" Kau yakin dengan yang kau katakan, bagiamana kalau hal itu justru membuat Riko semangkin bertekad untuk mendapatkan Azilla." ucap Ardi.
" Yang kau katakan benar juga, aku kenapa nggak kepikiran sampai sana." ucap Fahmi.
" Makannya kalau ngomong itu dipikirkan dulu, jangan asal memberikan usul saja." ucap Ardi dengan tatapan sinis.
" Ya maaf Ardi, aku nggak ada mikir sampai ke sana." ucapnya.
" Kau ini ya Fahmi, lain kali jangan di ulangi. Pikirkan dulu dengan baik sebelum berbicara." ucapnya.
" Iya deh, aku nggak akan ulangi. Kau ini sepertinya sangat menyukai Azilla ya, kalau di lihat-lihat, nta kenapa ia sangat mirip dengan Ibu Cinta." jelas Fahmi.
" Tunggu, yang kau maksud bukan Cinta calon mertua ku kan?" tanyanya untuk memastikan.
" Ya iyalah Cinta yang itu, memang kita ada mengenal orang yang bernama Cinta selain calon mertuamu itu." ucap Fahmi.
" Yang kau katakan masuk akal juga, kalau begitu segera kau selidiki siapa sebenarnya Azilla. Bisa jadi ternyata ia adalah orang yang di jodohkan denganku." ucap Ardi dengan penuh harapan.
" Nggak enaknya jadi bawahanmu kayak gini, tahu gitu tadi aku nggak usah bahas hal itu. Sekarang jadi nambah kerjaan ku aja, padahal kerjaan ku masih menumpuk sangat banyak." ucap Fahmi.
" Bagus ya sekarang udah bisa membantah, kalau gitu nanti gajimu aku potong." ucapnya dengan tatapan sinis.
" Jangan lah bos, aku akan kerjakan sekarang." ucapnya kemudian langsung pergi meninggalkan ruangan Ardi.
" Mudah-mudahan saja kau benar anak Pak Riski dan Bu Cinta, yang artinya kau adalah orang yang dijodohkan denganku." batin Ardi dengan menatap kepergian Fahmi.
Fahmi pun segera melaksanakan perintah Ardi, iya segera mencari tahu identitas Azilla. Fahmi mengarahkan begitu banyak pasukan, terutama di bagian IT. Itu semua ia lakukan, agar dapat cepat menemukan data-data mengenai Azilla. Dan agar Ardi tidak marah kepadanya, karena pekerjaan yang lama.
Setengah jam telah berlalu, dan Fahmi pun segera membawa data yang sudah ia dapatkan. Walaupun bisa dikatakan kalau data itu masih belum lengkap, tetapi setidaknya ia berhasil menemukan data yang sangat cukup kuat. Dan menurutnya, data itu akan sangat bermanfaat bagi Ardi.
" Apakah kau sudah mendapatkannya?" tanya Ardi.
" Ini semua data tentang Azilla, aku masih belum banyak mendapatkan. Tetapi di situ terlihat jelas nama kedua orangtuanya." ucap Fahmi.
" Tidak masalah." ucap Ardi dan langsung membuka data yang diberikan oleh Fahmi.
" Ternyata memang benar, dia adalah orang yang dijodohkan dengan ku. Kini aku semangkin yakin untuk mengejarnya, dan tidak akan ku biarkan Riko menyakitinya." batin Ardi.
" Apakah yang mulia Ardi sudah puas?" tanya Fahmi dengan sedikit menunduk.
" Aku sangat puas pengawal." jawabnya dan Fahmi pun menjadi kesal, kemudian ia pun langsung keluar dari ruangan itu.
" Si Ardi kebiasaan panggil aku pengawal, awas aja bakalan ku balas kau. Dasar bucin kau." ucap Fahmi yang kesal.
" Kau ngomong apa Fahmi?" tanya Ardi yang melihat Fahmi masih di depan pintu.
" Nggak ada kok." jawabnya kemudian langsung melarikan diri.
...----------------...
Sedangkan di perusahaan kini Arman dan Riko sedang mencari asisten pribadi, dan akhirnya terpilah seorang wanita. Wanita itu bernama Ruby, dia adalah seorang gadis cantik dan juga seksi. Riko sangat tertarik dengan cara bergaya Ruby, walaupun Ruby tidak bisa apa-apa Riko tetap memilihnya.
