Kamu Siapa?

" Kau membuat Kakak takut sayang." ucap Azilla.

" Kamu siapa?" tanya Nenek Deni.

" Perkenalkan nama saya Azilla Tante." ucapnya dengan tersenyum.

" Anak ini sangat sopan, sepertinya dia sangat dekat juga dengan Deni." batinnya.

" Nama yang sangat bagus, kamu sedang apa di sini?" tanya sama Nenek.

" Tentu aja ada di sini, kan Ini calon mamanya aku Nek." ucap Deni dan Azilla pun terkejut.

" Ternyata kamu calon Mamanya Deni, saya kira calon Mamanya Deni Tevi. Alhamdulillahnya bukan, dan sepertinya kamu sangat menyayangi Deni. Saya sangat bersyukur karena bingung memiliki calon Mama sepertimu, oh iya saya sampai lupa memperkenalkan diri saya. Perkenalkan nama saya Lea, dan saya adalah Neneknya Deni." ucapnya.

" Tampaknya Tante ini sangat baik, tetapi mengapa Deni selalu bilang kalau dia disiksa ya?" batin Azilla.

" Tampaknya kamu sedang memikirkan sesuatu, biar saya tebak pasti saat ini kamu sedang bingung ya. Saya ini Neneknya Deni dari pihak Ibunya, dan sejak kepergian anak saya saya memang sering ke sini untuk menemui Deni." jelasnya.

" Oh rupanya tante mamanya istrinya Ardi, pantes aja sangat berbeda dengan apa yang diceritakan oleh Deni." ucap Azilla dan Lea pun tertawa mendengar hal tersebut.

" Kenapa Tante tertawa ya?" tanyanya.

" Tentu saja saya tertawa, kamu mengira saya Ibu dari istrinya Ardi. Atau bisa dikatakan saya ini mertuanya Ardi, hal itu sungguh membuat saya lucu." jelasnya.

" Apakah saya salah berbicara ya Tante, Deni kan anaknya Ardi berarti tante mertuanya Ardi." ucapnya.

" Tampaknya Ardi belum menceritakan semuanya kepadamu ya, saya ini memang neneknya Deni. Tetapi saya bukan mertuanya Ardi, karena yang menikah dengan anak saya Amira adalah kakaknya Ardi." jelasnya dan membuat Azilla terkejut.

" Kalau begitu Deni berarti keponakannya Pak Ardi dong." ucapnya dengan menatap Deni.

" Kalian sedang membicarakan apa?" tanya Ardi yang baru saja turun.

" Kamu ini memang anak bandel ya Ardi, hampir saja calon istrimu ini kabur. Kenapa kamu tidak menceritakan segalanya kepada dia, sampai-sampai ia mengira kalau Deni adalah anakmu. Padahal kenyataannya kan dia adalah keponakanmu, Ibu akan merasa sangat bersalah jika iya sampai pergi." ucap Lea dengan mencubit lengan Ardi.

" Kenapa Ibu harus menyesal, lagian bagus dong kalau dia mau menerima aku dengan keadaan Deni bersama denganku. Itu artinya dia memang mencintaiku, bukan karena harta milik Ayahku saja." ucapnya.

" Yang kau katakan memang benar Ardi, dengan begitu Ibu bisa percaya pada dia. Tampaknya dia juga sangat menyayangimu, kalau begitu Ibu tinggal dulu ya Ibu tidak ingin mengganggu keharmonisan keluarga kalian." ucap Lea yang kemudian langsung pergi meninggalkan tempat tersebut.

" Ini semua sebenarnya ada apa sih?" tanya Azilla yang masih bingung.

" Sebenarnya Deni adalah keponakanku." ucapnya.

" Lalu…" ucapnya yang bingung.

" Pelayan, tolong bawa Deni bermain ya. ada yang ingin aku bicarakan dengan Azilla." ucap Ardi Dan pelayan itu pun langsung membawa Deni pergi.

