Bab 19 - Ngidamnya Laras

...༻◊༺...

Kedatangan Laras disambut Tia dengan baik. Mereka lalu mengobrol dan makan kue bawaan dari Laras.

"Ini buatanmu?" tanya Tia seraya mencicipi kue kering buatan Laras.

"Iya, Ma. Gimana rasanya?" tanggap Laras.

"Mantul! Kue buatanmu tidak pernah gagal. Tapi kau jangan sampai kecapekan ya. Soalnya masih hamil muda," ujar Tia. Dia lanjut memakan kue buatan Laras.

Laras tersenyum tipis. Dia bersiap menanyakan maksud kedatangannya. Yaitu menanyakan perihal sapu tangan yang ditemukannya.

"Oh iya, Ma. Apa ini sapu tanganmu?" tanya Laras seraya memperlihatkan sapu tangan yang dimaksud kepada Tia.

Dahi Tia berkerut. Ia memperhatikan sapu tangan yang diperlihatkan sang menantu. "Bukan. Memangnya kenapa?" jawabnya.

Kelopak mata Laras melebar. Meskipun begitu, dia berusaha menutupi yang sebenarnya kepada Tia.

"Bukan apa-apa. Aku menemukannya kemarin saat bermalam di sini," jelas Laras.

"Benarkah? Dimana kau menemukannya?" tanpa diduga, Tia melontarkan pertanyaan begitu.

"Aku--"

Bersamaan dengan itu, telepon rumah berbunyi. Membuat perkataan Laras otomatis terhenti. Dia merasa sangat lega akan hal tersebut. Tia lantas beranjak untuk mengangkat telepon.

Usai Tia selesai menelepon, Laras pamit pulang. Dia beralasan kalau dirinya ada janji.

Dalam perjalanan pulang, Laras dihantui rasa penasaran. Kecurigaannya terhadap Hery menguat setelah memastikan sapu tangan yang ditemukannya bukan milik Tia. Hal itu mengartikan bahwa Hery berbohong dengan pernyataannya.

"Kenapa Mas Hery membohongiku?" gumam Laras. Perasaannya semakin mengganjal saat mengingat Hery yang selalu pulang malam.

Laras menghentikan mobil saat lampu merah menyala. Dia mendadak diserang mual. Untung saja dirinya tidak sampai muntah.

Ketika lampu hijau menyala, Laras menjalankan mobil. Dia menepi ke pinggir jalan karena terpikirkan sesuatu.

Laras mengambil ponsel. Dia menelepon seseorang bernama Fita. Yaitu salah satu teman sekaligus sekretaris yang bekerja di perusahaan suaminya.

"Halo? Kenapa Mbak Laras?" sambut Fita dari seberang telepon.

"Bisakah kita bertemu? Ada yang ingin aku bicarakan," kata Laras.

"Tentu saja. Tapi aku hanya punya waktu besok. Kebetulan hari ini ada banyak pekerjaan."

"Iya, tidak apa-apa. Nanti aku akan menghubungimu." Laras mengakhiri panggilan lebih dulu.

Setelah mendapat telepon dari Laras, Fita mengelus dada. Dia tampak menunjukkan wajah tegang. Kebetulan sekarang Fita sedang berada di ruangan Hery. Mereka hanya berduaan di sana. Keadaan Hery dan Fita terlihat acak-acakan. Mereka tadi asyik bercumbu, namun harus berhenti karena panggilan telepon Laras.

"Dia bilang apa?" tanya Hery yang juga tampak tegang.

"Dia ingin bertemu denganku, Mas!" sahut Fita. Dia menatap Hery dengan serius. Apalagi saat lelaki itu terkesan menunjukkan gelagat sedang berpikir.

"Apa sekarang kau akan mencampakkanku?" tukas Fita.

"Fita, bisakah kau pergi? Aku ingin sendiri sekarang," kata Hery.

"Kau sebaiknya mengatakan hubungan kita kepada Laras! Apa kau tidak kasihan dengan Rista? Aku sekarang juga sedang hamil muda!" ujar Fita sembari geleng-geleng kepala. Kemudian keluar dari ruangan.

Hery mencengkeram kepalanya. Dia tiba-tiba menyesali perbuatannya. Mengingat Hery tidak akan pernah menduga Laras bisa hamil. Masalah besarnya sekarang adalah, Fita memiliki anak bersama Hery.

