Mencari Tempat Magang

Kini mereka telah pulang dari rumah kepala sekolah, Rizki melihat ke arah Azilla. Ia merasa tidak enak kepada Azilla, bukannya ia tidak senang menjadi ketua tim. Hanya saja ia rasa caranya bukan karena potensi ia, ia seperti merasakan adanya kejanggalan.

" Azilla." panggil Rizki.

" Iya." jawabnya dengan tersenyum.

" Kau yakin, ingin menyerahkan tanggung jawab ini pada ku?" tanya Rizki.

" Yakin Rizki, aku rasa kau la yang paling cocok untuk menjadi ketua tim." jawabnya dengan tersenyum.

" Ta-tapi…" ucapnya yang terhenti.

" Aku percaya padamu, aku mohon lanjutkan perjuanganku. Laksana tanggungjawab ini, banggakan nama Pramuka kita." ucap Azilla dengan menggenggam tangan Rizki dan berderai air mata.

" Aku janji akan melaksanakan tanggungjawab yang kau berikan." ucap Rizki.

" Terimakasih Rizki." ucapnya kemudian pergi meninggalkan semuanya.

" Azillaaaa…" panggil semua serentak tetapi Azilla tidak menghiraukannya.

Perlahan Azilla pun menghilang dari pandangan mereka, semuanya pun berderai air mata. Kini Azilla sudah sampai di rumahnya, Bundanya tampak heran ketika melihat wajah putrinya yang termenung, Bunda pun langsung menemui Azilla.

" Ada apa sayang?" tanya Bunda.

" Nggak ada apa-apa Bunda." jawab Azilla.

" Kamu yakin sayang?" tanya Bunda untuk memastikan.

" Iya Bunda, hiks…hiks." jawabnya.

" Katanya nggak apa-apa, lalu kenapa menangis sayang?" tanya Bunda dengan langsung memeluk Azilla.

" Illa kehilangan pekerjaan Bunda, hiks…hiks." jawabnya.

" Bagaimana bisa sayang? Sudahlah nggak usa di pikirkan lagi, nanti Bunda bantu mencari pekerjaan lagi sayang." jelas Bunda untuk menenangkan Azilla.

" Ada anak yang hilang Bunda, hiks…hiks." jelasnya dengan berderai air mata.

" Astaghfirullah, lalu bagaimana keadaannya sayang?" tanya Bunda yang terkejut.

" Alhamdulillah, keadaannya hanya luka-luka saja." jelasnya.

" Syukurlah Alhamdulillah kalau begitu, kita sama-sama berdoa ya sayang. Mungkin ini adalah yang terbaik untukmu, insyaallah Allah telah menyiapkan yang lebih baik dari ini." jelas Bunda dengan mengelus kepala Azilla.

" Amin Bunda, mudah-mudahan Illa bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik." jelasnya dengan menghapus air matanya.

" Amin sayang, Bunda bantu doa ya sayang. Semoga saja kau bisa mendapatkan pekerjaan dengan cepat." ucapnya dengan tersenyum.

" Yuada kau istirahat ya sayang, besok kau juga harus berangkat kuliah." jelas Bunda kemudian keluar kamar Azilla.

Azilla pun langsung membersihkan diri, kemudian ia terlelap. Karena ia sudah cukup kelelahan.

Kini Rizki, Bagas dan Topan sedang bertemu. Mereka bertiga mencurigai kejadian yang terjadi, menurut mereka seperti ada yang merencanakan. Tetapi mereka tidak mengetahui siapa dalang dibalik semua ini, dan mereka pun mulai menyusun rencana untuk mencari dalang dari kejadian tersebut.

Mereka kini mencurigai, Yura dan juga Fara. Karena keduanya tampak sangat aneh, dan saat Rizki di tunjuk menjadi pengganti Azilla. Wajah kedua wanita itu tampak masam, sedangkan yang di tunjuk tampak nggan untuk menerimanya.

Terdengar suara azan subuh berkumandang, Azilla pun terbangun mendengar lantunan suara azan. Kini Azilla langsung membangunkan sang Bunda tercinta untuk salat subuh berjamaah. Setelah selesai melakukan salat subuh, kini keduanya segera menyiapkan barang dagangan yang berupa gorengan.

