Hari ini adalah hari pertama Azilla masuk magang, ia sangat terpukau dengan bangunan kantor tersebut. Ia terus saja melihat ke sekitar, dan kekagumannya tidak terhenti. Ia terus saja mengucapkan rasa syukur atas apa yang ia lihat
" Kantor Ayahmu besar ya." pujinya dengan tersenyum.
" Ya begitulah, aku yakin kita pasti betah magang di sini." ucap Chacha.
" Insyaallah Cha." jawabnya dengan tersenyum.
Tanpa mereka sadari ada yang sedang melintas dan memperhatikan mereka, pemuda itu sangat senang ketika melihat Azilla. Tetapi ia berpura-pura biasa saja, hal itu sangat mudah ia lakukan. Sebab pemuda tampan dengan sikap yang dingin dan selalu di kenal dengan sebutan si gila kerja.
" Siapa mereka?" tanya pemuda itu.
" Mereka adalah anak magang Pak, salah satu dari mereka adalah anak dari Nando, manajer keuangan kita Pak." jawabnya.
" Berikan data tentang mereka kepadaku, kutunggu di ruangan gua dalam waktu 15 menit." ucap pemuda itu kemudian langsung pergi ke ruangannya, sedangkan sang bawahan langsung mencari data tentang kedua anak magang.
Pemuda itu kini sudah tiba di ruangannya, dan ia pun tersenyum sendiri ketika mengingat wajah gadis yang kini menjadi anak magang.
" Tak ku sangka, ternyata kita bertemu lagi." batinnya.
Kini terdengar ketika pintu
Tok
Tok
Tok
" Siapa?" tanya pemuda itu.
" Saya Fahmi Pak." jawabnya.
" Masuk." jawabnya singkat, dan Fahmi pun segera masuk.
" Ini berkasnya Pak." ucapnya dengan menyerahkan berkas tersebut.
" Kalau begitu kau bisa keluar." ucapnya dan Fahmi pun segera keluar.
" Ternyata namanya Azilla Aksabil Husna, nama yang sangat indah." ucap pemuda itu dengan tersenyum.
Kini ia pun segera mengambil telepon yang ada di atas meja, dan ia langsung menghubungi Fahmi asistennya.
" Keruangan ku." ucapnya dan Fahmi pun langsung datang.
" Maaf sebelumnya, ada keperluan apa ya Pak Ardi?" tanya Fahmi dengan sesopan mungkin.
" Perintah dia untuk menjadi asisten ku." ucapnya dan membuat Fahmi kaget.
" Maaf Pak, apakah saya melakukan kesalahan?" tanyanya.
" Bukankah kau bilang lelah, jadi aku carik teman untukmu." jawabnya dan Fahmi pun sangat senang.
" Terimakasih Pak." jawabnya dengan tersenyum, rasa takutnya kini hilang dan ia pun segera pergi ke ruang HRD untuk menyampaikan perintah dari CEO mereka.
Tak terasa kini Fahmi sudah sampai di ruang HRD, dan ia pun langsung menyerahkan berkas Azilla.
" Minta dia untuk jadi asisten CEO." ucapnya dengan gaya cool dan melemparkan berkas Azilla.
" Maaf Pak, dia hanya anak magang. Apa tidak seharusnya kita ambil karyawan tetap saja." ucapnya dengan rasa takut.
" Sudah berapa lama kau menjadi HRD PT. Suseno, Naya?" tanya Fahmi dengan suara baritonnya.
" Ti-tiga tahun Pak." jawabnya dengan gugup.
" Kalau begitu, laksanakan perintah saja. Atau kau mau di pecat." ucap Fahmi kemudian langsung pergi meninggalkan ruangan HRD.
" Pak Fahmi saja sudah sangat mengerikan, apalagi kalau sampai bertemu dengan Pak Ardi. Sungguh malang nasibmu Azilla." batin Naya.
" Segera minta Naya untuk keruangan saya!" ucapnya kepada Nando selalu manager keuangan dan penanggung jawab untuk anak magang.
" Baik Bu Naya." jawabnya kemudian langsung mencari Azilla.
" Apa yang sudah di perbuat oleh Azilla, sudahlah aku harus cepat. Kalau tidak aku yang akan mendapatkan masalah." batin Nando dengan berlari mencari Azilla.
" Azilla, segera ke ruangan HRD." ucap Nando dan hal itu membuat semuanya menjadi panik.
Suasana kini menjadi ricuh, mereka menjadi kasihan kepada Azilla. Baru di hari pertamanya, ia sudah harus mendapatkan masalah.
