Bab 17 - Mengetahui Nama Asli Satu Sama Lain

...༻◊༺...

Satu malam terlewat. Hari itu Laras dan Hery ingin langsung mendatangi klinik dokter yang diberitahukan Tia.

Laras baru selesai bersolek di walk in closet. Dia segera beranjak setelah sepenuhnya siap.

Hery sudah menunggu di mobil. Dia akan menemani Laras memeriksakan diri ke dokter. Lokasi klinik yang mereka datangi kebetulan tidak begitu jauh, sehingga hanya perlu memakan waktu sekitar beberapa menit saja.

Sebelum melakukan pemeriksaan, Laras dan Hery mengambil nomor antrian lebih dulu. Mereka sekarang perlu menunggu.

Di waktu yang sama, Arga sedang sibuk memeriksa pasiennya. Sampai tibalah dia membaca formulir mengenai Laras.

"Larasati Anggita. Apa dia pasien baru?" tanya Arga pada perawat yang membantunya.

"Iya, Dok. Dia baru saja mendaftarkan namanya hari ini," sahut Naya.

"Suruh dia masuk!" suruh Arga.

"Baik, Dok." Naya segera memanggil nama Laras. Perempuan itu dan Hery lantas masuk ke ruang pemeriksaan.

Deg!

Betapa kagetnya Laras tatkala menyaksikan orang yang duduk di kursi dokter. Dia jelas adalah Arga. Orang yang sekarang berusaha dirinya jauhi sebisa mungkin.

Arga tampak sibuk membaca riwayat kesehatan Laras. Ia belum menyaksikan Laras yang sekarang berada di posisi sebagai pasiennya.

"Kau? Bukankah kau suaminya Agni?" tukas Hery yang menyapa lebih dulu.

Barulah Arga menoleh. Matanya membulat ketika melihat Laras dan Hery. Dia langsung berdiri dari tempat duduk.

Hery tersenyum sambil menuntun Laras menghampiri Arga. Lalu menyalami lebih dulu.

"Senang bertemu denganmu lagi. Aku tidak menyangka kalau dokter yang direkomendasikan ibuku adalah kau!" ucap Hery. "Mungkin ini kesalahanku karena tidak mengetahui namamu," tambahnya.

"Tidak apa-apa. Se-senang juga bertemu dengan kalian," kata Arga. Dia menatap Laras secara selintas.

"Sekarang aku merasa lega. Sepertinya aku bisa mempercayakan istriku padamu," ujar Hery.

"Mas!" Laras menegur dengan mencengkeram lengan sang suami.

"Kenapa? Itu bagus bukan? Aku yakin Dokter Arga akan mengusahakan yang terbaik untuk temannya," tanggap Hery.

Arga hanya tersenyum kecut. Di dalam hati, dia hanya bisa merutuk. Hal serupa tentu dirasakan Laras. Keduanya mencoba bersikap normal sebisa mungkin.

Hening menyelimuti dalam beberapa detik. Sampai Naya mempersilahkan Laras untuk telentang ke kasur. Sementara Hery duduk di samping Laras sambil berpegangan tangan.

Dengan terpaksa, Arga melakukan pemeriksaan pada Laras. Dia melakukan USG untuk perempuan tersebut.

Laras berusaha mengabaikan Arga. Ia fokus melihat keadaan janinnya di layar komputer.

"Bagaimana? Apa bayinya sehat, Dok?" tanya Hery.

"Iya. Ini bisa dibilang bagus. Karena masih tiga minggu, jadi ukurannya masih kecil," jelas Arga.

"Syukurlah," ungkap Hery yang semakin menggenggam erat tangan Laras. "Lihat anak kita. Dia mungil sekali. Menggemaskan," komentarnya.

Laras terkekeh bersama Hery. Keduanya mesra seperti biasa. Entah kenapa hal itu mengganggu Arga. Terlebih dirinya tahu kalau anak yang ada di dalam perut Laras bukanlah anak Hery.

Usai melakukan USG, Laras melakukan konsultasi dengan Arga. Bersamaan itu, ponsel Hery berdering. Lelaki tersebut minta izin keluar untuk mengangkat telepon.

Kini Arga dan Laras berduaan di ruangan. Kebetulan Naya sedang mengurus sesuatu dengan perawat yang jaga di loket.

"Apa-apaan? Kenapa kau ke sini?" timpal Arga.

"Kau pikir aku tahu kalau Dokter Arga Wijaya adalah kau? Yang aku tahu namamu adalah Raga!" sahut Laras. Dia dan Arga sekarang tidak bisa membuang pengetahuan mereka terhadap nama asli satu sama lain.

