Kini keduanya sudah selesai makan, Azilla pun segera pergi menuju kamarnya. Ia ingin membersihkan tubuhnya terlebih dahulu, atau lebih tepatnya mandi. Sedangkan Bunda dan juga Adiknya, mereka berkumpul di ruang utama untuk menceritakan keseharian mereka. Itulah rutinitas yang selalu mereka lakukan, hal itu dilakukan agar mereka selalu melakukan kegiatan yang bermanfaat.
" Ini adalah hari yang sangat melelahkan, dan besok pagi aku juga harus datang pagi ke kantor." ucapnya yang ini sambil mengeringkan rambutnya seusai mandi.
Tiba-tiba saja ada notifikasi dari handphonenya, ia pun segera melihat pesan notifikasi tersebut. Dan ternyata Ardi lah yang mengirim pesan, Ardi mengirim laporan yang akan mereka presentasikan esok hari.
" Dipelajari laporan tersebut, besok kita akan presentasi di depan klien." tulisnya di dalam pesan tersebut.
" Ardi ini sangat menyebalkan, kalau bukan karena dia pemilik perusahaan tempat aku magang. Mungkin saja udah aku jambak-jambak rambutnya, tapi sayangnya aku masih membutuhkan perusahaannya." ucapnya yang kesal.
Ia pun kini tidak keluar dari kamarnya, kini ia mempelajari laporan yang sudah dikirim oleh Ardi. Ia terus mempelajari laporan tersebut, hingga tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 11.00 malam. Dan ia pun segera tidur, karena esok hari ia harus berangkat pagi ke kantor.
Sebelum matanya terlambat, tiba-tiba saja ia teringat dengan Deni. Setelah mendengar kisah kehidupan Deni yang memang tidak seberapa banyak, ia pun menjadi kasihan kepada anak tersebut. Dan entah kenapa ia menjadi menyayangi anak itu, dan ingin selalu berada di sekitar anak tersebut.
" Kenapa aku jadi kepikiran tentang Deni ya, apa karena aku merasa kasihan dengannya ya. Ya mungkin begitu, anak sekecil itu sudah kekurangan kasih sayang. Sungguh aku tidak tega dengannya, aku yang sudah dewasa ketika di tinggal Ayah saja sudah menyediakan. Dan sekarang aku tau perasaan dia yang lebih menyedihkan." ucapnya yang tanpa sadar berderai air mata.
...----------------...
" Ayo Deni, kita harus tidur. Ini sudah malam Nak, dan besok kau harus masuk sekolah." ucap Ardi yang membujuk Deni untuk tidur.
" Aku nggak mau tidur Ayah, aku mau ngomong sama Kak Azilla ila." ucapnya dengan merengek.
" Ini sudah malam Nak, mungkin Kak Azilla juga sudah tidur. Besok saja ya, besok kan masih bisa bertemu dengan Kak Azilla di kantor Ayah." ucapnya untuk membujuk.
" Nggak mau ayah, kalau Ayah nggak mau teleponkan Kak Azilla. Deni nggak akan mau tidur, biar aja besok Deni terlambat. Lagian yang ditegur sama ibu guru juga Ayah, karena Ibu guru pasti mikirnya Ayah kesiangan." ucapnya.
" Ya ampun Deni, kamu senang ya kalau Ayah dimarahin sama ibu guru kamu." ucap Ardi dengan menggelengkan kepalanya.
" Ya makanya ayah, cepetan dong hubungi Kak Azilla. Deni nggak mau bobo kalau belum ngobrol sama Kak Azilla, kalau Ayah memang sayang sama Deni sekarang cepat hubungi Kak Azilla." ucapnya dan membuat Ardi geleng-geleng kepala.
" Ya udah Ayah akan hubungi Kak Azilla, tapi Deni harus janji sama Ayah. Setelah ini dini harus tidur, karena besok Deni kan harus sekolah." ucap Ardi dengan mengulurkan jari kelingkingnya.
" Deni janji Ayah, setelah menelepon Kak Azilla Deni akan tidur." jawabnya dengan tersenyum.
Ardi pun segera mengambil telepon genggamnya, kemudian Ia pun segera menghubungi Azilla. Sambungan telepon pun tersambung, kini handphone Azilla berdering. ia pun yang sudah tertidur terpaksa harus mengangkat telepon tersebut, kini matanya sipit khas orang mengantuk.
