Pertemuan Kembali

" Beneran ya Kak, aku sudah sangat menantikan masakan Nenek." ucapnya.

" Kamu tenang saja Deni, Kakak akan membawakan masakan Nenekmu yang paling cantik itu. Tetapi dini harus janji sama Kakak, Deni harus belajar dengan giat agar membanggakan ayah." ucap Azilla.

" Kalau untuk soal itu aman Kak, yang terpenting aku masih bisa ketemu sama Kakak dan juga Nenek. Karena jujur saja, aku tidak pernah menemukan masakan yang seenak masakan Nenek." jelasnya.

Tiba-tiba saja ada yang mengantuk pintu Azilla, denia pun langsung melihat ke arah pintu tersebut. Dan ternyata di sana sudah terdapat Riko, Azilla pun merasa tidak nyaman dengan tatapan Riko. Tetapi kini ia tidak bisa berkata apa-apa, karena Riko adalah atasannya. Dan saat ini ia sangat membutuhkan tempat magang, karena bila dia tidak memiliki tempat magang maka dia tidak akan lulus.

" Kakak matikan dulu teleponnya ya!" ucapnya, dan langsung mematikan sambungan telepon.

" Ada apa ya Pak?" tanyanya yang langsung menatap ke arah Riko.

" Kerjakan ini." ucapnya dengan meletakkan berkas itu di atas meja Azilla.

" Baik Pak." jawabnya.

" Sebenarnya dia sangat cantik, tetapi karena sikapnya aku jadi nggan untuk mendekatinya." batin Riko yang kemudian langsung pergi meninggalkan Azilla.

" Ini orang, padahal uda ada asisten CEO yang asli. Mengapa ia harus menyerahkan semua tugas ini kepadaku, sepertinya salah memilih Mbak Ruby sebagai asisten CEO. Karena ia tidak menjalankan tugasnya dengan baik, tetapi aku ngga bisa berkata apa-apa karena Pak Riko yang berkuasa. Pak Riko ini memang sangat berbeda dengan Pak Ardi, Pak Ardi adalah orang yang sangat mementingkan pekerjaan. Tetapi Pak Riko ini, sejentik jari pun tidak ada. Nta kenapa aku menjadi takut perusahaan ini akan bangkrut, tetapi aku tidak bisa apa-apa karena aku bukan siapa-siapa." batin Azilla.

Azilla pun mengerjakan tugas yang diberikan oleh Riko dengan sebisanya, ia terus bekerja tanpa ia sadari kita hari sudah mulai petang. Ia pun segera mengemasnya barang-barang, dan kemudian segera pulang. Riko yang melihat Azilla hendak turun, ia pun mengikutinya dan tingkah seolah-olah itu adalah kebetulan.

" Azilla, mau pulang?" tanyanya yang kini berada di depan pintu lift.

" Iya Pak, saya mau pulang." jawabnya.

Riko terus menatap Azilla, dan Azilla merasa tidak nyaman dengan tatapan itu. Ia terus saja berdoa akan cepat sampai di lantai satu, dan tiba-tiba lampu pun mati. Itu semua sudah sesuai dengan rencana Riko, ia pun memanfaatkan kesempatan untuk mendekat pada Azilla. Riko pun melingkarkan tangannya di pinggang Azilla, dan Azilla bertambah ketakutan.

" Apa yang sedang bapak lakukan, lepaskan saya." ucapnya memberontak.

" Saat ini hanya ada kita saja, jika kau ingin keluar dari sini. Maka turuti saja kemauan saya." bisik Riko di telinga Azilla.

Azilla cukup bimbang, ia sangat ingin lepas dengan Riko. Tetapi sekarang semuanya tergantung pada Riko, ia hanya memilih menetap disini atau kehormatannya. Ia pun cukup bimbang, dan ia pun terus berdoa. Kini akhirnya lampu pun hidup, Azilla langsung mendorong Riko.

Kini akhirnya ia telah sampai di lantai satu, ia pun langsung berlari keluar karena takut pada Riko. Dan ia pun langsung memeluk Ardi ketika melihat wajahnya, Ardi sudah mengetahui apa yang terjadi. Ia pun langsung membawa Azilla masuk ke dalam mobilnya.

" Tenangkan dirimu dulu, ini air!" ucapnya dengan menyerahkan sebotol minuman.

Tanpa perlu pertimbangan, Azilla pun langsung meneguk minuman itu.

" Terimakasih Pak." ucapnya setelah minum.

" Sama-sama, tapi apakah kau tidak takut saya mencampurkan sesuatu disana." ucapnya dengan menunjuk botol minuman yang baru saja di minum oleh Azilla.

" Saya percaya sama Bapak, jadi Bapak nggak mungkin melakukan hal itu. Bapak sangat berbeda jauh dari iblis itu, dan saya masih takut padanya." ucapnya dengan berderai air mata.

" Keluar kan saja semua." ucap Ardi.

" Sekarang kita mau kemana Pak?" tanya Azilla.

" Kau juga akan tau nanti, sekarang kau tenangkan dirimu dulu. Puas-puaskan saja menangis, dan aku tidak akan mengganggumu." ucapnya dan Azilla pun mengangguk.

