Riko Jadi CEO

" Baiklah Ayah, jika itu memang kehendak Ayah. Riko akan menurutinya, asalkan itu bisa membuat Ayah bahagia." jawabnya dengan tersenyum.

" Inilah yang sudah aku tunggu." batinnya.

" Terima kasih, Ayah sangat bahagia. Akhirnya Ayah bisa tenang, kalau begitu sekarang kita pergi untuk memperkenalkan kau kepada seluruh staf kantor." ucap Arman dan Riko pun mengangguk.

Keduanya pun segera pergi, kini mereka berdua mendatangi sebuah ruangan tempat dimana departemen keuangan dan marketing berada. Arman pun mengumpulkan semuanya.

" Selamat siang semuanya, mohon perhatiannya sebentar." ucap Arman dan semua staf pun menghentikan kegiatannya.

" Kira-kira apa yang mau disampaikan Pak Arman ya?" ucap seorang staf yang penasaran.

" Perkenalkan di samping saya adalah anak bungsu saya, namanya adalah Riko. Dan mulai hari ini, ia yang akan menjadi CEO untuk menggantikan Ardi." jelas Arman dan sontak saja semua karyawan menjadi kaget.

" Pak Ardi kemana ya, perasaan tadi pagi Pak Ardi masih ada. Kenapa sekarang main ganti pimpinan aja, ada apa ya sebenarnya." ucap seorang karyawan.

" Iya benar, aku juga heran." ucap karyawan yang satunya lagi.

" Saya tau kalian pasti bingung, tetapi ini sudah keputusan saya. Saya harap kalian semua bisa bekerja sama, agar perusahaan ini dapat maju." ucap Arman.

" Baik Pak." jawab semuanya serentak.

" Sebenarnya ada apa ini, atau jangan-jangan ini ada hubungannya dengan kerjasama tadi pagi yang batal ya." batin Azilla.

Kini keduanya pun segera pergi ke ruangan CEO, keduanya mempersiapkan data-data yang harus di baca mengenai perusahaan.

" Dimana Fahmi?" tanya Arman yang tidak melihat Fahmi sang asisten CEO.

" Aku juga tidak tau Ayah." jawabnya yang pura-pura tidak tau, agar sang Ayah bertambah marah pada Ardi.

" Pasti ia ikut menganggur bersama dengan Ardi, dia sungguh tidak takut. Ayah akan memblokir dia, agar dia tidak bisa bekerja lagi dimana-mana." ucap Arman yang kesal.

" Ayah, jangan seperti itu. Kasihan Fahmi, dia masih belum menikah." ucapnya yang pura-pura baik.

" Kau memang sangat baik Riko, Ayah bersyukur bisa memiliki anak sepertimu. Tidak seperti dia yang tidak mau menurut." ucap Arman.

" Ayah bisa aja, Kak Ardi jauh lebih hebat dari aku. Aku tidak ada apa-apa kalau dibandingkan oleh Kak Ardi." ucapnya.

" Akhirnya aku bisa menguasai semuanya, selamat tinggal Ardi." batinnya yang bersorak.

" Kau memang anak yang baik, Ayah akan bilang kepada HRD untuk mencari asisten CEO untuk mu. Tetapi untuk sementara siapa ya yang akan menjadi asisten mu." ucap Arman yang bingung.

Tiba-tiba saja pandangan Arman dan Riko tertuju ke sebuah ruangan, ternyata di sana ada seorang wanita yang sedang menyelesaikan banyak data. Arman dan Riko pun segera pergi ke ruangan tersebut.

Tok

Tok

Ketukan itu menyadarkan wanita itu, dan ia pun langsung mengarahkan pandangannya ke arah pintu.

" Eh Pak Arman, silakan masuk Pak." ucapnya dengan tersenyum.

Arman dan Riko pun segera masuk ke dalam ruangan itu, wanita itu pun segera menanyai Arman ingin minum apa.

" Apa ingin minum apa?" tanyanya.

" Tidak perlu, sekarang kau duduk!" perintahnya.

" Gadis ini sangat cantik, bisa ni…" ucapnya dengan menatap ke arah wanita itu.

" Nama mu siapa?" tanya Arman.

" Saya Azilla Pak." jawabnya dengan tersenyum.

" Azilla, nama yang bagus. Kau sedang apa disini?" tanyanya.

" Kebetulan saya magang di sini Pak." jawabnya.

" Magang, jadi posisi apa?" tanyanya.

" Saya di tugaskan menjadi asisten Pak Fahmi Pak." jawabnya.

" Kalau begitu kau tau sudah tau tugas Fahmi." ucapnya.

" Alhamdulillah saya sudah sedikit mengerti Pak." jelasnya.

" Kalau begitu, selama masih belum ada asisten CEO. Kau yang akan memegang jabatan asisten CEO." ucap Arman dan Azilla pun kaget.

" Jangan Pak, mungkin dari karyawan tetap saja. Lagian saya juga belum terlalu bisa, saya baru masuk dua hari soalnya." jawabnya.

" Walaupun dari karyawan yang lain, mereka juga belum tentu mengerti. Jadi mungkin lebih baik kau saja." ucap Riko yang tidak mau kehilangan mangsa.