"Kini kita tahu nama asli masing-masing. Kau tidak akan terus menjadi pasienku bukan?" tukas Arga.

"Tentu saja. Aku akan bicara pada suamiku agar mencari dokter kandungan lain. Kau tenang saja. Kita tidak akan bertemu selain saat bulan purnama," imbuh Laras.

"Baguslah kalau begitu," tanggap Arga. Dia dan Laras saling bertukar pandang sejenak. Keduanya sempat terpaku. Seakan sama-sama terpesona. Namun itu tidak berlangsung lama, karena Laras membuang muka lebih dulu.

"Aku pastikan ini adalah pertemuan terakhir kita!" cetus Laras seraya melipat tangan ke depan dada.

"Aku harap begitu," sahut Arga.

Tak lama kemudian Hery masuk. Arga pun melanjutkan pembicaraannya terkait kondisi kehamilan Laras. Ia memberikan pertanyaan agar bisa membuat resep obat untuk perempuan tersebut.

Setelah membayar tagihan pemeriksaan serta resep obat, Laras dan Hery pulang. Kala itu Hery lagi-lagi ada pekerjaan mendesak. Ia ke rumah hanya untuk mengantar Laras.

"Berhati-hatilah, Mas." Laras berusaha memahami seperti biasa. Dia berpamitan pada Hery dengan pelukan dan ciuman.

Saat itulah Laras berhasil melihat layar ponsel Hery yang menyala. Dia jelas sekali melihat nama 'my lovely' di sana. Akan tetapi Laras memilih tidak membicarakannya. Mengingat Hery yang ingin cepat-cepat pergi.

"My lovely?" dahi Laras berkerut sambil menatap mobil suaminya yang mengendara kian jauh. Ia merasa aneh dengan nama yang dilihatnya pada layar ponsel Hery.

Laras menggeleng kuat. Dia tidak akan memikirkan apa yang dilihatnya berlarut-larut. Laras masuk ke rumah dan segera berganti pakaian.

Meski memiliki pembantu di rumah, Laras tetap melakukan setengah pekerjaan sebagai ibu rumah tangga. Termasuk dalam hal memeriksa pakaian yang akan dicuci.

Laras berdecak kesal saat melihat lemari baju milik Hery. "Mas Hery kebiasaan. Dia selalu saja meletakkan jas yang belum dicuci ke lemari. Biar pun masih bersih, tapi kan tetap kotor," keluhnya sembari mengambil jas Hery dari lemari. Ia juga tak lupa memeriksa ke dalam kantong jas.

Hingga Laras tak sengaja menemukan sesuatu dari kantong Hery. Yaitu sebuah sapu tangan bermotif bunga sakura.

"Perasaan ini bukan milikku atau Mas Hery." Laras memperhatikan sapu tangan itu. Matanya terbelalak ketika menemukan ada noda lipstik di sapu tangan.

Terpopuler

Comments

Anonymous

Anonymous

hmmm...selingkuhhh

2023-11-27

0

Devi Handayani

Devi Handayani

lahhh.... ini dia si pelaku yg kabur benih nyaa.... piye toh dok dokkkk😒😒😒😒

2023-10-24

1

Mimik Pribadi

Mimik Pribadi

Inilah jawaban knpa Herry jarang ngasih nafkah batin pada Laras,pun sebaiknya, jika Laras begitu ingin melakukan hubungan intim tapi Harry menolaknya dngn alasan cape.

Aku awalnya menduga itu hanya bentuk kekecewaan Harry karna Laras tidak bisa mengandung,tapi semakin ksini ko merasa bingung dngn setiap penolakan Harry jika diajak Laras hubungan intim,dan tidak curiganya Harry klo Laras hamil,secara jarang bahkan hampir tidak berhubungan intim stlh Laras keguguran,,,,

