Kedatangan Riko

" Yang Ayah pikirkan hanyalah keuntungan semata, tidak pernah Ayah memikirkan perasaanku. Tidak cukupkah yang terjadi kepada keadaan yang menjadi pelajaran, Kak Doni bahkan rela menentang Ayah demi cintanya. Dan karena Ayah ingin memisahkan mereka, Kak Doni dan istrinya justru meninggal dan kini hanya tersisa Deni, putranya." jelas Ardi.

" Ayah tidak peduli dengan itu semua, yang terpenting perusahaan kita mengalami keuntungan. Ayah tidak pernah peduli perasaan kalian, perasaan itu pastinya akan tumbuh apalagi ketika perusahaan kita telah sukses." ucap Arman yang membuat Ardi tambah kesal.

" Ayah memang tidak memiliki hati, aku sudah tidak peduli dengan perusahaan ini. Ayah mau mengusirku dari perusahaan ini, aku juga tidak masalah dengan itu semua. Ayah kira aku tidak bisa membangun perusahaan ku sendiri, aku bisa membangunnya ayah." ucap Ardi yang menyombongkan dirinya karena sudah lelah dengan sikap Ayahnya.

" Kamu berani menjawab ayah, sekarang kamu sudah tertular dengan kakakmu. Kalau kau memang ingin meninggalkan perusahaan ini, saat ini juga kamu keluar dari perusahaan ini. Dan perusahaan ini akan dilanjutkan oleh Adikmu." ucap Arman.

" Ayah selalu saja membanggakan dia, Ayah mengatakan pada publik kalau dia adalah adikku. Dia itu bukan Adikku Ayah, Dia adalah anak Ayah dengan selingkuhan Ayah." ucap Ardi.

Plak

" Jaga ucapanmu Ardi, walau bagaimanapun dia tetap Adikmu." ucap Arman.

" Dia bukan Adikku, dan aku tidak akan pernah menganggapnya sebagai Adikku. Terserah saja Ayah mau berkata apa, aku tidak akan pernah menganggap dia sebagai Adikku selamanya." ucap Ardi yang kemudian langsung pergi meninggalkan ruang CEO.

Arman sangat kesal dengan tingkah Ardi, Ia pun segera menghubungi anak bungsunya. dan memintanya untuk menggantikan Ardi memimpin perusahaannya, karena ia sudah tidak mau kalau Ardi yang memimpin perusahaannya.

" Riko, segera datang ke perusahaan Ayah. Ayah sudah menunggumu di ruang CEO, jangan membuang waktu yang cukup lama." ucap Arman kemudian mematikan sambungan telepon.

...----------------...

" Apa yang terjadi Ardi?" tanya Fahmi yang baru saja tiba di perusahaan.

" Kerjasama kita batal dengan Yudi company." ucap Ardi.

" Mengapa kerjasama kita bisa batal?" tanya Fahmi yang ang penasaran.

" Aku yang membatalkan kerjasama itu, karena aku melihat sikap Dandelion yang semakin tidak bisa dimengerti." jelas Ardi.

" Memangnya apa yang dilakukan oleh Dandelion?" tanya Fahmi yang penasaran.

" Seperti biasa, dia selalu saja memandang rendah seseorang. Bahkan dia sampai menyakiti Azilla, dan hal itu membuat aku sangat emosi. Bahkan dengan bangganya ia menyambungkan diri akan bekerja sama dengan perusahaan kita, padahal sebenarnya perusahaan dia tidak memiliki kualifikasi." ucap Ardi.

" Biar aku tebak, pasti Pak Arman marah dengan keputusanmu. Dan akhirnya ia meminta Riko untuk menjadi CEO di kantor ini, atau lebih tepatnya mengusir dirimu dari kantor ini." ucap Fahmi dan Ardi pun mengangguk.

" Yang kau katakan itu adalah kebenaran, dan sekarang aku memutuskan untuk keluar dari kantor ini. Dan aku akan kembali ke perusahaan yang telah aku bangun, aku serahkan kepadamu keputusan untuk ikut denganku atau tetap dipertahan ini." ucap Ardi.

" Tentunya aku akan ikut dengan dirimu ke perusahaanmu, lagian perusahaanmu lebih maju daripada perusahaan Ayahmu ini. Dan aku juga ikut membangun perusahaanmu sejak nol, jadi lebih baik aku pergi ke sana bersama dirimu. Daripada aku harus di sini bersama dengan Riko, orang yang tidak mengerti akan perusahaan ini dan aku yakin perusahaan ini juga akan hancur di tangannya." ucap Fahmi.

" keputusan yang sangat bagus, kalau begitu sekarang kita pergi ke perusahaan ku. Kita biarkan saja perusahaan Ayahku ini diurus oleh Riko, lagian Ayahku tidak menganggap kerja kerasku." ucapnya.

Keduanya pun bersiap-siap ingin pergi, tiba-tiba saja Riko muncul di hadapan mereka.

" Sepertinya ada yang baru diusir nih." ucap Riko yang meledek Ardi.

" Selamat menjalankan tanggung jawab yang berat, semoga saja kamu bisa menjalankannya dan tidak menghancurkan perusahaan ini." ucap Ardi kemudian pergi.