" Baiklah Ruby, mulai hari ini kamu akan menjadi asisten Riko. Dan kamu akan bekerja bersama dengan Azilla, bila ada sesuatu yang tidak kamu mengerti bisa tanya kepada Riko ataupun Azilla begitu juga dengan kamu Azilla." jelas Arman dan keduanya pun mengangguk.
Ruby pun segera dibawa ke ruangan asisten pribadi, kini seorang office boy sedang membersihkan ruangan tersebut. Karena di ruangan itu sudah dipenuhi dengan barang-barang milik Fahmi, yang gini sudah keluar dari kantor itu karena lebih memilih untuk bersama dengan Ardi.
" Terima kasih Fahmi, karena kebodohanmu akhirnya aku bisa duduk di sini." batin Ruby dengan tersenyum.
Tok
Tok
Tok
Suara ketukan pintu itu pun menyadarkan Ruby, dan ia pun kini melihat ke arah pintu. Alangkah kagetnya ia ketika melihat Riko di sana, iya pun langsung mempersilahkan Riko untuk masuk.
" Silakan masuk Pak Riko." ucap Ruby dengan tersenyum.
Riko pun segera masuk ke dalam ruangan tersebut, dan ia pun mengunci ruangan tersebut. Ruby sudah menebak apa yang ingin dilakukan oleh Riko, tetapi ia hanya tersenyum. Karena memang itulah yang ia inginkan, agar ia segera menjadi nyonya di perusahaan itu.
Azilla sempat kaget melihat Riko memasuki ruangan Ruby, tetapi ia tidak bisa berkata apa-apa. Dan akhirnya ia pun memutuskan untuk diam, dan tidak ingin terlibat dengan urusan tersebut. Karena ia tidak mau kalau dia terseret dalam kasus itu, dan akhirnya laporan magangnya tidak akan ditandatangani.
Ia pun segera menyelesaikan pekerjaannya, walaupun awalnya ia ingin membagi dua tugas itu dengan ruby. Tetapi kini ia terpaksa harus mengerjakannya sendirian, karena ia menyaksikan kalau Riko memasuki ruangan ruby. Dan entah kenapa Azilla menebak pikiran yang aneh-aneh, apalagi ia menyadari tatapan Riko ketika menatap Ruby pada saat pemilihan tadi.
Azilla terus saja berkotak dengan komputer, dan kini telepon genggamnya pun berdering. Ia pun langsung melihat kalau itu adalah nomor tidak dikenal, iya pun ragu untuk mengangkatnya. Tetapi panggilan itu terus berulang, dan akhirnya Azilla pun mengangkat panggilan tersebut.
" Halo Kak Azilla." ucap seorang anak kecil yang menurutnya sangat.
" Halo sayang, tampaknya hari ini kamu sedang sangat bahagia?" tanyanya.
" Tentu aja aku sedang sangat bahagia, karena aku akan segera pulang dan menemui Kakak cantik.
" Maafkan Kakak sayang, Kakak harus membuatmu kecewa. Tetapi Ayahmu sudah tidak bekerja lagi di sini, tadi Pak Arman telah mengusirnya pergi dari perusahaan ini." jelasnya dan Deni pun menjadi kesal.
" Opa sudah benar-benar keterlaluan, aku yakin pasti saat ini yang memimpin adalah uncle Riko. Kalau begitu Kak Azilla harus hati-hati ya, karena angka berikut bukanlah orang yang sederhana. Aku takut terjadi sesuatu kepada kakak, dan akhirnya aku tidak bisa lagi bertemu dengan kakak." ucap Deni dengan mata berkaca-kaca.
" Kamu tenang aja sayang, insya Allah Kakak akan baik-baik saja. Dan Kakak janji padamu, di lain waktu kita akan bertemu dan bermain bersama." ucapnya dengan tersenyum.
" Kalau itu harus Kak, karena aku juga sangat merindukan makanan Eyang." ucapnya dengan ekspresi manja.
" Sepertinya kamu sangat menyukai masakan bundaku, kalau begitu aku akan mencoba untuk membawakan bekal. Dan aku akan mengantarkannya ke sekolah, agar kau bisa makan masakan itu lagi." ucapnya dan Deni pun bersorak gembira.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 126 Episodes
Comments