Bab 15 - Memulai Dari Awal

...༻◊༺...

Laras langsung mandi saat pulang ke rumah. Setelah itu, dia pergi ke dapur untuk membuat kue. Laras hobi memasak. Meskipun begitu, dirinya memilih jadi ibu rumah tangga atas dasar permintaan Hery.

Membuat kue adalah pelarian Laras dari banyaknya kekalutan. Ia biasanya membuat kue bolu dengan rasa vanilla. Laras berharap, dengan rencana barunya terkait ritual bergairah, dia tidak akan merasa terganggu lagi.

"Andai Nyonya membuat toko kue, aku yakin pasti akan laris manis," puji Bi Iyem yang membantu Laras membuat adonan.

"Bisa aja, Bi Iyem," tanggap Laras sembari tersenyum tipis. Ia biasanya menghabiskan waktu untuk melakukan yoga dan membaca.

Kini Laras duduk di depan jendela. Dia menutup buku yang dibacanya sejenak. Lalu memegangi perut.

"Semua ini pasti tidak akan membosankan lagi saat kau lahir nanti," ucap Laras. Dia bertekad akan melupakan fakta bahwa jabang bayi dalam kandungannya adalah anak Arga. Dirinya berjanji tidak akan membicarakan hal itu sedikit pun sampai mati.

Hari itu, Hery pulang lebih cepat dari biasanya. Dia membelikan Laras berbagai kebutuhan ibu hamil. Dari mulai susu, makanan sehat, bahkan baju baru.

"Astaga, Mas. Bukankah ini berlebihan?" tukas Laras. Walau berucap begitu, dia sebenarnya senang. Hery memang tahu bagaimana caranya memanjakan istri.

"Tentu tidak. Istriku sekarang hamil, aku harus memberikan penjagaan maksimal. Apa kau tidak senang aku bertindak begini?" Hery memeluk pinggang Laras. Dia memegangi wajah sang istri dan memancarkan tatapan lekat.

"Senang banget! Makasih ya, Sayang..." Laras mengecup singkat bibir Hery. Keduanya lantas saling berpelukan.

"Oh iya, jam berapa kau pulang?" tanya Hery seraya melepas pelukan.

"Em... Sekitar jam sepuluhan tadi," jawab Laras yang segera beranjak dari hadapan Hery. Mengingat dia berbohong akan kepergiannya tadi malam. Laras mengatakan dirinya menginap di rumah orang tua. Ia terpaksa berbohong kalau ibunya sedang sakit.

"Lantas bagaimana kabar ibumu? Harusnya aku ikut denganmu tadi malam. Apa yang akan dipikirkan ibumu nanti mengenai menantunya," ungkap Hery.

"Tidak usah, Mas. Ibu sudah membaik kok. Makanya aku bisa pulang sekarang." Laras berusaha menjawab dengan tenang.

"Syukurlah kalau begitu," sahut Hery. Dia segera berderap menuju kamar mandi.

Di sisi lain, Arga sekarang sedang makan malam bersama istri dan putranya. Untung saja hari itu Arga bisa mengatasi kemarahan Agni. Meskipun dia harus berjanji tidak akan pergi dengan cara menghilang seperti tadi malam.

"Ngomong-ngomong adikku nanti cowok atau cewek?" cetus Rasya. Dia sudah tak sabar menanti kehadiran adik barunya.

"Eh, Mama kamu baru hamil tiga minggu, masih belum ketahuan, Sya..." jawab Arga.

"Aku harus menunggu sampai kapan sih? Aku padahal udah nggak sabar buat main bareng." Rasya memanyunkan mulutnya.

"Emang kamu maunya cowok atau cewek?" tanya Agni.

"Apa aja deh. Tapi bagusnya cowok sih, biar kami bisa main bola bareng," ungkap Rasya yang telah membayangkan bagaimana serunya bermain bersama sang adik.

"Haish! Emangnya kalau cewek nggak bisa main bola?" Arga yang gemas, mengusap puncak kepala Rasya. Semua orang di meja makan tergelak bahagia.