Fita sendiri merupakan perempuan yang dinikahi Hery secara siri. Itu semua dilakukannya karena sangat ingin memiliki anak dari darah dagingnya sendiri. Hal tersebut mungkin seperti obsesi bagi Hery.

Jujur saja, sebelum mempunyai hubungan khusus dengan Fita, sikap Hery sangat dingin saat bersama Laras. Semuanya berubah ketika dirinya sudah memiliki wanita lain. Sosok Fita sebenarnya berperan besar pada sikap mesra Hery terhadap Laras.

Setelah mendengar fakta kehamilan Laras, segalanya menjadi rumit bagi Hery. Padahal dia telah bersiap ingin mengatakan hubungannya dengan Fita kepada Laras dan keluarganya.

Waktu menunjukkan jam lima sore. Hery biasanya langsung pergi ke rumah Fita. Alasan dirinya pulang malam sebenarnya karena lebih memilih mengurus keluarga keduanya.

Hery biasanya pulang larut malam. Kini dia baru saja masuk ke rumah. Hery merasa berbeda kali ini. Sebab Laras tidak menunggu kedatangannya seperti biasa. Ia menemukan istrinya sudah tertidur di ranjang.

"Mungkin karena dia hamil," gumam Hery. Mencoba berpikir positif. Dia sebenarnya penasaran terhadap apa yang akan dibicarakan Laras dengan Fita besok. Namun Hery memutuskan akan bertanya nanti saja.

Sebelum tidur, Hery mandi terlebih dahulu. Kemudian bergabung dengan Laras ke ranjang. Tanpa diduga, pergerakan Hery membuat Laras terbangun.

"Mas?" Laras merubah posisi menjadi duduk. Ia menutupi hidung serta mulutnya.

"Kau bangun? Maaf sudah membangunkanmu," tanggap Hery sambil mendekat. Tetapi Laras dengan cepat menghindar. Perempuan itu malah mual.

"Kau baik-baik saja?" tanya Hery cemas.

"Mas, aku tidak tahu kenapa. Tapi aku merasa mual saat kau berada di dekatku," ungkap Laras.

"Apa?" Hery terkejut.

"Maafkan aku. Tapi bisakah malam ini kau tidur di kamar sebelah?" pinta Laras.

Hery terdiam sejenak. Dia mengangguk dan segera beranjak dari ranjang. Dirinya mencoba memahami Laras. Mengingat istrinya tersebut sedang hamil.

"Kenapa aku jadi begini? Kenapa aku merasa jijik dengan suamiku sendiri?" gumam Laras.

Ia mengerutkan dahi saat melihat Hery keluar dari kamar. Laras sebenarnya merasa aneh dengan dirinya sendiri.

Hal yang paling aneh adalah, Laras justru terus kepikiran Arga. Malam itu dia bahkan memimpikan lelaki itu.

Terpopuler

Comments

Zerazat

Zerazat

dua dua nya sama sama selingkuh tapi duluan Henry sampai udah punya anak

2023-12-22

0

Princess Ren

Princess Ren

wajarlah,, orang suami mu itu selingkuh 🤧🤧🤧🤧🤧

2023-10-06

1

fiendry🇵🇸

fiendry🇵🇸

nah kan pantasan Hery nggak masalah Laras mandul, ternyata sudah punya anak toh ...