2023-10-15

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Mendatangi Dukun
2 Bab 2 - Ritual Bergairah
3 Bab 3 - Sembuh
4 Bab 4 - Kebahagiaan Sesaat
5 Bab 5 - Bertemu Lagi
6 Bab 6 - Bukan Hal Wajar
7 Bab 7 - Pulang
8 Bab 8 - Kebetulan Yang Menegangkan
9 Bab 9 - Semakin Mengenal
10 Bab 10 - Saling Merasa Dihantui
11 Bab 11 - Hamil Lagi
12 Bab 12 - Resiko Kesalahan Malam Itu
13 Bab 13 - Keputusan Arga & Laras
14 Bab 14 - Anggap Sebagai Pertemuan Terakhir
15 Bab 15 - Memulai Dari Awal
16 Bab 16 - Masalah Di Dokter Kandungan
17 Bab 17 - Mengetahui Nama Asli Satu Sama Lain
18 Bab 18 - Ngidamnya Agni
19 Bab 19 - Ngidamnya Laras
20 Bab 20 - Keinginan Yang Tak Terelak
21 Bab 21 - Gairah Yang Menggelora
22 Bab 22 - Menemui Senopati
23 Bab 23 - Topik Tiga Hari
24 Bab 24 - Kue & Topeng Monyet
25 Bab 25 - Mengetahui Kebenaran
26 Bab 26 - Menemukan Tempat Ternyaman
27 Bab 27 - Agni Mulai Curiga
28 Bab 28 - Markas Arga & Laras
29 Bab 29 - Penyelidikan Agni
30 Bab 30 - Pencarian Hery
31 Bab 31 - Rumah Tangga Arga
32 Bab 32 - Rumah Tangga Laras
33 Bab 33 - Pengakuan Hery
34 Bab 34 - Bujukan Agni
35 Bab 35 - Menyadari Keanehan
36 Bab 36 - Kepiluan Laras
37 Bab 37 - Malam Purnama Kesekian
38 Bab 38 - Saling Curiga
39 Bab 39 - Kerjasama Hery & Agni
40 Bab 40 - Saling Bertemu
41 Bab 41 - Pengakuan Laras
42 Bab 42 - Rencana Arga & Laras
43 Bab 43 - Niat Cerai
44 Bab 44 - Perang Laras & Fita
45 Bab 45 - Perdebatan
46 Bab 46 - Memberi Kesempatan?
47 Bab 47 - Perang Laras & Hery
48 Bab 48 - Kekhawatiran Arga
49 Bab 49 - Satu-satunya Solusi
50 Bab 50 - Bulan Purnama Tanpa Ritual
51 Bab 51 - Karma?
52 Bab 52 - Mengenai Hak Asuh
53 Bab 53 - Bicara Lagi
54 Bab 54 - Tumbal Pengakhiran Ritual
55 Bab 55 - Pergi Jauh
56 Bab 56 - Karena Kue Ulang Tahun
57 Bab 57 - Cerita Di Malam Purnama
58 Bab 58 - Terenyuh
59 Bab 59 - Perkembangan Cinta Laras & Arga
60 Bab 60 - Kembali Lagi
61 Bab 61 - Gangguan Agni
62 Bab 62 - Demi Anak
63 Bab 63 - Godaan Mantan
64 Bab 64 - Membuktikan
65 Bab 65 - Pesan Misterius
66 Bab 66 - Rencana Tersembunyi
67 Bab 67 - Tentang Pernikahan
68 Bab 68 - Menyusul Rasya
69 Bab 69 - Terpaksa Memberitahu
70 Bab 70 - Menemukan Benang Merah
71 Bab 71 - Merelakan
72 Bab 72 - Dua Solusi
73 Bab 73 - Aksi Nekat Agni & Hery
74 Bab 74 - Menghilangnya Rasya
75 Bab 75 - Terungkap
76 Bab 76 - Laras & Rasya
77 Bab 77 - Belum Direstui
78 Bab 78 - Michael
79 Bab 79 - Dugaan Agni
80 Bab 80 - Rumah Yang Berdekatan
81 Bab 81 - Ingin Cepat-Cepat
82 Bab 82 - Impoten Lagi?
83 Bab 83 - Menemukan Arga & Laras?
84 Bab 84 - Kabar Baik
85 Bab 85 - Lampu Hijau
86 Bab 86 - Karma
87 Bab 87 - Semuanya Pasti Menerima Balasan [End]
88 Bab 88 - Bonus Chapter [Rasa Penasaran]
89 Bab 89 - Bonus Chapter [Adella & Deus]
90 Bab 90 - Bonus Chapter [Pasar]
91 Bab 91 - Bonus Chapter [Akhir 1]
92 Bab 92 - The Real Ending
93 NOVEL BARU!
Episodes

