"MAKAN SIANG!" Ucap Robert.
Robert pun langsung keluar dari kamarnya dan turun ke bawah, menuju ke meja makan!
"Eh kakek?! Kakek ada di sini?!" Tanya Robert.
"Iya." Jawab Harry sembari tersenyum.
"Lho kirain mau main bareng Layla." Ucap Robert.
"Ya, tapi ternyata Layla ada pr. Jadi kakek suruh dia buat ngerjain pr dulu. Ya daripada lupa." Ucap Harry.
"Oh gitu." Ucap Robert.
'Hm.. tapi biasanya Layla kan gak pernah lupa. Malahan dia yang paling sering ngingetin aku buat ngerjain pr. Aneh deh.' - dalam hati Robert.
"Yaudah ayo kita makan bareng." Ucap Harry.
"Iya kek." Ucap Robert.
Robert dan Harry pun langsung makan bersama
"Oh ya Bert, kamu bakal main bareng temenmu kan seperti yang kakek suruh tadi?" Tanya Harry.
"Iya kek. Robert bakal main sama mereka. Nih Robert udah selesai siap-siap." Jawab Robert.
"Hm baguslah. Pasti sekarang kamu bingung kan kenapa kakek maksa kamu buat main sama mereka?" Ucap Harry.
"Enggak kok kek. Karena setelah aku berfikir sejenak, aku jadi tau alasan kakek nyuruh aku buat main sama mereka. Ini semua demi kebaikanku kan kek? Aku ngerti kalau kakek lagi berusaha buat ngelindungin aku. Kalau aku main sama mereka kan aku gak bakal dicurigain." Ucap Robert.
"Yup, benar sekali! Kakek ngelakuin ini semua demi kebaikanmu Robert!" Ucap Harry.
"Iya kek. Makasih banyak ya. Kakek emang yang terbaik! Makasih karena udah ngelindungin Robert." Ucap Robert sembari tersenyum hangat ke Harry.
"Iya sama-sama. Kamu gak perlu berterimakasih sama kakek. Karena ini memang sudah menjadi tugas kakek sebagai kakek kamu! Kakek akan selalu ngelindungin kamu Robert!" Ucap Harry.
"Iya kek. Aku tau. Kakek memang selalu bisa diandalkan! Aku beruntung karena punya kakek yang hebat seperti kakek!" Ucap Robert.
"Kakek juga beruntung karena punya cucu keren seperti Robert! Kamu benar-benar akan menjadi pewaris keluarga ini Robert!" Ucap Harry.
"Iya kek. Itu memang benar. Oleh karena itu, Robert akan membuat diri Robert layak sebagai penerus keluarga Jamieson!" Ucap Robert.
"Iya. Dan kakek percaya kamu pasti bisa melakukannya! Karena kamu sangat mirip dengan ayahmu!" Ucap Harry.
"Iya. Ah ngomong-ngomong soal papa, kapan papa pulang ya kek? Kakek tau gak kapan papa bakal pulang?" Tanya Robert.
"Sayangnya kakek gak tau. Papamu itu lagi sibuk banget Bert. Jadi pulangnya gak tau kapan." Jawab Harry.
"Hm.. tapi gak biasanya deh papa pergi tanpa ngasih kabar. Ini aneh banget sih. Apalagi ini udah siang. Tapi papa sama sekali belum ngasih kabar." Ucap Robert.
"Ya mungkin aja papamu gak sempat ngasih kabar Bert." Ucap Harry.
"Hm.. mungkin sih. Tapi kek, papa itu pergi dari kapan? Sempet ketemu kakek gak sebelum pergi kerja?" Tanya Robert.
"Sempet kok. Kakek bahkan sempet ngobrol sama papamu setelah kakek nganter kamu pulang." Jawab Harry.
'Oh berarti mama bener.' - dalam hati Robert.
"Oh gitu. Terus setelah ngobrol?" Tanya Robert.
"Kakek ngajakin papamu pergi." Jawab Harry.
"Oh gitu. Habis itu pasti pulang! Tapi kek.. kalau papa sempet pulang ke rumah, kok dia gak nemuin mama dulu?" Tanya Robert.
"Sebenarnya papamu gak sempet pulang. Dia langsung pergi kerja." Jawab Harry.
"Hah masa langsung pergi kerja?! Masa gak ganti baju dulu sih kek?! Sebenernya papa ini kemana sih?!" Tanya Robert yang menjadi semakin curiga.
'Ini jadi makin aneh!' - dalam hati Robert.
"Hm.. sebenarnya papamu itu.."
"ROBERT!" Panggil seseorang dari depan.
Omongan Harry pun menjadi terhenti
"Ah maaf tuan. Ada teman tuan di depan." Ucap Jim yang tiba-tiba saja datang dari arah depan.
"Wah temenmu udah pada dateng tuh. Sekarang mendingan kakek makan di belakang. Kamu nanti makan bareng aja gih sama temenmu. Kakek ke belakang dulu ya." Ucap Harry.
"Hm iya deh kek." Ucap Robert.
Harry pun langsung pergi
'Ck sial! Mereka dateng di saat yang gak tepat! Baru aja aku mau interogasi kakek, udah diganggu aja sama mereka! Mana tadi omongan kakek kepotong lagi!' - dalam hati Robert.
