Kini mereka sudah sampai di parkiran apartemen milik Ardi, keduanya pun langsung menuju ke arah unit apartemen Ardi. Dan benar saja kini mereka menemukan Deni yang masih belum tidur, Deni pun langsung memeluk Azilla ketika melihatnya.
" Ye ada Kak Azilla." ucapnya yang langsung memeluk Azilla.
" Iya sayang, kenapa uda jam segini masih belum tidur?" tanya Azilla yang kini menggendong Deni.
" Aku nggak bisa tidur Kak, Ayah nggak bisa dihubungi. Terus Kakak juga nggak bisa dihubungi, jadi nggak ada yang bacain cerita pengantar tidur untukku." ucapnya.
" Jadi rupanya begitu, gimana kalau kakak aja yang bacain cerita. Deni mau nggak?" tanya Azilla dengan tersenyum.
" Tentu aja boleh Kak, lagian cerita yang dibacain Ayah nggak pernah berubah dari dulu." jelasnya.
" Maaf ya Azilla, aku jadi terpaksa merepotkanmu." ucap Ardi.
" Nggak apa-apa kok Mas Ardi, lagian Deni juga sudah mulai dekat denganku. Jadi aku nggak masalah, dan jujur saja aku juga sangat menyayangi Deni." ucapnya dan membuat Ardi tersenyum.
" Ternyata kedekatan Deni denganmu sudah sampai ke tahap itu, aku harap aku bisa segera memberitahu kepadamu semuanya. Agar kita bertiga bisa menjadi keluarga bahagia, tetapi aku masih ragu apakah kau mau bersanding denganku atau tidak." batin Ardi yang terus menatap Azilla tetapi ia tidak menyadari kalau Azilla dan Deni sudah masuk ke dalam kamar Deni.
" Sekarang kakak mau tanya, Deni tadi udah sikat gigi belum?" tanya Azilla.
" Deni belum sikat gigi." ucapnya yang jujur.
" Ya udah kalau gitu, gimana kalau sekarang kita sikat gigi dulu." ucap Azilla dan Deni pun mengangguk.
Keduanya pun segera masuk ke dalam kamar mandi, karena mereka memang ingin sikat gigi.
" Sikapnya Deni yang warna apa?" tanyanya yang karena melihat ada dua sikat gigi.
" Yang warna biru." jawabnya dengan tersenyum.
Azilla pun segera mengambilkan sikat gigi tersebut, kemudian meletakkan pasta gigi. Setelah itu segera menyerahkan sikat itu kepada Deni, agar Deni segera menyikat giginya.
" Ini sikat giginya sayang." ucap Azilla yang tanpa ia sadari Ardi sedang mengintipnya di depan pintu.
" Deni nggak mau sikat gigi sendiri, Kak Azilla juga harus sikat gigi." ucap Deni dan Azilla pun tampak bingung.
" Kak Azilla kan nggak punya sikat gigi, jadi Deni aja yang sikat gigi ya." ucapnya yang memang dia tidak memiliki sikat gigi di rumah itu.
" Kak Azilla tunggu di sini dulu ya, Deni mau minta sikat baru sama ayah." ucapnya yang kemudian langsung meninggalkan Azilla.
Ardi yang memang sudah mendengar percakapan antara keduanya, pun langsung masuk dengan sikat gigi baru di tangannya. Hal tersebut membuat Deni cukup kaget, karena Ayahnya sudah mengetahui apa yang ia inginkan.
" Itu apa Ayah?" tanya Deni.
" Ini sikat gigi buat Kak Azilla, karena ayah tahu kamu pasti memaksa Kak Azilla untuk sikat gigi. Kalau Kak Azilla nggak mau sikat gigi, kamu juga tidak akan mau sikat gigi." ucap Ardi dan Azilla pun tersenyum melihat tingkah kedua ayah dan anak itu.
" Mereka berdua sangat lucu." batin Azilla dengan tersenyum.
" Ini sikat giginya." ucap Ardi yang menyerahkan sikat gigi berwarna peach tersebut.
" Terima kasih." ucapnya yang baru sadar dari lamunannya.
Kini Ardi pun berniat untuk keluar dari kamar mandi tersebut, tetapi tiba-tiba saja lengannya digenggam oleh Deni.