" Aku tidak akan menghancurkan perusahaan ayah, dan lagi aku akan membuatnya menjadi sukses. Dan untuk kamu Fahmi, kamu itu asisten pribadi CEO di sini. Jadi seharusnya kamu berada di sini, untuk apa kamu mengikuti Ardi pergi." ucap Riko.

" Saya bekerja di perusahaan ini atas permintaan Pak Ardi, jadi karena Pak Ardi telah pergi dari perusahaan ini maka saya sudah tidak bekerja lagi di sini." jawabnya dengan lantang.

" Untuk apa kamu mengikutinya, dia sudah tidak memiliki apapun lagi. Lebih baik kamu tetap di sini, dan membantuku untuk mengurus keperluan perusahaan ini. Daripada kamu sama dia dan tidak akan digaji, karena dia sudah tidak memiliki uang sepeserpun." ucap Riko yang sombong.

" Lebih baik saya pergi bersama dengan Pak Ardi, daripada saya harus mengurus perusahaan ini bersama orang yang tidak kompeten seperti anda." udah Fahmi dan membuat Riko menjadi kesal.

" Jaga bicaramu ya Fahmi, aku ini tetap anak memiliki perusahaan ini. Dan akulah yang akan menjadi CEO di sini, sedangkan orang yang kamu bela-bela sekarang sudah menjadi mantan CEO di sini. Dan sekarang kau lebih memilih untuk pergi bersama dengannya, kalau begitu selamat menjadi gelandangan." ucap Riko yang kesal kemudian pergi menuju ke ruangan CEO.

" Dia begitu sangat sombong Ardi, dengan melihat tingkahnya yang seperti itu aku yakin perusahaan ini akan semakin cepat jatuh." ucap Fahmi.

" Yang kau katakan memang benar Fahmi, sekarang kita hanya perlu menyaksikan kehancurannya saja. Sungguh aku sudah tidak sabar untuk menyaksikannya, pastinya Ayahku itu akan merasa sangat jengkel karena anak kesayangannya telah menghancurkan perusahaannya." ucap Ardi dengan tersenyum kemudian mereka pun segera pergi meninggalkan perusahaan.

...----------------...

" Selamat siang ayah." ucap Riko yang baru saja tiba di ruangan CEO.

" Syukurlah kamu datang dengan sangat cepat, hari ini Ayah akan mengumumkan kepada seluruh staf perusahaan. Kalau mulai hari ini kaulah CEO di perusahaan ini, karena Ardi sudah tidak becus mengurus perusahaan ini." ucap Arman.

" Beneran Ayah akan melakukan itu, tetapi selama ini Kak Ardi lah yang mengatur perusahaan ini. Aku tidak yakin bisa menjalankan perusahaan ini Ayah, aku takut akan membuat perusahaan ini bangkrut." ucapnya dengan tatapan sendu.

" Kamu tenang saja Riko, Ayah yakin kau pasti bisa mengatur perusahaan ini. Dan di bawah aturanmu perusahaan ini akan maju dengan sangat pesat, bahkan melebihi saat Ardi yang memimpin." ucap Arman bagaimanapun pundak Riko.

" Ta-tapi Ayah…" ucapnya yang terhenti.

" Tidak ada tapi-tapian Riko, ini semua adalah perintah Ayah. Jika kamu memang menyayangi ayah, maka laksanakan perintah Ayah dengan sebaik-baik mungkin. Tidak ada pertentangan, jangan buat Ayah semakin emosi." jelas Arman.

