" Aku ada dimana?" tanya Azilla yang baru saja tersadar.
" Kau sedang di dalam tenda, semalam kau pingsan." jelas Yura.
" Sepertinya sudah pagi, apakah tim SAR sudah datang?" tanyanya.
" Mereka sudah datang." jawabnya dan Azilla pun ingin segera pergi.
" Kau mau kemana?" tanya Yura dengan mencoba menghentikan kepergian Azilla.
" Aku ingin menemui tim SAR." jawabnya dengan sepoyongan.
" Kau masih lemah, lebih baik kau di sini saja. Semuanya juga sudah pernah bersama dengan tim SAR." jelas Yura.
" Tidak bisa Yura, aku adalah ketua tim. Jadi aku yang bertanggungjawab atas semua ini, jadi aku tidak bisa hanya tenang-tenang di sini." jelas Azilla.
" Aku tau itu, tetapi kondisi mu masih sangat lemah." ucap Yura.
" Tetapi aku juga tidak bisa hanya duduk diam saja, tolong biarkan aku keluar Yura. Please, aku mohon." ucapnya dengan menyatukan kedua tangannya.
" Ya sudah, tapi kau harus berada di sebelahku terus." jelasnya dan Azilla pun mengangguk.
Keduanya pun segera keluar dari tenda, kini Yura menuntun Azilla untuk menemui tim SAR. Semuanya siswa dan siswi sangat kaget melihat kondisi Azilla, kini Azilla tampak pucat dan lemas.
" Coba kau lihat ke sebelah sana." ucap seorang siswa.
" Itu kak Azilla kan, kenapa dia bisa seperti itu?" tanya temannya.
" Kalau soal itu aku juga tidak tau, tapi aku dengar tadi malam kak Azilla banjir darah." jelasnya.
" Pasti kak Azilla tidak memperdulikan kondisinya saat mencari Siska, kasihan sekali kak Azilla." ucapnya.
" Itu salahnya sendiri, karena tidak bisa menjaga Siska." ucap Sista yang melengus.
" Ini semua bukan salah kak Azilla, lagian ketua tim Siska adalah kak Fara. Mengapa kau menyalahkan kak Azilla, sudah baik kak Azilla mau mencari Siska." ucap siswa tersebut.
" Aku tidak peduli, dia kan ketua tim kita. Dan dialah yang bertanggungjawab atas semua kejadian yang terjadi, jadi ini semua adalah salahnya." ucapnya kemudian langsung pergi.
" Sista sudah sangat keterlaluan, dia tidak bergeming sama sekali. Padahal saat ini kondisi kak Azilla sangat mengerikan." ucap siswa tersebut.
" Sudahlah kalian jangan ganggu Sista, mau kalian ngomong apa pun dia tidak akan memperdulikan omonganmu kalian." ucap Gali yang tiba-tiba saja datang.
" Yang kau bilang memang benar Gali, tapi dia mau sedikitpun melihat kondisi kak Azilla. Padahal kak Azilla bisa menjadi seperti itu juga karena mencari Siska, padahal hilangnya Siska bukanlah kesalahan kak Azilla." ucap siswa itu.
" Sudahlah, sekarang lebih baik kita bantu tim SAR untuk mencari Siska. Kalian apa tidak ingin cepat pulang." ucap Gali, dan kini mereka semua pun berusaha untuk mencari Siska.
Setelah perjuangan yang cukup panjang, akhirnya mereka menemukan Siska. Walaupun kini Siska dalam kondisi luka-luka, dan Siska segera di bawa ke rumah sakit terdekat untuk di periksa keadaannya. Alhamdulillahnya tidak terdapat luka yang serius, jadi Siska bisa langsung di pulangkan.
Kini Azilla mendapatkan telepon dari kepala sekolah SMA Nusa, tempat Siska dan teman-temannya bersekolah. Filing Azilla sudah merasa tidak enak, tetapi ia tetap berusaha untuk berfikir positif. Dan ia pun langsung pergi kerumah kepala sekolah, tanpa memberiku informasi kepada teman-temannya.
" Teman-teman aku duluan ya." ucap dengan tersenyum.
" Kau mau kemana?" tanya Yura.
" Aku mau pulang." ucapnya.
" Dia bohong, tadi aku dengar dia di panggil sama kepala sekolah SMA Nusa." jelas Bagas yang baru saja tiba.
" Benar itu Azilla?" tanya Rizki yang memang saat ini berada tepat di sebelah Azilla.