" Ada apa Deni?" tanya Ardi yang penasaran.
" Ayah nggak boleh keluar, Ayah juga harus sikat gigi bareng kami. Nanti Ayah bisa lupa dan langsung ketiduran, kan Ayah sering melakukan hal itu." ucap Deni dan Ardi pun menatap ke arah Azilla.
" Yang dikatakan Deni benar Mas, lebih baik kita sikat gigi bersama saja." ucap Azilla dan Ardi pun tersenyum dengan sangat lebar.
Ketiganya aku sikat gigi bersama-sama, Ardi sangat bahagia ketika melakukan momen tersebut. Ia tidak menyangka akan menghadapi momen seperti ini, momen yang sudah ia harapkan sejak ia mulai jatuh hati kepada Azilla. Dan harapannya semakin kuat, setelah ia mengetahui siapa sebenarnya Azilla.
Setelah selesai sikat gigi, mereka pun segera keluar dari kamar mandi. Mereka pun kemudian segera untuk tidur, Ardi segera keluar dari kamar tersebut. Karena ia tidak ingin Azilla terganggu, tetapi lagi-lagi Deni menarik lengannya.
" Ayah mau ke mana?" tanya Deni.
" Ayah mau tidur di luar." jawabnya.
" Ayah nggak boleh tidur di luar, Ayah harus tidur di samping ku." ucapnya.
" Tapi kan sudah ada Kak Azilla." ucap Ardi dengan melihat Azilla.
" Pokoknya Ayah harus di sini, aku mau tidur sambil meluk ayah. Dan Kak Azilla harus bacain aku dongeng, kalau nggak ada yang mau, aku nggak mau tidur." ucapnya.
" Ya udah Mas Ardi di sini aja, nanti Deni malah nggak tidur." ucap Azilla.
" Ini semua pasti rencana Deni, agar aku bisa dekat sama Azilla." batinnya dengan tersenyum.
Kini Mereka pun berbaring, Ardi tidur di sebelah kanan Deni dan Azilla di sebelah kiri Deni. Azilla pun mulai membacakan cerita, Deni mendengarkannya sambil menggenggam tangan Ardi agar tidak pergi.
" Sepertinya Deni memang tidak mau ditinggal oleh Mas Ardi, sampai-sampai ia selalu menggenggam tangan Mas Ardi." batin Azilla.
" Mama, Mama, jangan tinggalin Deni." lindur Deni.
" Deni sepertinya sedang mengelindur, tampaknya ia sangat rindu kepada Mamanya." batin Azilla.
" Iya sayang, Mama di sini." ucapnya dan Deni pun langsung memeluk Azilla dengan erat.
" Jangan tinggalkan Deni, Deni takut sendirian. Deni juga kasihan sama Ayah Ardi Ma, demi Deni dia harus capek. Mengapa Mama dan Papa harus ninggalin Deni." ucap Deni kembali.
" Apa maksud perkataan Deni ini?" tanyanya yang tidak mengerti.
Azilla sudah tidak mau berpikir mengenai hal tersebut, karena hari sudah malam. Dan ia pun tidak bisa melepaskan genggaman Deni, akhirnya ia pun tertidur di sana.
...----------------...
Pagi telah menyapa, sinar matahari membangunkan Deni. Ia pun bangun terlebih dahulu, dan melihat ke arah Ardi dan juga Azilla yang masih ada di sana. Ia bukan membangunkan keduanya, iya justru segera pergi ke bawah.
" Selamat pagi sayang." ucap seorang nenek tua.
" Nenek datang." ucapnya yang langsung memeluk Nenek itu.
" Iya Nenek datang, dimana Om?" tanya Nenek itu.
" Ayah ada di kamar." jawabnya dengan menunjuk ke arah kamar.
" Oh rupanya begitu, kalau begitu sekarang kita sarapan dulu." ucapnya dan mereka pun segera menuju ke makan.
Deni pun menyantap makanan itu dengan sangat lahap, karena ia memang sudah sangat merindukan masakan sang Nenek. Tidak lama setelah itu, terdengar suara teriakan dan muncullah seorang wanita yang langsung memeluk Deni.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 126 Episodes
Comments