" Yang dikatakan dia benar juga, dan lagi nantinya ia juga akan pergi. Jadi mungkin lebih baik cari dari karyawan kita, ya setidaknya ia tidak sendiri mengurus pekerjaanmu." ucap Arman.

" Nggak enak banget, kalau ada yang lain kan jadi susah. Tapi aku nggak bisa nolak perintah Ayah, kalau nggak bisa-bisa aku di usir dan Ayah manggil si Ardi lagi." batinnya yang kesal.

" Yauda deh Ayah, lagian yang Ayah bilang benar juga. Pastinya dia akan capek, kalau begitu secepatnya kita cari." ucapnya dengan tersenyum.

" Ayah akan segera bilang sama HRD, dan mudah-mudahan hari ini juga sudah ada." ucapnya.

" Mudah-mudahan aja Ayah." ucapnya.

" Oh iya, namamu tadi siapa?" tanya Arman.

" Nama saya Azilla Pak." jawabnya.

" Mengapa aku merasa tidak asing dengan nama ini ya." batinnya.

" Yasudah, kalau begitu semoga kamu betah di sini. Dan bila sudah selesai kuliah, kau juga mau kerja di sini." ucap Arman.

" Insyaallah Pak, saya rasa di sini juga nyaman." ucapnya.

" Yasudah, kalau begitu saya permisi dulu. Kalian berdua lanjutkan saja, kalau ada apa-apa bisa langsung hubungi saya. Dan ya, jangan panggil saya Bapak. Panggil saja Paman, siapa tau kau bisa menjadi menantu saya." ucap Arman dengan tersenyum.

" Bapak, eh maksudnya Paman ini bisa aja." ucapnya yang jujur saja tidak nyaman.

" Berusahalah untuk mendapatkan hatinya, Ayah tau kau pasti suka sama dia." bisik Arman dan Riko pun tersenyum.

Arman pun segera pergi meninggalkan tempat tersebut, kini hanya tinggal Riko dan Azilla di dalam ruangan Azilla. Jujur saja Azilla tidak merasa nyaman dengan Riko, ia merasa sedang dalam bahaya. Tetapi ia tidak bisa berkutik, karena Riko adalah atasannya.

...----------------...

" Bagiamana situasi kantor?" tanya Ardi.

" Pak Arman sudah menginfokan kepada seluruh staf kalau Riko menggantikan mu menjadi CEO." jelas Fahmi.

" Lalu apa yang sedang ia lakukan sekarang?" tanyanya.

" Saat ini Riko sedang berusaha mendekati Azilla, tetapi Azilla merasa tidak nyaman. Hal itu bisa terlihat dari sorot matanya." jelasnya.

" Apa, berani sekali dia mengganggu calon istri…" ucap Ardi yang tiba-tiba terhenti.

" Tidak usa malu, aku juga sudah mengetahuinya. Kau merasa sangat damai ketika bersama dari pada bersama dengan Tevi, hingga kau mengirimkan ku pergi. Padahal hal itu bisa aku kerjakan di lain waktu." ucapnya.

" Apakah sangat tampak?" tanyanya.

" Tentu saja, tetapi aku rasa Azilla tidak menyadari perasaanmu." ucapnya.

" Kalau begitu kasih aku usul, aku ingin mengejarnya." ucapnya.

" Cara yang mudah, adalah mengatakan kepada publik kalau ia adalah pacarmu. Dengan begitu Riko juga tidak akan menggangu ia, dan pastinya semua akan aman." jelas Fahmi.