2023-10-04

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Mendatangi Dukun
2 Bab 2 - Ritual Bergairah
3 Bab 3 - Sembuh
4 Bab 4 - Kebahagiaan Sesaat
5 Bab 5 - Bertemu Lagi
6 Bab 6 - Bukan Hal Wajar
7 Bab 7 - Pulang
8 Bab 8 - Kebetulan Yang Menegangkan
9 Bab 9 - Semakin Mengenal
10 Bab 10 - Saling Merasa Dihantui
11 Bab 11 - Hamil Lagi
12 Bab 12 - Resiko Kesalahan Malam Itu
13 Bab 13 - Keputusan Arga & Laras
14 Bab 14 - Anggap Sebagai Pertemuan Terakhir
15 Bab 15 - Memulai Dari Awal
16 Bab 16 - Masalah Di Dokter Kandungan
17 Bab 17 - Mengetahui Nama Asli Satu Sama Lain
18 Bab 18 - Ngidamnya Agni
19 Bab 19 - Ngidamnya Laras
20 Bab 20 - Keinginan Yang Tak Terelak
21 Bab 21 - Gairah Yang Menggelora
22 Bab 22 - Menemui Senopati
23 Bab 23 - Topik Tiga Hari
24 Bab 24 - Kue & Topeng Monyet
25 Bab 25 - Mengetahui Kebenaran
26 Bab 26 - Menemukan Tempat Ternyaman
27 Bab 27 - Agni Mulai Curiga
28 Bab 28 - Markas Arga & Laras
29 Bab 29 - Penyelidikan Agni
30 Bab 30 - Pencarian Hery
31 Bab 31 - Rumah Tangga Arga
32 Bab 32 - Rumah Tangga Laras
33 Bab 33 - Pengakuan Hery
34 Bab 34 - Bujukan Agni
35 Bab 35 - Menyadari Keanehan
36 Bab 36 - Kepiluan Laras
37 Bab 37 - Malam Purnama Kesekian
38 Bab 38 - Saling Curiga
39 Bab 39 - Kerjasama Hery & Agni
40 Bab 40 - Saling Bertemu
41 Bab 41 - Pengakuan Laras
42 Bab 42 - Rencana Arga & Laras
43 Bab 43 - Niat Cerai
44 Bab 44 - Perang Laras & Fita
45 Bab 45 - Perdebatan
46 Bab 46 - Memberi Kesempatan?
47 Bab 47 - Perang Laras & Hery
48 Bab 48 - Kekhawatiran Arga
49 Bab 49 - Satu-satunya Solusi
50 Bab 50 - Bulan Purnama Tanpa Ritual
51 Bab 51 - Karma?
52 Bab 52 - Mengenai Hak Asuh
53 Bab 53 - Bicara Lagi
54 Bab 54 - Tumbal Pengakhiran Ritual
55 Bab 55 - Pergi Jauh
56 Bab 56 - Karena Kue Ulang Tahun
57 Bab 57 - Cerita Di Malam Purnama
58 Bab 58 - Terenyuh
59 Bab 59 - Perkembangan Cinta Laras & Arga
60 Bab 60 - Kembali Lagi
61 Bab 61 - Gangguan Agni
62 Bab 62 - Demi Anak
63 Bab 63 - Godaan Mantan
64 Bab 64 - Membuktikan
65 Bab 65 - Pesan Misterius
66 Bab 66 - Rencana Tersembunyi
67 Bab 67 - Tentang Pernikahan
68 Bab 68 - Menyusul Rasya
69 Bab 69 - Terpaksa Memberitahu
70 Bab 70 - Menemukan Benang Merah
71 Bab 71 - Merelakan
72 Bab 72 - Dua Solusi
73 Bab 73 - Aksi Nekat Agni & Hery
74 Bab 74 - Menghilangnya Rasya
75 Bab 75 - Terungkap
76 Bab 76 - Laras & Rasya
77 Bab 77 - Belum Direstui
78 Bab 78 - Michael
79 Bab 79 - Dugaan Agni
80 Bab 80 - Rumah Yang Berdekatan
81 Bab 81 - Ingin Cepat-Cepat
82 Bab 82 - Impoten Lagi?
83 Bab 83 - Menemukan Arga & Laras?
84 Bab 84 - Kabar Baik
85 Bab 85 - Lampu Hijau
86 Bab 86 - Karma
87 Bab 87 - Semuanya Pasti Menerima Balasan [End]
88 Bab 88 - Bonus Chapter [Rasa Penasaran]
89 Bab 89 - Bonus Chapter [Adella & Deus]
90 Bab 90 - Bonus Chapter [Pasar]
91 Bab 91 - Bonus Chapter [Akhir 1]
92 Bab 92 - The Real Ending
93 NOVEL BARU!
Episodes