Azilla pun bersandar di bahu Ardi, dan terus meluapkan emosinya. Dan kini akhirnya mereka sudah sampai di suatu tempat, Ardi pun meminta pada Azilla untuk keluar dari mobil. Azilla sangat menyukainya, ia pun langsung lari ke bibir pantai. Dan Ardi pun langsung mengikutinya, karena ia takut terjadi sesuatu pada Azilla.

" Tempat ini sangat indah Pak." ucap Azilla.

" Ya tempat ini memang sangat indah, ini adalah tempat biasanya aku meluapkan emosi." jelasnya.

" Oh rupanya begitu ya Pak, terima kasih karena sudah membawa saya ke sini." ucap Azilla dengan tersenyum.

" Tidak masalah, tapi jangan panggil saya Bapak ya." ucapnya dan kini Azilla langsung menatap ke arah Ardi dan tanpa sengaja wajah mereka begitu dekat, hingga suara hembusan nafas pun terdengar.

" Parfumnya yang sangat wangi ini nta kenapa selalu membuat ketenangan untukku." batin Ardi yang kemudian langsung mencium kepala Azilla.

Sontak saja Azilla terkejut, dan ia pun tersipu malu dengan kejadian itu.

" Hal tadi sangat memalukan, tetapi nta kenapa aku tidak merasa marah ya." batin Azilla dengan menunduk.

" Maafkan saya." ucap Ardi.

" I-iya nggak apa Pak." jawabnya yang kini masih menunduk karena malu.

" Tolong jangan panggil Bapak, saya sudah bukan atasanmu lagi." ucapnya.

" Lalu harus panggil apa dong?" tanyanya yang memang tidak tau.

" Kalau itu senyaman mu aja." ucapnya.

" Kalau begitu, saya panggil Mas aja boleh?" tanyanya untuk meminta persetujuan.

" Tentu saja boleh." jawabnya.

Kini Azilla terdiam, ia pun memikirkan tentang kejadian saat bersama dengan Riko di lift tadi. Wajahnya pun kini memucat kembali, ia sangat tidak ingin bertemu dengan Riko lagi. Tetapi ia masih bingung harus mencari tempat magang dimana lagi.

" Kamu sedang memikirkan apa?" tanya Ardi yang menyadarkan Azilla.

" Aku sedang memikirkan kejadian tadi, aku tidak mau bertemu dengannya lagi. Tetapi, aku tidak tahu harus magang di mana lagi." jelasnya.

" Kamu tenang saja, kamu tidak usah lagi memikirkan tentang Riko. Kalau kamu memang tidak keberatan, aku memiliki rekomendasi sebuah perusahaan." jelasnya dan Azilla pun tersenyum.

" Terima kasih Mas Ardi." ucapnya yang tanpa sadar memeluk Ardi dengan erat.

" Aroma ini selalu saja membuatku tidak tenang, dan sekarang aku yakin kau tidak akan bisa lepas dariku. Karena ternyata kau adalah orang yang memang dikirimkan untuk diriku, karena sejak kecil kita memang sudah dijodohkan." batin Ardi yang juga mendekat erat Azilla.

" Maaf." ucapnya yang langsung melepas pelukannya.

" Tidak apa-apa Azilla, saya tahu kamu pasti sedang sangat bahagia." ucapnya yang langsung mengelus kepala Azilla dan membuat Azilla jadi tersipu malu.