Saat berada dalam suasana keluarga seperti sekarang, Arga sadar kalau itu sangat berharga. Ia akan berusaha memberikan terbaik kepada keluarganya.

'Orang seperti Sukma tidak pantas menghancurkan semua ini. Ya, anggap saja kita mulai semuanya dari awal,' batin Arga.

Hari demi hari berlalu. Tibalah bulan purnama. Arga dan Laras sepakat akan bertemu di hotel yang berbeda dari sebelumnya. Mereka sama-sama mempersiapkan sesuatu dengan cara yang berbeda.

Kali ini orang yang pertama kali tiba di hotel ada Laras. Dia menutup matanya saat mendengar pintu di ketuk. Laras menutupi matanya dengan kain hitam. Ia sengaja tidak mengunci pintu agar Arga bisa langsung masuk, dan dirinya tidak perlu repot beranjak.

"Masuklah!" suruh Laras.

Arga yang baru saja datang segera masuk ke kamar. Dia tentu tak lupa mengunci pintu. Arga berjalan pelan menghampiri Laras. Dirinya menyaksikan perempuan itu duduk di sofa dengan mata tertutup.

"Kau bilang di telepon kalau kau juga punya syarat untukku. Apa itu?" cetus Laras.

"Aku juga tak ingin melihat wajahmu," sahut Arga.

Dahi Laras berkerut. "Kalau begitu, apa kau..." ucapnya. Menduga Arga akan memasang topeng di wajahnya.

"Ya, aku akan memakaikan wajahmu dengan topeng." Arga duduk ke hadapan Laras. Dia menyerahkan topeng yang dia bicarakan ke tangan perempuan tersebut.

"Baiklah. Aku tidak masalah. Tapi sepertinya karena topeng, kita akan kesulitan berciuman."

"Tidak. Karena aku sengaja membeli topeng yang hanya menutupi bagian dahi sampai hidungmu saja."

"Benarkah?" Laras meraba topeng pemberian Arga. Kemudian memakainya. Benar saja, topeng itu hanya menutupi wajah sampai area hidungnya.

"Kita tidak perlu berlama-lama. Sebaiknya kita langsung lakukan ritualnya," imbuh Arga sambil melepas pakaiannya satu per satu.

"Ya. Aku sudah menyiapkan semuanya di kamar mandi." Laras berdiri dan mulai menanggalkan pakaiannya. Dia mengandalkan arahan dari Arga untuk masuk ke kamar mandi.