Azilla tidak menjawab, ia hanya mengangguk saja. Dan kini semuanya menjadi panik, perasaan mereka sudah tidak enak. Kini mereka menjadi takut kehilangan Azilla, Azilla adalah pemimpin yang adil dan bertanggungjawab.
" Kalau begitu kami ikut." ucap Topan.
" Nggak usa, kalian langsung pulang aja. Kalian pasti sedang capek, jadi mending kalian pulang dan istirahat." ucap Azilla.
" Nggak bisa Azilla, kita ini satu tim. Jika salah satu dari kita bermasalah, kita semua harus menemuinya. Dan kita harus sama-sama bertanggungjawab, bukan kau saja yang harus bertanggungjawab." ucap Bagas dan mereka semua pun mengangguk.
" Benar yang dikatakan oleh Bagas, jadi kami ikut ke rumah kepala sekolah ya." ucap Rizki dengan menggenggam tangan Azilla.
" Terimakasih semuanya, hiks…hiks." ucapnya dengan berderai air mata.
Mereka semua pun langsung berpelukan, karena mereka selalu bersama. Dan bagi mereka ini adalah kesalahan mereka bersama, perlahan senyuman mulai mengembang di wajah Azilla. Dan kini mereka bersama-sama pergi menuju rumah kepala sekolah SMA Nusa.
Kini mereka sudah sampai di rumah kepala sekolah, mereka langsung menekan bel. Dan satpam pun membukakan pintu, kemudian mempersilahkan mereka untuk masuk.
" Silakan masuk, ini kepala sekolah sudah menunggu." ucap satpam tersebut, dan mereka pun langsung masuk.
" Assalamualaikum." ucap mereka serentak dan mengagetkan kepala sekolah.
" Kenapa kalian kesini beramai-ramai, bukankah saya hanya meminta Azilla untuk datang." ucap Aina Anita yang merupakan kepala sekolah.
" Kami hanya merasa kalau kejadian hari ini bukan salah Azilla sepenuhnya Bu." ucap Bagas dan semuanya pun mengangguk.
" Ya sudah kalau begitu, sekarang silakan duduk." ucapnya mempersilahkan mereka, dan semuanya pun langsung duduk.
" Saya tau ini semua bukan salah Azilla, tetapi sesuai dengan kesepakatan Azilla yang bertanggungjawab atas semuanya." tambahnya.
" Maaf Bu bila kami lancang, tetapi itu bukan salah Azilla. Ini semua salah saya Bu, saya yang tidak memperhatikan hingga Siska menghilang." jelas Fara.
" Tidak Bu, saya ketua dari tim ini. Jadi saya yang bertanggungjawab." jawab Azilla.
" Saya mengetahui itu semua, tetapi Azilla sudah tidak bisa di pertahankan lagi. Dia sudah melanggar kesepakatan, dan karena itu ia harus di keluarkan dari tim Pramuka SMA Nusa." jelas Aina Anita.
" Apakah tidak ada cara lain Bu?" tanya Topan.
" Maaf semuanya, keputusan saya tidak bisa di ubah. Saya harap kalian bisa mengerti." ucap Aina dengan tegas.
" Saya mengerti Bu, saya akan mengembalikan semua atribut SMA Nusa secepatnya." jawabnya Azilla dengan setenang mungkin.
" Tidak bisakah saya saja yang menggantikan Azilla Bu, karena ini semua salah saya." ucap Fara.
" Sudahlah Fara, ini semua adalah tanggungjawab ku. Aku harap kalian bisa meneruskan perjuangan ku." ucap dengan tersenyum.
" Kau memang orang yang bertanggungjawab, saya harap kau bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik lagi Azilla." ucap Aina.
" Terimakasih Bu, saya terima keputusan ini." jawabnya.
" Kalau begitu menurutmu siapa yang cocok untuk menjadi pengantin mu Azilla?" tanya Aina.
" Saya menyarankan Rizki Bu, dia orangnya sangat cekatan dan juga bertanggungjawab." jawabnya.
" Kalau begitu, mulai minggu depan Rizki yang akan menjadi ketua tim." ucap Aina dengan tersenyum.
# Selamat hari kemerdekaan Republik Indonesia. Ikuti terus kelanjutannya, dan jangan lupa like, share, komen serta selalu dukung nafras ya teman-teman. Dan baca juga karya-karya nafas yang lain.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 126 Episodes
Comments
Ita Xiaomi
Udah SMA msh ndak bs jaga diri sendiri? Apalg ditempat asing. Mestinya bs bertanggung jawab terhadap diri sendiri dan selalu bersama rombongan. Seram loh klo udah di alam bebas yg blm dikenal medannya.
2024-09-12
1