Episodes
1 Hilang
2 Pemecatan Azilla
3 Mencari Tempat Magang
4 Hari Pertama Magang
5 Pertemuan Dengan Deni
6 Rumah Azilla
7 Kisah Hidup Deni
8 Permintaan Maaf
9 Deni Gambek
10 Seperti Anak-Anak
11 11
12 Malapetaka
13 Kemarahan Arman
14 Kedatangan Riko
15 Riko Jadi CEO
16 Ruby Sang Asisten
17 Pertemuan Kembali
18 18
19 Sikat Gigi
20 Kamu Siapa?
21 Aku Bukan Orang Miskin
22 Aku Setuju Ayah
23 Aku Rindu
24 Terima Kasih Mas
25 Tito Sedih
26 Tetangga Baru
27 pengumuman 1
28 Penghianatan
29 Masalalu
30 Tingkah aneh
31 Apa Iya?
32 33
33 Penasaran
34 Pura-pura
35 Bimbang
36 Kemarahan Ardi
37 Pasrah
38 Murka
39 Bahagia
40 Jangan ngambek
41 Mengerikan
42 Sedih
43 Kakak Tau
44 Terima kasih kak
45 Bestie
46 aku.
47 bertemu
48 uui
49 kebohongan dan pernyataan
50 Yang benar?
51 Eyang Arman
52 Rencana
53 Kakak Adik Kompak
54 Siapa Dia?
55 Afni
56 Ternyata Kau
57 Panggil Ayah
58 Bertemu Cinta
59 Minta Cucu
60 Aku Lelah
61 Disiplin
62 pilu
63 Apa ini
64 Tidak Mungkin
65 Bagaimana
66 Curiga
67 Maaf
68 Tidak Mungkin
69 Apa kabar?
70 Mengapa mirip?
71 Jadi begitu
72 Mana Deni
73 kau pasti sudah sangat menderita
74 Enak
75 Tengahnya dia
76 Takdir tidak ada yang tau
77 Jadi Harus Sendiri-Sendiri?
78 Lalu Apa?
79 Apa Maksudmu?
80 Itu tidak penting
81 Kita sama-sama berjuang
82 Enak tidak?
83 Yang benar?
84 Kau Harus Cepat
85 Melodi terindah
86 Bahaya
87 Apa...
88 Rencana
89 Sungguh
90 Maaf Ma
91 Semengerihkan itu?
92 Aku Ingin Bertemu
93 Sudah Siap
94 Kuat Ya Cinta
95 Tenang ya
96 Eyang
97 Bagaimana bisa?
98 Rencana yang bagus
99 Aku sungguh tidak menyangka
100 Sudahlah
101 Belangnya
102 Istighfar
103 Terimakasih
104 Bagaimana?
105 Apa Iya?
106 siapa dia
107 Gejolak
108 Sulit
109 Pengumuman
110 Pilihan yang sulit
111 Kau merebutnya
112 Benarkah Seperti itu?
113 Awas aja dia
114 tak menyangka mereka berdua ternyata...
115 Berharap
116 Tak ku sangka
117 Apa...Yang bener aja
118 Jangan Gitu Dong
119 Menyebalkan
120 Tentunya
121 Mencurigakan
122 Rencana dimulai
123 Ada Apa Sebenarnya?
124 Sungguh Menyenangkan
125 lucunya
126 Pertunangan
Episodes

Updated 126 Episodes

1
Hilang
2
Pemecatan Azilla
3
Mencari Tempat Magang
4
Hari Pertama Magang
5
Pertemuan Dengan Deni
6
Rumah Azilla
7
Kisah Hidup Deni
8
Permintaan Maaf
9
Deni Gambek
10
Seperti Anak-Anak
11
11
12
Malapetaka
13
Kemarahan Arman
14
Kedatangan Riko
15
Riko Jadi CEO
16
Ruby Sang Asisten
17
Pertemuan Kembali
18
18
19
Sikat Gigi
20
Kamu Siapa?
21
Aku Bukan Orang Miskin
22
Aku Setuju Ayah
23
Aku Rindu
24
Terima Kasih Mas
25
Tito Sedih
26
Tetangga Baru
27
pengumuman 1
28
Penghianatan
29
Masalalu
30
Tingkah aneh
31
Apa Iya?
32
33
33
Penasaran
34
Pura-pura
35
Bimbang
36
Kemarahan Ardi
37
Pasrah
38
Murka
39
Bahagia
40
Jangan ngambek
41
Mengerikan
42
Sedih
43
Kakak Tau
44
Terima kasih kak
45
Bestie
46
aku.
47
bertemu
48
uui
49
kebohongan dan pernyataan
50
Yang benar?
51
Eyang Arman
52
Rencana
53
Kakak Adik Kompak
54
Siapa Dia?
55
Afni
56
Ternyata Kau
57
Panggil Ayah
58
Bertemu Cinta
59
Minta Cucu
60
Aku Lelah
61
Disiplin
62
pilu
63
Apa ini
64
Tidak Mungkin
65
Bagaimana
66
Curiga
67
Maaf
68
Tidak Mungkin
69
Apa kabar?
70
Mengapa mirip?
71
Jadi begitu
72
Mana Deni
73
kau pasti sudah sangat menderita
74
Enak
75
Tengahnya dia
76
Takdir tidak ada yang tau
77
Jadi Harus Sendiri-Sendiri?
78
Lalu Apa?
79
Apa Maksudmu?
80
Itu tidak penting
81
Kita sama-sama berjuang
82
Enak tidak?
83
Yang benar?
84
Kau Harus Cepat
85
Melodi terindah
86
Bahaya
87
Apa...
88
Rencana
89
Sungguh
90
Maaf Ma
91
Semengerihkan itu?
92
Aku Ingin Bertemu
93
Sudah Siap
94
Kuat Ya Cinta
95
Tenang ya
96
Eyang
97
Bagaimana bisa?
98
Rencana yang bagus
99
Aku sungguh tidak menyangka
100
Sudahlah
101
Belangnya
102
Istighfar
103
Terimakasih
104
Bagaimana?
105
Apa Iya?
106
siapa dia
107
Gejolak
108
Sulit
109
Pengumuman
110
Pilihan yang sulit
111
Kau merebutnya
112
Benarkah Seperti itu?
113
Awas aja dia
114
tak menyangka mereka berdua ternyata...
115
Berharap
116
Tak ku sangka
117
Apa...Yang bener aja
118
Jangan Gitu Dong
119
Menyebalkan
120
Tentunya
121
Mencurigakan
122
Rencana dimulai
123
Ada Apa Sebenarnya?
124
Sungguh Menyenangkan
125
lucunya
126
Pertunangan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!