Updated 93 Episodes

1
Bab 1 - Mendatangi Dukun
2
Bab 2 - Ritual Bergairah
3
Bab 3 - Sembuh
4
Bab 4 - Kebahagiaan Sesaat
5
Bab 5 - Bertemu Lagi
6
Bab 6 - Bukan Hal Wajar
7
Bab 7 - Pulang
8
Bab 8 - Kebetulan Yang Menegangkan
9
Bab 9 - Semakin Mengenal
10
Bab 10 - Saling Merasa Dihantui
11
Bab 11 - Hamil Lagi
12
Bab 12 - Resiko Kesalahan Malam Itu
13
Bab 13 - Keputusan Arga & Laras
14
Bab 14 - Anggap Sebagai Pertemuan Terakhir
15
Bab 15 - Memulai Dari Awal
16
Bab 16 - Masalah Di Dokter Kandungan
17
Bab 17 - Mengetahui Nama Asli Satu Sama Lain
18
Bab 18 - Ngidamnya Agni
19
Bab 19 - Ngidamnya Laras
20
Bab 20 - Keinginan Yang Tak Terelak
21
Bab 21 - Gairah Yang Menggelora
22
Bab 22 - Menemui Senopati
23
Bab 23 - Topik Tiga Hari
24
Bab 24 - Kue & Topeng Monyet
25
Bab 25 - Mengetahui Kebenaran
26
Bab 26 - Menemukan Tempat Ternyaman
27
Bab 27 - Agni Mulai Curiga
28
Bab 28 - Markas Arga & Laras
29
Bab 29 - Penyelidikan Agni
30
Bab 30 - Pencarian Hery
31
Bab 31 - Rumah Tangga Arga
32
Bab 32 - Rumah Tangga Laras
33
Bab 33 - Pengakuan Hery
34
Bab 34 - Bujukan Agni
35
Bab 35 - Menyadari Keanehan
36
Bab 36 - Kepiluan Laras
37
Bab 37 - Malam Purnama Kesekian
38
Bab 38 - Saling Curiga
39
Bab 39 - Kerjasama Hery & Agni
40
Bab 40 - Saling Bertemu
41
Bab 41 - Pengakuan Laras
42
Bab 42 - Rencana Arga & Laras
43
Bab 43 - Niat Cerai
44
Bab 44 - Perang Laras & Fita
45
Bab 45 - Perdebatan
46
Bab 46 - Memberi Kesempatan?
47
Bab 47 - Perang Laras & Hery
48
Bab 48 - Kekhawatiran Arga
49
Bab 49 - Satu-satunya Solusi
50
Bab 50 - Bulan Purnama Tanpa Ritual
51
Bab 51 - Karma?
52
Bab 52 - Mengenai Hak Asuh
53
Bab 53 - Bicara Lagi
54
Bab 54 - Tumbal Pengakhiran Ritual
55
Bab 55 - Pergi Jauh
56
Bab 56 - Karena Kue Ulang Tahun
57
Bab 57 - Cerita Di Malam Purnama
58
Bab 58 - Terenyuh
59
Bab 59 - Perkembangan Cinta Laras & Arga
60
Bab 60 - Kembali Lagi
61
Bab 61 - Gangguan Agni
62
Bab 62 - Demi Anak
63
Bab 63 - Godaan Mantan
64
Bab 64 - Membuktikan
65
Bab 65 - Pesan Misterius
66
Bab 66 - Rencana Tersembunyi
67
Bab 67 - Tentang Pernikahan
68
Bab 68 - Menyusul Rasya
69
Bab 69 - Terpaksa Memberitahu
70
Bab 70 - Menemukan Benang Merah
71
Bab 71 - Merelakan
72
Bab 72 - Dua Solusi
73
Bab 73 - Aksi Nekat Agni & Hery
74
Bab 74 - Menghilangnya Rasya
75
Bab 75 - Terungkap
76
Bab 76 - Laras & Rasya
77
Bab 77 - Belum Direstui
78
Bab 78 - Michael
79
Bab 79 - Dugaan Agni
80
Bab 80 - Rumah Yang Berdekatan
81
Bab 81 - Ingin Cepat-Cepat
82
Bab 82 - Impoten Lagi?
83
Bab 83 - Menemukan Arga & Laras?
84
Bab 84 - Kabar Baik
85
Bab 85 - Lampu Hijau
86
Bab 86 - Karma
87
Bab 87 - Semuanya Pasti Menerima Balasan [End]
88
Bab 88 - Bonus Chapter [Rasa Penasaran]
89
Bab 89 - Bonus Chapter [Adella & Deus]
90
Bab 90 - Bonus Chapter [Pasar]
91
Bab 91 - Bonus Chapter [Akhir 1]
92
Bab 92 - The Real Ending
93
NOVEL BARU!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!