" Ayo ikut denganku." ucapnya dengan menggenggam dengan Azilla.

Kini mereka sudah sampai di balkon kamar Ardi, dan tampak tidak ada siapapun di sana.

" Mengapa kita harus ke sini?" tanyanya yang heran.

" Karena ketika kita berada di sini, maka tidak ada yang tahu kalau kita akan membicarakan apa. Aku hanya tidak ingin kalau Deni sampai terluka ketika mendengar perkataanku ini, dan aku sangat menyayangi ia." ucapnya.

" Sepertinya kau sangat menyayangi Deni, jujur saja aku sangat kaget ketika mengetahui kalau Deni adalah keponakanmu Mas. Tetapi mengapa ia bisa sangat dekat denganmu, dan di manakah keberadaan kedua orang tuanya?" tanya Azilla yang memang sangat penasaran.

" Aku akan menceritakan kehidupan masa laluku, di mana awalnya aku hanya menjadi dua bersaudara. Yaitu aku dan juga kakakku yang bernama Doni atau lebih dekatnya ayah dari Deni." jelasnya dan Azilla pun mempersilahkan dengan sangat serius.

" Maaf kalau aku mencela Mas, tadi Mas katakan hanya dua bersaudara dengan Pak Doni yang merupakan ayah dari Deni. Tetapi bukankah Mas masih memiliki adik, yaitu si Pak Riko." ucapnya yang memang kebingungan.

" Riko bukanlah adik kandungku, dia adalah anak Ayahku dengan istri keduanya. Dan sejak dulu kami memang tidak pernah akrab dengan Riko, karena sejak awal kehadirannya ia memang sudah selalu menghancurkan hubungan kedekatan kami dengan Ayah." jelasnya.

" Maaf kalau aku mengharap luka Mas." ucapnya yang tidak enak.

" Tidak masalah, lagian cepat atau lambat aku memang harus menceritakan semuanya kepadamu. Karena aku tidak ingin terjadi kesalahpahaman di antara kita, dan seperti yang dikatakan oleh Ibu Lea tadi. Aku tidak ingin kehilanganmu Azilla, dan aku ingin kau selalu berada di sisiku." ucap Ardi dengan menggenggam tangan Azilla.

" Apa maksud perkataanmu ini Mas?" tanyanya yang tidak mengerti.

" Sejak awal aku bertemu denganmu, sebenarnya aku sudah jatuh hati kepadamu. Apalagi setelah melihat kedekatanmu dengan Deni, hal itu membuat aku semakin jatuh hati kepadamu." jelasnya.

" Mas Adi sedang bercanda kan?" tanyanya yang tidak percaya.

" Aku sedang tidak bercanda denganmu, aku sedang mengutarakan isi hatiku kepadamu." ucapnya.

" Lalu bagaimana dengan Tevi, bukannya dia adalah tunanganmu ya Mas?" tanya Azilla.

" Ayah telah mengusirku dari perusahaan, dan sesuai dengan kesepakatan aku juga bisa menentang perjodohan tersebut. Jadi gini aku sudah bukan tunangan Tevi, saat ini yang menjadi tunangan Tevi adalah Riko." jelasnya.

" Mas sudah sedang berbohong denganku kan, aku tidak ingin merasakan rasa sakit. Apalagi pertentangan, karena kita dari kalangan yang berbeda Mas." jelasnya.

" Aku tidak peduli dengan batasan yang kamu sebutkan itu, Karena bagiku kamulah yang terpenting dalam hidupku." ucapnya.

" Terima kasih karena telah mengatakan hal tersebut Mas, tetapi tetap saja aku merasa kalau kita ini tidak cocok. Yah Deni memang menyukai diriku, tetapi ternyata Deni bukanlah anakmu Mas. Dan aku yakin ketika kita bersama nantinya, orang tuamu pasti akan berusaha untuk memisahkan kita dan merebut diri darimu. Dan aku tidak ingin membuatmu bersedih, karena Deni lahan jiwamu selama ini." jelasnya.

