Bab 14 - Anggap Sebagai Pertemuan Terakhir

...༻◊༺...

Jantung Laras rasanya mau meledak! Bagaimana bisa suaminya pergi ke restoran yang sama dengannya?

"Kenapa? Apa kau melihat kenalanmu?" tanya Arga menebak. Ia dan Laras bersembunyi dibalik dinding.

"Bukan kenalan lagi. Tapi suamiku!" sahut Laras. Dia terlihat berusaha mengintip ke arah suaminya berada. Laras merasa semakin panik saat melihat Hery dan dua rekannya duduk di dekat pintu menuju balkon.

"Sial! Aku rasa kita terjebak," ucap Laras seraya menyandar ke dinding.

"Maksudmu?" Arga penasaran. Dia lantas mencoba mengintip. Namun Laras sigap menghentikan pergerakannya.

"Jangan coba-coba! Mereka sangat dekat!" Laras memperingatkan.

Arga mengedarkan pandangan ke sekeliling. Ia mencoba mencari jalan keluar. Namun satu-satunya jalan keluar adalah pintu.

"Tidak ada jalan lain selain pintu," cicit Arga.

"Aku tahu!" sahut Laras. Tanpa sadar, dia menggenggam tangan Arga erat sekali. Perempuan itu panik sekali. Mungkin bisa dibilang dia sudah berada di tahap ketakutan.

Arga menghembuskan nafas dari mulut. Dia memikirkan cara untuk membantu Laras. Hingga ide cemerlang muncul dalam benaknya. Ia segera memberitahu Laras akan hal tersebut.

"Diamlah di sini. Kau bisa pergi saat aku mengajak Hery bicara. Mengerti?" ujar Arga.

"Mengerti!" Laras mengangguk.

Arga pun berderap menuju pintu. Tetapi dia langsung kembali menghampiri Laras karena ingin menanyakan sesuatu lagi.

"Kenapa kau kembali?" timpal Laras.

"Kau tidak bilang kalau Hery bersama dua orang!" balas Arga.

"Kau tenang saja. Dua orang itu tidak mengenalku. Kau hanya perlu membawa Hery pergi." Laras memegangi pundak Arga. Lelaki itu sontak mengangguk dan segera kembali melakukan rencananya.

Arga berusaha berjalan dengan tegap dan normal. Langkahnya melambat saat sudah mendekati posisi Hery.

"Kau! Bukankah kau Hery?" sapa Arga sambil mengarahkan jari telunjuk ke arah Hery.

"Kau... Suaminya Agni bukan?" Hery menanggapi sapaan Arga.

"Benar sekali." Arga membenarkan. Dia dan Hery lantas saling bersalaman. Hery bahkan memperkenalkan Arga kepada dua rekannya.

"Her, apa kau punya waktu? Bisakah kita bicara empat mata? Pas sekali aku bertemu denganmu. Ada sesuatu yang ingin kubicarakan," ujar Arga. Bicara pelan ke telinga Hery.

"Tentu saja." Hery setuju saja. Arga pun mengajaknya bicara ke meja yang jauh dari pintu balkon.

Saat itulah Laras keluar dari persembunyian. Dia menggunakan masker untuk menutupi wajah. Untung saja pelariannya berjalan mulus kala itu. Laras mendengus lega ketika dirinya sudah berjalan keluar dari restoran.

Di waktu yang sama, Arga sedang berduaan bersama Hery. Dia merasa lega saat mendapat pesan dari Laras.

"Jadi apa yang ingin kau bicarakan?" tanya Hery.

Mata Arga terbelalak. Dia tentu bingung harus membicarakan apa dengan Hery.

"Ini tentang... Maksudku..." Arga jadi berbelit-belit karena berusaha mencari topik yang tepat untuk dibicarakan.

Kening Hery mengernyit. Dia merasa aneh sekaligus curiga.

"Maksudnya aku ingin membicarakan perihal kedekatanmu dengan Agni. Kalian terlihat akrab sekali kemarin. Itu agak menggangguku." Arga melontarkan topik yang tidak penting sama sekali. Dia bahkan tak pernah sekali pun curiga dengan hubungan Agni dan Hery. Mengingat hubungan mereka jelas hanya kerjasama.