Kini Azilla telah selesai bersiap, dan ia pun membawa tentengan gorengan untuk di titipkan di kantin kampusnya. Dan beberapa warung bakso di dekat kampusnya.

" Maafkanlah Bunda ya sayang, semenjak Abah meninggal kau harus membantu Bunda." jelas Bunda.

" Bunda ngomong apa sih, Illa senang bisa bantu Bunda…" jawabnya yang terhenti.

" Begitu juga dengan Itta." ucap Azitta yang merupakan adik Azilla.

" Kau sudah siap dek, ayo kakak antar." ucap Azilla dengan tersenyum.

" Oke kak." jawabnya dengan tersenyum.

" Kalau begitu kami pergi dulu ya Bun." ucap keduanya kemudian langsung bergantian menyalami Bundanya.

" Hati-hati ya bawa motornya." ucap Bunda.

" Iya Bunda." jawab keduanya dengan membawa banyak keranjang berisi gorengan.

Motor pun langsung pergi, kini mereka pun sudah sampai di sekolah Azitta. Azitta pun masuk dengan membawa keranjang gorengan, ia pun melambaikan tangannya kepada sang kakak. Setelah Azitta menghilang, Azilla pun langsung pergi menuju kampusnya.

Ia langsung mengantar gorengan ke tempat biasa menitipkannya, Azilla pun tampak tersenyum dengan sangat lebar. Tiba-tiba saja ada mobil silver yang melintas, pemuda itu terpanah melihat senyuman Azilla.

" Cantik sekali, senyumannya sangat indah." batin pemuda itu.

" Sekarang tinggal menuju kampus." ucapnya kemudian langsung mengendarai motornya.

Kini ia langsung memerkirakan motornya, terdengar suara memanggil namanya.

" Azillaaaa." Panggilnya kemudian langsung memeluk Azilla.

" Ya ampun Chacha, uda pulang aja ya." jawabnya.

" Iyalah uda pulang, kan aku harus kuliah, hehehe." jawabnya dengan tertawa.

" Untungnya kau masih ingat kuliah, perasaan kemarin bilangnya nggak mau balik lagi ke universitas Dira." ucap Azilla dengan mengingat perkataan sahabatnya itu.

" Jangan ngomong gitu dong, kau kan sahabatku yang baik." ucapnya dengan langsung menggandeng tangan Azilla.

" Kebiasaan, muji kalau ada maunya aja." ucap Azilla dengan mencubit lengan Chacha.

" Hehehe, jangan marah dong Illa. Nanti cantiknya hilang loh, terus pada banyak yang menghindar darimu nanti." ucapnya dengan ekspektasi serius.

" Iyalah tuh yang jadi primadona kampus." ucapnya kemudian langsung pergi meninggalkan Chacha.

" Kau mau kemana?" tanyanya yang seakan lupa.

" Aku mau nganter gorengan ke kantin, nggak usa pura-pura lupa deh." jawabnya dengan tanpa menoleh dan terus berjalan.

" Aku ikut." ucap Chaca kemudian langsung berlari menyusul Azilla.

Kini mereka sudah tiba di kantin, Azilla pun langsung menyerahkan gorengan itu kepada ibu kantin. Kemudian ia pun segera kembali ke kelas, karena sebentar lagi pembelajaran akan segera di mulai. Mereka berdua langsung memasuki ruang kelas, dan tidak lama setelah itu dosen pun datang.

Semuanya belajar dengan khusus, karena mereka tidak ingin di keluarkan dari kelas. Saat ini yang masuk adalah dosen yang terkenal cukup kiler, yaitu Drs. Dafa Hasanuddin. Seorang dosen yang tidak suka dengan keributan, dan tidak pernah perduli yang ia ajar adalah anak dosen, penjabat atau orang biasa. Baginya semua mahasiswanya itu sama, tidak ada pengecualian.