Terpopuler

Comments

Mimik Pribadi

Mimik Pribadi

Lanjuut

2023-10-15

1

Dlaaa FM

Dlaaa FM

Lanjutannnnnnn

2023-08-25

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Mendatangi Dukun
2 Bab 2 - Ritual Bergairah
3 Bab 3 - Sembuh
4 Bab 4 - Kebahagiaan Sesaat
5 Bab 5 - Bertemu Lagi
6 Bab 6 - Bukan Hal Wajar
7 Bab 7 - Pulang
8 Bab 8 - Kebetulan Yang Menegangkan
9 Bab 9 - Semakin Mengenal
10 Bab 10 - Saling Merasa Dihantui
11 Bab 11 - Hamil Lagi
12 Bab 12 - Resiko Kesalahan Malam Itu
13 Bab 13 - Keputusan Arga & Laras
14 Bab 14 - Anggap Sebagai Pertemuan Terakhir
15 Bab 15 - Memulai Dari Awal
16 Bab 16 - Masalah Di Dokter Kandungan
17 Bab 17 - Mengetahui Nama Asli Satu Sama Lain
18 Bab 18 - Ngidamnya Agni
19 Bab 19 - Ngidamnya Laras
20 Bab 20 - Keinginan Yang Tak Terelak
21 Bab 21 - Gairah Yang Menggelora
22 Bab 22 - Menemui Senopati
23 Bab 23 - Topik Tiga Hari
24 Bab 24 - Kue & Topeng Monyet
25 Bab 25 - Mengetahui Kebenaran
26 Bab 26 - Menemukan Tempat Ternyaman
27 Bab 27 - Agni Mulai Curiga
28 Bab 28 - Markas Arga & Laras
29 Bab 29 - Penyelidikan Agni
30 Bab 30 - Pencarian Hery
31 Bab 31 - Rumah Tangga Arga
32 Bab 32 - Rumah Tangga Laras
33 Bab 33 - Pengakuan Hery
34 Bab 34 - Bujukan Agni
35 Bab 35 - Menyadari Keanehan
36 Bab 36 - Kepiluan Laras
37 Bab 37 - Malam Purnama Kesekian
38 Bab 38 - Saling Curiga
39 Bab 39 - Kerjasama Hery & Agni
40 Bab 40 - Saling Bertemu
41 Bab 41 - Pengakuan Laras
42 Bab 42 - Rencana Arga & Laras
43 Bab 43 - Niat Cerai
44 Bab 44 - Perang Laras & Fita
45 Bab 45 - Perdebatan
46 Bab 46 - Memberi Kesempatan?
47 Bab 47 - Perang Laras & Hery
48 Bab 48 - Kekhawatiran Arga
49 Bab 49 - Satu-satunya Solusi
50 Bab 50 - Bulan Purnama Tanpa Ritual
51 Bab 51 - Karma?
52 Bab 52 - Mengenai Hak Asuh
53 Bab 53 - Bicara Lagi
54 Bab 54 - Tumbal Pengakhiran Ritual
55 Bab 55 - Pergi Jauh
56 Bab 56 - Karena Kue Ulang Tahun
57 Bab 57 - Cerita Di Malam Purnama
58 Bab 58 - Terenyuh
59 Bab 59 - Perkembangan Cinta Laras & Arga
60 Bab 60 - Kembali Lagi
61 Bab 61 - Gangguan Agni
62 Bab 62 - Demi Anak
63 Bab 63 - Godaan Mantan
64 Bab 64 - Membuktikan
65 Bab 65 - Pesan Misterius
66 Bab 66 - Rencana Tersembunyi
67 Bab 67 - Tentang Pernikahan
68 Bab 68 - Menyusul Rasya
69 Bab 69 - Terpaksa Memberitahu
70 Bab 70 - Menemukan Benang Merah
71 Bab 71 - Merelakan
72 Bab 72 - Dua Solusi
73 Bab 73 - Aksi Nekat Agni & Hery
74 Bab 74 - Menghilangnya Rasya
75 Bab 75 - Terungkap
76 Bab 76 - Laras & Rasya
77 Bab 77 - Belum Direstui
78 Bab 78 - Michael
79 Bab 79 - Dugaan Agni
80 Bab 80 - Rumah Yang Berdekatan
81 Bab 81 - Ingin Cepat-Cepat
82 Bab 82 - Impoten Lagi?
83 Bab 83 - Menemukan Arga & Laras?
84 Bab 84 - Kabar Baik
85 Bab 85 - Lampu Hijau
86 Bab 86 - Karma
87 Bab 87 - Semuanya Pasti Menerima Balasan [End]
88 Bab 88 - Bonus Chapter [Rasa Penasaran]
89 Bab 89 - Bonus Chapter [Adella & Deus]
90 Bab 90 - Bonus Chapter [Pasar]
91 Bab 91 - Bonus Chapter [Akhir 1]
92 Bab 92 - The Real Ending
93 NOVEL BARU!
Episodes