Azilla tidak menyadari kalau panggilan tersebut merupakan panggilan video, ia mengangkat panggilan tersebut dengan santainya. Ardi terpana melihat wajah Azilla yang seperti itu, dan tiba-tiba saja ia berkhayal ketika harus melihat wajah Azilla setiap ia bangun pagi.
" Wajahnya sangat imut, jadi terbayang ketika harus melihat wajahnya setiap aku bangun pagi." batinnya.
" Ayah teleponnya sudah tersambung?" tanya Deni dengan mengguncang tubuh Ardi.
Azilla yang mendengar suara Deni, Ia pun tersentak dan langsung membuka matanya. Alangkah kagetnya ia, ternyata yang meneleponnya adalah Ardi. Dan telepon tersebut ternyata merupakan panggilan video, Azilla pun langsung mematikan teleponnya karena malu.
" Mengapa harus Pak Ardi yang menelpon, malah panggilan video lagi. Penampilanku sungguh urap-urakan, aduh malu banget." ucapnya yang kemudian langsung berlari ke kamar mandi untuk membersihkan wajahnya.
Azilla pun langsung merapikan penampilannya, ia yakin setelah ini Ardi pasti akan menghubungi kembali. Karena itu ia tidak ingin wajah ura-urakannya dilihat oleh arti, karena itu sungguh sangat memalukan. Setelah penampilannya cukup rapi, ia pun segera keluar dari kamar mandi. Dan kini ia sedang menunggu panggilan telepon dari Ardi.
Dan benar saja sesuai dengan tebakannya, kini Ardi menelponnya kembali. Dan ia pun langsung mengangkatnya, karena ia takut Ardi akan marah kepadanya. Apalagi tadi ia sempat mematikan sambungan telepon, dan pastinya hal tersebut sudah membuat Ardi sangat marah.
" Selamat malam Pak Ardi." sapanya dengan senyuman dan sopan.
" Selamat malam Azilla, maaf karena harus mengganggumu malam-malam. Tetapi Deni tidak mau tidur, katanya ia ingin berbicara denganmu terlebih dahulu." jelas Ardi.
" Halo Kak Azilla." ucap Deni dengan tersenyum.
" Halo sayang, kenapa jam segini belum bobo?" tanya Azilla dengan tersenyum, tiba-tiba Ardi pun tersenyum tipis melihat tingkah Azilla dengan Deni.
" Deni nggak mau bobo Kak, Deni maunya dikasih dongeng dulu sama Kakak." jelasnya dengan langsung merebut handphone dari Ardi.
" Oke kalau itu mau Deni, sekarang Deni baringkan badannya. Kemudian letak handphonenya di samping bantal, Kakak akan ceritakan sebuah dongeng." ucapnya dengan tersenyum.
" Deni nggak hanya mau dengar suara kakak aja, Deni maunya juga lihat wajah Kakak." rengeknya.
" Kalau begitu gimana ya?" tanyanya yang bingung.
" Ya udah ini baringkan tubuhnya aja, biar Ayah yang akan pegang handphonenya. Jadi Deni masih bisa melihat wajah Kak Azilla, hingga akhirnya Deni terlelap." jelas Ardi dan Deni pun mengangguk.
Deni dan Ardi pun langsung membaringkan badannya di tempat tidur, kini Ardi pun menggenggam telepon tersebut. Kemudian ia mengarahkannya ke arah Deni, agar Deni bisa melihat gambar yang tertera di layar yaitu wajah Azilla.
" Kakak akan menceritakan tentang cerita seorang gadis yang suka berbohong, sebut saja namanya Wawa. Wawa ini adalah gadis yang sangat suka berbohong, ia suka sekali membohongi orang-orang di sekitar. Suatu hari Wawa pun membohongi seorang wanita tua yang sedang menanyakan alamat, wanita itu sangat marah karena tidak kunjung menemukan alamat yang ia tuju. Akhirnya wanita itu pun berbalik, dan ia menemui Wawa lagi. Kau adalah anak yang sangat bakal, dengan tegah kau membohongi wanita tua seperti ku. Aku akan mengutuk mu, setiap kau berbohong kau akan jatuh sakit." ucap wanita tua itu kemudian langsung menghilang.
# Ikuti terus kelanjutannya dan jangan lupa like, share, komen serta selalu dukung nafras ya teman-teman. Dan baca juga karya-karya nafas yang lain.
1. Naura Abyasya
2. Derai Yang Tak Terbendung
3. Sepahit Sembilu
4. Rela Walau Sesak
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 126 Episodes
Comments