Setelah cukup lama akhirnya bel pergantian les pun berbunyi, semua mahasiswa merasa sangat senang. Tetapi kesenangan mereka berubah, saat dosen itu mengatakan Minggu depan adalah pemilihan tempat untuk magang. Semuanya menjadi pusing, karena mereka belum ada persiapan sama sekali.

Kini Azilla sedang sibuk harus magang dimana, ia sangat frustasi karena tidak tau harus magang dimana.

" Aaaaa." ucapnya.

" Ada apa Illa?" tanya Chaca yang melihat tingkah aneh Azilla.

" Aku sedang bingung mau magang di mana." jawabnya.

" Uda tenang aja, aku akan hubungi Papaku. Agar kita bisa magang di kantornya." jelas Chacha.

" Makasih Chaca." ucapnya dengan langsung memeluk Azilla.

" Sama-sama, kita kan sahabat. Jadi kita harus saling membantu, agar semuanya berjalan dengan lancar." jawab Chacha.

# Ikuti terus kelanjutannya, dan jangan lupa like, share, komen serta selalu dukung nafras ya teman-teman. Dan baca juga karya-karya nafas yang lain.

Terpopuler

Comments

Toresan Dyaf

Toresan Dyaf

Chaca memang sahabat terbaik, di tengah masalah yang runyam dia datang menemani

2024-07-03

3

Lestari Pujiningsih

Lestari Pujiningsih

bahasa kurang menarik untuk sebuah novel (terlalu banyak menggunakan kata penghuni, partikel, dan mengulang kata yg sama) /Pray//Pray//Pray//Pray/temanya bagus, alur cerita lumayan,

2024-01-17

0

lihat semua
Episodes
1 Hilang
2 Pemecatan Azilla
3 Mencari Tempat Magang
4 Hari Pertama Magang
5 Pertemuan Dengan Deni
6 Rumah Azilla
7 Kisah Hidup Deni
8 Permintaan Maaf
9 Deni Gambek
10 Seperti Anak-Anak
11 11
12 Malapetaka
13 Kemarahan Arman
14 Kedatangan Riko
15 Riko Jadi CEO
16 Ruby Sang Asisten
17 Pertemuan Kembali
18 18
19 Sikat Gigi
20 Kamu Siapa?
21 Aku Bukan Orang Miskin
22 Aku Setuju Ayah
23 Aku Rindu
24 Terima Kasih Mas
25 Tito Sedih
26 Tetangga Baru
27 pengumuman 1
28 Penghianatan
29 Masalalu
30 Tingkah aneh
31 Apa Iya?
32 33
33 Penasaran
34 Pura-pura
35 Bimbang
36 Kemarahan Ardi
37 Pasrah
38 Murka
39 Bahagia
40 Jangan ngambek
41 Mengerikan
42 Sedih
43 Kakak Tau
44 Terima kasih kak
45 Bestie
46 aku.
47 bertemu
48 uui
49 kebohongan dan pernyataan
50 Yang benar?
51 Eyang Arman
52 Rencana
53 Kakak Adik Kompak
54 Siapa Dia?
55 Afni
56 Ternyata Kau
57 Panggil Ayah
58 Bertemu Cinta
59 Minta Cucu
60 Aku Lelah
61 Disiplin
62 pilu
63 Apa ini
64 Tidak Mungkin
65 Bagaimana
66 Curiga
67 Maaf
68 Tidak Mungkin
69 Apa kabar?
70 Mengapa mirip?
71 Jadi begitu
72 Mana Deni
73 kau pasti sudah sangat menderita
74 Enak
75 Tengahnya dia
76 Takdir tidak ada yang tau
77 Jadi Harus Sendiri-Sendiri?
78 Lalu Apa?
79 Apa Maksudmu?
80 Itu tidak penting
81 Kita sama-sama berjuang
82 Enak tidak?
83 Yang benar?
84 Kau Harus Cepat
85 Melodi terindah
86 Bahaya
87 Apa...
88 Rencana
89 Sungguh
90 Maaf Ma
91 Semengerihkan itu?
92 Aku Ingin Bertemu
93 Sudah Siap
94 Kuat Ya Cinta
95 Tenang ya
96 Eyang
97 Bagaimana bisa?
98 Rencana yang bagus
99 Aku sungguh tidak menyangka
100 Sudahlah
101 Belangnya
102 Istighfar
103 Terimakasih
104 Bagaimana?
105 Apa Iya?
106 siapa dia
107 Gejolak
108 Sulit
109 Pengumuman
110 Pilihan yang sulit
111 Kau merebutnya
112 Benarkah Seperti itu?
113 Awas aja dia
114 tak menyangka mereka berdua ternyata...
115 Berharap
116 Tak ku sangka
117 Apa...Yang bener aja
118 Jangan Gitu Dong
119 Menyebalkan
120 Tentunya
121 Mencurigakan
122 Rencana dimulai
123 Ada Apa Sebenarnya?
124 Sungguh Menyenangkan
125 lucunya
126 Pertunangan
Episodes

