"Mereka mau mampir ke rumah Robert!" Jawab Robert.
"Hm? Serius?" Tanya Harry.
"Iya kek. Mereka bilang, mereka mau mampir bentar ke sini! Sekalian mau ngajakin Robert main bareng!" Jawab Robert.
"Oh begitu. Terus kamu jawab apa?" Tanya Harry.
"Ya Robert bolehin. Karena kan semuanya udah diberesin. Jadi ya seharusnya gak akan ada masalah! Ditambah lagi, kalau Robert nolak, pasti mereka bakal maksa. Jadi ya percuma juga kalau gak ngebolehin mereka dateng kesini, karena mereka juga pasti bakal tetep ngotot buat dateng kesini!" Jawab Robert.
"Iya sih bener. Jadi gak masalah kok kalau temen-temenmu mau dateng kesini. Seperti yang kamu bilang barusan, semuanya udah diberesin! Jadi kamu gak perlu khawatir!" Ucap Harry.
"Syukurlah. Tapi kek, Robert sebenarnya mau nolak ajakan mereka. Robert males nih kek main sama mereka. Robert capek! Kayaknya karena begadang kemarin deh!" Ucap Robert.
"Hm.. tapi kamu harus tetap nerima ajakan mereka Bert!" Ucap Harry.
"Eh? Haruskah?!" Tanya Robert.
"Iya harus!" Jawab Harry.
"Tapi kenapa kek? Robert capek nih." Ucap Robert.
"Ini demi kebaikanmu Robert! Jadi turuti aja perintah kakek! Kamu pokoknya harus main sama mereka! Kamu gak boleh nolak ajakan mereka!" Ucap Harry.
Harry pun langsung pergi meninggalkan Robert
"Eh tapi kek!"
"Yah kakek pergi." Ucap Robert.
'Hm.. harus banget ya aku ikut main? Padahal aku mager banget!!!' - dalam hati Robert.
Robert pun langsung masuk ke dalam rumah
'Haah.. tapi kakek bilang, ini demi kebaikanku. Jadi kayaknya aku harus nurutin perintah kakek deh. Ya walaupun aku mager banget!!! Tapi.. aku harus tetep ikutin perintah kakek! Karena kakek yang paling tau yang terbaik buat aku! Dan aku ini dari keluarga Jamieson! Jadi aku harus nurutin perintah orang tua!' - dalam hati Robert.
"Hm.. haah.." Robert pun menghela nafas.
"Yaudah! Aku akan ikut main nanti!" Ucap Robert tegas.
"Ikut main?" Tanya Lilia yang tiba-tiba saja muncul dari arah belakang Robert.
(Langsung berbalik) "Eh mama?!" Ucap Robert kaget.
"Iya, ini mama. Kamu mau main kemana nanti?" Tanya Lilia.
"Itu ma, aku diajakin main sama William dan John! Bahkan mereka juga katanya mau mampir bentar kesini. Boleh kan?" Ucap Robert.
"Oh gitu. Boleh-boleh aja sih. Tapi emangnya kamu gak capek? Kemarin kan kamu baru aja habis berburu. Bahkan kamu juga begadang lho. Apa gak sebaiknya kamu istirahat aja di rumah?" Tanya Lilia.
"Pengen sih. Tapi kata kakek, aku harus main sama mereka!" Jawab Robert.
"Lho kenapa?" Tanya Lilia.
"Robert juga gak tau. Tapi ini keinginan kakek! Kata kakek, pokoknya Robert harus mau!!" Jawab Robert.
"Oh begitu. Jadi kakek sama sekali gak ngasih penjelasan apa-apa ya?" Tanya Lilia.
"Iya ma. Makanya Robert sendiri juga bingung. Kok gitu sih? Kenapa harus gitu coba? Tapi kata kakek, ini demi kebaikan Robert!" Jawab Robert.
(DEG) "Demi kebaikanmu?" Tanya Lilia.
"Iya." Jawab Robert.
"Kalau gitu, lakuin aja Robert!" Ucap Lilia yang langsung memegang pundak Robert.
(DEG) "Eh?! Sekarang mama dukung kakek?!" Tanya Robert.
"Iya. Sekarang mama dukung kakek! Setelah dengar perkataan kakek soal “melindungi”, mama jadi sadar kalau kakek lagi berusaha buat ngelindungin kamu dari kasus ini! Entah gimana caranya, tapi intinya kakek lagi berusaha supaya semua mata gak tertuju ke kamu! Apalagi kan kasus ini masih belum kecium polisi. Jadi ikutin aja deh omongan kakekmu! Karena dia yang lebih tau soal hal ini! Dia yang paling berpengalaman untuk menghindar dari kejaran polisi!" Jawab Lilia.
"Ah.. gitu. Yaudah deh ma, Robert akan lakuin! Oh ya ngomong-ngomong, papa udah pulang belum?" Tanya Robert.
'Aku mau coba nanyain soal ini ke papa ah! Kira-kira papa udah tau soal rencana kakek atau belum ya?!' - dalam hati Robert.
"Hm.. sayangnya papa belum pulang." Jawab Lilia sembari menundukkan kepalanya.
(DEG) "Eh?! Sampai jam segini, masih belum pulang?!" Tanya Robert kaget.