Arga memejamkan mata serelah berucap begitu. Dia yakin dirinya akan dianggap sebagai suami pencemburu sekarang. Apalagi bila Hery menceritakan hal tersebut pada Agni nanti.

"Ah, benarkah?" Hery tampak kaget. Dia jadi tidak nyaman. "Maafkan kalau itu mengganggumu. Tapi hubunganku dan Agni hanya sekedar kerjasama. Perlu kah aku mengganti pengacara lain agar kau tidak terganggu?"

"Tidak! Jangan. Aku hanya memastikan saja. Jika itu bukan apa-apa, maka aku akan percaya," ucap Arga seraya tersenyum kecut. "Ya sudah kalau begitu. Aku ingin langsung pergi. Maaf sudah membuatmu tidak nyaman."

"Tidak masalah." Hery mencoba memahami. Dia dan Arga saling berpamitan.

"Apa kau makan sendirian di sini?" tanya Hery. Atensinya juga tak bisa lepas dari penampilan Arga yang terlihat acak-acakan. Mengingat sejak semalam dia belum membersihkan diri dan berganti pakaian.

"Iya. Aku habis pulang dari kantor." Arga hanya menjawab begitu. Selanjutnya, dia bergegas pergi.

Ketika sudah di mobil, Hery memeriksa ponselnya. Dia menerima pesan baru dari Laras. Kebetulan perempuan tersebut sudah pulang lebih dulu.

'Terima kasih untuk yang kau lakukan tadi. Maaf sebelumnya, tapi aku ingin kau menganggap pertemuan kita tadi adalah yang terakhir. Jangan pernah tertarik kepadaku, Raga. Ayo kita lakukan ritual secara profesional.'

Arga mendengus kasar saat membaca pesan Laras. Dia merasa aneh karena dirinya kecewa akan hal itu.

"Sudahlah, Arga! Laras melakukan hal yang benar! Berhentilah tertarik kepadanya. Dia hanyalah orang asing. Kau bahkan tidak tahu nama aslinya!" Arga berbicara kepada dirinya sendiri. Mulai sekarang, dia akan fokus dengan kehidupan pribadinya. Terutama Agni yang juga sedang mengandung anaknya.

"Oke. Aku akan menganggap itu sebagai pertemuan terakhir kita," gumam Arga. Dia juga terpikir untuk tidak melihat wajah Laras saat melakukan ritual lagi.

"Aku harus membeli topeng," cetus Arga sambil menjalankan mobil.