Robert pun menjadi sangat kesal
"Mm.. tuan?"
"Ah iya, maaf! Mm.. tolong suruh mereka masuk ya!" Ucap Robert yang langsung memasang senyuman palsu.
"Baik tuan." Ucap Jim.
Jim pun langsung pergi
'Hadehhh.. untung aja itu Jim! Jadi imageku gak rusak di depan orang lain! Kalau sampai orang lain tau aku marah kan bisa gawat! Itu bisa merusak image baikku!' - dalam hati Robert.
(Skip) Tak lama kemudian, John dan William pun mendatangi Robert ~
"Hai Robert." Sapa John dan William.
"Hai. Akhirnya kalian sampai juga! Maaf ya, aku baru makan nih dan belum habis. Makanya aku masih ada di sini." Ucap Robert.
"Iya. Gpp kok Bert." Ucap John.
William tersenyum
"Makasih. Oh ya, kalian udah makan belum?" Tanya Robert.
"Udah." Jawab John dan William bersamaan.
"Yah sayang banget. Padahal aku mau ngajakin kalian makan." Ucap Robert.
"Eh?! Mau ngajakin kami makan?!" Tanya John.
"Iya. Ini makanannya enak banget lho. Kalian mau gak? Kalau mau makan lagi, gpp lho." Jawab Robert.
"Hm.. gimana ya. Makananmu emang enak-enak sih Bert." Ucap John.
"Yaudah mana?! Aku mau!" Ucap William.
"Eh William?! Kamu mau makan lagi?!" Tanya John.
"Iya. Kalau ditawarin Robert, kenapa harus nolak?!" Ucap William.
"Ah iya juga sih. Yaudah deh, aku juga mau makan lagi! Tapi dikit aja ya." Ucap John sembari tersenyum.
"Kalau mau banyak juga gpp kok. Sini ambil aja." Ucap Robert.
"Hm oke." Ucap John.
John dan William pun langsung mengambil makanan yang ada di atas meja ~
(Skip) Sudah dan mereka pun mulai makan ~
"Hm.. ini juga daging. Tapi rasanya kok beda ya sama daging yang enak itu?" Tanya William.
"Iya ya. Daging ini rasanya beda. Gak sama kayak daging yang ada di sekolah tadi!" Ucap John.
"Ya karena ini bukan daging yang kukasih kalian di sekolah!" Ucap Robert.
"Eh?!" Ucap John dan William kaget.
"Daging yang kemarin itu udah habis! Dan ini daging baru buatan pembantuku. Jadi ya rasanya beda!" Ucap Robert menegaskan.
"Yah sayang banget. Padahal aku mau makan lagi, karena kupikir ini daging yang sama kayak daging tadi pagi!" Ucap William sedih.
"Iya nih. Aku juga mau makan lagi karena itu. Kirain ini daging yang sama." Ucap John yang juga ikut sedih.
"Eh?! Kalian ketagihan banget ya?" Tanya Robert kaget.
"Iya Bert. Soalnya rasanya enak banget! Kami jadi mau lagi!" Jawab William.
"Iya, mau banget nih!" Ucap John.
"Yaudah kalau gitu, kalian ambil aja lagi setelah kalian selesai main!" Ucap Harry yang tiba-tiba saja muncul.
"Eh kakek?!" Ucap Robert kaget.
"Eh ternyata ada kakekmu ya?" Tanya John.
"Iya. Kakekku udah ada di sini sejak tadi pagi." Jawab Robert.
"Oh gitu." Ucap John.
"Hai kek." Sapa John dan William.
"Hai juga. Maaf ya, tadi kakek gak sengaja dengar percakapan kalian. Kalian mau daging itu lagi kan?" Tanya Harry.
"I.. iya kek. Mau!" Jawab William.
"Hm. Kamu juga mau John?" Tanya Harry.
"Mm.. i.. iya kek. John juga mau." Jawab John ragu.
'Aduh aku takut ngerepotin.' - dalam hati John.
"Kalau gitu, nanti setelah selesai main, kakek bakal kasih daging itu lagi ke kalian!" Ucap Harry.
"Eh?! Ternyata masih ada ya kek?!" Tanya Robert.
"Iya, masih ada Bert. Jadi nanti teman-temanmu bisa bawa daging itu pas kalian udah selesai main!" Jawab Harry.
"Wah kalau gitu, makasih banyak ya kek!" Ucap William senang.
"Makasih ya kek. Maaf ngerepotin." Ucap John.
"Enggak kok John. Sama sekali gak ngerepotin! Yaudah, kakek ke belakang dulu ya. Kalian main aja dulu. Nanti pas selesai main, baru dateng kesini!" Ucap Harry.
"Oke kek." Ucap William senang.
"Iya kek." Ucap John sembari tersenyum.
"Yasudah, silahkan lanjut makan. Kakek mau ke belakang dulu." Ucap Harry.
"Iya kek." Ucap William dan John bersamaan.
Lalu Harry pun pergi
'Hm.. kok kakek mau ngasih mereka daging lagi sih?! Apa ini akan baik-baik aja?! Sebenarnya apa sih yang sedang kakek rencanakan?!' - dalam hati Robert.
To Be Continued...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 173 Episodes
Comments