" Mereka tidak akan pernah merebut Deni dari kita, bahkan sebenarnya Deni bisa masuk ke dalam keluarga itu karena aku yang telah membawanya. Sejak awal pernikahan Kak Doni dengan Kak Amira, Ayahku sudah memutuskan untuk mengeluarkan Kak Doni dari keluarga besar itu. Dan Ayah memang tidak pernah mengizinkan diri untuk masuk ke dalam keluarga besar itu, tetapi ia mengizinkan diri masuk atas dasar permintaanku agar aku mau melanjutkan perusahaan. Tetapi kini aku telah memutuskan untuk kembali ke jalanku sendiri, dan membiarkan Riko yang merupakan anak kesayangan Ayahku itu untuk memimpin perusahaan. Walaupun aku sangat sedih karena harus kehilangan kerja kerasku selama ini, tetapi itulah keputusan Ayahku dan aku tidak ingin menentangnya karena hal itu percuma saja." jelasnya dan Azilla pun langsung memeluknya.

Episodes
1 Hilang
2 Pemecatan Azilla
3 Mencari Tempat Magang
4 Hari Pertama Magang
5 Pertemuan Dengan Deni
6 Rumah Azilla
7 Kisah Hidup Deni
8 Permintaan Maaf
9 Deni Gambek
10 Seperti Anak-Anak
11 11
12 Malapetaka
13 Kemarahan Arman
14 Kedatangan Riko
15 Riko Jadi CEO
16 Ruby Sang Asisten
17 Pertemuan Kembali
18 18
19 Sikat Gigi
20 Kamu Siapa?
21 Aku Bukan Orang Miskin
22 Aku Setuju Ayah
23 Aku Rindu
24 Terima Kasih Mas
25 Tito Sedih
26 Tetangga Baru
27 pengumuman 1
28 Penghianatan
29 Masalalu
30 Tingkah aneh
31 Apa Iya?
32 33
33 Penasaran
34 Pura-pura
35 Bimbang
36 Kemarahan Ardi
37 Pasrah
38 Murka
39 Bahagia
40 Jangan ngambek
41 Mengerikan
42 Sedih
43 Kakak Tau
44 Terima kasih kak
45 Bestie
46 aku.
47 bertemu
48 uui
49 kebohongan dan pernyataan
50 Yang benar?
51 Eyang Arman
52 Rencana
53 Kakak Adik Kompak
54 Siapa Dia?
55 Afni
56 Ternyata Kau
57 Panggil Ayah
58 Bertemu Cinta
59 Minta Cucu
60 Aku Lelah
61 Disiplin
62 pilu
63 Apa ini
64 Tidak Mungkin
65 Bagaimana
66 Curiga
67 Maaf
68 Tidak Mungkin
69 Apa kabar?
70 Mengapa mirip?
71 Jadi begitu
72 Mana Deni
73 kau pasti sudah sangat menderita
74 Enak
75 Tengahnya dia
76 Takdir tidak ada yang tau
77 Jadi Harus Sendiri-Sendiri?
78 Lalu Apa?
79 Apa Maksudmu?
80 Itu tidak penting
81 Kita sama-sama berjuang
82 Enak tidak?
83 Yang benar?
84 Kau Harus Cepat
85 Melodi terindah
86 Bahaya
87 Apa...
88 Rencana
89 Sungguh
90 Maaf Ma
91 Semengerihkan itu?
92 Aku Ingin Bertemu
93 Sudah Siap
94 Kuat Ya Cinta
95 Tenang ya
96 Eyang
97 Bagaimana bisa?
98 Rencana yang bagus
99 Aku sungguh tidak menyangka
100 Sudahlah
101 Belangnya
102 Istighfar
103 Terimakasih
104 Bagaimana?
105 Apa Iya?
106 siapa dia
107 Gejolak
108 Sulit
109 Pengumuman
110 Pilihan yang sulit
111 Kau merebutnya
112 Benarkah Seperti itu?
113 Awas aja dia
114 tak menyangka mereka berdua ternyata...
115 Berharap
116 Tak ku sangka
117 Apa...Yang bener aja
118 Jangan Gitu Dong
119 Menyebalkan
120 Tentunya
121 Mencurigakan
122 Rencana dimulai
123 Ada Apa Sebenarnya?
124 Sungguh Menyenangkan
125 lucunya
126 Pertunangan
Episodes