Terpopuler

Comments

fiendry🇵🇸

fiendry🇵🇸

semoga semuanya baik2 saja

2023-10-04

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Mendatangi Dukun
2 Bab 2 - Ritual Bergairah
3 Bab 3 - Sembuh
4 Bab 4 - Kebahagiaan Sesaat
5 Bab 5 - Bertemu Lagi
6 Bab 6 - Bukan Hal Wajar
7 Bab 7 - Pulang
8 Bab 8 - Kebetulan Yang Menegangkan
9 Bab 9 - Semakin Mengenal
10 Bab 10 - Saling Merasa Dihantui
11 Bab 11 - Hamil Lagi
12 Bab 12 - Resiko Kesalahan Malam Itu
13 Bab 13 - Keputusan Arga & Laras
14 Bab 14 - Anggap Sebagai Pertemuan Terakhir
15 Bab 15 - Memulai Dari Awal
16 Bab 16 - Masalah Di Dokter Kandungan
17 Bab 17 - Mengetahui Nama Asli Satu Sama Lain
18 Bab 18 - Ngidamnya Agni
19 Bab 19 - Ngidamnya Laras
20 Bab 20 - Keinginan Yang Tak Terelak
21 Bab 21 - Gairah Yang Menggelora
22 Bab 22 - Menemui Senopati
23 Bab 23 - Topik Tiga Hari
24 Bab 24 - Kue & Topeng Monyet
25 Bab 25 - Mengetahui Kebenaran
26 Bab 26 - Menemukan Tempat Ternyaman
27 Bab 27 - Agni Mulai Curiga
28 Bab 28 - Markas Arga & Laras
29 Bab 29 - Penyelidikan Agni
30 Bab 30 - Pencarian Hery
31 Bab 31 - Rumah Tangga Arga
32 Bab 32 - Rumah Tangga Laras
33 Bab 33 - Pengakuan Hery
34 Bab 34 - Bujukan Agni
35 Bab 35 - Menyadari Keanehan
36 Bab 36 - Kepiluan Laras
37 Bab 37 - Malam Purnama Kesekian
38 Bab 38 - Saling Curiga
39 Bab 39 - Kerjasama Hery & Agni
40 Bab 40 - Saling Bertemu
41 Bab 41 - Pengakuan Laras
42 Bab 42 - Rencana Arga & Laras
43 Bab 43 - Niat Cerai
44 Bab 44 - Perang Laras & Fita
45 Bab 45 - Perdebatan
46 Bab 46 - Memberi Kesempatan?
47 Bab 47 - Perang Laras & Hery
48 Bab 48 - Kekhawatiran Arga
49 Bab 49 - Satu-satunya Solusi
50 Bab 50 - Bulan Purnama Tanpa Ritual
51 Bab 51 - Karma?
52 Bab 52 - Mengenai Hak Asuh
53 Bab 53 - Bicara Lagi
54 Bab 54 - Tumbal Pengakhiran Ritual
55 Bab 55 - Pergi Jauh
56 Bab 56 - Karena Kue Ulang Tahun
57 Bab 57 - Cerita Di Malam Purnama
58 Bab 58 - Terenyuh
59 Bab 59 - Perkembangan Cinta Laras & Arga
60 Bab 60 - Kembali Lagi
61 Bab 61 - Gangguan Agni
62 Bab 62 - Demi Anak
63 Bab 63 - Godaan Mantan
64 Bab 64 - Membuktikan
65 Bab 65 - Pesan Misterius
66 Bab 66 - Rencana Tersembunyi
67 Bab 67 - Tentang Pernikahan
68 Bab 68 - Menyusul Rasya
69 Bab 69 - Terpaksa Memberitahu
70 Bab 70 - Menemukan Benang Merah
71 Bab 71 - Merelakan
72 Bab 72 - Dua Solusi
73 Bab 73 - Aksi Nekat Agni & Hery
74 Bab 74 - Menghilangnya Rasya
75 Bab 75 - Terungkap
76 Bab 76 - Laras & Rasya
77 Bab 77 - Belum Direstui
78 Bab 78 - Michael
79 Bab 79 - Dugaan Agni
80 Bab 80 - Rumah Yang Berdekatan
81 Bab 81 - Ingin Cepat-Cepat
82 Bab 82 - Impoten Lagi?
83 Bab 83 - Menemukan Arga & Laras?
84 Bab 84 - Kabar Baik
85 Bab 85 - Lampu Hijau
86 Bab 86 - Karma
87 Bab 87 - Semuanya Pasti Menerima Balasan [End]
88 Bab 88 - Bonus Chapter [Rasa Penasaran]
89 Bab 89 - Bonus Chapter [Adella & Deus]
90 Bab 90 - Bonus Chapter [Pasar]
91 Bab 91 - Bonus Chapter [Akhir 1]
92 Bab 92 - The Real Ending
93 NOVEL BARU!
Episodes