Episodes
1 Hilang
2 Pemecatan Azilla
3 Mencari Tempat Magang
4 Hari Pertama Magang
5 Pertemuan Dengan Deni
6 Rumah Azilla
7 Kisah Hidup Deni
8 Permintaan Maaf
9 Deni Gambek
10 Seperti Anak-Anak
11 11
12 Malapetaka
13 Kemarahan Arman
14 Kedatangan Riko
15 Riko Jadi CEO
16 Ruby Sang Asisten
17 Pertemuan Kembali
18 18
19 Sikat Gigi
20 Kamu Siapa?
21 Aku Bukan Orang Miskin
22 Aku Setuju Ayah
23 Aku Rindu
24 Terima Kasih Mas
25 Tito Sedih
26 Tetangga Baru
27 pengumuman 1
28 Penghianatan
29 Masalalu
30 Tingkah aneh
31 Apa Iya?
32 33
33 Penasaran
34 Pura-pura
35 Bimbang
36 Kemarahan Ardi
37 Pasrah
38 Murka
39 Bahagia
40 Jangan ngambek
41 Mengerikan
42 Sedih
43 Kakak Tau
44 Terima kasih kak
45 Bestie
46 aku.
47 bertemu
48 uui
49 kebohongan dan pernyataan
50 Yang benar?
51 Eyang Arman
52 Rencana
53 Kakak Adik Kompak
54 Siapa Dia?
55 Afni
56 Ternyata Kau
57 Panggil Ayah
58 Bertemu Cinta
59 Minta Cucu
60 Aku Lelah
61 Disiplin
62 pilu
63 Apa ini
64 Tidak Mungkin
65 Bagaimana
66 Curiga
67 Maaf
68 Tidak Mungkin
69 Apa kabar?
70 Mengapa mirip?
71 Jadi begitu
72 Mana Deni
73 kau pasti sudah sangat menderita
74 Enak
75 Tengahnya dia
76 Takdir tidak ada yang tau
77 Jadi Harus Sendiri-Sendiri?
78 Lalu Apa?
79 Apa Maksudmu?
80 Itu tidak penting
81 Kita sama-sama berjuang
82 Enak tidak?
83 Yang benar?
84 Kau Harus Cepat
85 Melodi terindah
86 Bahaya
87 Apa...
88 Rencana
89 Sungguh
90 Maaf Ma
91 Semengerihkan itu?
92 Aku Ingin Bertemu
93 Sudah Siap
94 Kuat Ya Cinta
95 Tenang ya
96 Eyang
97 Bagaimana bisa?
98 Rencana yang bagus
99 Aku sungguh tidak menyangka
100 Sudahlah
101 Belangnya
102 Istighfar
103 Terimakasih
104 Bagaimana?
105 Apa Iya?
106 siapa dia
107 Gejolak
108 Sulit
109 Pengumuman
110 Pilihan yang sulit
111 Kau merebutnya
112 Benarkah Seperti itu?
113 Awas aja dia
114 tak menyangka mereka berdua ternyata...
115 Berharap
116 Tak ku sangka
117 Apa...Yang bener aja
118 Jangan Gitu Dong
119 Menyebalkan
120 Tentunya
121 Mencurigakan
122 Rencana dimulai
123 Ada Apa Sebenarnya?
124 Sungguh Menyenangkan
125 lucunya
126 Pertunangan
Episodes

Updated 126 Episodes

1
Hilang
2
Pemecatan Azilla
3
Mencari Tempat Magang
4
Hari Pertama Magang
5
Pertemuan Dengan Deni
6
Rumah Azilla
7
Kisah Hidup Deni
8
Permintaan Maaf
9
Deni Gambek
10
Seperti Anak-Anak
11
11
12
Malapetaka
13
Kemarahan Arman
14
Kedatangan Riko
15
Riko Jadi CEO
16
Ruby Sang Asisten
17
Pertemuan Kembali
18
18
19
Sikat Gigi
20
Kamu Siapa?
21
Aku Bukan Orang Miskin
22
Aku Setuju Ayah
23
Aku Rindu
24
Terima Kasih Mas
25
Tito Sedih
26
Tetangga Baru
27
pengumuman 1
28
Penghianatan
29
Masalalu
30
Tingkah aneh
31
Apa Iya?
32
33
33
Penasaran
34
Pura-pura
35
Bimbang
36
Kemarahan Ardi
37
Pasrah
38
Murka
39
Bahagia
40
Jangan ngambek
41
Mengerikan
42
Sedih
43
Kakak Tau
44
Terima kasih kak
45
Bestie
46
aku.
47
bertemu
48
uui
49
kebohongan dan pernyataan
50
Yang benar?
51
Eyang Arman
52
Rencana
53
Kakak Adik Kompak
54
Siapa Dia?
55
Afni
56
Ternyata Kau
57
Panggil Ayah
58
Bertemu Cinta
59
Minta Cucu
60
Aku Lelah
61
Disiplin
62
pilu
63
Apa ini
64
Tidak Mungkin
65
Bagaimana
66
Curiga
67
Maaf
68
Tidak Mungkin
69
Apa kabar?
70
Mengapa mirip?
71
Jadi begitu
72
Mana Deni
73
kau pasti sudah sangat menderita
74
Enak
75
Tengahnya dia
76
Takdir tidak ada yang tau
77
Jadi Harus Sendiri-Sendiri?
78
Lalu Apa?
79
Apa Maksudmu?
80
Itu tidak penting
81
Kita sama-sama berjuang
82
Enak tidak?
83
Yang benar?
84
Kau Harus Cepat
85
Melodi terindah
86
Bahaya
87
Apa...
88
Rencana
89
Sungguh
90
Maaf Ma
91
Semengerihkan itu?
92
Aku Ingin Bertemu
93
Sudah Siap
94
Kuat Ya Cinta
95
Tenang ya
96
Eyang
97
Bagaimana bisa?
98
Rencana yang bagus
99
Aku sungguh tidak menyangka
100
Sudahlah
101
Belangnya
102
Istighfar
103
Terimakasih
104
Bagaimana?
105
Apa Iya?
106
siapa dia
107
Gejolak
108
Sulit
109
Pengumuman
110
Pilihan yang sulit
111
Kau merebutnya
112
Benarkah Seperti itu?
113
Awas aja dia
114
tak menyangka mereka berdua ternyata...
115
Berharap
116
Tak ku sangka
117
Apa...Yang bener aja
118
Jangan Gitu Dong
119
Menyebalkan
120
Tentunya
121
Mencurigakan
122
Rencana dimulai
123
Ada Apa Sebenarnya?
124
Sungguh Menyenangkan
125
lucunya
126
Pertunangan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!