Updated 93 Episodes

1
Bab 1 - Mendatangi Dukun
2
Bab 2 - Ritual Bergairah
3
Bab 3 - Sembuh
4
Bab 4 - Kebahagiaan Sesaat
5
Bab 5 - Bertemu Lagi
6
Bab 6 - Bukan Hal Wajar
7
Bab 7 - Pulang
8
Bab 8 - Kebetulan Yang Menegangkan
9
Bab 9 - Semakin Mengenal
10
Bab 10 - Saling Merasa Dihantui
11
Bab 11 - Hamil Lagi
12
Bab 12 - Resiko Kesalahan Malam Itu
13
Bab 13 - Keputusan Arga & Laras
14
Bab 14 - Anggap Sebagai Pertemuan Terakhir
15
Bab 15 - Memulai Dari Awal
16
Bab 16 - Masalah Di Dokter Kandungan
17
Bab 17 - Mengetahui Nama Asli Satu Sama Lain
18
Bab 18 - Ngidamnya Agni
19
Bab 19 - Ngidamnya Laras
20
Bab 20 - Keinginan Yang Tak Terelak
21
Bab 21 - Gairah Yang Menggelora
22
Bab 22 - Menemui Senopati
23
Bab 23 - Topik Tiga Hari
24
Bab 24 - Kue & Topeng Monyet
25
Bab 25 - Mengetahui Kebenaran
26
Bab 26 - Menemukan Tempat Ternyaman
27
Bab 27 - Agni Mulai Curiga
28
Bab 28 - Markas Arga & Laras
29
Bab 29 - Penyelidikan Agni
30
Bab 30 - Pencarian Hery
31
Bab 31 - Rumah Tangga Arga
32
Bab 32 - Rumah Tangga Laras
33
Bab 33 - Pengakuan Hery
34
Bab 34 - Bujukan Agni
35
Bab 35 - Menyadari Keanehan
36
Bab 36 - Kepiluan Laras
37
Bab 37 - Malam Purnama Kesekian
38
Bab 38 - Saling Curiga
39
Bab 39 - Kerjasama Hery & Agni
40
Bab 40 - Saling Bertemu
41
Bab 41 - Pengakuan Laras
42
Bab 42 - Rencana Arga & Laras
43
Bab 43 - Niat Cerai
44
Bab 44 - Perang Laras & Fita
45
Bab 45 - Perdebatan
46
Bab 46 - Memberi Kesempatan?
47
Bab 47 - Perang Laras & Hery
48
Bab 48 - Kekhawatiran Arga
49
Bab 49 - Satu-satunya Solusi
50
Bab 50 - Bulan Purnama Tanpa Ritual
51
Bab 51 - Karma?
52
Bab 52 - Mengenai Hak Asuh
53
Bab 53 - Bicara Lagi
54
Bab 54 - Tumbal Pengakhiran Ritual
55
Bab 55 - Pergi Jauh
56
Bab 56 - Karena Kue Ulang Tahun
57
Bab 57 - Cerita Di Malam Purnama
58
Bab 58 - Terenyuh
59
Bab 59 - Perkembangan Cinta Laras & Arga
60
Bab 60 - Kembali Lagi
61
Bab 61 - Gangguan Agni
62
Bab 62 - Demi Anak
63
Bab 63 - Godaan Mantan
64
Bab 64 - Membuktikan
65
Bab 65 - Pesan Misterius
66
Bab 66 - Rencana Tersembunyi
67
Bab 67 - Tentang Pernikahan
68
Bab 68 - Menyusul Rasya
69
Bab 69 - Terpaksa Memberitahu
70
Bab 70 - Menemukan Benang Merah
71
Bab 71 - Merelakan
72
Bab 72 - Dua Solusi
73
Bab 73 - Aksi Nekat Agni & Hery
74
Bab 74 - Menghilangnya Rasya
75
Bab 75 - Terungkap
76
Bab 76 - Laras & Rasya
77
Bab 77 - Belum Direstui
78
Bab 78 - Michael
79
Bab 79 - Dugaan Agni
80
Bab 80 - Rumah Yang Berdekatan
81
Bab 81 - Ingin Cepat-Cepat
82
Bab 82 - Impoten Lagi?
83
Bab 83 - Menemukan Arga & Laras?
84
Bab 84 - Kabar Baik
85
Bab 85 - Lampu Hijau
86
Bab 86 - Karma
87
Bab 87 - Semuanya Pasti Menerima Balasan [End]
88
Bab 88 - Bonus Chapter [Rasa Penasaran]
89
Bab 89 - Bonus Chapter [Adella & Deus]
90
Bab 90 - Bonus Chapter [Pasar]
91
Bab 91 - Bonus Chapter [Akhir 1]
92
Bab 92 - The Real Ending
93
NOVEL BARU!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!