Updated 93 Episodes

1
Bab 1 - Mendatangi Dukun
2
Bab 2 - Ritual Bergairah
3
Bab 3 - Sembuh
4
Bab 4 - Kebahagiaan Sesaat
5
Bab 5 - Bertemu Lagi
6
Bab 6 - Bukan Hal Wajar
7
Bab 7 - Pulang
8
Bab 8 - Kebetulan Yang Menegangkan
9
Bab 9 - Semakin Mengenal
10
Bab 10 - Saling Merasa Dihantui
11
Bab 11 - Hamil Lagi
12
Bab 12 - Resiko Kesalahan Malam Itu
13
Bab 13 - Keputusan Arga & Laras
14
Bab 14 - Anggap Sebagai Pertemuan Terakhir
15
Bab 15 - Memulai Dari Awal
16
Bab 16 - Masalah Di Dokter Kandungan
17
Bab 17 - Mengetahui Nama Asli Satu Sama Lain
18
Bab 18 - Ngidamnya Agni
19
Bab 19 - Ngidamnya Laras
20
Bab 20 - Keinginan Yang Tak Terelak
21
Bab 21 - Gairah Yang Menggelora
22
Bab 22 - Menemui Senopati
23
Bab 23 - Topik Tiga Hari
24
Bab 24 - Kue & Topeng Monyet
25
Bab 25 - Mengetahui Kebenaran
26
Bab 26 - Menemukan Tempat Ternyaman
27
Bab 27 - Agni Mulai Curiga
28
Bab 28 - Markas Arga & Laras
29
Bab 29 - Penyelidikan Agni
30
Bab 30 - Pencarian Hery
31
Bab 31 - Rumah Tangga Arga
32
Bab 32 - Rumah Tangga Laras
33
Bab 33 - Pengakuan Hery
34
Bab 34 - Bujukan Agni
35
Bab 35 - Menyadari Keanehan
36
Bab 36 - Kepiluan Laras
37
Bab 37 - Malam Purnama Kesekian
38
Bab 38 - Saling Curiga
39
Bab 39 - Kerjasama Hery & Agni
40
Bab 40 - Saling Bertemu
41
Bab 41 - Pengakuan Laras
42
Bab 42 - Rencana Arga & Laras
43
Bab 43 - Niat Cerai
44
Bab 44 - Perang Laras & Fita
45
Bab 45 - Perdebatan
46
Bab 46 - Memberi Kesempatan?
47
Bab 47 - Perang Laras & Hery
48
Bab 48 - Kekhawatiran Arga
49
Bab 49 - Satu-satunya Solusi
50
Bab 50 - Bulan Purnama Tanpa Ritual
51
Bab 51 - Karma?
52
Bab 52 - Mengenai Hak Asuh
53
Bab 53 - Bicara Lagi
54
Bab 54 - Tumbal Pengakhiran Ritual
55
Bab 55 - Pergi Jauh
56
Bab 56 - Karena Kue Ulang Tahun
57
Bab 57 - Cerita Di Malam Purnama
58
Bab 58 - Terenyuh
59
Bab 59 - Perkembangan Cinta Laras & Arga
60
Bab 60 - Kembali Lagi
61
Bab 61 - Gangguan Agni
62
Bab 62 - Demi Anak
63
Bab 63 - Godaan Mantan
64
Bab 64 - Membuktikan
65
Bab 65 - Pesan Misterius
66
Bab 66 - Rencana Tersembunyi
67
Bab 67 - Tentang Pernikahan
68
Bab 68 - Menyusul Rasya
69
Bab 69 - Terpaksa Memberitahu
70
Bab 70 - Menemukan Benang Merah
71
Bab 71 - Merelakan
72
Bab 72 - Dua Solusi
73
Bab 73 - Aksi Nekat Agni & Hery
74
Bab 74 - Menghilangnya Rasya
75
Bab 75 - Terungkap
76
Bab 76 - Laras & Rasya
77
Bab 77 - Belum Direstui
78
Bab 78 - Michael
79
Bab 79 - Dugaan Agni
80
Bab 80 - Rumah Yang Berdekatan
81
Bab 81 - Ingin Cepat-Cepat
82
Bab 82 - Impoten Lagi?
83
Bab 83 - Menemukan Arga & Laras?
84
Bab 84 - Kabar Baik
85
Bab 85 - Lampu Hijau
86
Bab 86 - Karma
87
Bab 87 - Semuanya Pasti Menerima Balasan [End]
88
Bab 88 - Bonus Chapter [Rasa Penasaran]
89
Bab 89 - Bonus Chapter [Adella & Deus]
90
Bab 90 - Bonus Chapter [Pasar]
91
Bab 91 - Bonus Chapter [Akhir 1]
92
Bab 92 - The Real Ending
93
NOVEL BARU!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!