Updated 126 Episodes

1
Hilang
2
Pemecatan Azilla
3
Mencari Tempat Magang
4
Hari Pertama Magang
5
Pertemuan Dengan Deni
6
Rumah Azilla
7
Kisah Hidup Deni
8
Permintaan Maaf
9
Deni Gambek
10
Seperti Anak-Anak
11
11
12
Malapetaka
13
Kemarahan Arman
14
Kedatangan Riko
15
Riko Jadi CEO
16
Ruby Sang Asisten
17
Pertemuan Kembali
18
18
19
Sikat Gigi
20
Kamu Siapa?
21
Aku Bukan Orang Miskin
22
Aku Setuju Ayah
23
Aku Rindu
24
Terima Kasih Mas
25
Tito Sedih
26
Tetangga Baru
27
pengumuman 1
28
Penghianatan
29
Masalalu
30
Tingkah aneh
31
Apa Iya?
32
33
33
Penasaran
34
Pura-pura
35
Bimbang
36
Kemarahan Ardi
37
Pasrah
38
Murka
39
Bahagia
40
Jangan ngambek
41
Mengerikan
42
Sedih
43
Kakak Tau
44
Terima kasih kak
45
Bestie
46
aku.
47
bertemu
48
uui
49
kebohongan dan pernyataan
50
Yang benar?
51
Eyang Arman
52
Rencana
53
Kakak Adik Kompak
54
Siapa Dia?
55
Afni
56
Ternyata Kau
57
Panggil Ayah
58
Bertemu Cinta
59
Minta Cucu
60
Aku Lelah
61
Disiplin
62
pilu
63
Apa ini
64
Tidak Mungkin
65
Bagaimana
66
Curiga
67
Maaf
68
Tidak Mungkin
69
Apa kabar?
70
Mengapa mirip?
71
Jadi begitu
72
Mana Deni
73
kau pasti sudah sangat menderita
74
Enak
75
Tengahnya dia
76
Takdir tidak ada yang tau
77
Jadi Harus Sendiri-Sendiri?
78
Lalu Apa?
79
Apa Maksudmu?
80
Itu tidak penting
81
Kita sama-sama berjuang
82
Enak tidak?
83
Yang benar?
84
Kau Harus Cepat
85
Melodi terindah
86
Bahaya
87
Apa...
88
Rencana
89
Sungguh
90
Maaf Ma
91
Semengerihkan itu?
92
Aku Ingin Bertemu
93
Sudah Siap
94
Kuat Ya Cinta
95
Tenang ya
96
Eyang
97
Bagaimana bisa?
98
Rencana yang bagus
99
Aku sungguh tidak menyangka
100
Sudahlah
101
Belangnya
102
Istighfar
103
Terimakasih
104
Bagaimana?
105
Apa Iya?
106
siapa dia
107
Gejolak
108
Sulit
109
Pengumuman
110
Pilihan yang sulit
111
Kau merebutnya
112
Benarkah Seperti itu?
113
Awas aja dia
114
tak menyangka mereka berdua ternyata...
115
Berharap
116
Tak ku sangka
117
Apa...Yang bener aja
118
Jangan Gitu Dong
119
Menyebalkan
120
Tentunya
121
Mencurigakan
122
Rencana dimulai
123
Ada Apa Sebenarnya?
124
Sungguh Menyenangkan
125
lucunya
126
Pertunangan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!