" Azilla, kamu yang sabar ya." ucap Okta yang sudah menebak hal buruk yang akan terjadi.
" Azilla, hiks…hiks." Chacha kini menangis.
" Sudahlah, mungkin aku memang nggak cocok magang di sini. Tetapi kita kan masih belum tau apa yang ingin di bicarakan Ibu HRD, aku pergi dulu ya." ucap Azilla kemudian langsung menghadap ke ruang HRD.
Ia pun segera berjalan ke ruang HRD, walaupun ia takut. Ia tetap berusaha untuk melakukan yang terbaik, walaupun kini ia sudah ketakutan.
Tok
Tok
Tok
" Silakan masuk." ucap Naya mempersilahkan.
" Oh rupanya Azilla, silakan duduk." tambahnya.
" Saya mau di berhentikan ya Bu." ucapnya yang ketakutan dan pikirannya sudah melayang.
" Duduk dulu Azilla." ucapnya mempersilahkan.
" Kau tenang saja, hal tersebut tidak akan terjadi." ucapnya.
" Lalu, mengapa saya di panggil ke sini ya Bu." tanyanya dengan gemetaran.
" Kau akan di pindahkan, menurut saya di bagian keuangan satu orang saja sudah cukup." ucap Naya dan Azilla pun menjadi sedikit tenang.
" Lalu saya akan di pindahkan kemana ya Bu?" tanyanya dengan sopan.
" Kau akan menjadi asisten CEO." jelasnya dan Azilla pun tersentak.
" Saya tidak salah dengar kan Bu?" tanyanya yang belum yakin dengan ucapan Naya.
" Tidak, kebetulan kita sedang mencari asisten CEO. Tetapi hingga kini masih belum dapat, dan kebetulan kau dan Chacha datang. Jadi kami memutuskan salah satu dari kalian, akan magang menjadi asisten CEO." jelas Naya untuk meyakinkan Azilla.
" Oh jadi begitu ceritanya Bu, kalau begitu saya tidak masalah." jawabnya dengan tersenyum.
" Kalau begitu, silakan melapor ke lantai paling atas." ucap Naya dengan tersenyum.
" Baik Bu." jawabnya kemudian langsung pergi.
" Maafkan saya Azilla, saya tidak bisa menentang atasan saya. Mudah-mudahan saja kau baik-baik saja, dan kau sanggup mengatasi CEO kita yang gila kerja." batin Naya dengan menatap kepergian Azilla.
Kini Azilla sudah sampai di lantai paling atas, ia pun bertemu dengan Fahmi.
" Selamat pagi Pak, saya Azilla. Saya anak magang yang akan magang menjadi asisten CEO." ucapnya dengan tersenyum.
" Bagus juga dia membuat alasan." batin Fahmi.
" Permisi Pak." ulangnya dengan melambaikan tangan di depan wajah Fahmi.
" Eh iya maaf, kalau begitu mari saya antar ke ruangan CEO untuk melapor." ucapnya dan Azilla pun langsung keringat dingin, tetapi ia terus saja mengekori Fahmi. Hingga akhirnya kedua sampai di depan ruangan CEO.
" Ini ruangannya, kau ketuk sendiri saja ya. Kebetulan saya masih ada urusan." jelasnya kemudian langsung meninggalkan Azilla.
Tok
Tok
Tok
" Masuk." ucap Ardi.
" Saya Azilla Pak, saya anak magang yang akan menjadi asisten Bapak." ucapnya dengan tersenyum paksa.
" Baik ruangan kamu ada di sebelah kiri saya, nanti saya akan memanggilmu lagi." ucapnya dan Azilla pun segera pergi menuju ruangan yang dikatakan oleh CEO nya itu.
" Kenapa jantungku seperti ini ya?" batinnya dengan memandang kepergian Azilla.
" Sepertinya Ardi sudah jatuh hati kepada gadis itu, mudah-mudahan gadis itu bisa menghilangkan trauma Ardi." batin Fahmi yang memang sudah bersahabat lama dengan Ardi.
" Fahmiiii…" panggil Ardi dan Fahmi pun tersentak, kini ia langsung masuk ke dalam ruangan Ardi.
# Ikuti terus kelanjutannya, dan jangan lupa like, share, komen serta selalu dukung nafras ya teman-teman. Dan baca juga karya-karya nafas yang lain.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 126 Episodes
Comments
Toresan Dyaf
Wah jalan ceritanya seru ni, hati-hati ya Azilla
2024-07-03
1