"Iya, kayaknya papa sibuk banget deh. Tapi emang terakhir kali mama lihat papa itu waktu papa pergi sama kakek setelah kakek nganter kamu pulang! Sekarang gak tau deh papa kemana. Biasanya juga gak kayak gini! Mama mau nelpon atau ngirim chat, tapi takut ganggu papamu. Takutnya dia beneran sibuk!" Ucap Lilia sedih.
"Hm.. aneh banget sih. Udah selama ini, tapi papa masa gak ngehubungin mama?! Padahal papa kan selalu ngehubungin kita kapan aja, walaupun dia lagi sibuk! Ini aneh sih. Kok bisa ya yang dateng ke sini kakek, bukan papa?!" Ucap Robert bingung.
"Entahlah. Mama juga gak tau. Mama juga bingung kenapa malah cuma kakek yang dateng ke sini! Padahal kakek kan gak pernah berkunjung ke rumah kita sebelumnya! Kita aja cuma bisa ketemu kakek pas hari Senin aja! Makanya aneh!" Ucap Lilia.
"Hm.. iya juga sih ma. Mama benar! Ini aneh! Kok bisa ya kakek datang kesini tanpa bilang-bilang?! Bahkan yang biasanya cuma ketemu pas hari Senin, tapi kok sekarang malah ada di sini dalam waktu yang lama?!" Ucap Robert.
"I.. iya kan?! Mama juga gak ngerti! Tau-tau kakekmu udah sampai di sini pagi-pagi! Makanya mama juga kaget! Mana gak ada papamu lagi! Mama kan jadi tambah bingung! Padahal kalau ada kakek, pasti selalu ada papa!" Ucap Lilia menegaskan.
"Hm.. iya benar! Yaudah, nanti Robert bakal selidiki ini pelan-pelan. Semoga aja papa baik-baik aja. Tapi semalem, papa gak lagi bertengkar sama kakek kan ma?!" Tanya Robert.
"Enggak kok. Papa sama sekali gak bertengkar sama kakek. Malahan mereka akur dan sempet ngobrol bareng juga! Tapi mama gak tau apa yang mereka omongin. Soalnya mama langsung pergi ke kamarmu!" Jawab Lilia.
"Yah kok mama gak dengerin percakapan mereka berdua dulu sih?!" Tanya Robert.
"Itu karena mama gak enak kalau ikut nimbrung dalam percakapan mereka! Soalnya.. percakapan mereka itu terkadang rahasia. Semakin sedikit yang mama tau, maka akan jadi semakin baik! Itupun kalau dikasih tau sama papa! Jadi ya gak seharusnya mama ikut campur!" Jawab Lilia.
"Hm.. iya juga sih. Yaudah deh ma, jangan terlalu dipikirin. Nanti Robert akan cari tau!" Ucap Robert.
"Hm oke. Tapi jangan terlalu maksa kakek buat cerita ya! Ah atau jangan bilang soal ini ke kakek sama sekali! Mama takut kalau kamu terlalu terlibat urusan mereka, kamu jadi diapa-apain! Ya walaupun dia itu kakekmu, tapi kita kan gak pernah tau apa yang akan terjadi di masa depan! Jadi selalu berhati-hati ya selama papa gak ada di sini! Karena saat ini, gak ada yang bisa ngelindungin kita! Saat ini cuma ada mama. Dan mama juga gak terlalu bisa ngelindungin kalian! Apalagi di keluarga kita yang seperti ini. Keluarga psiko! Kamu ngerti kan maksud mama?!" Ucap Lilia dengan tatapan menakutkan.
"I.. iya. Ngerti kok ma!" Ucap Robert takut.
(GLEK) 'Ya ampun, kenapa mama jadi menakutkan seperti ini ya? Padahal dulu papa pernah bilang kalau mama ini wanita polos. Tapi ya mungkin mama bisa jadi seperti ini karena udah lama tinggal bareng sama papa yang seorang psikopat sadis! Ah kalau diingat begitu, seharusnya sih gak ada masalah antara papa dan kakek. Apa mungkin aku dan mama aja ya yang terlalu negatif thinking karena gak ketemu papa seharian??' - dalam hati Robert.
"Hm. Yaudah sana ganti baju. Terus makan siang. Bentar lagi kan temenmu mau dateng!" Ucap Lilia.
"Iya ma. Yaudah, Robert ganti baju dulu!" Ucap Robert.
"Iya." Ucap Lilia sembari tersenyum.
Lalu Robert pun langsung masuk ke dalam kamarnya!
(Skip) Di dalam kamar ~
'Hm.. sekarang aku harus apa ya? Apa aku harus nyelidikin kakek sekarang?! Tapi apakah aku bisa nyelidikin kakek tanpa ketahuan?! Hm.. walaupun agak susah karena kakek itu udah berpengalaman banget. Tapi kayaknya aku bisa aja deh nyari tau sedikit demi sedikit! Ya supaya pertanyaan kami juga terjawab sih!' - dalam hati Robert.
"Yaudah deh aku ganti baju dulu. Baru setelah itu mikirin sebuah rencana besar!" Ucap Robert pelan.
Robert pun langsung berganti pakaian
(Skip) Sudah
"Nah sekarang tinggal.."
To Be Continued...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 173 Episodes
Comments