Updated 93 Episodes

1
Bab 1 - Mendatangi Dukun
2
Bab 2 - Ritual Bergairah
3
Bab 3 - Sembuh
4
Bab 4 - Kebahagiaan Sesaat
5
Bab 5 - Bertemu Lagi
6
Bab 6 - Bukan Hal Wajar
7
Bab 7 - Pulang
8
Bab 8 - Kebetulan Yang Menegangkan
9
Bab 9 - Semakin Mengenal
10
Bab 10 - Saling Merasa Dihantui
11
Bab 11 - Hamil Lagi
12
Bab 12 - Resiko Kesalahan Malam Itu
13
Bab 13 - Keputusan Arga & Laras
14
Bab 14 - Anggap Sebagai Pertemuan Terakhir
15
Bab 15 - Memulai Dari Awal
16
Bab 16 - Masalah Di Dokter Kandungan
17
Bab 17 - Mengetahui Nama Asli Satu Sama Lain
18
Bab 18 - Ngidamnya Agni
19
Bab 19 - Ngidamnya Laras
20
Bab 20 - Keinginan Yang Tak Terelak
21
Bab 21 - Gairah Yang Menggelora
22
Bab 22 - Menemui Senopati
23
Bab 23 - Topik Tiga Hari
24
Bab 24 - Kue & Topeng Monyet
25
Bab 25 - Mengetahui Kebenaran
26
Bab 26 - Menemukan Tempat Ternyaman
27
Bab 27 - Agni Mulai Curiga
28
Bab 28 - Markas Arga & Laras
29
Bab 29 - Penyelidikan Agni
30
Bab 30 - Pencarian Hery
31
Bab 31 - Rumah Tangga Arga
32
Bab 32 - Rumah Tangga Laras
33
Bab 33 - Pengakuan Hery
34
Bab 34 - Bujukan Agni
35
Bab 35 - Menyadari Keanehan
36
Bab 36 - Kepiluan Laras
37
Bab 37 - Malam Purnama Kesekian
38
Bab 38 - Saling Curiga
39
Bab 39 - Kerjasama Hery & Agni
40
Bab 40 - Saling Bertemu
41
Bab 41 - Pengakuan Laras
42
Bab 42 - Rencana Arga & Laras
43
Bab 43 - Niat Cerai
44
Bab 44 - Perang Laras & Fita
45
Bab 45 - Perdebatan
46
Bab 46 - Memberi Kesempatan?
47
Bab 47 - Perang Laras & Hery
48
Bab 48 - Kekhawatiran Arga
49
Bab 49 - Satu-satunya Solusi
50
Bab 50 - Bulan Purnama Tanpa Ritual
51
Bab 51 - Karma?
52
Bab 52 - Mengenai Hak Asuh
53
Bab 53 - Bicara Lagi
54
Bab 54 - Tumbal Pengakhiran Ritual
55
Bab 55 - Pergi Jauh
56
Bab 56 - Karena Kue Ulang Tahun
57
Bab 57 - Cerita Di Malam Purnama
58
Bab 58 - Terenyuh
59
Bab 59 - Perkembangan Cinta Laras & Arga
60
Bab 60 - Kembali Lagi
61
Bab 61 - Gangguan Agni
62
Bab 62 - Demi Anak
63
Bab 63 - Godaan Mantan
64
Bab 64 - Membuktikan
65
Bab 65 - Pesan Misterius
66
Bab 66 - Rencana Tersembunyi
67
Bab 67 - Tentang Pernikahan
68
Bab 68 - Menyusul Rasya
69
Bab 69 - Terpaksa Memberitahu
70
Bab 70 - Menemukan Benang Merah
71
Bab 71 - Merelakan
72
Bab 72 - Dua Solusi
73
Bab 73 - Aksi Nekat Agni & Hery
74
Bab 74 - Menghilangnya Rasya
75
Bab 75 - Terungkap
76
Bab 76 - Laras & Rasya
77
Bab 77 - Belum Direstui
78
Bab 78 - Michael
79
Bab 79 - Dugaan Agni
80
Bab 80 - Rumah Yang Berdekatan
81
Bab 81 - Ingin Cepat-Cepat
82
Bab 82 - Impoten Lagi?
83
Bab 83 - Menemukan Arga & Laras?
84
Bab 84 - Kabar Baik
85
Bab 85 - Lampu Hijau
86
Bab 86 - Karma
87
Bab 87 - Semuanya Pasti Menerima Balasan [End]
88
Bab 88 - Bonus Chapter [Rasa Penasaran]
89
Bab 89 - Bonus Chapter [Adella & Deus]
90
Bab 90 - Bonus Chapter [Pasar]
91
Bab 91 - Bonus Chapter [Akhir 1]
92
Bab 92 - The Real Ending
93
NOVEL BARU!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!