Episodes
1 Hilang
2 Pemecatan Azilla
3 Mencari Tempat Magang
4 Hari Pertama Magang
5 Pertemuan Dengan Deni
6 Rumah Azilla
7 Kisah Hidup Deni
8 Permintaan Maaf
9 Deni Gambek
10 Seperti Anak-Anak
11 11
12 Malapetaka
13 Kemarahan Arman
14 Kedatangan Riko
15 Riko Jadi CEO
16 Ruby Sang Asisten
17 Pertemuan Kembali
18 18
19 Sikat Gigi
20 Kamu Siapa?
21 Aku Bukan Orang Miskin
22 Aku Setuju Ayah
23 Aku Rindu
24 Terima Kasih Mas
25 Tito Sedih
26 Tetangga Baru
27 pengumuman 1
28 Penghianatan
29 Masalalu
30 Tingkah aneh
31 Apa Iya?
32 33
33 Penasaran
34 Pura-pura
35 Bimbang
36 Kemarahan Ardi
37 Pasrah
38 Murka
39 Bahagia
40 Jangan ngambek
41 Mengerikan
42 Sedih
43 Kakak Tau
44 Terima kasih kak
45 Bestie
46 aku.
47 bertemu
48 uui
49 kebohongan dan pernyataan
50 Yang benar?
51 Eyang Arman
52 Rencana
53 Kakak Adik Kompak
54 Siapa Dia?
55 Afni
56 Ternyata Kau
57 Panggil Ayah
58 Bertemu Cinta
59 Minta Cucu
60 Aku Lelah
61 Disiplin
62 pilu
63 Apa ini
64 Tidak Mungkin
65 Bagaimana
66 Curiga
67 Maaf
68 Tidak Mungkin
69 Apa kabar?
70 Mengapa mirip?
71 Jadi begitu
72 Mana Deni
73 kau pasti sudah sangat menderita
74 Enak
75 Tengahnya dia
76 Takdir tidak ada yang tau
77 Jadi Harus Sendiri-Sendiri?
78 Lalu Apa?
79 Apa Maksudmu?
80 Itu tidak penting
81 Kita sama-sama berjuang
82 Enak tidak?
83 Yang benar?
84 Kau Harus Cepat
85 Melodi terindah
86 Bahaya
87 Apa...
88 Rencana
89 Sungguh
90 Maaf Ma
91 Semengerihkan itu?
92 Aku Ingin Bertemu
93 Sudah Siap
94 Kuat Ya Cinta
95 Tenang ya
96 Eyang
97 Bagaimana bisa?
98 Rencana yang bagus
99 Aku sungguh tidak menyangka
100 Sudahlah
101 Belangnya
102 Istighfar
103 Terimakasih
104 Bagaimana?
105 Apa Iya?
106 siapa dia
107 Gejolak
108 Sulit
109 Pengumuman
110 Pilihan yang sulit
111 Kau merebutnya
112 Benarkah Seperti itu?
113 Awas aja dia
114 tak menyangka mereka berdua ternyata...
115 Berharap
116 Tak ku sangka
117 Apa...Yang bener aja
118 Jangan Gitu Dong
119 Menyebalkan
120 Tentunya
121 Mencurigakan
122 Rencana dimulai
123 Ada Apa Sebenarnya?
124 Sungguh Menyenangkan
125 lucunya
126 Pertunangan
Episodes

Updated 126 Episodes

1
Hilang
2
Pemecatan Azilla
3
Mencari Tempat Magang
4
Hari Pertama Magang
5
Pertemuan Dengan Deni
6
Rumah Azilla
7
Kisah Hidup Deni
8
Permintaan Maaf
9
Deni Gambek
10
Seperti Anak-Anak
11
11
12
Malapetaka
13
Kemarahan Arman
14
Kedatangan Riko
15
Riko Jadi CEO
16
Ruby Sang Asisten
17
Pertemuan Kembali
18
18
19
Sikat Gigi
20
Kamu Siapa?
21
Aku Bukan Orang Miskin
22
Aku Setuju Ayah
23
Aku Rindu
24
Terima Kasih Mas
25
Tito Sedih
26
Tetangga Baru
27
pengumuman 1
28
Penghianatan
29
Masalalu
30
Tingkah aneh
31
Apa Iya?
32
33
33
Penasaran
34
Pura-pura
35
Bimbang
36
Kemarahan Ardi
37
Pasrah
38
Murka
39
Bahagia
40
Jangan ngambek
41
Mengerikan
42
Sedih
43
Kakak Tau
44
Terima kasih kak
45
Bestie
46
aku.
47
bertemu
48
uui
49
kebohongan dan pernyataan
50
Yang benar?
51
Eyang Arman
52
Rencana
53
Kakak Adik Kompak
54
Siapa Dia?
55
Afni
56
Ternyata Kau
57
Panggil Ayah
58
Bertemu Cinta
59
Minta Cucu
60
Aku Lelah
61
Disiplin
62
pilu
63
Apa ini
64
Tidak Mungkin
65
Bagaimana
66
Curiga
67
Maaf
68
Tidak Mungkin
69
Apa kabar?
70
Mengapa mirip?
71
Jadi begitu
72
Mana Deni
73
kau pasti sudah sangat menderita
74
Enak
75
Tengahnya dia
76
Takdir tidak ada yang tau
77
Jadi Harus Sendiri-Sendiri?
78
Lalu Apa?
79
Apa Maksudmu?
80
Itu tidak penting
81
Kita sama-sama berjuang
82
Enak tidak?
83
Yang benar?
84
Kau Harus Cepat
85
Melodi terindah
86
Bahaya
87
Apa...
88
Rencana
89
Sungguh
90
Maaf Ma
91
Semengerihkan itu?
92
Aku Ingin Bertemu
93
Sudah Siap
94
Kuat Ya Cinta
95
Tenang ya
96
Eyang
97
Bagaimana bisa?
98
Rencana yang bagus
99
Aku sungguh tidak menyangka
100
Sudahlah
101
Belangnya
102
Istighfar
103
Terimakasih
104
Bagaimana?
105
Apa Iya?
106
siapa dia
107
Gejolak
108
Sulit
109
Pengumuman
110
Pilihan yang sulit
111
Kau merebutnya
112
Benarkah Seperti itu?
113
Awas aja dia
114
tak menyangka mereka berdua ternyata...
115
Berharap
116
Tak ku sangka
117
Apa...Yang bener aja
118
Jangan Gitu Dong
119
Menyebalkan
120
Tentunya
121
Mencurigakan
122
Rencana dimulai
123
Ada Apa Sebenarnya?
124
Sungguh Menyenangkan
125
lucunya
126
Pertunangan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!