Rencana Tersembunyi
67 Bab 67 - Tentang Pernikahan
68 Bab 68 - Menyusul Rasya
69 Bab 69 - Terpaksa Memberitahu
70 Bab 70 - Menemukan Benang Merah
71 Bab 71 - Merelakan
72 Bab 72 - Dua Solusi
73 Bab 73 - Aksi Nekat Agni & Hery
74 Bab 74 - Menghilangnya Rasya
75 Bab 75 - Terungkap
76 Bab 76 - Laras & Rasya
77 Bab 77 - Belum Direstui
78 Bab 78 - Michael
79 Bab 79 - Dugaan Agni
80 Bab 80 - Rumah Yang Berdekatan
81 Bab 81 - Ingin Cepat-Cepat
82 Bab 82 - Impoten Lagi?
83 Bab 83 - Menemukan Arga & Laras?
84 Bab 84 - Kabar Baik
85 Bab 85 - Lampu Hijau
86 Bab 86 - Karma
87 Bab 87 - Semuanya Pasti Menerima Balasan [End]
88 Bab 88 - Bonus Chapter [Rasa Penasaran]
89 Bab 89 - Bonus Chapter [Adella & Deus]
90 Bab 90 - Bonus Chapter [Pasar]
91 Bab 91 - Bonus Chapter [Akhir 1]
92 Bab 92 - The Real Ending
93 NOVEL BARU!
Episodes

Updated 93 Episodes

1
Bab 1 - Mendatangi Dukun
2
Bab 2 - Ritual Bergairah
3
Bab 3 - Sembuh
4
Bab 4 - Kebahagiaan Sesaat
5
Bab 5 - Bertemu Lagi
6
Bab 6 - Bukan Hal Wajar
7
Bab 7 - Pulang
8
Bab 8 - Kebetulan Yang Menegangkan
9
Bab 9 - Semakin Mengenal
10
Bab 10 - Saling Merasa Dihantui
11
Bab 11 - Hamil Lagi
12
Bab 12 - Resiko Kesalahan Malam Itu
13
Bab 13 - Keputusan Arga & Laras
14
Bab 14 - Anggap Sebagai Pertemuan Terakhir
15
Bab 15 - Memulai Dari Awal
16
Bab 16 - Masalah Di Dokter Kandungan
17
Bab 17 - Mengetahui Nama Asli Satu Sama Lain
18
Bab 18 - Ngidamnya Agni
19
Bab 19 - Ngidamnya Laras
20
Bab 20 - Keinginan Yang Tak Terelak
21
Bab 21 - Gairah Yang Menggelora
22
Bab 22 - Menemui Senopati
23
Bab 23 - Topik Tiga Hari
24
Bab 24 - Kue & Topeng Monyet
25
Bab 25 - Mengetahui Kebenaran
26
Bab 26 - Menemukan Tempat Ternyaman
27
Bab 27 - Agni Mulai Curiga
28
Bab 28 - Markas Arga & Laras
29
Bab 29 - Penyelidikan Agni
30
Bab 30 - Pencarian Hery
31
Bab 31 - Rumah Tangga Arga
32
Bab 32 - Rumah Tangga Laras
33
Bab 33 - Pengakuan Hery
34
Bab 34 - Bujukan Agni
35
Bab 35 - Menyadari Keanehan
36
Bab 36 - Kepiluan Laras
37
Bab 37 - Malam Purnama Kesekian
38
Bab 38 - Saling Curiga
39
Bab 39 - Kerjasama Hery & Agni
40
Bab 40 - Saling Bertemu
41
Bab 41 - Pengakuan Laras
42
Bab 42 - Rencana Arga & Laras
43
Bab 43 - Niat Cerai
44
Bab 44 - Perang Laras & Fita
45
Bab 45 - Perdebatan
46
Bab 46 - Memberi Kesempatan?
47
Bab 47 - Perang Laras & Hery
48
Bab 48 - Kekhawatiran Arga
49
Bab 49 - Satu-satunya Solusi
50
Bab 50 - Bulan Purnama Tanpa Ritual
51
Bab 51 - Karma?
52
Bab 52 - Mengenai Hak Asuh
53
Bab 53 - Bicara Lagi
54
Bab 54 - Tumbal Pengakhiran Ritual
55
Bab 55 - Pergi Jauh
56
Bab 56 - Karena Kue Ulang Tahun
57
Bab 57 - Cerita Di Malam Purnama
58
Bab 58 - Terenyuh
59
Bab 59 - Perkembangan Cinta Laras & Arga
60
Bab 60 - Kembali Lagi
61
Bab 61 - Gangguan Agni
62
Bab 62 - Demi Anak
63
Bab 63 - Godaan Mantan
64
Bab 64 - Membuktikan
65
Bab 65 - Pesan Misterius
66
Bab 66 - Rencana Tersembunyi
67
Bab 67 - Tentang Pernikahan
68
Bab 68 - Menyusul Rasya
69
Bab 69 - Terpaksa Memberitahu
70
Bab 70 - Menemukan Benang Merah
71
Bab 71 - Merelakan
72
Bab 72 - Dua Solusi
73
Bab 73 - Aksi Nekat Agni & Hery
74
Bab 74 - Menghilangnya Rasya
75
Bab 75 - Terungkap
76
Bab 76 - Laras & Rasya
77
Bab 77 - Belum Direstui
78
Bab 78 - Michael
79
Bab 79 - Dugaan Agni
80
Bab 80 - Rumah Yang Berdekatan
81
Bab 81 - Ingin Cepat-Cepat
82
Bab 82 - Impoten Lagi?
83
Bab 83 - Menemukan Arga & Laras?
84
Bab 84 - Kabar Baik
85
Bab 85 - Lampu Hijau
86
Bab 86 - Karma
87
Bab 87 - Semuanya Pasti Menerima Balasan [End]
88
Bab 88 - Bonus Chapter [Rasa Penasaran]
89
Bab 89 - Bonus Chapter [Adella & Deus]
90
Bab 90 - Bonus Chapter [Pasar]
91
Bab 91 - Bonus Chapter [Akhir 1]
92
Bab 92 - The Real Ending
93
NOVEL BARU!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!