Updated 126 Episodes

1
Hilang
2
Pemecatan Azilla
3
Mencari Tempat Magang
4
Hari Pertama Magang
5
Pertemuan Dengan Deni
6
Rumah Azilla
7
Kisah Hidup Deni
8
Permintaan Maaf
9
Deni Gambek
10
Seperti Anak-Anak
11
11
12
Malapetaka
13
Kemarahan Arman
14
Kedatangan Riko
15
Riko Jadi CEO
16
Ruby Sang Asisten
17
Pertemuan Kembali
18
18
19
Sikat Gigi
20
Kamu Siapa?
21
Aku Bukan Orang Miskin
22
Aku Setuju Ayah
23
Aku Rindu
24
Terima Kasih Mas
25
Tito Sedih
26
Tetangga Baru
27
pengumuman 1
28
Penghianatan
29
Masalalu
30
Tingkah aneh
31
Apa Iya?
32
33
33
Penasaran
34
Pura-pura
35
Bimbang
36
Kemarahan Ardi
37
Pasrah
38
Murka
39
Bahagia
40
Jangan ngambek
41
Mengerikan
42
Sedih
43
Kakak Tau
44
Terima kasih kak
45
Bestie
46
aku.
47
bertemu
48
uui
49
kebohongan dan pernyataan
50
Yang benar?
51
Eyang Arman
52
Rencana
53
Kakak Adik Kompak
54
Siapa Dia?
55
Afni
56
Ternyata Kau
57
Panggil Ayah
58
Bertemu Cinta
59
Minta Cucu
60
Aku Lelah
61
Disiplin
62
pilu
63
Apa ini
64
Tidak Mungkin
65
Bagaimana
66
Curiga
67
Maaf
68
Tidak Mungkin
69
Apa kabar?
70
Mengapa mirip?
71
Jadi begitu
72
Mana Deni
73
kau pasti sudah sangat menderita
74
Enak
75
Tengahnya dia
76
Takdir tidak ada yang tau
77
Jadi Harus Sendiri-Sendiri?
78
Lalu Apa?
79
Apa Maksudmu?
80
Itu tidak penting
81
Kita sama-sama berjuang
82
Enak tidak?
83
Yang benar?
84
Kau Harus Cepat
85
Melodi terindah
86
Bahaya
87
Apa...
88
Rencana
89
Sungguh
90
Maaf Ma
91
Semengerihkan itu?
92
Aku Ingin Bertemu
93
Sudah Siap
94
Kuat Ya Cinta
95
Tenang ya
96
Eyang
97
Bagaimana bisa?
98
Rencana yang bagus
99
Aku sungguh tidak menyangka
100
Sudahlah
101
Belangnya
102
Istighfar
103
Terimakasih
104
Bagaimana?
105
Apa Iya?
106
siapa dia
107
Gejolak
108
Sulit
109
Pengumuman
110
Pilihan yang sulit
111
Kau merebutnya
112
Benarkah Seperti itu?
113
Awas aja dia
114
tak menyangka mereka berdua ternyata...
115
Berharap
116
Tak ku sangka
117
Apa...Yang bener aja
118
Jangan Gitu Dong
119
Menyebalkan
120
Tentunya
121
Mencurigakan
122
Rencana dimulai
123
Ada Apa Sebenarnya?
124
Sungguh Menyenangkan
125
lucunya
126
Pertunangan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!